Problem

139782-Snowing-In-The-City

PROBLEM | by Apreelkwon
V – EunHa | Romance | G | Drabble

Summary : Tidak sesimple itu, tidak mungkin hanya karena salju!

Related too : Not a Bad Guy


Salju di luar sana memang sedang lebat – lebatnya. Di jalanan bahkan bisa sampai ketebalan 5cm. Apa itu alasannya mengapa sejak 4 jam lalu Taehyung hanya duduk diam di dalam kafe? Sudah 2 gelas frappe dan dua slice Tiramisu dia pesan untuk menemaninya. Apa sesederhana itu? Karena salju? Apa karena salju juga wajahnya begitu kusut seakan hidupnya akan berakhir besok?

“Berhenti hanya memperhatikan Taetae dari jauh seperti itu, uuuhh lihat matamu yang besar itu bahkan hampir loncat!” Ledekan Shinbi sontak membuatku sedikit terperanjat. Sedangkan si pelaku hanya tersenyum puas sambil mengaduk coklat panas pesanan pelanggan.

“Ngomong – ngomong, Taehyung kenapa ya? Sejak tadi dia hanya diam di dalam kafe. Diam dalam artian sebenarnya, benar – benar diam,” jawabku sambil melenguh panjang.

Shinbi menunjuk salju di luar sambil tersenyum, “Di luar sana penuh dengan salju Nona, tentu saja Taetae lebih memilih diam ditemani secangkir frappe hangat,”

“Mungkin. Lalu, apa wajah kusutnya itu juga karena salju? Aku fikir tidak sesederhana itu sepertinya,”

Shinbi tidak langsung menjawab, selanjutnya kami berdua terdiam larut dalam bayangan masing – masing dengan Taehyung sebagai objeknya. Tema yang terlintas dalam benak kami mungkin Mengapa Taehyung Cemberut!

“Apa mungkin ‘Tante’ yang selalu bersamanya tidak bisa datang? Jadi Taehyung sedikit kelimpungan karena dia membutuhkan uang?” ini sungguh kejam tapi aku hanya mengatakan kenyataan sebenarnya. Shinbi bahkan mengerutkan dahinya ketika mendengar kalimatku.

“Kamu jahat sekali,”

“Tapi itu fakta Shinbi,” jawabku sambil kembali menghembuskan nafas kesal.

Shinbi hanya menggerakan bahunya, sebelum kemudian kembali meladeni pesanan dua pelanggan yang baru datang. Baru saja aku akan melanjutkan lamunanku, kemudian lambaian tangan Taehyung menghentikannya.

“Shinbi dia melambaikan tangan! Apa dia memanggilku?” tidak bisa aku sembunyikan histeria di balik kalimat ini, sungguh.

“Bodoh! Dia itu pelanggan, tentu saja ingin memesan sesuatu!”

Hanya tersenyum untuk meresponnya, kemudian aku berlari kearah Taehyung sebelum pelayan lain yang melayaninya.

“Bisa saya bantu, Taehyung-Ssi,

Sepertinya Taehyung masih mengingatku, pasalnya dia masih tenang – tenang saja tapi ketika aku menyebut namanya, dua alis tajamnya terlihat bergerak naik. Lucu.

“Tolong 1 coklat panas, dan sepertinya ini pesanan terakhirku sebelum aku pulang,” dia mengucapkan ini dengan nada malas sambil mengalihkan pandangannya keluar sana.

Sungguh apa dia kecewa karena Tante itu tidak datang. “Kenapa?” tanyaku setelah selesai menulis pesanannya.

“Sepertinya kamu mulai terganggu karena sedari tadi terus menatapku,”

“Bukan! Bukan! Bukan karena itu, aku hanya berfikir mengapa aneh sekali kamu datang sendiri tanpa tan-” ini adalah kesalahan, dengan segera aku menghentikan kalimatku. “Pesananmu akan aku antar dua menit lagi,” memasukan kembali note pesanan lalu membalikan badan adalah yang selanjutnya aku lakukan.

“Dasar BODOH!” makiku pada diri sendiri.

Sambil meracik segelas coklat panas pesanan Taehyung, kedua mataku masih belum bisa lepas dari eksistensi pemuda dengan sweater merah marun itu. Dia terlihat semakin gelisah, tatapannya semakin kelam, beberapa kali terlihat menghembuskan nafas berat.

Sebelum mengantar pesanannya, entah mengapa aku mendapatkan satu ide brilian. Ku keluarkan notes pesanan, dirobek satu lembar, ini mungkin akan sedikit membantu.

“Coklat panasnya, silahkan menikmati Taehyung-Ssi,” ucapku sambil meletakan gelas itu di atas kertas hadiah dariku, kemudian berlari kembali ke depan counter.

Taehyung sepertinya belum menyadarinya, tapi ketika minumannya habis dan dia berniat meminta bil baru sudut matanya mendapati kertas notes dariku. Tanpa sadar aku tersenyum dan entah ini khayalanku atau bukan Taehyung juga seperti tersenyum.

Dia kembali melambaikan tangannya. Dengan gesit aku ambil print out bil milik Taehyung lalu berlari kearahnya.

“Bisa min-”

Belum selesai dengan kalimatnya aku sudah menyodorkan kertas putih di nampan kecil yang berisi deretan angka yang harus dia bayar. “Semuanya 25000 won,”

Dia tertawa kecil, “Lihat, kamu bahkan sudah mengusirku dengan bil ini. Bagaimana kalau sebenarnya aku bermaksud menambah pesanan?” kali ini dia tersenyum, sebuah senyum yang aku sulit artikan. Dan tubuhku merespon berlebihan dengan tiba – tiba berkeringat juga kikuk.

“ah, bu-bukan i-i-itu maksud ku-”

“Hahah, aku hanya bercanda,” dia kembali memotong kalimatku.

Taehyung mengeluarkan lembaran hijau dair dompetnya, dia tidak langsung menyimpannya di nampan kecil tapi mengambil kertas yang aku berikan padanya tadi dan mengikutsertakan di atas nampan kecil.

“Terimakasih, Eunha-Ssi,” untuk beberapa detik aku merasakan jantungku berhenti berdetak ketika dia menyembut namaku. AH! DIA TAHU NAMAKU! Tapi kemudian aku sadar di kertas tadi aku menuliskan namaku sendiri. “Tapi aku yakin mereka tidak akan  betah denganmu,” jawabnya, sekali lagi sambil tersenyum.

Aku tidak bisa merespon kalimatnya, hanya diam mematung memperhatikannya bangkit kemudian berjalan keluar dari kafe.

“Dia benar – benar lelaki kurang ajar sebenarnya, tapi mengapa kau harus menyukainya Choi Eunha!”

Kemudian atensiku beralih pada selembar kertas yang tadi aku berikan pada Taenyung.

 

Distrik Nowon, Jalan Nowon-5, No.89A Choi Eunha. Beritahu alamat ini pada masalah – masalahmu, sehingga mereka bisa pergi sejenak dan membuatmu kembali tersenyum.

 

Kemudian aku menyadari satu kesalahan besar dari notes ini. “Kamu terlihat seperti perempuan murahan Choi Eunha!”

Sambil kembali ke Counter, aku merasa tidak akan sanggup lagi bertemu Taehyung kelak.

.

.

-Titik.

2 thoughts on “Problem

  1. wahh..ini lanjutannya ff V-eunha yg kmaren…(jingkrak bareng dek jungkook)

    aduuuu dek eunha nya maen kasi kasi alamat ajaa niii,disamperin beneran aja.. ntar bingung sendiri(lol)(dilempar sendal shinbi)
    Mphii senyum senyum gituu,dek eunhanya salting kan..hahahaaa

    manis,lucuuu (jadi pen nabok)(eeh)(ehehe)(pis)
    kip nulis yaaaa dan si yu et neks ff apreel..
    luv ya
    xoxo

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s