1, 2, 3!

Untitled-2

1, 2, 3! | by Apreelkwon
Shinbi – Ilhoon – Yerin | Romance | G | Drabble

Summary : Ayo kita lakukan yang lebih seru!


Balkon rumah Yerin adalah tempat sempurna untuk menangkap indahlnya lukisan malam. Sambil rebahan di atas karpet hamparan bintang dan bulan sebagai pengasuh bisa mereka lihat dengan jelas. Itulah alasan mengapa Shibi dan Ilhoon setuju ketika Yerin mengajak mereka menginap di rumahnya.

Orang tua Yerin sedang keluar kota, hanya ada kakak laki – lakinya dan mereka mengijinkan jika dua sahabatnya itu menginap.

“Satu – satunya alasan mengapa aku mau menemani bocah manja ini adalah balkon rumahnya,” ucap Ilhoon sambil mencubit hidung Yerin gemas.

“Oh, kalau begitu kamu tidak butuh cemilan dan teman – temannya,”

“Tentu saja itu beda cerita!” jawab Ilhoon sambil tertawa. “Dan beda cerita juga mengapa Shinbi selalu bersedia menemanimu Yerin!”

Shibi yang sedang asik duduk sendiri dekat pagar balkon memutar pandangannya ke belakang dimana dua sahabatnya tengah asik tertawa kecil. “Apa? Jangan mengada – ada,” jawab Shibi sambil mengerucutkan bibirnya.

“Apa ya…” sekali lagi Ilhoon tertawa mengejek.

“Tentu saja Kakakku!” sambung Yerin menyahuti ledekan Ilhoon.

Berbeda dengan Yerin dan Ilhoon yang asik tertawa, Shinbi hanya menatap mereka dengan tatapan terganggu. Selalu seperti itu. Mereka selalu menyangka Shibi menaruh rasa pada Kakak Yerin hanya karena Shibi pernah menyinggung pasal tipe idealnya seperti Kakak Yerin. Dan semua itu bukan berarti menaruh rasa suka bukan?

“Basi! Ledekan kalian sudah kadaluarsa,”

“Jujur saja, kamu menyukai Kakak Yerin kan?

Shibi tidak suka di todong pertanyaan seperti itu. “Kalau iya bagaimana kalau tidak bagaimana?”

“Kalau Iya, kami akan berhenti meledek,”

“Ugh! Itu bukan solusi,” jawab Shinbi malas tapi dia memutuskan beranjak dari tempat duduknya bergabung dengan yang lain. “Mau melakukan yang lebih seru dari pada meledeku dengan lelucon basi?” tawar Shinbi sambil melempar senyum menantang.

“Boleh,” jawab Ilhoon pasti sedangkan Yerin hanya mengekor menggerakan bahunya.

“Apa?”

“Untuk menutup lelucon kalian tentang siapa yang aku sukai, bagaimana kalau kita saling jujur siapa orang yang sedang kita sukai? Ini akan lebih menarik bukan?” lanjut Shibi.

Pertanyaan ini tidak langsung di jawab. Ilhoon nampak terdiam begitupula dengan Yerin, sedangkan Shinbi? Dia sudah tidak sabar ingin melakukannya meski hatinya juga takut dan ragu.

“Aku setuju,” jawab Yerin tanpa di duga yang kemudian di susul anggukan Ilhoon.

“Baiklah, aku tidak mau mengatakan bergantian karena pasti nanti ada yang curang. Jadi,”

“Jadi?”

“Kita ucapkan bersama – sama, dalam hitungan ketiga. Bagaimana?”

Cukup lama jeda untuk membuat mereka mengangguk setuju, kemudian Shinbi balas anggukan lainnya.

“1,” Shinbi merasakan tangannya dingin.

“2,” jantunya berdebar.

“3,” dia memejamkan mata untuk kalimat selanjutnya.

“Ilhoon,”

“Yerin,”

“Ilhoon,”

Jantung Shinbi yang tadi berdetak kencang berhenti satu – satu, semakin lambat sampai kemudian dia merasakan satu rasa sakit. Ini resiko, Shinbi tidak buta. Dia tahu semua ini akan terjadi, tapi bukankah juga akan melegakan baginya.

Iya atau tidak, persahabatan mereka mulai hari ini tidak akan sama lagi. Shinbi lega akan hal itu, setidaknya dia tidak perlu pura – pura dan menahan sakit dalam diam.

Dan sebuah senyuman mengakhiri malam Shinbi di balkon rumah Yerin.

.

.

-Kkeut.

5 thoughts on “1, 2, 3!

  1. jadi abang ilhun? (pukpuk in shin bi)
    dan inilah yg terjadi kalo temenan betiga dan cewe cowok pula..baperlah yang muncul..
    sakit..bang sakit (nunjuk idung)

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s