The Best Thing

SungJoy_1

THE BEST THING | by Apreelkwon
Joy – Sungjae | Romance | G | Oneshot

Summary : I’ve got the best thing in the world, cause i got you in my heart and its just to real.

“Special Happy New Year Fanfic From Apreelkwon : #2couple”


“Sungjae barusan menelfonku,” Joy sudah duduk lagi di atas sofa ruang tamu. Dia bertanya, pada sepupu perempuannya yang sedang asik dengan layar laptop sejak 2 jam yang lalu –Kim Yeri.

“Kenapa? Dia bilang merindukan eonnie” jawab Yeri masih belum mengalihkan perhatiaannya, sepertinya dia sedang asik karena sesekali terdengar suara cekikikan.

“Bukan,”

“Dia ingin bertemu eonnie?

“Bukan juga,” jawab Joy sambil menghembuskan nafas panjang, ini tidak seperti biasanya.

Yeri juga menangkap sinyal aneh itu, rela meninggalkan kesibukannya mengalihkan perhatian dari layar laptop. “Ini terdengar tidak bagus dengan responmu seperti itu eonnie! Apa Sungjae Oppa minta putus?” tanya Yeri pelan.

Sontak mendengar pertanyaannya Joy membelalakan mata lengkap dengan sebuah bantal melayang kearah Yeri.

“Tega sekali kamu mendoakan aku dan Sungjae putus!”

Yeri hanya terkikik, lalu menggerakan bahunya. “Aku kira dia minta putus, soalnya eonnie seperti lemas begitu, ada apa?”

“Bukan itu masalahnya,”

“Lalu? Mungkin aku bisa membantu,”

“Sungjae mengajaku kencan,”

Yeri mendengus, lengkap dengan bahunya yang melorot kecewa. “Aku kira ada masalah apa, hanya kencan eonnie apa yang masalah?” terdengar sangat jengkel. Saking jengkelnya Yeri sudah kembali membalikan badan menghadap layar laptop.

“Tapi ini masalah bagiku Yeri-ya,

“Hanya kencan! Itu biasa, memangnya kalian baru pertama kali kencan apa?

Sekali lagi terdengar hembusan nafas panjang Joy, “Ya, ini pertama kalinya kami kencan,” kalimatnya yang belum selesai sekarang berganti dengan suara tawa Joy yang tertahan tapi lama – lama menjadi suara tawa terbahak – bahak. “Tentu saja Yeri! Ini kencan pertamaku bersama Sungjae di malam tahun baru!”

Dengan gerakan secepat kilat sekarang Joy sudah duduk di samping Yeri. Memeluk sepupu mungilnya itu, bahkan kali ini menjatuhi ciuman di pipi kiri Yeri. Yeri tidak bisa berkutik, dia masih mati kutu dengan kelakukaan saudaranya ini. Dia fikir ada masalah apa, ternyata…

“Kamu membuatku takut Eonni, aku harap Sungjae Oppa tidak pernah melihat sisi mentalmu yang sedikit terganggu ini,” ucap Yeri sambil melepaskan pelukan Joy.

“Kamu tidak pernah mengerti anak kecil,” Joy dengan bangga melontarkan kalimat itu, anakan rambutnya yang hitam juga ikut bergerak congkak. “Kencan di malam tahun baru! Ditemani kembang Api! Joy akan menjadi orang pertama Sungjae di 2016, begitupula sebaliknya, bukankah itu manis? Ugh….!” Percayalah Joy mencurahkan kebahagiannya barusan sambil menghentak – hentakan kakinya yang jenjang di atas karpet.

Yeri tersenyum, dia mengerti. Joy dan Sungjae baru beberapa bulan ini berpacaran, meski dia sendiri tidak tahu seperti apa rasanya berkencan, tapi setiap kali Joy bercerita sepertinya Yeri bisa membayangkan bagaiman manisnya Sungjae memperlakukan suadaranya ini.

“Tentu itu akan sangat spesial Eonnie!

“Itu yang ku maksud!”

“Jadi kalian akan merayakannya dimana?”

Namsan tower!” jawab Joy sambil tersenyum cerah. “Sungjae bilang akan sangat indah menyaksikan kembang api dari bukit, terlebih kalau kita beruntung bisa masuk ke puncak Namsan,”

“Kalian harus datang dari pagi hari kalau ingin naik ke puncak menara,”

“Ya! Aku tahu itu, tapi tidak masalah tidak merayakan di puncak tower juga,”

Yeri mengangguk, kembali bergelut dengan layar laptopnya. Bukan hanya Joy yang punya rencana malam tahun baru, Yeri juga bersama teman – teman satu kelasnya. Mereka akan merayakannya dengan sangat luar biasa di jembatan kota.

“Jadi? Apa yang akan kamu lakukan dimalam tahun baru nanti?” kali ini Joy bertanya tentang Yeri. Mungkin pemberitaan kencan malam tahun baru dengan Sungjae sudah dia rasa cukup.

“Aku? Sebuah malam tahun baru yang luar biasa. Itu temanya,” jawab Yeri bangga.

“Tema?”

“Ehm! Kami tidak sekedar bermain ditaman kota, menyulut kembang api atau meniup terompet tapi kami akan membuat sebuah kehebohan!” kedua bola matanya terlihat sangat berbinar ketika Yeri menjawab pertanyaan Joy.

“Kami?”

“Aku bersama teman sekelasku,” tambahnya sambil tersenyum mempelihatkan barisan gigi depanya yang rapih. “Kami belum sempat merayakan Hallowen bulan lalu, jadi malam tahun baru nanti akan menjadi sebuah penggabungan,”

“Kalian akan ber-cosplay dimalam tahun baru?”

Yeri menjetikan jarinya, “Itu tujuan kami! Bukan kah akan sangat menarik ditengah keramaian muncul sekelompok coplayer? Hahahah itu akan sangat berkesan, malam tahun baru yang tidak akan terlupakan,”

Joy menyelami setiap kata dari kalimat yang Yeri ucapkan barusan. Membuat malam tahun baru yang berkesan dan tidak akan terlupakan, ya tentu ide cosplay itu sangat menarik. Bayangkan, muncul sekelompok anak muda dengan pakaian ala murid hogwarts –misalnya– ditengah perayaan tahun baru, bukankah semua mata akan tertuju pada mereka. Mendapatkan atensi penuh!

Joy menginginkan itu, sebauh perhatian penuh pada mereka –dia dan Sungjae.

Bangkit dari posisi terlentang, Joy mendekati Yeri yang ternyata sedang asik memilih kostum disalah satu tempat peminjaman kostum online.

Cosplay apa?”

“Entahlah aku belum memutuskan eonnie, menurutmu apa yang cocok?”

“Teman – temanmu?”

“Hantu, mereka cosplay ala hantu dari segala penjuru dunia,”

“Ikuti mereka saja,”

“Jadi hantu?”

Joy mengangguk. Kemudian di ambilnya mouse dari tangan Yeri, membuatnya memegang kendali penuh bahkan dia tidak mempedulikan Yeri yang nampak protes karena aktivitasnya di interupsi.

“Bagaimana menurutmu jika aku dan Sungjae juga ber-cosplay?” tanya Joy masih sambil memegang kendali pada laptop Yeri dan sekarang sedang melihat koleksi dari situs peminjaman kostum.

“Apa?” tanya Yeri kaget.

“Aku ingin kencan nanti menjadi sangat spesial, dan sepertinya ide mu tidak buruk juga,”

“Yang benar saja? Aku itu bersama teman – teman sekelas eonnie, sedangkan kamu sedang kencan,”

“Unik bukan? Belum ada sebelumnya yang kencan seperti itu,”

“Tapi tetap saja baga-”

“Sungjae tidak akan protes,” Joy memotong kalimat Yeri seakan mengerti apa kelanjutannya. “Ya Tuhan! Ini sempurna, mereka bahkan punya sepasang. Bagaimana menurutmu?” Joy menarik Yeri dan memaksanya menatap layar laptop. Sebuah gaun ala negeri dongeng.

“Kamu mau mengenakan ini eonnie?

“Bagus bukan? Kami akan menjadi Putri dan Pangeran yang terdampar di Namsan dan merayakan tahun baru, bagaimana?” tanya Joy yang sekarang mulai sibuk mengisi form peminjaman.

Yeri tidak menjawab. Sekarang dia sudah rebahan diatas karpet, meninggalkan saudaranya yang selalu tidak habis dengan ide gila. Ini gila, apa Sungjae Oppa bersedia melakukan hal gila ini –ucap Yeri dalam hati.

“Kostum itu sungguh kampungan,” bisik Yeri pelan sambil melirik Joy yang asik dengan aksi memesan kostumnya. “Warnanya juga menjijikan,” sebuah hembusan nafas panjang mengakhiri kalimat Yeri.

.

Sungjae bilang dia akan menjemput Joy jam 4 sore. Sengaja belum terlalu malam karena tidak ingin terjebak macet –berhubung mereka menggunakan transportasi umum. Sungjae juga bilang, mereka bisa pergi makan malam dulu sebelum naik ke Namsan atau berkeliling juga bisa jadi opsi pilihan. Intinya, Sungjae menginginkan malam dengan waktu bersama lebih lama.

Dan sekarang baru jam 3 lebih 10 menit ketika bel apartemen Joy berdering tiga kali. Joy mendengarnya dan dia tahu itu pasti Sungjae, tapi karena dia belum selesai berdandan maka Yeri adalah pilihan terakhir.

“YERI…! TOLONG BUKA PINTU ITU PASTI SUNGJAE. AKU SEGERA TURUN,”

Itu sebuah teriakan yang sangat dahsyat pastinya, bahkan sampai kamar Yeri pun suara itu masih terdengar amat bombastis. Yeri hanya bisa mendengus sebal, dia sedang bersiap – siap merias wajahnya. Berhubung kostum yang dia pilih juga ala hantu, otomatis efek menyeramkan adalah syarat pertama. Yeri sudah memasang lensa putih, memulas eyeliner berlebih, dan sekarang tengah berfokus untuk melukis sebuah cipratan darah yang terlihat natural. Sayangnya, sebuah perintah dari Joy adalah harga mati.

Beranjak dari kamarnya dengan langkah yang di hentak – hentakan, Yeri menyambut Sungjae di pintu depan dengan penampilan yang amat sangat menyeramkan.

“Kamu Yeri bukan?” tanya Sungjae ragu saat pintu terbuka dan perempuan dengan rambut tergerai, berdiri dalam diam menyambutnya. Dan bagian paling menyeramkan adalah ketika Yeri menaikan pandangannya tepat pada mata Sungjae. “Ya Tuhan!” dua langkah mundur mengekspresikan betapa terkejutnya Sungjae.

“Ini aku Oppa, tidak perlu berlebihan kamu jadi sama menyebalkan dengan Joy eonnie kalau begitu. Masuk,” suara Yeri terdengar sangat malas.

Sungjae masuk dengan ragu. Dia mencoba mengingat suara Yeri dan memang cocok dengan suara perempuan itu, tingginya juga se-Yeri, bentuk bibir mengerucutnya juga ala Yeri jika sedang sebal karena Joy. Di rasa cocok, hembusan nafas lega adalah yang pertama kali Sungjae lakukan sebelum kemudian duduk menenangkan diri di sofa ruang tamu.

“Ini malam tahun baru Yeri-ya, bukan pesta hallowen,

Yeri ikut duduk di sofa ruang tamu menemani Sungjae, dia sudah kehilangan mood untuk melanjutkan merias wajahnya ala hantu, mungkin bisa di lanjut nanti.

“Kelasku belum sempat melakukan pesta hallowen, jadi malam ini kami akan menggabungkannya,”

Sungjae mengangguk. “Ngomong – ngomong-”

“Joy eonnie masih bersiap – siap, sebentar lagi juga turun. Oppa mau minum?”

“Tidak usah,”

“Tapi sepertinya Oppa perlu minuman menyegarkan untuk mempersiapkan diri,”

Belum juga Sungjae menjawab kalimat Yeri barusan, gadis itu sudah beranjak menuju dapur yang tidak jauh dari ruang tamu. Suara – suaranya dia membuka kulkas dan kembali dengan dua buah minuman kaleng rasa buah.

“Minumlah Oppa, beberapa menit lagi kamu akan mendapatkan kejutan dari kekasihmu itu,” Yeri memberikan satu kaleng pada Sungjae.

Sungjae mengerutkan dahinya. Kejutan, sontak senyumnya terukir membayangkan apa yang akan Joy berikan untuknya.

“Jangan tersenyum,” sergah Yeri sambil ikut tersenyum. “Ini bukan sebuah kejutan yang menyenangkan. Kalau menurutku,” lanjut Yeri sambil cekikikan.

“Firasatku berkata buruk,”

Yeri mengangguk. “Ngomong – ngomong, Oppa kenapa kamu mencintai Joy eonnie? Dia itu cerewet,” Sungjae mengangguk, “Bossy,” mengangguk lagi, “Aneh,” Sungjae mengerutkan dahinya, “Aku malah sering mengira dia mengidap kelainan jiwa,”

“Kamu berlebihan Yeri-ya,

Oppa saja yang belum mengenal dia,” Yeri sekali lagi cekikikan.

“Aku suda-”

“Sungjae-ya!

Satu suara menginterupsi percakapan Sungjae dan Yeri, dia kenal suara itu, suara Joy. Yeri sudah menahan tawa, segera Sungjae memutar arah pandangannya mencari suara dan sebuah kejutan menyambutnya. Benar apa kata Yeri, bukan sebuah kejutan menyenangkan. Sungjae kaget dan merasa takut akan sesuatu yang buruk mengekor di belakangnya.

Di liriknya Yeri yang sedang menahan tawa ditambah sebuah tepuk tangan. “Princess Joy,” teriak Yeri sambil beranjak dari ruang tamu sambil tertawa terbahak – bahak.

Joy sudah duduk disamping Sungjae sekarang. Tersenyum begitu manis, bahkan menggenggam tangan Sungjae dengan erat, Sungjae suka itu tapi ada apa dengan penampilan Joy?

Dia tetap tampak cantik tapi, sebuah gaun berwarna antara putih dan pink, tangan menggembung warna ungu, belum lagi layer depan gaun yang gemerlap dengan payet ala kristal membuat Sungae merasakan firasat buruk. Mereka akan pergi kencan bukan? Sungjae mencoba mengingat apa yang dia kenakan, sweater putih garis hitam, jeans dan vans hitam, normal.

“Sayang-”

“Cepat ganti bajumu, kita akan menjadi Pangeran dan Putri malam ini,” potong Joy.

Suaranya manis, tapi Sungjae bergidik mendengar bagian ganti bajumu, “Hahaha… kamu bercandakan, sayang? Kita pergi ke Namsan loh? Kencan,”

Joy mengangguk, “Ini kencan pertama kita di malam tahun baru, aku ingin sebuah perayaan yang spesial. Bukankah akan sangat menarik jika kita berpakaian seperti ini kesana?”

“Tapi disana itu dingin sayang, gaunmu ini-”

“Aku akan membawa coat dan hotpack! Tenang saja,”

“Oh, hahaha bagus juga, jadi aku pakai baju seperti apa?” tanya Sungjae ragu.

Joy tidak menjawab, sebaliknya malah menarik tangan Sungjae berjalan meninggalkan ruang tamu ke sebuah kamar yang di pintunya tergantung papan nama Joy’s Private Room! –ugh! Terdengar menakutkan.

“Itu yang akan kamu gunakan sayang,” ucap Joy saat mereka sudah sampai di dalam kamar dan tangannya menunjuk pada sebuah baju tergantung di pintu lemarinya. Sebuah jas berwarna UNGU. Sungjae tidak masalah dengan jas-nya, hanya saja haruskah warna ungu?

“Serasi bukan dengan gaunku?” tanya Joy dengan nada riang dan mata berbinar.

Sungguh, apa Joy sangat antusias dengan ide ini? –fikir Sungjae.

Hahaha… bagus sekali,” jawab Sungjae sambil bertepuk tangan antusias menghampiri baju itu, tapi saat Joy sudah tidak di dekatnya Sungjae melipat wajahnya sedih. “Ya tuhan! Baju maca apa ini,” bisiknya pelan.

“Cepat – cepat! Ini sudah hampir jam 4 lebih,”

“Baik – baik, aku akan mengenakannya dengan cepat,”

Joy meresponnya dengan senyum cerah lengkap dengan dua jempol teracung. “Aku menunggumu di ruang tamu,”

Tepat ketika pintu kamar Joy tertutup dan langkah kakinya terdengar menjauh, Sungjae menjatuhkan tubuhnya di lantai kamar Joy menatap nanar baju yang masih belum dia sentuh. “Apa yang harus aku lakukan,” ucapnya pelan.

Ketika Sungjae bangun untuk mengganti bajunya –pasrah, pintu kamarnya kembali terbuka. Dikiranya Joy tapi ternyata Yeri yang tengah tertawa puas padanya, “Semangat Sungjae Oppa, ah bukan maksudku Princes Sungjae

.

Kamu tampan, kekasihmu cantik, semua orang akan terpana –itu adalah mantra yang Sungjae rapalkan beberapa kali ketika dia melangkah dari apartement Joy. Sungguh, butuh kepercayaan diri yang ekstra. Mereka saling bergandengan, Sungjae dengan tuxedo nyentrik dan Joy gaun menggembung ala Princess. Mungkin beberapa orang akan menyangka mereka adalah anggota karnaval di Everland.

“Sayang, apa kamu sungguh tidak malu berpakaian seperti ini?” Sungjae kembali meyakinkan ketika mereka baru berjalan beberapa blok.

Dari apartement mereka jalan sampai halte bus, disana mereka menaiki satu kali bus sampai ke halte dekat monumen Jendral Lee Soonshin. Dari sana, mereka akan berjalan beberapa meter sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Namsan menggunakan Seoul Tour Bus. Sudah bisa di pastikan berapa puluh manusia yang akan menatap mereka aneh. Sekarang saja, sudah beberapa orang terkikik ketika berpapasan.

Joy menggeleng. “Selama aku bersamamu, semuanya tidak akan masalah,” jawabnya yakin sambil semakin erat memeluk tangan Sungjae.

Sekarang Sungjae bisa apa? Selain ikut menebalkan level percaya dirinya sama rata dengan Joy. Ya, semuanya akan baik – baik saja. Sambil tersenyum lega, Sungjae merangkul pundak Joy kemudain berjalan dengan hati lebih ringan.

“Ayo cepat, kita akan terlambat,”

Sampai di halte bus, seperti dugaan Sungjae beberapa orang menatap mereka aneh. Tapi semuanya hanya Sungjae anggap sebagai angin lalu. Tidak masalah, yang penting dia dan Joy senang. Ya, terbukti Joy juga biasa – biasa saja.

Hanya satu dua mata yang menatap mereka heran di halte, berbeda cerita dengan ketika mereka masuk kedalam bus dan mengambil kursi bagian tengah. Kurang lebih 20 mata untuk beberapa saat berpusat pada mereka. Sebelum kemudian berganti dengan bisikan dan tawa tertahan.

Oh rasa percaya diriku mulai turun level ­–bisik Sungjae lemah. Dia sudah tidak bisa mempertahankan senyumnya. Wajahnya menjadi ragu dan terkesan malu.

“Mereka pasti membicarakan kita,” Joy berbisik tepat pada telinga kiri Sungjae.

“Ehm,”

“Kamu malu?”

“Sedikit,”

Joy mengerutkan dahinya, “Meski itu denganku?”

“Bukan kamu yang membuatku malu sayang, tapi baju ini,”

“Apa yang salah dengan baju ini?”

“Warnanya,”

“Ungu? Bukankah ini manis,”

Sungjae menggeleng, “Aku tidak suka. Andai kamu memilih warna putih atau merah atau biru. Ungu pun tidak masalah asal tidak norak seperti ini,”

Sekali lagi Joy mengerutkan dahinya, “norak?,” seketika Joy melepaskan tangannya dari Sungjae dan melipat didepan dadanya. “Aku hanya sekali meminta hal seperti ini-”

“Aku mohon tolong jangan marah,” Sungjae memotong kalimat Joy dengan senyum yang di paksakan.

“Hanya mal-”

“Ya ya ya, aku tahu hanya malam ini. Jadi tolong jangan marah, maka aku bisa mengembalikan rasa percaya diriku,”

Joy menghentikan kalimatnya, menatap Sungjae lalu mengangguk.

“Bagus!” jawab Sungjae sambil menghembuskan nafas lega.

Butuh 10 menit untuk sampai ke Halte tujuan mereka, itu jika hari biasa. Karena sekarang lumayan macet sepertinya mereka butuh 10 menit tambahan. 20 menit itu biasa saja, tapi entah mengapa terasa begitu panjang bagi Sungjae, terlebih para penumpang yang tidak hentinya menatap mereka sambil berbisik juga tertawa. Apa mereka mengejek?

“Ada apa sih dengan mereka?” tanya Joy yang sekarang mula risih.

Sungjae berteriak dalam hati, andai Joy sadar bahwa mereka akan menjadi pusat perhatian seperti ini.

“Ini tidak bisa dibiarkan, aku sudah tidak tahan,” ucap Sungjae.

Selanjutnya setelah mengatakan itu, Sungjae bangkit dari duduknya meninggalkan Joy yang terus memanggilnya pelan. Sedangkan Sungjae terus berjalan ke arah depan bus.

“Ehm ehm… perhatian semuanya,” Sungjae memasang senyum sangat manis ketika berbicara.

“ya ampun! Apa yang akan dia lakukan!” rutuk Joy di kursi sambil mencoba menghindari pandangan orang lain.

“Begini,” Sungjae melanjutkan kalimatnya, sekarang hampir seluruh penumpang atensinya sudah beralih pada Sungjae. “Mungkin kalian heran melihatku bersama perempuan itu berdandan seperti ini, hahaha wajar saja sih karena sampai sekarangpun aku masih heran mengapa kami seperti ini,” tawa renyah Sungjae menular pada penumpang bus.

“Kami bukan anggota karnaval Everland, kami juga bukan panitia acara tahun baru kota, kami hanya sepasang kekasih, ya seperti itu,” kali ini bukan hanya senyum manis Sungjae juga menggaruk tengkuknya kikuk. Suara teriakan gemuruh dari penumpang bis mengisi bus yang mereka tumpangi.

Sungjae beranjak dari bagian bis menuju tempat duduknya, lalu meraih tangan Joy dan memaksanya untuk berdiri.

“Ini kekasihku, cantik bukan?” Sungjae sudah tidak malu lagi sekarang.

Jawaban dari penumpang terdengar dengan bentuk teriakan. Ada yang bilang “Cantik!”, “Kalian serasi!”, “Ya ampun mereka lucu sekali” yang membuat baik Joy juga Sungjae tersenyum bahagia. Tapi ada satu teriakan yang membuat Sungjae mengerutkan dahinya.

“Dia terlalu cantik untukmu! Pacaran denganku saja Tuan Putri!” dari bagian kursi paling belakang. Sepertinya mereka seumuran, pasti mahasiswa juga. Sungjae memicingkan matanya, lalu mempererat rangkulannya pada bahu Joy.

“Kami baru beberapa bulan ini menjadi sepasang kekasih, dan ini tahun baru pertama kami,” Sungjae melirik Joy sekilas yang sekarang sudah tidak tampak malu – malu. “Maka dari itu, pacarku ini ingin membuat malam tahun baru yang special meski aku juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini,”

Sungjae tertawa, Joy tertawa, penumpang tertawa, supir bis pun ikut tertawa. “Jadi mohon kalian memakluminya,” sebuah bungkukan 90 derajat mengakhiri kalimat Sungjae.

Terdengar gemuruh tepuk tangan, membuat Sungjae dan Joy semakin percaya diri. Terlebih Joy yang merasa sangat bahagia dengan apa yang dilakukan kekasihnya.

“Nona, tolong ambil ponselku dan potret mereka. Akan aku pajang di dasboard bis sebagai penumpang paling romantis di penghujung tahun,” teriak supir bis sambil tertawa.

Penumpang yang tidak terlalu jauh dari sana, segera mengambil ponsel si supir dan mengabadikan foto Sungjae – Joy.

“Kalian ini sangat manis, mengingatkanku pada masa muda. Ayo coba berpose,”

Sungjae segera merangkul Joy. Sedangkan Joy tersenyum lebar dengan dua jari membentuk peace sign kemudian berbisik pelan pada Sungjae, “Terimakasih! This is gonna be the best new year eve ever!

Jawabannya, hanya satu kerlingan jahil dari Sungjae. Sudah cukup.

.

Setelah semua yang terjadi di bus, bukan suatu hal yang sulit lagi bagi Sungjae untuk berjalan di area taman kota, Namsan Tower bahkan kemanapun itu. Tidak masalah lagi baginya, apa tuxedo ini oldiest style ataupun norak dia tidak peduli. Intinya, malam ini biarkan dia mengukir kenangan indah dan nyentrik bersama kekasihnya.

“Kamu tahu?” Joy menatapnya sambil tersenyum manis.

Butuh 20 menit lainnya untuk Seoul Tour Bus mengantarkan mereka sampai gerbang Namsan. Sekarang dengan tangan saling bertaut, ditambah senyum Joy barusan perjalanan menapaki setiap tangga menuju bukit, menghapus peluh Sungjae.

“Apa?”

“Apa yang kamu lakukan tadi sungguh keren!”Joy mengacungkan jempolnya. “You’re the best boyfriend in the world,

Sungjae membusungkan dada, lalu tersenyum lebar menunjukan deretan giginya juga menghilangkan kedua matanya.

“Dan kamu sungguh merasa tersanjung dengan semua itu bukan?”

Joy menahan senyum jahilnya, kemudian menyikut pinggang Sungjae. “Sedikit,”

“Tidak usah berbohong Nyonya, tadi aku melihat sendiri betapa bahagianya dirimu,”

Joy mengangguk. “Sangat! Aku sangat bahagia mendapati kenyataan kamu adalah kekasihku,”

“Sekarang aku yang tersanjung mendengarnya,”

“Yeri sempat protes padaku,”

Tangga demi tangga membawa mereka lebih tinggi, tidak sulit bagi mereka untuk membunuh lelah, salah satunya dengen bercerita seperti sekarang.

“Apa?” Sungjae penasaran.

“Dia bilang ‘Eonni kamu hanya akan menyusahkan Sungjae Oppa dengan semua kostum memalukan ini,’ aku sempat mempertimbangkan protes Yeri. Apa benar semua hal ini childish, egois dan membuatmu susah,”

Sungjae tersenyum ketika mendengar cerita Yeri, dia bahkan mempererat genggaman tangannya pada Joy.

“Tapi kemudian aku ingat hari dimana kamu mengungkapkan cinta padaku, bukankah itu lebih memalukan dan kenanak – kanakan?”

Sungjae tertawa getir ketika diingatkan kembali tentang kejadian hari itu. Ketika dia dengan tanpa malu merusak acara seminar anak drama dengan pengakuan cintanya pada Joy. Oh, yah itu sangat memalukan. Sampai hari inipun Sungjae sedang berusaha melupakan rasa malu itu.

“Jadi aku fikir kekasihku tidak akan keberatan dengan hal semacam ini,” Joy mengakhiri kalimatnya sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Sungjae manja.

“Aku penasaran satu hal,” tanya Sungjae kali ini.

“Katakan,”

“Apa kamu sudah membayangkan kita akan mendapat perhatian penuh dari khalayak ramai seperti ini?”

Joy tersenyum, dia memutarkan pandangannya, memang benar. Sejak mereka meninggalkan apartement sampai sekarang di tangga menuju Namsan, semua mata menatap mereka heran.

“Tentu saja! Awalnya aku memang menginginkan perhatian seperti ini, tapi kemudian aku juga berfikir pasti akan sangat memalukan, benar saja!”

“Memalukan bukan?”

“Sangat! Tapi terbayar dengan apa yang kamu lakukan, itu melunturkan kata malu dari hatiku,”

“Aku tersanjung mendengarnya Nyonya Park!”

Joy cekikikan, “Aku fikir kamu akan memanggil Nyonya Yook!”

“Akan ada saatnya,”

“Aku menunggu itu,”

Mereka kembali melangkah. Sudah lumayan tinggi dan pemandangan Seoul di bawah sana mulai membuat mereka terpesona. Sebenarnya ada cara biar lebih cepat sampai di Namsan, yaitu dengan cable car tapi Joy menolak dan mengusulkan jalan kaki seperti ini.

Lelah memang tapi sangat mengasikan.

Udara semakin dingin, Joy yang awalnya melepas coat dan menunjukan gaunnya secara utuh sekarang memutuskan untuk mengenakan coat tebalnya.

Mereka tiba di atas ketika malam sudah sangat gelap. Lampu – lampu di undakan tangga sudah menyala dan lampu kota Seoul dibawah sana memperindah pemandangan bagaikan lautan bintang. Joy terpukau melihatnya, ini pertama kali dia datang ke Namsan malam hari. Terlebih ini bersama Sungjae.

Kehadiran mereka dengan penampilan nyentrik ditengah pengunjung Namsan sudah bukan sesuatu yang aneh, Sungjae dan Joy bahkan sudah melupakan kenyataan mereka menggunakan baju nyentrik. Beberapa orang juga sempat meminta foto mereka. Artis Namsan, mungkin itu titel yang tepat.

Ketika mereka makan di salah satu kedai pun, sang pemilik bertanya mengapa mereka berpakaian seperti itu, yang Sungjae jawab,

“Kami sedang berbulan madu, ini salah satu impian kami,”

“Ya Tuhan! Bulan madu di pergantian tahun seperti ini? Kalian sangat romantis, semoga pernikahan kalian selamanya,”

Hasilnya, mereka mendapat diskon 30% untuk paket makan malam lengkap. Di tambah dua gelas kopi hangat ketika mereka pergi dari tempat itu dan terakhir tentu saja si pemilik juga minta di foto bersama.

“Sedang berbulan madu, huh?” Joy tertawa pelan.

Sungjae tersenyum lebar. “Setelah di fikir – fikir, idemu dengan baju ini bagus juga,” lanjutnya sambil menyesap kopi hangat mereka.

“Sebenarnya, aku tidak terfikir sampai seperti ini juga sih!”

Mereka sudah kenyang, minuman hangat juga sudah berbagai macam jenis mereka minum. Berjalan kesana – kemari juga sudah mereka lakukan. Satu hal keiinginan Joy yang belum terpenuhi, membeli gembok lalu menulsikan nama mereka. Sayangnya masuk kedalam tower hal yang sangat mustahil untuk saat ini.

Maka dari itu sambil menunggu detik – detik pergantian tahun, mereka sekarang memutuskan untuk duduk – duduk disalah satu undakan tangga sambil memandang langit malam yang sebenarnya tidak cerah juga.

“30 menit lagi menuju 2016 dan perhelatan kembang api,” ucap Sungjae sambil menatap langit malam, sedangkan Joy masih asik merebahkan kepalanya di pundak lebar Sungjae, dia hanya mengangguk.

“Di Namsan biasanya ada tradisi Wish Tree di malam tahun baru, tapi entah malam ini aku tidak menemukannya,”

Wish Tree?” Joy bertanya.

Sungjae mengangguk. “Sama seperti gembok cinta, hanya saja ini sebuah permohonan yang di tulis pada kertas berbentuk daun lalu nanti kita kaitkan di pohon,”

Uh! Sayang sekali sekarang tidak ada,” Joy mengeluh kecewa ketika mendengar penuturan dari Sungjae.

Merasa kekasihnya kecewa, Sungjae bangkit dari duduknya lalu membentuk posisi seperti pohon dengan kedua tangan membentu tangkai, “Tidak masalah! Sekarang katakan apa keinginanmu? Aku akan menjadi pohon untukmu!”

Hahaha, kamu ada – ada saja,”

“Kreatif bukan? Huh?

Mereka berdua tertawa. Kemudian Joy bangkit dari duduknya, ikut berdiri di samping Sungjae seakan dia berdiri didepan sebuah pohon. Oh, sungguh pohon apa yang kulitnya berwarna ungu nyentrik seperti tuxedo Sungjae.

“Oke, aku ucapkan permintaanku!”

“Pertama?” Sunjae mengacungkan jari telunjuknya.

“Pertama, seperti sekarang aku ingin kita selalu bahagia,”

Ada jeda di antara mereka, Joy sengaja menggantung kalimatnya dan Sungjae tertegun dengan apa yang Joy katakan.

Ooow, manisnya,” setelah beberapa detik Sungjae berhasil menangkap kalimatnya untuk merespon Joy sambil menggerak – gerakan kedua tangannya seperti tangkai pohon tertiup angin. “Yang kedua?”

“Yang kedua, aku ingin ada malam tahun baru bersama lainnya. 2017, 2018 bahkan sampai 20nn,” kali ini Joy bahkan tersenyum lebar, “Hahahah kamu pasti tersentuh,”

Sekarang Sungjae tidak bisa berkata – kata, sebelum kemudian ikut tersenyum bersama Joy. “Yang ketiga?” Sudah tiga jari teracung.

“Permintaan ketiga, untukmu,” Joy menurunkan jari ketiga Sungjae di ganti dengan jari telunjuk Joy yang sekarang terangkat. “Tell me Your wish,” lanjut Joy.

“Bisakah kita melewatkan malam ini, tanpamu membuat jantungku berdebar – debar?” Sungjae kikuk, berulang kali dia tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ayo katakan,” Joy mulai merajuk dengan intonasi suara dan ekspresi wajah yang membuat Sungjae makin mati kutu.

Agh! Aku tidak bisa berfikir, terlalu banyak yang aku inginkan tapi ini hanya satu,” sepertinya Sungjae sungguh bingung, dia bahkan sekarang meremas rambutnya frustasi sedangkan Joy hanya tertawa melihatnya. “Sebentar,”

“Katakan!”

“Oke,” Sungjae menjentikan jarinya lalu menatap Joy tepat pada matanya. “Karena banyak yang aku inginkan bersamamu, banyak juga yang kamu inginkan bersamaku. Maka permintaan itu, aku harap Tuhan mengabulkan semua permintaan kita,”

hah?

“Itu satu permintaan tapi untuk semua permintaan kan?”

“……”

“Aku jenius bukan?”

“Tidak kreatif!”

“Itu per-”

Kalimat Sungjae belum selesai, tapi atensi mereka sudah terpotong oleh teriakan pengunjung Namsan, mereka sedang menghitung mundur. “10 – 9 -”

“Ya tuhan! Akan segera di mulai!”

Dengan segera Sungjae menggenggam tangan Joy lalu menariknya mendekat kearah kerumunan. Ini sungguh lucu, mereka berlari sambil berpegangan tangan plus baju yang sangat mencolok. Beberapa orang nampak mengabadikan momen ini.

“5-”

“Sudah disini saja,” Joy menyerah berjejal di antara kerumunan pengunjung.

Sungjae juga menyerah, akhirnya mereka berhenti dan memutuskan melihat kembang api dari jarak pandang yang tidak terlalu dekat.

“4-”

“3!” Sekarang Joy yang berteriak. “2,1!”

I love You Park SooYoung, Happy New Year,

Tepat pada hitungan pertama, ketika terompet serentak diteriakan, ketika kembang api di lesutkan, Sungjae berbisik tepat pada telinga Joy. Sontak semua itu membuat Joy mematung, memalingkan wajah kearah Sungjae dan saat itu juga dia mendapati Sungjae tengah menatapnya.

“Bolehkah aku meminta satu permintaan?” tanya Sungjae lagi masih sambil mereka bertatapan.

“A-apa?”

Sungjae tidak menjawab, tapi matanya bergerak pada bibir Joy yang sore tadi dia pulas dengan lipstik pink pastel sayangnya sekarang sudah sedikit memudar.

“AP-”

Terlambat, Sungjae dengan tanpa ijin sudah menjatuhkan kecupan kilat pada bibir pink pastel pudar itu. Hanya sekilas, tapi setelahnya membuat Sungjae berteriak bahagia. Meninggalkan Joy yang masih terkaget – kaget.

WHOOOOO….HAPPY NEW YEAR!

“Hei…!” Joy sudah mendapatkan lagi kesadarannya, menarik – narik ujung jas Sungjae mencoba mendapatkan perhatiannya. “YA!

“Apa?”

“Ta-tadi, kamu-”

“Romantis bukan?” sebagai bonus Sungjae mengerling nakal ke arah Joy yang kembali membuat perempuan itu mati gaya.

.

-1 Januari 2016 02:30

Yeri dalam perjalanan pulang bersama teman – temannya. Sama seperti yang lain sebenarnya Yeri juga ingin tidur, karena sekarang macet total dan butuh beberapa jam untuk sampai rumah. Hanya saja, satu pesan Sungjae membuatnya kembali terbangun.

Sungjae Oppa

Happy new year adik manis. Bagaimana acaranya?

Me

Happy new year Oppa! Sangat seru! Bagaimana acara kalian?

Kalian jadi ke Namsan kan?

Bagaimana? Malu berat?

Kkkkkkk~

Sungjae Oppa

Yup! Tentu Namsan! Dan sangat romantis,

Kamu tahu? Ide Joy dengan kostum ini sangat

Luar biasa…

Me

Oow…

Sungjae Oppa

Aku belum menjawab pertanyaanmu sore tadi kan Yeri?

Mengapa aku mencintai Joy?

Mengapa?

Setelah aku melewati malam ini bersamanya, aku tahu jawabannya.

Mengapa?

Karena Joy adalah Joy

Me

????

Sungjae Oppa

She is the best girlfriend in the world

1

Pesan terakhir dari Sungjae membaut Yeri tidak tahu harus membalas apa. Dia hanya tersenyum dan ikut bahagia akan mereka. Penasaran apa yang telah mereka lakukan bersama, Yeri membuka akun jejaring sosial miliknya dan dia mendapati satu postingan baru Joy.

Sungjae-date“Joy eonnie sudah menemukan kekasih terbaiknya,”

.

.

-titik.

a/n : OMG…. SUNGJOY… siapa disini yang shipping mereka ayoo angkat tangan!!!! setelah Eunha Taehyun, Luminosky juga bakal debutin pasangan baru “Sungjae – Joy” jadi tetep stay tuned di blog ini buat update cerita mereka yaaa..

Love yaaa…!

 

 

13 thoughts on “The Best Thing

  1. aku…aku…aku… >_<)/ *lambai..
    couple ter-sweet tahun 2015-2016..berharap jdi real.. senang banget bbyu bakal debut disini *tears..😄
    yang pas wish tree itu kebayang banget lagunya. haha..
    btw…itu gimana buat piku mirip insta gitu ?

    • /h5/ sama duhhhh so swweeeeet banget Bbyuu..
      iyaa nih mereka bkal debut dan sering lewat2 kayanya sekarang disini
      hahhaha

      hahahhaha, tau banget itu arti lagu Wish Tree RedVel😄
      itu pic, aku edit di photoshop mi,
      kkk~

  2. Tibalah saatnya kak ika memposting cerita tentang salahsatu idol yg ngk bgitu ak suka,, tp ngk papa itu dulu, skrg masi agak ngk ska sih, tp ak tetep bakal baca kok kak,, kan cerita kak ika tidak pernah mengecewakan para penikmat Luminosky ,,
    😊😉

    Eh kak ak penasaran kak ika tuh kpopers macam apa,, taraf kaka berapa sbgi kpopers??? Jgn2 sasaeng?? Kkk

    • Wah, ga suka sama siapanya nih? Joy? atau Sungjae,
      hahahha
      atau ga suka Btob atau Red Velvet😄
      tapi kayanya kamu fine2 aja sama Seulgi kemaren, berarti ga suka Joy😄
      hahahha

      but thanks udah sempetin baca,
      Aku?
      ya ampunnn aku hanya fans layar laptop dear, hahaha

  3. Hehehe iya kaka,, ngk suka Joy,,, gara2 isu sama mas Cahyo waktu itu,, tp skrg dah ngk bgitu,,,

    Btw ceritanya bgs kak,, pengibanan seorang Yook Sungjae,, kkk
    Temenku yg fans Sungjae sampe jeles maximal,, 👍😉

    Ditunggu lainnya kak( smoga ngk bosen sm aku yang komen mulu

  4. Aku here here here~
    Aaaaaaaaaaa~ sungjoy yeeeeey😀

    HEHEHE
    maafkan aku, btw aku reader terbaru disini.
    Waaaaahhh ff kamu rame bangets chingu~
    Salam kenal yaaaa~
    Jadi pengen bertemen di sosmed~
    Ayoooo berteman.
    Aku akan berkunjung kembali, nice to meet you ~

  5. kakk ika inget aku gak? ini aku Elsa pernah bbrp kali muncul disini dan twitter kakak ehehhe. kalo gak inget juga gak apa😄 sekalian aku minta follback ya kak. Tolong follback blogku eheheh😀

    oh ya udah lama aku gak jamah blognya kak apreel jd iseng visit eh nemu fanfic ini. Sumpah ngakak pas Sungjae pasrah ahahaha😄 dan ini.. sumph manis banget kak sampe kudiabetes aw bahahah😄

    sama FF classmate kapan lanjut? aku mau baca lanjutannya ihihi😀 sama tadi di fanfic ini aku nemu beberapa typ tapi gak apa aku tetep suka. HIDUP SUNGJOY :3

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s