Special One

special one

SPECIAL ONE | by Apreelkwon
Sehun – Seulgi | Romance | G | Oneshot

Summary : Sehun ingin merayakan tahun baru kali ini di rumah Seulgi, hanya itu.

“Special Happy New Year Fanfic From Apreelkwon : #1couple”


Mereka sudah duduk disana sejak 20 menit yang lalu. Satu gelas tinggi coklat panas, satu cangkir kopi caramel dan dua slice kue red velvet yang menemani mereka pun sudah berubah. Coklat panas milik Seulgi tinggal beberapa tetes lagi, kue milik Seulgi tinggal remahnya dia bahkan sudah menyendoki kue milik Sehun sejak 5 menit yang lalu. Berbeda dengan kopi Sehun yang belum banyak berubah dan sekarang kopi itu pasti sudah dingin, pria itu pasti enggan untuk menyentuhnya lagi.

Sehun pasti sedang memikirkan sesuatu, itu fikir Seulgi. Meski demikian, Seulgi tidak berniat untuk bertanya. Dia sudah sangat mengenal Sehun, pada akhirnya ketika bimbangnya sudah hilang Sehun akan mengatakan apapun yang sekarang sedang menganggunya. Sambil menunggu itu terjadi, Seulgi berencana tetap diam.

“Seul?”

Mendengar suara Sehun, sontak Seulgi menghentikan gerakan tangannya menyendoki kue. Sambil tersenyum dia mengangkat pandangannya bertemu dengan mata Sehun.

“Sudah mendapatkan jawaban dari yang kau fikirkan?” tanya Seulgi

Pria itu mengangguk dan menular pada Seulgi yang juga ikut mengangguk.

“Sudah ada acara untuk malam tahun baru nanti?” tanya Sehun kemudian sambil mencoba menyendoki remah kue sisa Seulgi.

Mendengar pertanyaan ini sontak membuat Seulgi ingin tertawa, tapi sebisa mungkin dia sembunyikan dan hanya berbuah menjadi seulas senyuman kecil. “Sudah,” jawab Seulgi sambil mengangguk. “Menghabiskannya denganmu, karena pasti tujuanmu mengajaku bertemu sekarang untuk membicarakan itu kan?” lanjut Seulgi sambil menunjuk Sehun dengan sendoknya.

Ini lucu, jadi sejak tadi dia memikirkan tentang rencana malam tahun baru?, fikir Seulgi.

Sehun tersenyum, membuat sepasang matanya menghilang dan jujur itu adalah candu bagi Seulgi. Mengangkat sendoknya, Sehun menurunkan sendok Seulgi kemudian mengangguk. “Aku ingin merayakannya dengan spesial,” jawabnya Sehun. “Dan itu tentu denganmu,” lanjutnya.

Seulgi tidak tahan untuk tidak tersenyum, apa – apaan kalimat Sehun barusan. Hahaha tapi tentu saja Seulgi menyukainya. “Jadi, apa ini yang sejak tadi kamu fikirkan??”

“Oh? Bukan?”

“Hah?”

“Aku memikirkan hal lain,”

Seulgi mendengus mendengar jawaban Sehun. “Beraninya kamu selingkuh ketika berkencan denganku, itu tidak sopan Tuan Oh!” Seulgi mengerucutkan bibirnya tidak suka.

“Kamu tidak suka Nona Kang?”

Yeah,

“Sungguh?”

Ya,”

“Padahal, tadi aku juga sedang memikirkanmu,” Sehun mengakhiri kalimatnya sambil mengerling nakal kearah Sehun.

Sial, rutuk Seulgi dalam hati. Seketika rasa tidak sukanya runtuh berganti dengan senyum lainnya. “Gombalan tidak kreatif, buat yang lebih orisinil lain kali,”

“Sepertinya aku cukup orisinil untuk kamu cintai, right?

Seulgi kehabisan akal, dia hanya bisa memutarkan bola matanya sebal. Sebal dengan serangan Sehun dan sebal karena dia selalu mati kutu jika Sehun seperti ini.

“Hentikan gombalanmu itu. Jadi kita akan pergi kemana malam tahun baru nanti? Taman kota? Atau perayaan ala country side seperti tahun lalu?” terang – terangan ini adalah pengalihan topik, Sehun tertawa pelan.

“Jangan,” jawab Sehun sambil menggeleng. “Perayaan seperti itu sudah biasa, aku ingin yang spesial,”

“Seperti?”

“Seperti….” Sehun menggantung kalimatnya, bukan karena ragu untuk mengatakannya tapi lebih karena ingin membuat Seulgi penasaran. “… merayakannya di rumahmu. Bagaimana? Bukankah akan lebih seru?

Seulgi memicingkan kedua matanya ketia Sehun selesai dengan kalimatnya. “Mengapa aku merasa kamu memiliki niat jahat dibalik usulan ini ya?

“Ya Tuhan! Apa kamu mulai menilai kekasihmu ini sama dengan lelaki liar diluar sana?” Sehun bahkan membelakakan matanya –yang sebenarnya terlihat sama saja, ketika mengucapkan kalimat tidak setuju ini.

“Untuk sekarang, YA. Kalimatmu tadi berkata seperti itu, apalagi nada bicaranya,”

“Nada bicara?”

“Lelaki nakal,”

“…..”

“Kehabisan kata – kata kan? Butuh pembelaan? Jadi, katakan mengapa ingin merayakannya di rumahku?”

“Dengar kamu tahu kan aku itu mencintaimu? Apa aku bisa berbuat jahat pada perempuan yang aku cintai? Sungguh Seul, kamu-”

Dengan gerakan cepat Seulgi menaruh jari telunjuknya tepat diatas bibir Sehun yang sedang komat – kamit mengeluarkan kalimat pembelaan. Tentu saja, itu membuat Sehun kaget dan Seulgi tertawa puas.

“Aku bercanda, Sungguh! Apa pernah aku ragu padamu? Aku hanya bercanda, serius,” ucap Seulgi sambil menurunkan jarinya.

“HAH! Ya ampun, aku hampir kehilangan kepercayaan diriku karena ulahmu,” Sehun menghembuskan nafas panjang. Kesepuluh jarinya bahkan kini bergerak membelah rambut rapihnya. Sepertinya dia sungguh kelabakan barusan.

Melihatnya, sekali lagi Seulgi tertawa. Disendokinya lagi remah kue lalu dia berikan pada Sehun. “Tenang, kamu masih memegang kunci kepercayaan hatiku.”

“Kamu ini!”

“Jadi, merayakan tahun baru di rumahku?”

Sehun mengangguk. “Setuju?”

Kali ini Seulgi yang mengangguk, “Ide bagus, kita bisa memesan pizza porsi double. Lalu, ah untukmu kita akan memesan beberapa gelas buble tea. Mungkin tambah ayam goreng, beberapa dvd film baru. Ide bagus,” Seulgi puas dengan imajinasinya, dia bahkan mengangguk kecil disetiap usulannya.

Berbeda dengan Seulgi, mendengar usulan itu Sehun malah menggeleng. “Jangan! Jangan seperti itu,”

“Lalu seperti apa?”

“Ehm, aku dengar dari Soojung beberapa bulan ini kamu ikut les memasak?” tanya Sehun ragu.

Mendapat pertanyaan itu, Seulgi merasa tertodong untuk mengungkapkan rahasia terbesarnya. Bagaimana bisa Soojung mengatakan rahasianya pada Sehun. “Kamu yang bertanya atau Soojung yang bercerita?” tanya Seulgi tidak terima, les rahasianya untuk persiapan menjadi seorang istri diketahui kekasihnya.

“Itu tidak penting. Yang penting adalah aku senang mendengar kamu mengambil les itu,”

“Ya ampun,”

“Jadi, acara malam tahun baru nanti kita rayakan di rumahmu dengan menu makan malam hasil kedua tanganmu ini. Apapun itu, aku akan menghargai jerih payahmu,”

“Sehun-”

“Percayalah, itu akan menjadi makan malam teristimewa bagiku. Ok?”

Kalau sudah begini Seulgi bisa apa? Dia hanya mengangguk sambil berharap semoga dia masih menyimpan beberapa trik dari tempat les untuk membuat makan malam romantis ala fine dinning.

“Ok,”

.

Sehun bilang dia akan datang jam 7 dan berpesan pada Seulgi untuk jangan dulu menyelesaikan semua masakannya. Alasannya, dia ingin melihat pemandangan Seulgi tengah memasak, yang jujur saja Seulgi juga inginkan. Romantis bukan? Seulgi memasak, lalu disebrang dapur Sehun menemaninya, mereka juga bisa saling bertukar cerita atau Sehun bisa membantu Seulgi untuk hal – hal kecil.

Sayangnya sampai menu utamanya –Lobster Ravioli, sudah hampir matang Sehun belum juga datang. Ini sudah hampir jam 8. Apa macet? Apa Sehun terlambat siap – siap? Tidak ada satu kabarpun, membuat Seulgi sedikit was – was. Bagaimana tidak, suasana malam tahun baru terbilang ramai untuk ibu kota.

Sambil menunggu bel rumahnya berdentang, juga untuk menghilangkan was – wasnya, Seulgi memilih untuk meracik minuman kesukaan Sehun, Buble Tea. Tidak ada niat sebenarnya tapi ketika dia membaca cara membuatnya yang mudah, Seulgi memutuskan untuk mencoba membuat.

Sekarang tepat sudah jam 8. Seulgi makin cemas, dia hampir saja meraih mantel tebalnya untuk keluar –entah untuk apa, beruntungya sebelum semua itu terjadi bel rumahnya sudah berdentang tiga kali. Sehun sudah berdiri di depan pintu, mantelnya penuh dengan jatuhan salju, bibirnya bergetar, dia juga nampak kedinginan. Separah itu kah?

“Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu?” ucap Seulgi kaget.

Menarik Sehun masuk, melepaskan mantel penuh saljunya lalu menggantungkannya, membersikan kepalanya, terakhir mendekap kedua pipi Sehun yang dingin. “Katakan! Apa kamu baru saja membantu Santa menyebrangi kutub utara? Kalau YA, kapan aku memberi ijin untuk itu?”

Sehun tidak langsung menjawab, dia malah menarik Seulgi menenggelamkan dalam pelukannya. “Ahh….. jangan banyak tanya dulu, aku hampir mati kedinginan,”

“Apa yang terjadi? Kamu tidak jalan kaki kan?

Sehun mengangguk.

“Apa?”

“Macet berat Seul. Hujan salju membuat lalu lintas macet parah. Akhirnya aku memarkirkan mobil yang tidak bisa bergerak itu ketepian jalan, kalau tidak salah dekat Supermarket langgannanmu-”

“Dan kamu jalan kaki dari sana?”

Yeah seperti itulah,”

Seulgi melepas pelukan Sehun, menatapnya dengan mata menyipit lalu memukul pelan kepala Sehun. “BODOH! Memang tidak ada cara lain apa? Kamu bisa naik kereta dari sana. Statsiun keluarnya satu blok dari komplek apartemen ini,”

“…….”

“Terlambat satu jam, berjalan di tengah hujan salju, mati kedinginan seperti ini hanya karena kebodohanmu? Hah? Apa sulitnya menelfonku,”

“Aku juga baru terfikirkan menelfonmu sekarang, tapi…”

“Tapi?”

“Tapi, karena berjalan kaki tadi aku membawa sesuatu untukmu?”

Seulgi tidak ingat kalau tadi Sehun berdiri didepan pintunya dengan dua kantong keresek putih ditangannya. Sekarang lelaki itu dengan bahagia menunjukannya ke arah Seulgi. “Apa kamu sudah membeli kembang api dan petasan yang aman? Kalau belum, aku menyelematkan malam tahun baru kita,”

Seulgi tertawa, menggeleng pelan lalu meraih dua kantong keresek itu dari Sehun. “Sekarang, cepat duduk! Akan kubuatkan secangkir teh. Aku tidak mau malam ini kamu malah terkena demam,”

Yes Sir!

Seulgi beranjak menuju dapur. Meletakan kembang api dari Sehun di meja pantry, lalu membuatkan secangkir teh hangat untuk Sehun, lengkap dengan daun mint –ini teh spesial.

“Seul?” suara Sehun terdengar dari sebrang ruangan.

“Ya?”

“Apa kamu sendiri yang menyiapkan semua ini?”

Seulgi mengalihkan perhatiannya ke tempat di mana Sehun berdiri sekarang. Di meja makan kecil itu Seulgi memasang vas bunga, dua lilin kecil, belum ada menu makanan disana, masih tersimpan di tempat masing – masing agar tetap enak ketika mereka makan.

“Hanya bunga dan lilin, apa yang spesial?” jawab Seulgi sambil berjalan kearah Sehun dengan segelas teh ditangannya. “Minum ini,”

“Tapi ini luar biasa,”

“Ini belum seberapa dengan yang aku masak untukmu. Hah! Padahal aku berharap kamu ada disini ketika aku memasak, kita bisa memasak bersama, tapi karena kebodohanmu itu ckckckc-

Sehun menangkup kedua tangannya didepan wajah –sebuah permintaan maaf. “Aku menyadari kesalahan bodoh ini jadi maafkan oke?”

“Baiklah. Sekarang, izinkan chef Seulgi hidangkan menu makan malam spesial ini Tuan?”

“Dengan senang hati,”

Seulgi berlari kecil kembali ke dapur, dari jauh Sehun mengamati dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya. Pertama yang Seulgi ambil adalah dua menu dari kulkas. Menu pertama, dibawanya satu piring besar berisi puding mangga. Bubble tea akan dia keluarkan terakhir untuk mengejutkan Sehun.

“Menu pembuka, puding mangga. Kamu suka mangga bukan?” ucap Seulgi sambil meletakan piring diatas meja.

Sehun tidak bisa berkata apa – apa selain mengangguk antusias. Seulgi kembali kedapur, membuka microwave ada dua menu disana. Dua menu utama, tangan kiri dan kanan Seulgi membawanya. Melihat itu Sehun dengan segera berlari kedapur dan ikut membantu membawa salah satu piring.

Kembali terkejut dengan apa yang kekasihnya ini siapkan. “Kau memasak ini?”

“Yups! Ini pasta dengan saus jamur,” jawab Seulgi sambil menujuk piring yang baru saja Sehun letakan. “Dan, ini adalah menu andalan, menu terhebat selama aku belajar, Lobster Ravioli. Aku tidak tahu kamu akan suka atau tidak dengan ini, tapi aku penasaran untuk menunjukannya padamu,”

“Aku pasti akan sangat menyukainya!”

“Meski itu terdengar seperti bualan, aku menghargainya,”

“Oh! Kapan aku membual?”

“Barusan?”

Sehun mengusap wajahnya, menyerah untuk berdebat dengan Seulgi. Maka dari itu dia hanya mengangguk dan membiarakn Seulgi menang. “Semua sudah di hidangkan?” tanya Sehun.

Seulgi mengangguk. Menuangkan air pada gelas Sehun, lalu duduk dan membiarkan Sehun memulai acara makan malam ini.

“Baiklah, kita hentikan debat tidak berguna-”

“Debat kita berguna untuk beberapa momen,”

“Oh, baiklah. Jadi apa sekarang kita bisa makan?”

Seulgi memotong puding mangga lalu memberikannya pada Sehun. Selesai dengan menu pembuka, Seulgi menyendok pasta lalu memberikannya pada piring Sehun. Ketika selesai dengan pasta, Seulgi dengan cekatan menyendok ravioli lalu kembali dia letakan pada piring Sehun.

Sungguh, Sehun merasa hangat mendapat perlakuan seperti ini. Seulgi sudah dia patenkan sebagai future wife dalam hatinya. Tidak ada pilihan lain.

Tanpa terasa sudah hampir jam 11 ketika Sehun memuji masakan Seulgi dan mengakhiri acara makan malam mereka.

“Sebentar, aku ada menu kejutan untukmu!” ucap Seulgi sambil bangkit dari duduknya kembali ke dapur.

Dan betapa terkejutnya Sehun dengan apa yang Seulgi bawa.

TADA! Aku sudah belajar membuat ini dari 3 hari yang lalu, dan rasanya tidak kalah hebat dari tempat langgananmu,” Seulgi meletakan dua gelas bubble tea dengan wajah berbinar, dia bahagia tentu saja.

Bubble tea?

Yups! Buatanku,” jawab Seulgi bangga. “Mau tetap di meja makan, atau kita menikmatinya di balkon?”

Sehun bangkit dari duduknya, memegangi dua sisi kepala Seulgi, Sehun menjatuhkan satu ciuman manis di kening. Sebuah hadiah, ucapnya dalam hati.

“Terimakasih untuk malam ini, sangat spesial,

Seulgi tersenyum –sangat bahagia, menjatuhkan dirinya dalam pelukan Sehun dia mengangguk beberapakali. “Lega rasanya kamu menyukai semua ini. Sama – sama,”

“Lelaki mana yang tidak akan menyukai semua ini?”

“Oh? Mungkin aku harus mengajak lelaki lain mencicipi masakanku untuk menjawab pertanyaanmu,”

Percayalah, itu hanya sebuah lelucon tapi Sehun menghargai dengan sebuah harga mati. Dia melepas pelukannya, menatap Seulgi dengan mata memincing. Mencoba mengintimdasi, “Jangan lakukan itu-”

“Maksudku, lelaki lain bisa saja kan Jongin, Chanyeol Oppa, kamu masalah dengan mereka?” merasa menang memojokan Sehun, Seulgi tersenyum puas. Di ambilnya lagi dua gelas bubble tea yang sudah dia letakan di atas meja membawanya ke balkon. “Ayo, kita nikmati satu jam terakhir di tahun 2015,”

Hanya bisa mengekor, Sehun merasakan gemuruh dalam hatinya. Hah, perempuan memang di ciptakan satu level lebih tinggi dari lelaki untuk berdebat. Rasa – rasanya dia belum pernah menang.

Apartement Seulgi terletak di komplek padat dan jantung kota. Alasannya, untuk memudahkan dia menuju kantor yang hanya beberapa blok dari tempat tinggalnya sekarang. Jadi, apa yang bisa di harapkan dari pemandangan balkon apartement tengah kota? Gedung – gedung pencakar langit, lampu kota, ya mungkin malam ini mereka lebih beruntung karena kurang dari 1 jam lagi langit malam akan ditemani letusan kembang api.

Seulgi dan Sehun sudah duduk bersampingan. Ini GILA sebenarnya, duduk di balkon, musim dingin tapi yang mereka minum adalah bubble tea, apa Seulgi gila? Tentu saja tidak, calon istri idaman ini sudah mempersiapkan segalanya. Balkon tertutup sudah dia pasang penghangat, jendela di tutup dan tentu saja udara dingin di luar sana tidak berpengaruh sama sekali. That’s totally perfect.

Sehun menyedot bubble tea-nya keras – keras, belum lagi di akhir selalu terdengar suara Ah…! Berlebihan memang, tapi Seulgi suka bagaimana cara Sehun menghargai kerja kerasnya. Itulah daya tarik Pria keluarga Oh ini.

“Bubble Tea mu, mengalahkan kelezatan yang lain,”

“Bahkan Bubble Tea kedai langgananmu?” tanya Seulgi penasaran.

“Ehm… untuk yang itu sayangnya belum,”

“Oh, terimakasih untuk sebuah realita yang kamu paparkan,” jawab Seulgi, tidak marah tapi bibirnya mengerucut mengikuti pola sedotan yang terus menempel di bibirnya.

“Marah?”

Nope,

“Baiklah aku ralat, milikmu lebih enak bahkan dari kedai langgananku,”

“Itu lebih menyakitkan, tau!” Seulgi menghadiahi satu tinjuan cinta di bahu kiri Sehun yang membuat si Pria tertawa puas.

20 menit berlalu, 40 menit lagi pergantian tahun dan sekarang mereka tengah terdiam dalam fikiran masing – masing. Sehun menatap pemandangan di luar yang tertutup salju, sedangkan Seulgi masih asik mengigiti sedotan Bubble tea –sebuah kebiasaan sejak lama dan ini adalah salah satu pemandangan kesukaan Sehun. Piece of Art Seulgi dan Sedotan, celetuk Sehun beberapa waktu lalu.

“Kadang aku cemburu dengan sedotan,” ucap Sehun tiba – tiba. Seulgi melirik Sehun mencoba meminta penjelasan yang kemudian dijawab dengan gerakan mata Sehun. Sontak Seulgi memutar bola matanya kesal.

“Dasar!”

“Seul, apa resolusimu tahun 2016,”

Seulgi mengerutkan dahinya bingung, diliriknya sekali lagi Sehun, sekarang dia sudah bersandar pada kursi dengan kedua tangan disimpan di belakang kepala. Oh, ini sebuah mode serius. Maka Seulgi pun ikut, di simpannya gelas berisi bubble tea yang entah sejak kapan sudah habis, bersiap berbincang malam bersama Sehun.

“Banyak,” jawab Seulgi singkat.

“5 terpenting. Nomor 5?”

“Ehm… mencari pekerjaan baru,”

Sehun mengangguk medengar jawaban Seulgi. Dia sudah tahu tentang masalah kekasihnya di tempat kerja yang sekarang, maka dari itu apapun keputusan Seulgi dia akan mendukungnya.

“Tuan Oh! Resolusi 2016, 5 terpenting, nomor 5?” kali ini Seulgi yang bertanya.

“Sejujurnya aku belum banyak menulis, baru nomor 1 yang aku susun,”

“Jawab saja,”

“Ehm, mungkin… promosi di kantor,” jawab Sehun ragu yang di sambut tepuk tangan antusias dari Seulgi.

“Aku mendukungmu!”

“Nomor 4,” Sehun kembali melempar pertanyaan.

“Mendapat sertifikat dari tempat les sekarang! Akan aku persembahkan pada calon suamiku,” jawaban Seulgi sontak membuat Sehun tersenyum puas.

Satu demi satu mereka melempar pertanyaan untuk resolusi di tahun depan. Jarum jam terus bergerak, 10 menit lagi menuju pergantian tahun ketika Sehun menanyakan resolusi nomor 1 milik Seulgi.

“Aku ingin membeli sebuah rumah. Bukan apartement seperti ini, tapi rumah yang memiliki taman dan pemandangan bukan gedung pencakar langit,”

Sehun mengangguk.

“Lalu resolusi nomor 1-mu?”

Di luar sana, di gedung pencakar langit yang menjadi tuan rumah perayaan tahun baru mulai terliat layar LED sedang menghitung mundur dari angka 20. Seulgi bangkit dari duduknya, di raihnya kembang api yang Sehun bawa, tentu saja ikut membakarnya.

“Ayo, kita ikut meramaikan juga,” ucap Seulgi.

Sehun bangkit dari duduknya. Seulgi memegang satu kembang api, Sehun juga demikian. Mereka berdiri berdampingan menyaksikan layar LED yang sudah bergerak pada angka 10.

“Seul, asal kamu tahu, aku bisa memberikan resolusi nomor 1-mu,”

“Membelikanku rumah?” tanya Seulgi sambil tertawa. Layar LED disana sudah bergerak pada angka 5.

Sehun menghembuskan nafas panjang. Kembang api mereka sudah bergerak sampai tengah, layar LED sudah pada angka 3. “Mau tahu apa resolusi terbesarku tahun depan?”

Seulgi mengangguk.

Tepat ketika angka 1 muncul disana, Sehun meraih tangan kiri Seulgi yang bebas dari kembang api lalu dia sematkan sebuah cincin disana. Entah kapan Sehun menyiapkannya, entah juga kapan dia merogoh benda itu dari sakunya dan melempar kembang apinya yang sekarang sudah habis di lantai.

Yang jelas, apa yang lelaki ini lakukan sontak membuat Seulgi menahan nafas. Tidak percaya, mustahil, sebuah lamaran di awal tahun. Gila –fikir Seulgi, tapi semua ini terjadi tepat didepan matanya. Ah bukan, tepat terjadi pada dirinya.

“Aku berniat mengubah status 3 tahun pacaran ini menjadi sesuatu yang lebih bermakna. Aku ingin membuatmu, tepat jadi miliku Seul.”

Seulgi masih belum bisa berkata – kata.

“Jika belum siap dengan sebuah pernikahan, setidaknya bersedialah untuk sebuah pertunangan di tahun ini. Bagaimana?”

Hati Seulgi berkecamuk, banyak yang dia ingin ungkapkan. Dia rasanya ingin menangis, memeluk Sehun, mengumbar kata cinta, tapi dia hanya diam bagaikan patung. Dia sungguh tidak siap dengan skenario manis seperti ini.

“Apa ini yang kamu fikirkan tempo hari? Dan ini alasan meminta acara tahun baru dirumahku?”

Sehun mengangguk.

“Romantis bukan? Propose di awal tahun, perempuan lain mungkin tidak akan mengalaminya. Kamu spesial Seul, terutama dihatiku,”

Seulgi masih tetap diam. Belum bisa berkata – kata dan belum bisa bereaksi apapun.

“Wah, apa diammu ini pertanda sebuah penolakan?”

Seulgi memperhatikan cincin yang tersemat di jari kirinya, kemudian beralih menatap Sehun yang sedang tegang menunggu jawabannya.

“Kamu tahu? Aku paling suka dengan film genre romantis. Tapi..”

“Tapi?” tanya Sehun was-was.

“Tapi, aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hal serupa,” jawab Seulgi sambil tersenyum lalu menghambur kedalam pelukan Sehun. “Terimakasih untuk semua ini, terimakasih untuk 3 tahun terakhir kita bersama, terimakasih juga untuk selalu menjadi orang nomor 1 untukku. Aku mencintaimu Oh Sehun,” lalu sebuah kecupan sebagai hadiah mendarat di bibir Sehun secara kilat.

“Sama – sama. Seul, kamu juga sama berharganya, jadi apa jawabannya?”

Seulgi mengangguk. “Tentu saja YA, tidak hanya pertunangan aku juga siap untuk menyandang gelar Ny. Oh ditahun ini. Mungkin itu akan menjadi resolusi nomor 1,”

Sehun tersenyum puas, di dekapnya lagi Seulgi lebih dalam. Segala rasa cinta dan perjuangan mereka selama tiga tahun terbalas dengan betapa manisnya malam ini.

“Karena resolusi nomor 1 miliku sudah tercapai, aku bisa melakukan 1000 resolusi lainnya. Yang terpenting adalah, mengurus pernikahan kita.”

2015 berlalu dan 2016 menunggu didepan mata. Dengan segudang resolusi, Sehun dan Seulgi bersiap menuju impian mereka. Ketika khalayak ramai diluar sana bersuka cita dengan pergantian tahun. Maka di atas balkon apartement kawasan padat, Seulgi dan Sehun bersuka cita atas pencapaian pertama diawal tahun mereka.

.

.

Happy New Years All ^^

a/n : mati lemess gara – gara Sehun – Seulgi. Asli lemes banget nulisnya juga.

 

 

 

27 thoughts on “Special One

  1. HAIIII KAK APREEL ZENPAYYY YANG SERING DI PANGGIL IKA TPI KUSUKANYA MANGGIL KAK APREEL GIMANA DONG? (bunuh aja kak, gapapa)

    Baiklah kak, aku ikutan lemes gegara membaperi tulisanmu yang satu ini. Kenapa? Jangan tanya, judulnya aja special one, ya ceritanya jelas-jelas the real special one(?) Daebaaaqquuueeeeee💞💞💞
    Wess kak, sepertinya kegilaanku kembali (emang udah gila juga). Besok senin, dan aku malah bergentayangan ria di kotak komenmu kak bweheheh😆
    Gak kenal senin dan upacara bhayyy:3

    Oiya kak, tolong bungkus satu yang kaya Sehun (dirimu sukses bikin kuberharap berlebihan mengenai someone yang kaya Sehun, serius) tapi berwujud Baekhyun.____.
    Makasih kak, rasanya ajib cem masakan Seulgi💞💞💞💞💞💞💞

  2. Sehun-aaaaahhh… kau selingkuh!!! kenapa pada akhirnya kau memilih Seulgi??

    kekeke…

    like (Y) kak.. Sehun romantis sekali…

  3. asli bikin lemes… harusnya dikasih warning *FF ini bikin baper* terutama mereka yang berkepala 2 T^T.. 😄😄 … duuuhh.. kapan ane dilamar seromantis itu ? sehun…noona padamu -tolong poke chanyeol-😄😄

    oke.. jdi aku anggap ini prequel-nya sehun-seulgi yg udah punya 2 anak tempo hari yaaa.. totally sweet >////<

    • Hahahahha bisa juga sih dikira masih satu unverse sama Epilog LFN,
      hahahha

      duh /tepok jidat/ kepala dua yah.. aduhhh
      hahahhaha
      /mojok/
      bisa dibilang ini juga khayalan aku sendiri tentang my future somenone, hahahhaha
      ah sudahlha,

  4. Hallo authornim ^_^
    baru sempet mampir nih setelah sekian lama jadi silent reader TT^TT
    maaf yah , suka banget nih sama semua FF kak apreel :3 bahasanya bagus semua *O* daan setelah mampir kesini aku semangat bikin ff yang bahasanya berkiblat/? disini bukan jiplak sih hehe😄 sekian banyak FF kak apreel yang kebanyakan maincast SM artist bikin sedikit bosan sih iyah sedikit kok x3 karna kebosenan cast terkalahkan sama cerita /? xD keep writing kak~ aku berharap banget ada member GOT7 nyempil di FF kak apreel xD karna udah ada ff selain anak SM jadi aku punya harapan :v semangat kak *O*)/

  5. Woaaaah
    Resolusi pertama udah tercapai di awal tahun baru
    So sweet sekali, jadi melting><
    Seulgi-nya istri idaman, Sehun-nya juga suami idaman
    Aku bisa apa:')

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s