1

Cara Menyayangi

1

FIKSI | CARA MENYAYANGI

“Luki punya cara tersendiri untuk menyayangi Kakaknya.”


Nama mereka Rangga dan Luki. Rangga 1 tahun 5 bulan lebih tua dari Luki, membuat sang Mama membubuhkan titel Abang di didepan nama Rangga. Sayangnya, hanya Mama yang memanggil Rangga dengan Abang, sedangkan Luki alih – alih sebutan Abang dia lebih suka memanggil kakaknya dengan nama panggilan khusus buatannya yang kadang terdengar seenak jidat. Ga, Aga, Aang, Arang dan panggilan lainnya yang berubah – ubah sesuai kondisi. Misal, Rangga sedang makan mie instan, lalu Luki butuh bantuan Rangga, maka panggilan Kuah Mie adalah yang keluar dari bibir tebalnya.

Terdengar tidak sopan memang. Tapi, Mama tidak pernah memarahi atau membentak Luki. Rangga pun begitu, dia tidak pernah marah atau tersinggung untuk panggilan seenak jidat adiknya. Karena, selalu ada waktu yang tepat dimana Luki akan membubuhkan titel Abang didepan nama Rangga.

Seperti, ketika Rangga dan Luki pulang dari warung yang jaraknya beberapa rumah dari tempat tinggal mereka. Di jalan, mereka melihat seorang anak di pukuli temannya, anak itu menangis lalu tidak lama muncul sosok lelaki dewasa, kemudian menggendong anak itu sambil menghapus air matanya.

Sambil menggenggam erat tangan Kakaknya Luki berkata, “Kalo Uki digebukin gitu, cuma mama sama Abang yang nolongin. Enak banget yang punya papa, tapi Uki ga sedih ko. Soalnya, Uki punya Abang Rangga sama Mama,”

Abang Rangga.

Atau, ketika tidak sengaja tengah malam Luki terbangun karena kebelet pipis. Tidak berani ke kamar kecil sendirian, Luki membangunkan Kakaknya. Ketika melewati kamar Mama, terdengar suara tangis dari dalam, Mama sedang berdoa untuk Ayah mereka di surga.

Sambil menahan tangis dan menggenggam tangan Kakaknya Luki berkata, “Uki masih sering bolos solat, Uki sering absen sebut nama Papa ke Allah. Mama pasti kangen banget sama Papa.”

Rangga yang mendengar ucapan adiknya ikut bersedih dan tanpa terasa air matanya ikut mengalir. “Abang juga masih sering males, kalo Mama suruh solat,”

“Ayo kita janji, jangan males solat lagi biar bisa doain Papa. Uki, Abang Rangga sama Mama, kita bertiga, ya?” Sambil mengaitkan jari kelingking mereka, Rangga mengangguk.

Abang Rangga.

Atau kasus lainnya. Luki paling malas berurusan dengan anak tetangga sebelah. Mereka sering bikin ribut dan menyulut perkelahian yang sering berujung dengan Luki lari kocar – kacir menghindari baku hantam ala anak kecil itu. Bukan takut, bukan! Kalo boleh jujur Luki handal mengayunkan bogem dan tendangan mematikan. Sayangnya, Luki akan kena masalah jika Mamanya tahu dia berkelahi. Luki tidak pernah mau membuat Mama bersedih, terlebih Luki sudah berjanji tidak akan berkelahi, jadi dia tidak mungkin mengingkarinya.

Maka, ketika anak – anak tetangga menyorakinya cemen karena memilih lari dari pada berkelahi. Luki akan berteriak, “BILANGIN ABANG RANGGA TAHU RASA KALIAN,”

Sekali lagi, Abang Rangga.

Luki sayang Mamanya. Luki juga sayang Abangnya. Hanya mereka yang Luki miliki, maka dari itu tidak ada alasan untuk tidak menyayangi mereka. Dan seperti inilah cara Luki menyayangi mereka.

Dulu pernah sekali Mama bertanya, mengapa Luki tidak pernah memanggil Rangga dengan sebutan Abang, dan satu jawabannya membuat Mama mengerti dan tidak pernah memaksaan menggunakan panggilan abang lagi.

“Uki ga panggil Aga abang kan bukan berarti Uki ga sayang Aga!”

Mama mengangguk setuju dan menatap Luki juga Rangga dengan tatapan penuh cinta. “Ya, sayang. Ungkapan rasa sayang dan cinta tidak harus mengikuti apa yang orang lain lakukan. Kita punya cara sendiri – sendiri, termasuk cara Uki,”

Ya, mencintai seperti cara Luki. Meski tidak blak – blakan tapi tetap mengungkapkan rasa cinta diwaktu dan momen yang tepat.

.

.

-Titik.

12 thoughts on “Cara Menyayangi

  1. Kak Ikaaa aku suka bangettt

    btw kak, boleh nggak aku buat cerpen yang hampir sama kayak ini tapi aku bongkar ulang ceritanya, semacam di remake. aku cuma ngambil tema sama jalan ceritanya gituu soalnya aku punya abang dan kisahnya hampir sama kayak cerita ini bedanya ortuku masih lengkap alhamdulillah. nama, dll aku ubah kok hihi.

    makasih ya kaaakkk

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s