Incarceration

incarceration

INCARCERATION| by Apreelkwon
D.O | Phsycology | PG | One Shoot

Summary : Karena lelaki seperti Do Kyungsoo bebas untuk memilih kenyataan mana yang dia inginkan.


Tubuhnya terasa melayang ketika dia mendapatkan kembali kesadarannya. Nafasnya tersendat, seakan oksigen berbentuk seperti bongkahan batu dan mengganjal untuk masuk parunya. Dadanya panas, terpaksa dia terus menghirup udara meski sakit terhimpit terus merasukinya. Tidak berhenti sampai disana, dia merasa setiap buku tulangnya lumer bagaikan lilin yang terkena panas. Tidak ada satupun anggota tubuh yang sanggup dia gerakan, kecuali kelopak matanya yang beruntung otot kecil disana masih berfungsi untuk buka tutup secara refleks.

Ruangan kosong, dinding putih hampir berlumut, lantai berserakan, sebuah kursi tepat di depan matanya, suara musik klasik, kemudian dia sadar tubuhnya terikat dalam posisi duduk.

Apa ini? Aku di sekap? Satu pertanyaan muncul dalam benaknya ketika otaknya selesai menerjemahkan semua hal aneh dalam pandangannya.

Belum sempat pertanyaan dalam benaknya terjawab, pintu yang berada tepat di depan matanya terbuka, sinar entah itu matahari ataupun lampu berangsek masuk menyilaukan matanya. Bersamaan dengan itu, suara tok tak sepatu terdengar dan pemiliknya adalah sesosok perempuan, kill heals merah, dress one piece putih, dan rambut bergelombang yang dibiarkan terurai membuat kesan dia sangat mempesona.

“Kyungsoo…” sapa perempuan itu dengan nada kaget ketika dia menatap seseorang yang terikat tidak berdaya itu.

Lelaki bernama Kyungsoo, merasakan hatinya berkebit sebentar ketika sosok perempuan itu ternyata mengenalinya. Dia berharap, kedatangannya adalah untuk menyelamatkannya. Maka dari itu, Kyungsoo melemparkan satu senyuman untuknya.

Perempuan itu berdiri kaku, menghentikan langkahnya dan hanya terus menatap Kyungsoo. “Ya tuhan! Kau tersenyum? Untukku? Andai kau lakukan ini sejak lama, mungkin aku tidak akan sekejam ini padamu,”

Dalam semua tekanan yang terjadi padanya, sekali lagi dengan sangat lamban otak Kyungsoo mencoba menerjemahkan maksud perkataan perempuan didepannya. Sampai beberapa detik kemudian hasil singkat dan jelas, tercetak dalam ingatannya bahwa perempuan didepan ini adalah iblis yang menawannya.

Dengan segera Kyungsoo menurunkan paksa senyumnya, di kudeta dengan tatapan tajam mematikan.

Perempuan itu mendesah, cukup keras sampai telinga Kyungsoo merasa sakit saat mendengarnya. “Apa sulitnya tetap bertahan seperti tadi, toh tatapanmu itu tidak akan pernah berhasil membunuhku, yang ada-” perempuan itu menggantung kalimatnya, dia berjalan mendekati Kyungsoo membiarkan tangan putih, halus dan dingin miliknya menjelajahi setiap inchi wajah Kyungsoo, “-kau yang akan ku bunuh,”

Nafas Kyungsoo tercekat. Dia merinding dengan sentuhan bak malaikat pencabut nyawa perempuan itu, tapi Kyungsoo lebih takut lagi pada kalimat gertakan yang dilontarkannya.

Dan dalam remang ruangan itu, Kyungsoo bisa melihat kilatan benda stainless di tangan kiri si Perempuan. Kyungsoo hanya bisa memejamkan mata, bersiap merasakan sakit dari akhir rasa sakitnya.

.

Kyungsoo terbangun, dengan sedikit terperanjat yang bisa saja membuatnya jatuh dari sofa lusuh tempat tubuhnya berbaring tadi. Dia tidak merasakan sakit, dia tidak merasakan ada aliran darah merembes dari tubuhnya, semuanya terasa baik – baik saja kecuali debaran jantung yang tidak karuan.

Di usapnya wajah yang berkeringat itu. Beberapa kali dia coba hembuskan nafas panjang, menenangkan diri. Setelah dia rasa mulai baikan, otaknya mengeluarkan perintah untuk segera memeriksa keadaan sekitar.

Ruangan kosong, dinding putih hampir berlumut, lantai berserakan, suara musik klasik, tapi tubuhnya tidak terikat di kursi kayu. Kyungsoo memastikan sekali lagi dan benar saja dia sekarang tengah duduk di atas sebuah sofa dan dia baik – baik saja, tidak terikat, tidak ada sayatan, tidak berbaju kumal tapi kemeja putih rapih dan celana kain hitam, tidak terasa sesak ataupun pening. Sekali lagi Kyungsoo menghembuskan nafas panjang.

Kemudian tanpa komando, kepalanya bergerak kearah kiri dan disana, tepat di bawah lampu merah yang tergantung, sosok perempuan tengah terikat di atas kursi kayu. Perempuan itu tidak menggunakan kill heals merah dia telanjang kaki, tidak juga dress one piece putih tapi dress santai bermotif bunga hampir lusuh, rambutnya memang bergelombang tapi karena berantakan tidak memberikan efek kesan sangat mempesona.

Kyungsoo tersenyum, “Tapi kau tetap paling mempesona bagiku,” sambil bangkit mendekati perempuan itu.

Ditariknya kursi kayu satu lagi, menimbulkan suara decitan yang ngilu sontak membangunkan perempuan itu. Dia menaikan pandangannya, tepat ketika Kyungsoo sudah duduk di depannya tengah menatapnya sambil tersenyum, pandangan perempuan itu bergetar hebat.

Menyilangkan kakinya, melipat tangannya Kyungsoo masih tetap tersenyum pada perempuan itu, sedikitpun dia tidak gentar dengan tatapan si perempuan. “Kadang aku masih mempertanyakan, mana yang nyata mana yang fantasi. Aku yang terperangkap atau kau yang terperangkap. Apa aku yang jahat atau kau yang jahat. Apa aku yang mengemis cinta atau malah kau yang terobsesi cintaku,” bahu Kyungsoo bergerak, “Sampai sekarang aku tidak tahu mana yang nyata,”

Kemudian tangannya bergerak membelai pelan rambut si perempuan, membuat si empunya sedikit berjengkat. Beralih dengan sangat – sangat pelan seakan pergerakan sedikit saja mampu melukai, jemari Kyungsoo membelai tiap inchi wajah perempuan itu. “Kau tidak mungkin melakukan ini padaku kan?” tanyanya masih sambil terus membelai wajah perempuan terkasihnya.

“Pisau stainless, aku sungguh tidak akan tega menggoreskan benda itu pada tubuhmu, dan… yang jelas tidak mungkin kau mengemis cinta padaku, karena hanya aku yang amat sangat mencintaimu bahkan ketika kau sudah memilih lelaki lain,”

Kyungsoo menarik tangannya, mencondongkan tubuhnya membuat jarak antara mereka sangat dekat. Kyungsoo bahkan bisa dengan jelas mendengar deru nafas si perempuan. “Jadi menurutmu mana yang nyata?” tanya Kyungsoo pelan, tepat di depan wajahnya.

Perempuan mengalihkan wajahnya, membuat Kyungsoo kembali mengukir senyum kemenangan. Ketika Kyungsoo sudah kembali pada posisi semula, perempuan itu kembali meluruskan pandangannya. “Manapun yang kau anggap nyata aku tidak peduli. Karena lelaki gila sepertimu memiliki cerita sendiri yang akan kau untai dengan fakta – fakta sesuai keinginanmu,” tandas si perempuan.

Suara tepuk tangan menggema di ruangan kosong itu. Kyungsoo bangkit dari duduknya, bertepuk tangan dengan gila dan tertawa terbahak – bahak mendengar kalimat si perempuan. Dia puas. “Benar sekali, aku memang lelaki gila. Dan aku berhak menentukan mana kenyataan yang aku inginkan, kau cerdas,” satu hembusan nafas panjang mengakhiri kalimat kegirangannya.

Sebelum melanjutkan kalimatnya, Kyungsoo kembali mendekati si perempuan, mencondongkan tubuhnya dan tepat di posisi dia mencapai telinga si Perempuan Kyungsoo berbisik, “Termasuk tentang kenyataan bahwa kita adalah sepasang kekasih yang saling mencintai,” Kyungsoo bangkit pada posisi semula, menatap si perempuan tajam, “Aku menginginkan kenyataan itu. Katakan saat aku berkunjung lagi nanti maka kau akan selamat dari pisau stainless miliku,”

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Kyungsoo beranjak meninggalkan si perempuan. Sepatu pantofel kulit asli yang beradu dengan lantai marmer meninggalkan suara tok tak membuat si perempuan merinding. Dan tepat ketika Kyungsoo membuka pintu, lalu beribu cahaya masuk si perempuan menjerit putus asa. Rasanya dia ingin ikut berlari bersama kumpulan sinar itu, kemudian bersembunyi selamanya dari sosok lelaki gila ini.

.

.

-Kkeut.

11 thoughts on “Incarceration

  1. Trnyata itu hnya mimpii, yg psycho-nya si kyungsoo, kerenn aku sukaa bgtt critanya, kyungsoo bner” dpet psycho-nya, rada kesian jga ma cwenya…

  2. anjaaayyy kyung gila ToT … tapi cocok kok… itu muka kyung emang multi-imajinasi banget… bisa cute, cool bahkan sampai psikopat macem di I remember u…
    dan seperti biasa, fanficnya keren >___< thumbs

  3. Jadi inget Kyungsoo di I Remember You/Hello Monster ><
    Kyungsoo mukanya emang cocok deh dijadiin karakter kaya gini:3
    Disini dia jadi psycho yang terobsesi sama si cewe ya '-'

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s