Aku Membencimu!

Untitled-1

.

Dulu aku pernah berjanji dalam beberapa tahun kedepan perasaan sakit ini sudah lenyap seutuhnya. Bukankah waktu adalah penyembuh semua rasa sakit? Harapanku satu – satunya hanyalah pada pergerakan kedua tangan sang waktu. Tidak sudi, harus selamanya sesakit ini ketika mendengar namanya, mengingat kembali tentangnya, membuatku harus kembali meyakinkan diri sendiri bahwa aku sangat membenci dia.

Tuhan! Aku membencinya, jadi tolong jauhkan semua tentangnya dariku.

Tidak butuh barang 1 menit ketika ada yang bertanya apa ataupun siapa yang paling aku benci didunia ini. Namamu dengan lancar akan meluncur dari bibirku. Ketika mendengar alasanku, pertama mereka mengerutkan dahi ragu lalu disusul dengan tawa seakan meremehkan.

Ya, kalian bisa saja meremehkan masalah kecil ini, karena mereka tidak pernah tahu hal kecil ini akan berubah panjang kedepannya bagiku.

Aku membencimu………….

Sayangnya, ketika tangan sang waktu bahkan sudah menyelesaikan entah berapa kali putaran, aku masih saja bisa merasakan sakit itu. Entahlah, apa mungkin rasa benci tidak ada kadaluarsanya? Baiklah, mari aku tanyakan lagi siapa yang paling aku benci di dunia ini, barangkali meski masih sakit bukan kau kali ini jawabannya.

Kau!

Ah, baiklah hatiku masih membencimu. Sesungguhnya untukmu diluar sana yang sekarang aku jauhi setengah mati, aku hindari habis – habisan, aku lupakan, aku tinggalkan, aku benci, aku sumpahi siang dan malam. Aku tidak pernah membencimu, tapi hati ini yang sangat membencimu.

Hatiku yang melangkahi batas yang kau tuliskan, merasa bersalah dan tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang telah dia lakukan. Sedangkan hatimu, bertingkah seakan semuanya hanya salah langkah biasa.

Kau, sadarlah hatiku saat itu masihlah sangat kecil. Dia masih rapuh dan polos, kau menyakitinya dengan berlaku seperti itu. Hal kecil itu membuatnya membencimu setengah mati.

Aku adalah pemilik hati ini, aku di gerakan oleh hati ini bisa apa aku? Ketika dia bilang ‘bodoh! Dia hanya menganggapmu teman biasa, dia hanya memanfaatkan sisi perempuanmu’ akupun setuju dan ikut membencimu.

Kau mungkin tidak akan sadar akan kesalahanmu, tapi sayangnya aku juga tidak sudi membeberkan kesalahanmu, biarlah kau terus menjadi orang yang aku benci. Membencimu maka konsekuensi untukku selalu mengingatmu.

Bahkan hari ini ketika kau tersenyum dan bertanya kabarku.

“Lama tidak bertemu jadi apa kabar?”

“Baik..” jawabku sambil tersenyum.

8 thoughts on “Aku Membencimu!

  1. Kaaaaaaaaaaaaak kangeeeeeeen huhuhu /padahal kemaren abis mentionan wkkkk
    Kangen tulisan kakak, iya sekangen itu terus pagi pagi gini dibikin baper ah elaaah huhu
    Yaudah kak ga ngerti mau komen apa ternyata yang dia benci dan aku benci berbeda hihi /dikeplak/
    Pehlis tif masih pagi ini rendem banget. Iya semoga kaika ga mabok bhaq

    • ya ampunnn…
      kemaren kita kan baru ngomongin si Yeol, hahaha
      tapi bener sih, udah jarang chit chat di wordpress,
      pertama aku jarang posting
      kedua tiap aku mau baca postingan kamu isinya seventen semuaaa hahaha
      aku tak ngerti Tif😄

  2. HAAAA KAK APREEL AKU RINDU PADAMU KAAAK UWAA OTOKE IGEEE TToTT
    Rindu tulisan kakak, rindu gentayangan di blog kakak, rindu ngetik komen sepanjang panjangnya, pokoknya rindu semuanyaaaaaa:3
    Terus di minggu pagi menjelang siang ini baca ceritamu kak dan aku baperrrrr ohmaigad!
    Yaterus kubaca berulang ulang, keatas terus kebawah terus keatas lagi huehehehe.. ya tapi aku selalu bingung mau komen apa gitu yaa, soale ini buatku baper sangaaat .. ah tapi yagitudeh kak, aku selalu suka sama tulisanmu dan kuharap dirimu sering sering update lagi kak wehehehe❤

    yang suka gentayangan malem-malem,
    echaakim😄

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s