Untitled-2

Chemistry

Untitled-2

CHEMISTRY | by Apreelkwon
Krystal – Kai | Slice of Life | G | Ficlet

Summary : Soojung hanya bisa memberikan ekspresi paling bodoh ketika semua itu terjadi


Entah sudah berapa menit, Soojung duduk diam menunggu Jongin di lobi sebuah gedung theater. Mungkin sekitar 10 menit, 20 menit atau mungkin sudah lebih lama dari itu? Entahlah, yang pasti Soojung sudah menghabiskan semua bekal cemilannya hanya untuk memastikan dia tidak mati kebosanan: lolipop, sebungkus kacang panggang, satu batang cheese roll, sebotol yogurt mangga dan sekarang Soojung yakin perutnya akan segera meledak. Semua ini karena Kim Jongin.

Hari ini adalah hari pertama latihan untuk pentas kelas balet yang Soojung dan Jongin ikuti. Sudah tiga tahun mereka masuk kelas ini bersama dan untuk pertama kalinya, Soojung mendapatkan peran berpasangan dengan Jongin. Semua tahu, Jongin adalah penari paling hebat di tempat lesnya. Para pelatih sudah tidak terhitung lagi, berapa kali mereka mengacungkan jempolnya untuk Jongin. Harusnya Soojung bangga bisa dipasangkan dengan Jongin, mengingat seperti apa keahlian menarinya, tapi yang ada Soojung malah resah.

Sebelumnya Jongin pernah berpasangan dengan senior mereka, Irene yang terkenal dengan gerakan kakinya yang halus, sayangnya meski pementasan itu dilakukan oleh dua orang penari hebat, hasilnya gagal total. Tidak ada chemistry antara mereka, dan mereka menari dengan ambisi individu untuk mengambil alih sorot kamera, gagal. Kemudian ada Seulgi, penari hebat lainnya yang berpasangan dengan Jongin. Sama kasusnya dengan Irene, pementasan tersebut berakhir nol. Dan tahun ini, mereka memasangkan Soojung dengan Jongin? Apa tidak salah? Padahal Soojung sudah memprediksi paling banter jika dia masuk pementasan, peran gadis pemerah susu adalah yang dia dapatkan. Dan jika memang harus berpasangan, mungkin Baekhyun atau Minwoo atau Jaehyun atau siapapun itu yang standar menarinya dibawah seorang Jongin. Meski Soojung bertanya ribuan kali dan mengeluh jutaan kali, kenyataan Jongin adalah pasangannya di pementasan pertamanya tidak bisa Soojung elak.

Soojung kembali melirik jam yang melingkar ditangannya, ini hampir 30 menit dan Soojung sudah mati kebosanan. Baiklah, jika Jongin tidak datang juga dalam 5 menit, dia akan masuk ke gedung seorang diri dan memikirkan bagaimana mereka membangun chemistry seperti rencana Jongin mengadakan pertemuan aneh ini.

Soojung sudah bangkit dari duduknya, sampah bekas cemilan sudah dia kumpulkan dan siap dia buang kedalam tong sampah sebelum masuk kedalam gedung, ketika sudut mata Soojung menangkap lelaki tengah berlari kearahnya. Kim Jongin.

“Datang juga dia,” ucap Soojung kesal, tapi satu hembusan nafas juga ikut mengekspresikan kelegaannya.

Otaknya menyusun skenario, buatlah seolah – olah aku marah dan menghamburi ribuan kata jengkel agar Jongin menyesal. Maka, berkacak pinggang adalah yang pertama kali Soojung lakukan, “Aku baru saja akan pergi, 30 MENIT JONGIN APA TIDAK SALAH!” dan teriakan adalah langkah selanjutnya.

Nafas Jongin masih naih turun, sepertinya dia sungguh berlari terlihat dari peluh yang sekarang tengah membanjiri dahinya. “Kenyataan… kau masih menungguku… sungguh melegakan,” ucapnya masih dengan nafas tidak beraturan.

“Tidak akan ada perempuan yang mau menunggu lebih lama sepertiku,”

“Dan itu sungguh melegakan, kau tahu?” jawab Jongin sambil berusaha tersenyum diantara usahanya menarik nafas.

“Jadi kenapa kau terlambat? Bukankah seharusnya kau memberi alasan pasti?”

Jongin mengangguk, “Akan aku ceritakan, tapi pertama – tama kita masuk dulu, apa kau tidak kepanasan? Aku fikir kau akan menunggu didalam,”

Soojung sebenarnya ingin menjawab, didalam banyak murid lain yang belum menerima kenyataan aku adalah pasanganmu, dan aku takut. Tapi yang Soojung ucapkan, “Aku menunggumu didalam tadi, kemudian aku mati kebosanan,”

Selanjutnya, mereka sudah jalan beriringan masuk kedalam gedung. Awalnya, Jongin yang berjalan terlebih dahulu, tapi kemudian menyadari Soojung ada dibelakangnya Jongin berhenti dan mensejajarkan langkah mereka.

Seperti yang Soojung takutkan, kenyataan didalam gedung banyak mereka yang tengah berlatih dan pusat perhatian beralih pada Soojung ketika dia dan Jongin masuk, sungguh membuatnya tidak nyaman. Mereka masih tidak rela.

Tidak langsung turun ke panggung, Jongin mengajak Soojung duduk di barisan kursi tribun penonton. Ya, memang rencana Jongin juga hari ini mereka baru akan membicarakan tentang konsep. Jadi, mungkin hari ini mereka belum menari.

Aku tunggu jam 12 di depan gedung, nyatanya hampir jam 1 kau baru muncul,” Soojung membuka pembicaraan dengan menyindiri keterlambatan Jongin ini.

Jongin menangkupkan kedua tangannya, “Pertama aku minta maaf, sungguh. Aku tidak bermaksud telat,”

“Ponselmu juga tidak bisa di hubungi, aku fikir kau sedang mengerjaiku!”

Mendengar kalimat Soojung selanjutnya, Jongin tidak langsung menjawab. Dia terdengar mengeluhkan nafas panjang, “Kau tahu? Ponselku hilang kemarin, di copet!” Jongin menekankan pada kata copet kemudian menggeleng pelan, seakan itu adalah kejadian yang membuatnya sangat terpukul. “Itu alasan kenapa semalam aku menelfonmu dari rumah,”

Soojung sebenarnya ingin bertanya, dicopet? Bagaimana ceritanya? Ya ampun, kau tidak apa – apa? Tapi pembicaraan nantinya akan semakin panjang dan tidak jelas. Jadi tetap gerutuan ungkapan jengkel yang dia lontarkan. “Aku ikut menyesal, tapi semua itu masih belum menutupi kekesalanku menunggu hampir setengah jam,”

“Baiklah, untuk kedua kalinya aku Maafkan aku. Dan karena untuk beberapa minggu kedepan kita akan bertemu, aku juga berjanji tidak akan membuatmu menunggu lagi jadi boleh aku pinjam ponselmu sekarang,”

Soojung mengerutkan dahinya, tidak mengerti.

“Aku membeli kartu baru, kau belum tahu nomorku yang barukan? Tadi aku terlambat karena membeli ponsel baru dulu, jadi mana berikan biar aku simpan nomorku di ponselmu,”

Jika berfikir logis, untuk menyimpan nomor barunya semestinya Jongin bisa dengan membuat panggilan pada nomor Soojung atau Jongin mengirimkan nomor barunya atau jua Soojung menyebutkan nomornya, tapi Soojung tidak memikirkan hal itu. Dia hanya ber-oh ria sebagai jawaban kenapa Jongin terlambat, mengangguk kemudian memberikan ponselnya pada Jongin.

“Aku janji, tidak akan pernah membuatmu menunggu lagi. Tapi aku tidak masalah jika aku yang harus menunggu sih,” ucap Jongin di sela kegiatannya menyimpan nomor barunya.

“Pegang kata – katamu Jongin, lain kali aku tidak akan pernah mau menunggumu lagi. Karena ini mengenai pentas-”

“Kau senang bukan karena terpilih menjadi pasangan bersamaku di pementasan nanti?” Jongin menghentikan gerakan jarinya, mengalihkan atensinya pada Soojung kemudian tersenyum jahil.

Soojung terlalu kaget untuk mengontrol ekspresinya, dan itu memalukan, “Tentu saja aku senang! Itu bisa menambah list pencapaianku,”

“Pencapaian? Untuk berpasangan denganku? Hahahha, tenanglah pasti pementasan kita akan menakjubkan,” kemudian Jongin kembalikan ponsel itu kepada Soojung. “Coba panggil nomor itu, biar aku simpan juga nomormu,”

“Kau tidak tahu nomorku? Tadi malam kau menelfonku?”

“Aku minta nomornya dari Sehun, ditulis di kertas di rumahku,”

Soojung hanya mengangguk, tapi fikirannya menulis bahwa Jongin adalah lelaki yang suka bertele – tele bahkan untuk hal kecil seperti ini. Tidak mau ambil pusing dengan segera dia membuka menu phonebook kemudian mencari nama Jongin.

Pertama dia mengetikan huruf K untuk Kim Jongin, tapi tidak ada nama Kim Jongin disana. Alternatif lain Soojung mengetikan huruf J untuk Jongin, tapi tidak ada juga nama Jongin disana. Soojung kembali mengerutkan dahinya dan mari kita hitung sudah berapa kali Soojung melakukan gerakan ini gara – gara Jongin, lama – lama dia bisa memiliki kerutan halus didahinya.

“Namamu- ”

“Dideret huruf D,” seakan mengerti apa yang akan Soojung katakan, Jongin memotong kalimatnya.

D? Namamu Kim Jongin kan?” tanya Soojung memastikan.

Jongin menggeleng sambil tersenyum begitu manis, “Ehm, D untuk Darling,

Mendengar jawaban Jongin, sontak Soojung menghentikan jarinya bergerak. Dia beralih menatap Jongin kemudian mendapati lelaki itu tengah mengangguk pelan kearahnya. Sial! Soojung membeku. Mengambil alih tubuhnya yang kaku, sekali lagi Soojung membuka phonebook kali ini huruf D dia ketikan dan benar saja, Darling ada disana. Soojung membuat panggilan pada nomor itu dan sialnya, sungguh tersambung pada ponsel Jongin yang sekarang tengah berdering dari saku jaketnya.

Jongin menggerak – gerakan ponselnya kearah Soojung sambil tersenyum. “Jadi untuk nomormu aku tulis nama apa? G untuk Girlfriend, atau H untuk Honey atau…… M untuk My Future Wife?”

Oke, Soojung tidak bisa berbuat apa – apa lagi selain membulatkan sempurna kedua bola matanya, menatap Jongin lengkap dengna mulut terbuka, wajah bersemu merah dan jantung bertalu kencang.

Shit! Apa yang sedang dia lakukan –umpat Soojung dalam hati.

.

.

-Epi

Pasangannya untuk pementasan kali ini sudah ditetapkan. Jongin tidak mau pementasan kali ini gagal seperti yang sudah terjadi dua kali sebelumnya. Tidak akan.

Jongin membuka buku yang baru dia pinjam dari perpustakaanya, dia butuh ilmu untuk kesuksesan pementasannya kelak. Dibukanya pembatas buku sampai halaman yang sudah dia baca, halaman 50.

Pada halaman 51 tercetak judul bab baru.

“Chemistry”

Untuk membuat pementasan yang mengesankan, buatlah kesinambungan perasaan dengan pasangan anda. Seperti apa cerita yang akan dipentaskan itulah jiwa kalian. Buatlah seakan kalian sedang jatuh cinta jika itu genre romance-

Jongin menghentikan bacaannya pada kalimat ketika dia tahu apa yang harus dilakukan.

“Chemistry? Jatuh cinta? Oh baiklah aku mengerti,”

Jongin dengan puas menutup buku tanpa meninggalkan pada halaman berapa selanjutnya dia akan membaca, karena dia sudah mendapatkan apa yang dia cari.

.

.

-Kkeut.

Note : OMG, why suddenly my fic all about KaiStal… T^T

25 thoughts on “Chemistry

  1. Jadi jongin suka sama Soojung??
    Tapi kalo ngeliat epilog kenapa jadi nambah persepsi kalo dia cuma mau ngebangun chemistry/?

  2. Jongin >.<!!!
    Sini kamu aku peluk
    Hahahahaha
    Dasar! Gak boleh tau modus modus kayak gitu mas :'D
    Tapi gak apa-apa deh buat kau. Kok kalian lucu yaaaaa :-*
    Sukses ya pentas nyaaa❤
    Hahaaa

  3. ga apa-apa kaistal juga kakak… aku suka bgt kooo chemy mereka emang yg paling jjang!!
    tapi aku baper.. itu jongin beneran suka ato cuman ada modusnya? ah galau kan jadinya
    plis kak kasih aku kejelasan yaa

  4. ka april idenya ada aja yah bikin giniian , jadi makin suka ama pasangan ini , emang si jongin lebih cocok ama krystal ^_^

  5. Astaga… jangan jangan jongin ngelakuin itu gara2 baca buku ttg chemistry?? Yaaa ampun kasihan soojung, di phpin. Tapi apa hubungannya gombal sama chemistry? Aissh jongin keterlaluan, soojung kan masih polos

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s