Fiction and Fact [2/2]

s

Fiction and Fact | by Apreelkwon
Baekhyun – Jieun | Romance, Angst,Psychology  | PG | Twoshot

Summary : Fakta dan Fiksi hanya tersekat satu oleh satu kata ‘kepercayaan’, mana yang kau percayai.


Seharusnya Hyun Woo yang duduk dibalik kemudi, membawanya ke tempat reuni kampusnya kemudian memberitahukan pada semua teman – temannya bahwa Hyun Woo dan dia akan segera menikah. Malam itu Jieun sudah pastikan dia akan mendapatkan kebahagiannya, tapi semua tidak terjadi.

Ketika Baekhyun –lelaki calon suami pilihan Ayahnya, memaksa akan mengantar Jieun dengan dalih ini hari terakhir mereka bersama. “Aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku Ji, aku akan batalkan pernikahan dan bilang pada orang tua kita bahwa aku tidak mencintaimu,” itu ucapnya didalam mobil pada Jieun sebelum mereka berangkat.

“Kita memang tidak pernah saling mencintai,” balas Jieun. Kemudian sepanjang jalan dia memaku pandangannya pada kaca jendela dan semua pemandangan. Dia melewatkan setiap momen ketika lelaki disampingnya berulang kali meliriknya dan tersenyum atau tersenyum sakit. Entahlah, Baekhyun seakan menumpahkan semua rasa cintanya setiap kali dia menatap Jieun.

“Ya, kita memang tidak saling mencintai,” Baekhyun melontarkan kalimat ketika mereka tiba ditempat tujuan dan Jieun hanya meliriknya sekilas dengan senyum tipis. “Tapi aku mencintaimu,”

Mereka masuk secara terpisah. Karena Baekhyun dan Jieun berada di kampus yang sama tapi tahun berbeda, otomatis acara Reuni ini juga legal untuk Baekhyun masuki. Berjalan beberapa langkah dari Jieun yang sudah mendahului, Baekhyun menyaksikan ketika perempuan itu dengan langkah riang berlari pada sosok lelaki tinggi berkulit putih yang Baekhyun tahu bernama Hyun Woo –seseorang yang amat sangat Jieun cintai. Baekhyun hanya bisa tersenyum, ketika melihat binar di wajah Jieun, dia ingin membuat bahagia perempuan itu, maka ketika melihat kebahagiannya hanya bersama Hyun Woo, maka Baekhyun memutuskan untuk melepasnya.

Baekhyun memang telah mendapat restu dan kepercayaan dari keluarga Lee untuk menjadi suami Jieun dan jujur saja Baekhyun menyukainya. Dia mencintai Jieun, tapi Jieun tidak mencintainya. Tidak, setelah sosok Hyun Woo datang pada Jieun dan menghembuskan kata cinta. “Aku tidak bisa menikah denganmu. Dia masih mecintaiku Baek, dia yang aku fikir meninggalkanku ternyata masih amat sangat mencintaiku. Maafkan aku, aku fikir aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini,”

Andai Baekhyun adalah perempuan, mungkin dia akan luruh pertahanan, menekuk lututnya kemudian menangis dengan penuh rasa sakit. Faktanya dia lelaki, jadi dia hanya bisa tersenyum kemudian mengangguk pelan. “Tidak apa Ji, aku mengerti perasaanmu. Jika kau mencintai seseorang kejarlah orang itu dan temukan kebahagianmu.”

Hari itu untuk pertama kalinya Jieun menghambur dalam pelukan Baekhyun sambil berbisik dalam tangis. “Kau lelaki baik Baek, semoga perempuan beruntung di luar sana segera bertemu denganmu.”

Baekhyun hanya mengangguk dalam hati dia berbisik. Aku telah menemukan perempuan itu dan dia sangat bahagia sekarang.

.

.

Hujan turun sangat lebat, suasana sungguh dingin. Pertama karena hujan, kedua karena Jieun yang sedari tadi hanya diam. Ada satu insiden tidak terduga di acara tadi, membuat Jieun mendiamkan Baekhyun sampai sekarang. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hujan masih belum reda, turunnya bahkan semakin lebat. Tidak ingin cari resiko, Baekhyun menepikan mobilnya di pinggi jalan menunggu sampai hujan tidak terlalu deras.

“Harusnya aku memastikan dulu, Jinki Hyeong ikut hadir atau tidak,” ucap Baekhyun membuka pembicaraan. “Aku minta maaf Ji, seharusnya semua ini tidak terjadi,”

Jinki –kakak Laki – laki Jieun yang juga menghadiri acara reunian tadi tidak sengaja melihat Jieun tengah bersama Hyun Woo. Belum lagi di acara tadi, Jieun memberitahu teman – temannya bahwa Hyun Woo dan dia serius, dan mereka akan memikirkan tentang pernikahan. Naasnya Jinki ada disana. Jinki memang belum berkata apa – apa, tadi dari tatapan matanya Baekhyun tahu, Jieun dalam masalah.

“Biar aku yang berbicara dengan-”

“Kenapa kau selalu menyalahkanmu atas semua yang terjadi Baek?” Jieun yang sedari tadi memaku pandangannya pada kaca mobil, beralih pada Baekhyun menatapnya dengan mata berair. “Kenapa kau selalu bilang semua akan baik – baik saja, dan kau pasti membuat semuanya baik – baik saja, padahal semua kerusuhan ini ulahku,” Jieun melanjutkan kalimatnya dengan suara bergetar.

Baekhyun tidak bisa menjawab pertanyaan telak itu. Karena tidak mungkin Baekhyun terang – terangan mengakui dia mencinta Jieun. Tidak mungkin.

“Karena aku sudah berjanji padamu akan membereskan semua hal yang bersangkutan denganku,”

“Dan insiden tadi tidak ada sangkut pautnya denganmu? Semua akan aku bereskan bersama Hyun Woo, dan semua bukan salahmu,”

Baekhyun terdiam.

“Apa yang akan kau katakan pada Ayah Ibumu dan orang tuaku?”

“Aku sudah katakan padamu, aku akan bilang pada mereka pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan karena aku tidak mencintaimu,”

Jieun menggeleng keras. “Tidak. Katakan pada mereka karena aku tidak mencintaimu dan karena aku memiliki pria lain ketika aku sudah mengikatkan cincin denganmu, katakan itu.”

“Aku tidak bisa Ji,”

“Kenapa?”

Karena aku mencintaimu dan aku tidak ingin membuatmu terluka dari amukan Ayahmu juga perkataan orang lain. Ucap Baekhyun dalam hati, sayangnya dia tidak bisa mengeluarkan kalimat itu. Maka Baekhyun hanya bisa diam.

“Kau tahu Baek? Diammu, sikap sabarmu dan sikap mengertimu akan semua tingkah brengseku,” hati Baekhyun sakit mendengar kata itu. “Membuatku sakit. Aku tahu aku bersalah, aku wanita brengsek, aku pantas kau hancurkan dan sikapmu sekarang membuatku semakin merasa hina. Setidaknya maki aku Baek, tampar aku, adukan aku pada kedua orang tuaku dengan itu mereka juga kau masih bisa memaksaku untuk menikah. Kemudian ditengah pernikahan, aku akan kabur bersama Hyun Woo meninggalkan kalian semua. Dengan begitu semua orang tahu aku yang bejat dan kau yang benar. Mereka akan menghujatku atas semua yang kulakukan dan melindungimu dari semua yang kau tahan, lakukan itu Baek.”

Aku tidak bisa. Kau bisa bahagia dengan langsung menikah bersama Hyun Woo tanpa semua orang lain tahu akan kebenarannya, aku tak akan mengungkapkan semua fakta ini. Teriak Baekhyun dalam hatinya. “kenapa aku harus melakukan semua hal dramatis itu, jika permasalah bisa selesai dengan aku jujur pada mereka, aku tidak mencintaimu dan tidak menginginkan pernikahan ini?”

Jieun menangis, air matanya mengalir semakin deras tapi tidak ada suara tercipta dan Baekhyun tahu itu tangis kesakitan. “Tatap mataku dan katakan kau tak pernah mencintaiku? Katakan sekarang? Katakan juga kau tidak akan merasa sakit jika aku melemparkan cincin pertunangan ini sekarang juga”

Tidak, aku tidak bisa. Teriak Baekhyun lagi dalam diam.

“Kau tidak bisa menjawabnya dengan hanya aku meminta seperti ini?” Jieun kembali bertanya dan Baekhyun tidak bisa menjawab. Baekhyun hanya bisa menggeleng pelan, mencoba meraih tangan Jieun tapi si empunya dengan segera menolak. “Baiklah,” ucap Jieun kemudian.

Jieun melepas sabuk pengamannya, membuka pintu mobil kemudian berjalan menembus hujan tidak mempedulikan hujan bisa membasahi gaun cantiknya bahkan tubuhnya. Melihat itu, Baekhyun kalap, dia tidak tahu apa yang akan Jieun lakukan dan semua pikiran buruk menggerayapinya. Dengan cepat Baekhyun membuka pintu mobil, berjalan dibawah deras hujan menyusul Jieun yang sudah berjalan beberapa langkah lebih cepat darinya. Jarak mereka hanya beberapa langkah dan Baekhyun ingin dengan segera meraih tangan putih dingin Jieun tapi selalu gagal. Selalu ada jarak antara mereka berdua, sulit untuk Baekhyun meraih Jieun.

“Ji, lihat aku. Ji…!”

Berteriak dibawah deras hujan adalah sesuatu yang sia – sia. Berlari dengan pakain mewah dan basah juga sesuatu yang sia – sia, tapi Jieun lebih sia – sia lagi ketika dia tersandung karena sepatu hak 7cm miliknya. Dengan kesempatan ini Baekhyun beringsut mendekati perempuan terkasihnya.

“Ji, aku mohon Ji..”

Jieun menggeleng. Dia menolak untuk melihat langsung pada mata Baekhyun.

“Semua akan baik – baik saja Ji,” ucap Baekhyun kali ini sambil mencoba memeluk perempuan kecil itu, tapi Jieun menolaknya. “Baiklah, aku akui aku mencintaimu Ji. Aku mencintaimu sejak Ayahmu mengenalkan kita, aku mencintaimu dan aku tidak baik – baik saja dengan semua peristiwa ini. Aku sakit saat kau bilang tidak mencintaiku, aku terluka saat kau bilang ada lelaki lain dan aku sungguh tidak baik – baik saja atas pembatalan pernikahan ini,” Baekhyun setengah berteriak mengungkapkan perasaannya.

Mengambil nafas pendek – pendek, Baekhyun merasakan pundaknya semakin naik – turun, tubuhnya mengigil, tangannya kebas dan entah dia menangis atau tidak karena gamang dengan air hujan yang juga menetes. Masih sambil memegang dua sisi tangan Jieun, Baekhyun menatap lekat perempuan itu. Dan untuk pertama kalinya, dia merasakan tangis tumpah atas semua yang dia tahan selama ini. “Aku mencintaimu, Ji…” lalu pegangan tangan itu lepas.

Kedua tangan Baekhyun lemas jatuh diatas aspal basah, kepalanya tertekuk, lututnya lemas untuk menahan berat tubuhnya dan tidak tidak mengatakan apapun selain menangis dalam diam, membiaskan tetesan air matanya dengan air hujan.

Menit berlalu dengan mereka terdiam dibawah hujan saling meluapkan rasa sakit. Ketika semuanya sudah terlepas, Baekhyun kembali menaikan pandangannya, kembali memegang dua sisi tangan Jieun dan menatap perempuan itu dengan matanya yang merah. “Tapi aku berjanji, akan membuat semuanya baik – baik saja. Semuanya akan baik – baik saja Ji, percayalah,”

“Tidak Baek, aku sudah menyakitimu. Membuatmu berbohong, membuatmu menahan perasaanmu dan membuatmu seperti ini,”

Kalimat Jieun membuat Baekhyun berhenti menggenggam tangannya. Dia mentap Jieun lurus, penuh cinta, penuh kasih dan penuh amarah.

“Berhentilah mencintaiku Baek, karena aku tidak bisa mencintaimu. Dan berhentilah terus membelaku,”

Dan tepat setelah mengucapkan kalimat pendek itu, Jieun bangkit. Dia berjalan dengan kaki telanjang, menuju pinggiran jembatan. “Mari kita hentikan,”

Baekhyun masih terduduk di tempatnya tadi, ketika Jieun sudah berdiri di pinggiran jembatan. Kedua tangan putihnya terbayang begitu jelas, ketika jari – jarinya melepaskan cincin yang mereka sematkan beberapa minggu lalu. Sungguh Jieun berharap mengakhiri semuanya tanpa bantuan Baekhyun. Semua berakhir, cincin itu sudah dia lepas dan siap dia lemparkan. Baekhyun tidak bisa menyaksikannya, dia memejamkan mata menahan rasa sakitnya berharap semua tidak pernah terjadi dan Jieun akan menghampirinya lalu berbisik semua tidak pernah terjadi Baek, tapi tidak. Karena yang menghampiri gendang telinga Baekhyun adalah satu jeritan, tidak, tapi banyak jeritan. Dengan segera Baekhyun membuka kembali matanya dan sudah ada beberapa orang di pinggiran jembatan menatap ngeri kebawah dimana sungai tengah mengamuk. Baekhyun menjernihkan pandangannya dan dia tidak menemukan dimana Jieun tadi berdiri.

Belum sempat Baekhyun bangkit, mencari Jieun, salah satu daru orang yang berdiri tadi menghampirinya dengan wajah histeris. “Kau teman Nona tadi? Dia terpeleset, atau entah memang dia loncat akupun tidak tahu, yang pasti kami melihat dia jatuh ke sungai,”

Baekhyun harus merekatkan semua sel otaknya untuk mengerti apa yang dimaksud perempuan yang menghampirinya. Jieun terpeleset? Jieun yang sengaja lompat ke sungai? Entahlah, setahu Baekhyun Jieun tadi melepas cincin mereka dan mencoba melemparkannya ke sungai. Lalu dimana Jieun.

“Anda baik – baik saja?”

Baekhyun tidak menjawab. Perempuan tadi kembali berlari pada orang yang masih berkumpul di tepi jembatan. Mereka nampak ribut berbicara, tidak lama banyak mobil sampai disana. Kemudian salah satu dari mereka mendekatinya, memberikan payung dan baju hangat juga membantunya berdiri, tapi dengan segera Baekhyun tolak bantuan itu. Dia tersenyum dan dengan pelan berbisik, “Saya baik – baik saja, jadi apa yang terjadi?”

Mereka menjelaskan dengan detail, tapi Baekhyun tidak mengerti. Maka dari itu, dia berjalan ketepian jembatan yang mulai ramai mencoba kembali mencari Jieun tapi tidak ada. Kemudian dengan berani Baekhyun melihat kearah sungai dimana airnya mengamuk begitu ganas. Sungai yang kata mereka tempat Jieun melompat.

“Kau terlalu berharga untuk mendapat gelar sebagai orang yang bunuh diri Ji. Apa yang kau lakukan?”

Dan Baekhyun hanya terdiam di pinggiran sungai membiarkan tubuhnya basah. Menyaksikan amukan air sungai yang membawa tubuh orang tekasihnya. Sungai itu membawa Jieun.

“Faktanya kau yang membunuh dirimu sendiri Ji, tapi aku tidak bisa menerima semua itu”

Baekhyun bangkit. Dia berjalan kembali menuju mobilnya, melupakan seluruh tubuhnya basah kuyup melupakan kerumunan yang menatapnya dengan pandangan sedih dan kasihan. Baekhyun kembali memacu mobilnya menuju arah yang sudah sangat dia hapal. Kediaman keluarga Lee. Sebelum berita mengabarkan Jieun bunuh diri, dan sebelum pihak lain memberitahu mereka, Baekhyun akan membuat fakta lain bahwa dia yang membunuh Jieun.

.

.

Hujan belum juga reda ketika Baekhyun sudah sampai dipekarangan keluarga Lee. Nampaknya, Jinki khawatir dengan adiknya, karena dia masih menunggu diluar dengan pakaian hangat dan secangkir minuman mengepul. Ketika melihat mobil Baekhyun berhenti didepannya, dengan segera Jinki bangkit. Melihat itu, Baekhyun merasakan darahnya berdesir panas, apa yang akan dia lakukan?

“Kalian dari mana saja?” itu teriak Jinki.

Baekhyun keluar dari dalam mobil. Tubuh basah kuyup, wajah menyedihkan dan emosi tidak stabil, berdiri didepan Jinki sambil memasang senyum menenangkan seperti biasanya, hanya saja kali ini terasa menyakitkan.

“Apa yang terjadi Baek?”

Baekhyun menarik nafas panjang, kedua tangannya bergetar hebat. “Aku membunuh Jieun Hyeong,” ucapnya dengan suara pelan.

.

.

Fiction/Fact

47 thoughts on “Fiction and Fact [2/2]

  1. Ini kayak MVnya BAP gitu ta?
    Apa cuma penafsiran Baek yang gag sinkron dan dia ciba bikin plot sendiri buat jelasin kesemua orang kalau dia yang bunuh IU. Trus di part ini cerita fakta yang sebenarnya? Gitu ta?
    Jadi yg part 1 itu alininya si Baek supaya di jadiin tersangka? Uwawawawawaa
    Kok cik!!!!! Wendul FFmu mbak!!!

    • MV BAP yang mana Zul? cuma ngikutin BAP ampe Badman doang,

      yaa bisa dibilang seperti itu,
      Baekhyun ga terima dengan fakta yang sebenarnya, makanya dia bikin cerita sendiri di chapter 1 itu,

      • Akhernya tebakan ane bener. Wkwkwkw. MV yg Oneshot mbak. Itu mah sebelum era Badman. Ajegile si Baek, niat bgt ama si IU. Ampek rela jadi tersangka. Cihuy

  2. tadinya aku bingung banget kak. tp setelah liat komen yg lain akhirnya aku konek juga.
    duh keren banget ini kak.

  3. kemudian ku sempoyongan jadi ini yang bener yang………..mana……..
    tapi berhubung aku udah baca komennya si jul diatas /lirik jul/ jadi yhaaa hahaha

    eterus baru kalimat pertama mas hyunwoo teh udah nongol aja wakaka. tapi ko yha nasib kalian begini bangetttt huhuhuhuuuu
    gatau deh ka ku mah bisanya nyampah mulu
    yawis bye

  4. Jadi siapa yg benar?
    Mana yg fakta mana yg fiksi,, ak tak bisa membedakannya karna keduanya hanya dibatasi selembar-apa tadi lupa,,kkk

    Kaka ini yg bener yg mana?
    Ak ngk bgitu fokus soalnya lgi pljrn fisika,, hehehe

    Ini bgs bgt lho kak ^^

  5. Menurutku sih yang part 1 itu cuma khayalan atau halusinasinya baekhyun aja nah baru part 2 itu faktanya kan? Cuma asal nebak sih. Baca ff kakak itu selalu aja pusing kayak baca novel sherlock holmes

  6. Aku rangkap komentar yg pertama disini ya kak🙂 . Awalnya aku ngira Baekhyun yang egois, dan bener2 ngedorong Jieun ke sungai. Tpi aku belum ngerti jelasnya gmana. Nahh pas disini.. Jieun jahat ih..😦 kupikir dia kelainan tadinya haha..

  7. Sumpah kak, awalnya aku bingung, jadi di chapter kedua ini fakta nya? Dan chapter pertama itu imajinasi nya baekhyun? Sumpah… Kreatif banget kak, sekali balik ke blog semakin wow fanficnya! 👍

  8. sumpah kren bgt ff ny…
    author pnya imajinasi dri mna bisa ampe bkin ff kyak gini?? daebakk.. author jjang.
    di tunggu karya” author yg laen.

  9. Hai kak ngomen nangkene wae ya hahah long time no see
    Udah baca 4 dari 6 postingan baru kaka loh
    Plot twistnya mengecoh antara nyata aseli or ngayal ngarang heheh keren kak (y) kangen banget sama postingan kaka hehe dan yg ini seru banget hehe maaf ka ga bisa banyak ngomen karena diriku cuma penikmat aja😀 xixixi

  10. Aaaaaaaaaaaack
    I was like jeeeddaaaaaaaaar⚡
    Whoaaaaa, dae to the bak
    Ternyata bukan sekedar kecurigaan tak mendasar ketika aku rasa ada potongan-potongan yg hilang di chap. Sebelumnya
    Jieun😦 turut berduka
    Sudah kubilang -dia bertemu seseorang yg hebat- proudofhim T_T
    Great job❤

  11. arrghhhh ini fanfict paling angst menurut akuuuuu >0<

    eh gila demi apa aku baperrrrr-_- sumpah baekhyun disitu yaowoh saking sayangnya sma jieun sampe fitnah diri sendiri klo dia yg ngebunuh jieun dengan fakta klo jieun itu bunuh diri-_- oh god please help meeee[]

    oke aku pikir chapter 1 nya baekhyun itu mengkhayal dan dichapter 2 nya ini fakta/? aku ngomong belepotan banget sihhhh. pokoknya the besttt bgt ini fanfict ya walaupun aku agak bingung juga awalanya/? ♡

  12. Pertama baca agak gk doong, pas kesni2 nya sedikit ngerti, ternyata ini beda versi
    Pas liat komen2nya baru deh bnr2 paham hahaha
    Daebak, always keren kk ika mah hahaha 😁👍👏👏👏

  13. Oke, Hyun Woo jadi kameo mengingatkan aku sama photoshootnya IU sama dia yang unyu banget itu. saking gemesnya sampe kujadiin wallpaper loh waktu itu😄 Apalagi liat mas Hyun Woo yang keren banget di filmnya yang bareng woobin yaampun~~~
    Dan yeah, jadi ini fakta nya ya kak. Baekhyun yang ga terima dengan yang Jieun alami dan dia bikin skenario lain yang seolah nyalahin dirinya sendiri, kira-kira gitu ya. Aku jarang sih baca fic yang baekhyunnya ngenes gini, kecuali di sini /digampar kak ika/ Haha tapi ini juga pelajaran buat baek yang tiap hari makin ganteng aja😄
    Keep writing kak~

  14. Ternyata… Fakta jauh lebih kejam daripada fiksi. Memang bener sih ya. Awalnya juga aku kira si Baekhyun yg jahat sama Jieun. Eeeeeh meleset. Btw aku suka nih ff yg genre nya gini seru aja ngenes ngenes gimana gitu(?). Bikin lagi? Boleh banget nih!!! Keep writing and fighting!🙂

  15. sumpah kak ini ceritanya keren… baru kali ini aku baca ff yang bener-bener aku berpikir keras untuk mengerti ceritanya tapi keren banget… awalnya aku bingung mana yang fakta atau khayalan… ternyata setelah membaca komentar” aku jadi ngerti… segitu besarkah cinta baekhyun ke jieun ?? huuaaa… karyamu bagus kak…

  16. ternyata daku keliru.. ahahahahaaa
    sumpah kaka sukses bikin para readers berfikir keras.. dann yeaah aku cukup kerepotan buat ngerti tadi nya.. tapi setelah baca chapter ke 2 ini, ternyata baekhyun lah yg tersakiti.. wkwkwkk
    aku kira baekhyun yang egois, jahat, aahhh maaf kan akuu baek.. /peluk baekhyun/ -_-
    jarang banget aku nemu famfic yg plot nya kayak gini kak.. sumpah kk kerwen bangett…
    keep writing yaa kak..❤❤❤

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s