Classmate : #2 Class – Pink Note

CLASSMATE | by Apreelkwon
Do Kyungsoo – Ryu Sujeong | Romance – School Life – Friendship | T | Chaptered

Summary : Kyungsoo berfikir mereka hanya teman satu kelas. Tapi nyatanya, Sujeong sudah menaruh rasa sejak mereka masih tingkat pertama.

Prev : Prolog . 1 .

poster credit : Sifixo@Poster Channel


Protect my heart so no one can come in
If I fill my heart with you, I hope it won’t fill with tears – f(x) ‘Love

Lima menit sebelum pelajaran dimulai, kali ini Kyungsoo sungguh beruntung. Fakta Kang Sonsaengnim terlambat membuatnya selamat dari jerat pengurangan nilai juga minus dari perilaku yang akan berpengaruh besar pada rapot akhir tahunnya. Sungguh, Kyungsoo bersyukur. Tapi rasa beruntungnya terbebas dari kata terlambat belum menghapus rasa penasaran dari note yang dia temukan pagi ini. Sebuah note berwarna pink yang menempel tepat diatas buku pelajarannya. Siapa?

Ketika jam pelajaran Kang Sonsaengnim selesai yang kemudian akan dilanjutkan dengan kelas olahraga, Kyungsoo mengeluarkan buku itu, ah bukan note itu. Note yang masih menempel setia diatas buku tebalnya.

“Aku menemukan sesuatu,” ucap Kyungsoo sambil menempatkan buku itu tepat diatas meja Baekhyun. Baekhyun mungkin harus tahu, itu fikir Kyungsoo. Mungkin temannya bisa mengasih solusi, ah bukan mustahil anak ini akan memberi solusi sebenarnya. Tapi, entalah Kyungsoo merasa dia harus memberitahu Baekhyun.

Baekhyun yang menyadari sesuatu menempel diatas kover buku langsung menatap Kyungsoo dengan pandangan bertanya, “Apa ini?”

“Notes,”

“Aku tahu,”

“Ehm… surat cinta mungkin,” jawab Kyungsoo ragu dia memandang Baekhyun, menggerakan bahunya kemudian tersenyum kecil. “Terlalu berlebihkankah aku menganggap ini surat cinta?”

Baekhyun menggeleng pelan, dia berpaling dari Kyungsoo kali ini berfokus pada lembar kertas dihadapannya. Kyungsoo belum mencabut note itu dari kover bukunya, tapi Baekhyun mencabutnya tanpa ragu. Membaca dengan teliti, baru ketika Baekhyun akan membuka mulutnya dengan segera Kyungsoo memberi isyarat untuk diam.

“Hahaha… apa ini? Surat cinta anonim?” suara Baekhyun kemudian.

“Salah satu dari kalian tidak sedang mengerjaiku bukan?” tanya Kyungsoo. Dia mengambil kembali notes itu dari tangan Baekhyun kembali menempelkan pada kovernya. Tapi kemudian dia sadar perilakunya ini sungguh aneh, dia akan membiarkan notes itu terus menempel disana? Sebelum Baekhyun berkomentar, Kyungsoo kembali mencabut notesnya kemudian dia selipkan diantara lembar halaman buku.

“Kalian? Siapa? Aku? Chanyeol? Jongdae? dan tidak mungkin itu Jieun,” sanggah Baekhyun sambil tertawa pelan. Tapi kemudian dia menatap Kyungsoo dengan mata menyipit, “Selamat,” ucap Baekhyun dengan suara pelan atau bisa disebut berbisik.

Kyungsoo yang tengah sibuk dengan lembaran buku –yang entah sedang dia apakan, menatap Baekhyun kikuk, “Apa?”

“Karena kau memiliki penggemar rahasia, hahahhahaa…” dan akhirnya tawa yang sedari tadi Baekhyun tahan pecah. Beruntung sebagian murid sudah keluar untuk berganti baju dan kemudian lanjut berlari ke lapangan. Jadi hanya beberapa orang saja yang terusik dengan tawa tiba – tiba Baekhyun.

Apa ini lucu? Tanya Kyungsoo dalam hatinya ketika melihat Baekhyun tertawa begitu lepas. Apa ini memang sesuatu yang harus diselamati? Tanya Kyungsoo lagi. Terserahlah, tapi entah mengapa hatinya menerima satu sengatan elektrik kecil ketika mendengar kalimat Baekhyun barusan. Apa? Penggemar rahasia? Seseorang diam – diam menyukaiku? Dan kalau boleh jujur, Kyungsoo senang menerima kenyataan ini.

Sialnya, rasa senang Kyungsoo terlalu cepat tersalurkan dan Baekhyun melihat moment itu, ketika dalam diam Kyungsoo tiba – tiba tersenyum, “Kau bahagia sobat? Hahahhahaha..

Lagi Baekhyun tertawa begitu lepas. Sungguh, suaranya terdengar sangat menjengkelkan di telinga Kyungsoo, seakan tawanya itu adalah sebuah suara ledekan yang disamarkan. Menjengkelkan. Kyungsoo baru bangkit dari duduknya, dia berniat setidaknya menyumpal mulut itu, tapi kemudian satu suara dari depan pintu masuk kelas mengehentikannya.

“Kyung!”

Berdiri sosok perempuan dimana seragam regulernya sudah berganti menjadi seragam olahraga. Ryu Sujeong, salah satu penghuni 2-4 yang tidak lain adalah teman sekelas Kyungsoo.

“Yes!” jawab Kyungsoo singkat, karena dia juga kaget dengan interupsi mendadak itu ditengah penyerangannya menutup lubang bumi –note: mulut Baekhyun.

Sujeong tidak langsung menjawab, kedua matanya nampak tertarik pada dua teman lelakinya itu terutama Baekhyun dengan wajah merah dan mata berairnya. “Apa yang sedang kalian lakukan? Dan ada apa dengan temanmu?” tanya Sujeong.

“Bukan apa – apa, Baekhyun hanya-”

“Ryu, Kyungsoo baru saja mendapatkan surat cinta!”

BANG! Kyungsoo merasakan kepalanya ditimpa palu godam dengan kekuatan penuh. Bagaimana bisa sahabatnya ini dengan enteng memberitahukan hal tersebut pada orang lain. Ini sungguh bukan sesuatu yang harus dibanggakan. Terlebih Baekhyun mengatakan itu, seakan Kyungsoo sebelumnya belum pernah mendapatkan surat cinta. Damn you Byun BaekHyun.

Kyungsoo tidak menjawab, tidak mencela, tidak mengklarifikasi dan tidak menghancurkan kepala Baekhyun dengan apa yang sudah dia ucapkan. Hanya cukup satu, tatapan dingin dalam diam yang pasti akan menghentikan kinerja sistem otak Baekhyun saat itu juga. Dan terbukti, ketika Kyungsoo melemparkan tatapan itu, dengan segera Baekhyun terdiam, menjernihkan tenggorokannya, berjalan menuju belakang kelas mengambil seragam olah raga di lokernya.

Berhasil! Ucap Kyungsoo dalam hati.

Kyungsoo menghembuskan nafas panjang, dia melihat Baekhyun sudah meninggalkan kelas tapi kemudian Kyungsoo sadar disana masih ada Sujeong, yang entah ada maksud apa tadi menyapanya.

“Ah, maaf Ryu,” ucap Kyungsoo kemudian.

Sujeong terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali, kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak masalah,” jawabanya dengan suara terbata.

“Jadi ada apa?”

“Apa?” jawab Sujeong dengan nada bertanya.

Kyungsoo tersenyum pelan. “Byun Baekhyun memang sering menghancurkan konsentrasi seseorang, kau bahkan sudah lupa apa tujuanmu kembali ke kelas,”

Sujeong menepuk dahinya, kemudian tertawa pelan. “Benar! Kyung cepat ganti seragammu, kemudian bantu aku mengambil perlengkapan kasti untuk kelas nanti,”

“Kenapa aku?”

“Karena tinggal kau lelaki dikelas ini, tadinya aku berniat meminta bantuan salah satu dari kalian. Tapi karena interupsi Baekhyun yang menurutmu juga bisa menghancurkan konsentrasi membuaku lupa, jadi… kau yang tersisa,” jawab Sujeong dengan detail membuat Kyungsoo menyimpulkan satu senyuman.

Good explanation Capt!” jawab Kyungsoo yang kemudian mengundang senyum lalu tawa muncul diantara mereka.

Cha Sonsaengnim tengah menjelaskan tentang aturan didalam kelasnya. Olahraga memang bukan pelajaran menegangkan seperti milik Yuan Sonsaengnim, tapi meski bebas tentu saja satu peraturan tetap dibutuhkan. Mengenai sistem kehadiran, penilaian, tingkah laku sampai pada nilai plus yang dirahasiakan dari mana segi penilaiannya. Panjang memang yang dijelaskan, tapi sedikitnya Sujeong akan tahu kemana akhirnya. Karena sesungguhnya sejak melangkahkan kaki dari kelas bersama Kyngsoo untuk mengambil perlengkapan kasti sampai dimana sekarang Sujeong tengah terduduk dilapangan utama sekolah, fikirannya tidak terpusat pada pelajaran sama sekali.

Good!                                          

Kalimat Baekhyun tadi terus menggema di gendang telinganya. Fakta tentang Kyungsoo baru saja mendapatkan sepucuk surat cinta. Surat Cinta! Hari ini memang sudah Sujeong prediksi akan menjadi hari buruknya. Ketika dia mendapati alarm dikamar yang sudah dia set 1 jam lebih awal ternyata tidak bedering karena masa hidupnya sudah berakhir. Berujung dengan dia tidak bisa berangkat sekolah lebih awal, padahal sudah ada rencana besar yang akan dia lakukan pagi itu.

Memasukan sepucuk surat anonim kedalam loker Kyungsoo. Bukan hal yang mustahil untuk memasukan selembar kertas melalui celah pintu loker sehingga siempunya bisa menyadari benda itu ketika dia membuka pintu lokernya.

Sujeong baru berencana, meski surat dengan barisan kata puitis luar biasa sudah dia persiapkan. Tapi apa daya, dia tidak bisa lebih awal datang kesekolah. Otomatis, niatannya tertunda. Sekarang yang jadi pertanyaan terbesar dalam benak Sujeong adalah, siapa yang mengirim surat cinta lainnya pada Kyungsoo? Apa diluar sana juga ada murid lain yang sedang mengincar lelaki pujaannya ini. Sungguh, Sujeong sudah menunggu sekitar setengah tahun dan sekarang dia harus bersaing dengan yang dia tidak tahu entah siapa.

Sujeong merasa 100 tahun umur hidupnya terhapus saat itu juga.

“Kau kenapa?”

Satu pertanyaan terlontar diikuti dengan satu sikutan pelan dari sebelah kiri. Sujeong mengangkat kepalanya, dimana tadi tengah dia tenggelamkan diantara dua tangannya. Kwon Shijin, salah satu teman sekelasnya. Shijin menatap Sujeong dengan khawatir, mungkin dia takut jika temannya sedang tidak enak badan.

Sujeong menggeleng kemudian kembali menegakan tubuhnya, “Tidak apa – apa, mungkin kucingku dirumah sedang kehilangan satu nyawanya sekarang,” jawab Sujeong lemas.

Shijin membulatkan bola matanya ketika mendengar jawaban Sujeong, “OMG, Kau memelihara kucing?

Mendengar jawaban Shijin sekali lagi Sujeong menaikan pandangannya menatap temannya kemudian mengangguk pelan. “Aigo, aku tidak pernah suka dengan kucing,”

Sujeong kaget dengan jawaban Shijin, sungguh apa ada relasi antara pembicaraan mereka yang random ini? Tapi untungya babling berkepanjangan Sujeong segera dihentikan oleh Cha Sonsaengnim yang akan membagi murid kedalam dua jam giliran permainan. Satu kelopok main, kelompok lainnya istirahat dan begitu selanjutnya. Beruntung, Sujeong mendapat giliran bersama grup kedua, jadi sekarang dia bisa duduk ditepi lapangan dan menenangkan hatinya.

Bangkit dari duduknya diatas rumput sintesis lapangan sekolah, Sujeong beranjak menuju pinggir lapangan ketika matanya menangkap sosok Kyungsoo sedang duduk dibatahan anak tangga. Kyungsoo sendirian. Sujeong mengedarkan pandangannya kelapangan dan dia mendapati Baekhyun sedang bermain. Satu senyuman mengembang di wajah Sujeong.

Berlari kecil, Sujeong menghampiri dimana Kyungsoo duduk kemudian tersenyum ketika Kyungsoo menyadari kedatangannya. “Kau juga giliran kedua?” tanya Kyungsoo ketika Sujeong sudah duduk disampingnya.

“Ehm,” jawab Sujeong disertai anggukan. “Dan, makasih Kyung untuk bantuannya tadi,”

Hahahha tidak usah segan begitu, kita teman sekelas Ryu,”

“Hanya mengucapkan terimakasih, tidak lebih,” jawab Sujeong yang sontak membuat Kyungsoo beralih menatapnya kemudian tertawa kecil.

“Kalau begitu, sama – sama,” jawab Kyungsoo dan mereka kembali tertawa.

Selanjutnya tidak ada lagi percakapan yang terdengar. Keduanya fokus memperhatikan permainan yang tengah dilakukan oleh tim pertama. Sujeong juga berniat begitu, tapi terduduk disamping Kyungsoo juga mengingat tentang kenyataan lelaki ini baru saja menerima surat cinta, kembali membuat Sujeong tidak senang. Bukan, Sujeong sedih. Dia takut, lelaki ini lebih dulu menjadi milik orang lain.

Dia bisa apa?

“Baekhyun itu, dia handal dalam olahraga menggunakan bola,” ucap Kyungsoo kembali membuka percakapan.

“Ah, benarkah? Lalu kau Kyung?”

“Ehm… dibilang handal juga tidak, terlalu buruk juga tidak. Ya, setidaknya aku bisa berpartisipasi jika itu hanya permainan untuk penilaian kelas, hahahha… kau?” tanya

“Aku? Ehm… No! hahaha, aku tidak pandai bermain olahraga bola, tapi jika kau mengajaku adu lari, aku berani,”

Kyungsoo mengangguk pelan, matanya masih terpusat pada permainan dilapangan yang mulai memanas. “Aku juga handal dalam berlari,” ucap Kyungsoo lagi.

“Oh ya?”

“Ya, Lari dari kenyataan, hahahhaa…

Itu sebuah lelucon dan untuk beberapa moment tertentu memang akan terdengar sangat lucu. Tapi entah kenapa, Sujeong sama sekali tidak tergelitik dengan kalimat Kyungsoo barusan. Tapi karena menghargai dia ikut tertawa hambar.

“Maaf, leluconku tidak lucu? Biasanya itu akan manjur jika aku ucapkan pada sahabatku,”

“Mungkin selera humorku terlalu dewa, hahaha…” jawab Sujeong kemudian yang dibalas gelengan kecil.

Kembali terdiam. Ini sungguh menyebalkan. Rasanya sedikit sekali topik yang bisa dia bahas dengan Kyungsoo, padahal mereka sedang berdua seperti ini. Sujeong ingat apa kata Ara, untuk terus menjadi lebih dekat dengan Kyungsoo, tapi bagaimana bisa lebih akrab jika dia kehabisan bahan pembicaraan seperti ini.

“Jadi surat cinta dari siapa itu?”

Sujeong tidak tahu bibirnya memiliki komando dari mana untuk melontarkan pertanyaan sensitif itu. Kyungsoo yang sedari tadi tengah fokus dengan permainan memalingkan pandangannya menatap Sujeong dengan pandangan kaget.

“Sudahlah, jangan dibahas lagi,” jawab Kyungsoo kikuk. Dia terlihat malu ketika topik surat itu kembali dibahas.

“Woah, kau memiliki seorang penggemar rahasia Kyung,” sekali lagi kalimat lain yang terucap tanpa ada komando darinya.

“Hentikan Ryu, cukup Baekhyun yang terus meledekku,”

Dan ketika kalimat itu diucapkan, Sujeong bisa melihat dengan jelas ada semburat bahagia diwajah Kyungsoo. Ah, beban kembali bertambah dalam perasaan Sujeong.

Mereka mungkin akan melanjutkan panggung drama dalam diam lebih lama, jika saja Cha Sonsaengnim tidak meniupkan peluitnya dan memberitahu untuk pertukaran regu. Waktu istirahat Sujeong selesai, sekarang dia harus bergulat dengan murid lainnya ditengah lapangan.

Kyungsoo bangkit terlebih dahulu, merapihkan kaus olahraganya kemudian beralih pada Sujeong, “Bagaimana kalau kita satu regu?”

Sujeong mungkin sedang merasakan banyak himpitan dalam perasaannya, tapi ketika mendengar tawaran Kyungsoo barusan dengan segera setengah himpitan itu menghilang. “Ehm, tentu saja!” jawabanya sambil tersenyum.

Menghabiskan waktu makan siang bersama mungkin akan menjadi rutinitas wajib bagi Kyungsoo dan para sahabatnya. Mereka sudah tidak bisa bersama – sama lagi didalam kelas, jadi waktu istirahat adalah pilihan yang tepat.

Makan siang yang tenang tidak pernah berlaku bagi mereka. Selalu ricuh, berisik tapi menyenangkan. Termasuk siang ini, dan tentu saja Baekhyun dengan berita Kyungsoo mendapatkan surat cinta adalah topik panas mereka. Kyungsoo sudah mengantisipasi itu akan terjadi.

“Notesnya berwaran Pink,” Baekhyun membuka pembicaraan ditengah sibuk menyantap makan siangnya. Mereka yang mendengarkan nampak memasang wajah antusias.

ugh! Dia pasti sosok yang sangat feminim,” sambut Jieun.

“Tidak banyak yang dia tulis, hanya satu baris kalimat tapi sungguh luar biasa,”

“Katakan seperti apa kalimatnya!” kali ini Chanyeol yang penasaran, mungkin Jongdae dan Jieun juga karena mereka terlihat mengangguk antusias.

Baekhyun tidak langsung menjawab rasa penasaran temannya. Dia melirik Kyungsoo terlebih dahulu meminta persetujuan. Tapi apalah Baekhyun, meski Kyungsoo tidak mengijinkan dia tetap akan berkoar. “Katakan saja, toh kau akan tetap mengatakannya meski aku melarang,”

Baekhyun menyeringai menang, “Bunyinya seperti ini, siapkan hati kalian… Sama halnya seperti sinar matahari yang menyinari bumi, teruslah tersenyum untuk menyinari hariku. Semoga harimu menyenangkan Do Kyungsoo.

Baekhyun berhenti, ada jeda tercipta diantara mereka ketika Baekhyun selesai mengatakan bunyi kalimat dalam notes itu. Mungkin mereka kaget, merasa geli, terharu atau…

ya tuhan, perempuan mana yang bisa manis seperti itu,”

“OMG, Kyungsoo kau sungguh beruntung. Dia pasti sangat menyukaimu,”

Oh, mereka ternyata terkesima dengan surat itu. Jieun bahkan menyerukan bahwa Kyungsoo beruntung karena ada seseorang yang dengan begitu manis menyukainya. Tapi kemudian ocehan Baekhyun kembali menghancurkan tameng Kyungsoo.

“Manis bukan, Kyungsoo bahkan tersenyum bahagia setelah mendapat surat itu. Dia tersenyum begitu manis, hahahhaa….

Kyungsoo mungkin akan menjejalkan satu apel jatah makan siangnya, tapi kemudian suara bass Chanyeol menginterupsinya.

Shit! ” sontak mereka berempat beralih menatap Chanyeol. “Kapan aku juga menerima perhatian manis seperti itu?”

Mereka tertawa mendengar gerutuan Chanyeol. Tidak biasanya temannya ini iri dengan permasalahan cinta, ketika ramen dan gitar adalah pemuas nafsunya. Atau mungkin Chanyeol takut jika Kyungsoo menyusul status Baekhyun, kemudian Jongdae juga berhasil mendapatkan Hyemi, maka hanya meninggalkan dia seorang tanpa pasangan. Entahlah, mereka hanya tertawa mendengar gerutuan Chanyeol. Jongdae bahkan nampak menepuk bahunya beberapa kali mencoba memberikan kekuatan, tapi dengan segera disingkirkan oleh Chanyeol sendiri.

“Bagaimana kau menemukan notes itu Kyung? Dipintu lokermu?” tanya Jieun penasaran.

Kyungsoo menggeleng pelan sebelum menjawab pertanyaan dengan jawaban lebih detail. “Notes itu menempel dibuku pelajaranku,”

“Ah, di meja,”

“Bukan, didalam lokerku!” jawab Kyungsoo kemudian.

Tapi jawabannya membuat Jieun berhenti melanjutkan makan siangnya, menatap Kyungsoo heran. “Tunggu? Menempel dikover buku pelajaranmu yang kau simpan didalam loker? Bagaimana dia bisa? Dia membuka lokermu?” tanya Jieun.

Sontak pernyataan Jieun membuat yang lain juga menghentikan makan siangnya. Dan Kyungsoo merasakan perasaan lain ketika mendengar fakta ini.

“Tunggu? Dia membuka lokermu? Loker yang dikunci dengan password yang diset masing – masing?”

“OMG, mengapa kisah manis ini berubah menjadi menyeramkan,”

Kyungsoo tidak menjawab. Dia juga berfikir bagaimana bisa notes itu menempel dengan sempurna diatas kover bukunya. Mustahil jika si pengirim memasukannya lewat celah pintu loker jika dilihat dari seperti apa posisi notes itu menempel. Tentu itu hanya bisa dilakukan jika kau menempelkan langsung pada bendanya. Kyungsoo gamang.

“Mungkin…. Kemarin aku lupa mengunci lokerku,” jawab Kyungsoo kemudian sebagai bentuk klarifikasi yang sesungguhnya tidak perlu dia lakukan.

Rasa kalut Sujeong ternyata tidak bisa selesai hanya dengan dia bermain satu grup yang sama dengan Kyungsoo. Tidak cukup dengan Kyungsoo tersenyum menyemangatinya ditengah permainan, juga belum cukup ketika ditengah permainan Kyungsoo terus saja menyerukan nama Sujeong saat berlari dan masih juga belum cukup ketika dengan lembut Kyungsoo bertanya apa Sujeong baik – baik saja ketika dia terjatuh ditengah permainan. Masih belum cukup untuk menghapuskan ketakutan dari fakta bahwa ada orang lain yang sedang menginginkan Kyungsoo.

“Kau ini sungguh banyak maunya Ryu Sujeong,” gerutu Sujeong sambil melangkah keluar dari kelasnya.

Sekarang jam istirahat tapi dia sama sekali tidak berniat untuk beranjak menuju kantin dan memesan satu set menu makan siang. Meski pada kenyataannya perut Sujeong sedikit menginginkan asupan, tapi mulutnya terlalu malas untuk menuruti perintah. Yang ada sekarang dia malah beranjak menuju lantai pertama, berjalan kearah barat terus berjalan lurus sampai satu ruangan paling sudut menyambutnya dia baru berhenti melangkah.

Perpustakaan.

Bukan tanpa alasan Sujeong ke sini, dia sangat ingin bercerita pada Ara dan sialnya temannya ini sedang bergulat dengan setumpuk tugas diperpustakaan, jadi disinilah Sujeong sekarang. Mendorong pintu yang terbuat dari kaca hitam tidak tembus pandang, membungkuk hormat pada petugas perpustakaan, Sujeong kembali melangkahkan kakinya menuju tempat disama Ara berada. Ketika matanya menangkap sosok Ara, dengan segera dia mempecepat langkahnya kemudian duduk tepat didepan temannya.

“Tugasmu masih banyak,” ucap Sujeong ketika dia sudah terduduk didepannya.

Ara menurunkan bukunya terlihat kaget ketika mendapati Sujeong sudah ada didepannya. “Lumayan, tapi bisa aku selesaikan nanti, nampaknya-” Ara menutup bukunya kemudian memandang Sujeong menyelidik “-temanku ini sedang sangat tidak bersemangat,”

Sujeong menghembuskan nafas panjang, kemudian menaikan pandangannya menatap Ara dengan wajah sedih. “Aku harus bagaimana Ara?” tanyanya dengan suara lemas.

“Ada apa? Aku fikir hari ini akan menjadi hari paling bahagia bagimu,” jawab Ara.

“Aku juga sudah membayangkan seperti itu. Surat cinta sudah kutulis, tapi sialnya aku tidak bisa datang kesekolah lebih awal, maka dari-”

“Maka dari itu aku membuat notes lainnya saat kau bilang akan terlambat datang. Aku menyelamatkan hidupmu Sujeong dengan membantu mengirimkan notes untuk pangeranmu,” potong Ara cepat ketika Sujeong bahkan belum selesai dengan kalimat keluhannya.

Ara tersenyum bangga. Tapi Sujeong hanya menatapnya bingung. Sebentar, apa tadi Ara bilang dia membuatkan notes lalu dia kirimkan pada Kyungsoo karena Sujeong terlambat hari itu? “Apa kau bilang?” tanya Sujeong lagi.

“Eng?” Ara bingung dengan pertanyaan Sujeong.

“Tadi kau bilang, Kau mengirimkan notes pada Kyungsoo karena aku terlambat?”

“Eng,” Ara mengangguk. “Ketika kau mengabariku aku sudah berada disekolah, jadi aku berinisiatif untuk membantu, tapi-”

“YA KWON ARA!” Sujeong bangkit dari duduknya, nada suaranya sedikit meninggi, wajahnya juga nampak memerah, kemudian dia beranjak duduk tepat disamping Ara kemudian memeluknya. “Kau hampir membunuhku tahu, aku fikir notes itu dari perempuan lain, aku fikir aku sedang bertarung dengan perempuan lain, Kyungsoo terlihat bahagia ketika menerima notes itu aku fikir aku akan kehilangan kesempatan, Ara……” Sujeong mengeluarkan semua unek – unek dalam hatinya sambil memeluk Ara.

Sungguh, Sujeong tidak terfikir sama sekali jika itu adalah notes dari Ara. Lagi pula siapa yang akan terfikir sampai sana? Sujeong sudah menghabiskan seperempat harinya menkhawatirkan sesuatu yang tidak beralasan dan sekarang dia merasa semua bebannya hilang. Notes itu atas namamu Sujeong-ah, bisik Sujeong dalam hatinya.

Aigoo… kau pasti sangat ketakutan. Maaf dear, aku lupa memberitahumu. Setelah menempelkan notes itu dibuku pelajarannya aku segera berlari kekelas kemudian kembali bergelut dengan hafalanku karena jam pertama ada kuis. Aku sungguh lupa mengabarimu,”

Sujeong menggeleng pelan, masih sambil merangkul Ara. “Tentu saja aku takut. Tapi-” dia melepas pelukannya kemudian menatap Ara dengan senyuman, “-Termakasih sudah membantuku. Kyungsoo nampak senang dengan notes itu, apa yang kau tulis?”

“Aku tidak terfikir hal lain, hanya mengutip dari lirik lagu dan mengubahnya biar tidak terlalu kentara, kemudian aku tuliskan pada selembar notes berwarna pink agar terlihat sedikit manis,”

“Terimakasih Ara-ya, tapi aku penasaran apa yang aku tulis,”

Sama halnya seperti sinar matahari yang menyinari bumi, teruslah tersenyum untuk menyinari hariku. Semoga harimu menyenangkan Do Kyungsoo. Itu yang aku tulis,”

“Ah, baiklah berarti aku akan melanjutkan jejakmu dengan menulis kalimat – kalimat singkat seperti itu. Lalu, dimana kau menaruh notes itu?”

“Aku tempel dikover buku pelajarannya,”

“Ide yang bagus,” Sujeong mengacungkan jempolnya. “Tapi bagaimana kau tahu dimana Kyungsoo duduk?” tanya Sujeong penasaran.

“Aku memang tidak tahu dimana dia duduk,” jawab Ara bingung dengan pertanyaan Sujeong.

“Eng? Lalu dimana kau mendapatkan buku Kyungsoo?”

“Ah, Loker Sujeong-ah, ada name tag pemilik disetiap loker. Maka dari itu aku bisa tahu yang mana milik Kyungsoo. Dan kebetulan tadi pagi loker Kyungsoo tidak terkunci jadi aku langsung menempelkan di kover bukunya,” jawab Ara panjang.

Sujeong terdiam. Untuk beberapa detik sebelumnya dia merasa bahagia karena Ara membantu banyak dalam hal ini. Tapi sekarang dia merasakan khawatir akan sesuatu, Sujeong tiba – tiba kembali menjadi takut. “Ra, bagaimana bisa kau membobol loker seseorang meski itu tidak terkunci,” ucap Sujeong dengan suara lemas.

Hari yang panjang akhirnya berakhir juga. Dengan bahagia mereka merapihkan peralatan belajar. Termasuk Kyungsoo. Mengambil semua buku pelajaran yang tebal, beranjak menuju loker, menyimpannya disana kemudian tidak lupa dia memastikan kali ini lokernya terkunci. Kyungsoo masih tidak habis fikir jika kembali teringat dengan notes tadi pagi, bagaimana bisa seseorang menerobos loker tanpa izin. Loker adalah tempat pribadi mereka, ini sudah pelanggaran privasi namanya.

Bersama Baekhyun dan Chanyeol, Kyungsoo berjalan meninggalkan kelasnya siap pulang kerumah dan beristirahat sebelum malamnya kembali bergelut dengan tugas. Seharusnya Jieun dan Jongdae ikut bergabung pulang bersama, tapi ternyata mereka ada kelas tambahan. Kelas unggulan memang seperti itu.

Sambil bergurau satu sama lain mereka berjalan meninggalkan gedung utama sekolah. Tapi kemudian langkah ketiganya terhenti ketika sosok perempuan dengan rambut hitam panjang sepunggung terurai lengkap dengan bandana pink yang mempemanis tampilanya berdiri didepan mereka. Jika dilihat dari nametagnya yang berwarna kuning bisa dipastikan murid perempuan dihadapan mereka ini adalah adik kelas mereka, junior tingkat 1.

Annyeonghaseyo Sunbae-nim,” ucapnya sambil membungkuk hormat, tapi bisa diliat suaranya bergetar tatapan matanya juga nampak kikuk.

“Oh, ye,” jawab Chanyeol menimpali.

Kedua belah pihak sama – sama diam. Di satu sisi, Kyungsoo dan kawan – kawan merasa kaget dengan kehadiran tiba – tiba ini yang entah karena apa. Disisi lain, murid perempuan itu juga nampak bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Terlihat dari gelagat bahasa tubuhnya yang terus menolak kontak mata dengan mereka, terus mengigiti bibir bawah dan kepalanya terus melakukan gerakan – gerakan kecil.

“Ada apa? Ada yang bisa kami bantu?” kali ini Baekhyun yang menghilangkan diam mereka.

Si murid perempuan nampak tersentak kaget, menghembuskan nafas pangjang kemudian mengangkat pandangannya. “Sebelumnya perkenalkan, Saya Kim Yeri, tingkat satu,”

“Oh Hai, Yeri. Aku Chanyeol, ini Kyungsoo dan ini Baekhyun, jadi ada yang bisa kami bantu?” jawab Chanyeol dengan semangat.

“Ehm, sebelumnya saya minta maaf. Ehm, Kyungsoo Sunbae, ” Yeri mengucapkan pada siapa tujuannya datang. Oh dan ternyata Kyungsoo, sontak dua temannya menatap Kyungsoo secara bersamaan. “Sunbae maaf jika saya sudah lancang, sebenarnya-”

“Kyung bisa bantu aku, tolong ini darurat!”

Ditengah ketegangan entah apa yang akan diucapkan murid bernama Yeri ini pada Kyungsoo, tiba – tiba sosok Sujeong muncul wajahnya begitu khawatir. Dia tidak mempedulikan apa disana ada Baekhyun, Chanyeol atau ada murid perempuan yang tengah tegang bernama Yeri itu. Yang menjadi pusat Sujeong adalah Kyungsoo.

“Tolong temani aku, ada sesuatu dengan Manse,” lanjut Sujeong.

Kyungsoo mencoba mencerna kalimat Sujeong, ketika dia teringat bahwa Manse adalah adik Sujeong yang kemarin sempat dia lihat. Kyungsoo nampak mengangguk pada Sujeong, dia mengalihkan pandangannya pada Baekhyun dan Chanyeol kemudian pada Yeri yang masih mematung didepanya.

“Maaf ehm… Yeri, aku harus menolong temanku. Mungkin Chanyeol atau Baekhyun bisa membantumu,” ucap Kyungsoo kemudian dia berjalan menuju Sujeong.

“Maafkan aku Baek, aku pinjam temanmu dulu,” kali ini Sujeong pada Baekhyun.

“Oke tidak masalah,”

Mereka berjalan dengan langkah cepat. Sujeong masih belum menjelaskan ada perkara apa dengan Manse dan kenapa pula dia yang dimintai pertolongan, meskipun Kyungsoo sama sekali tidak keberatan untuk membantu.

Sujeong masih diam, dan ingatan Kyungsoo kembali pada sosok Yeri tadi. Dia murid baru, tingkat pertama dan ada apa tiba – tiba mendatangi dia. Jelas tujuan kedatangan Yeri tadi adalah Kyungsoo. Dan apa yang akan dia katakan sampai dia meminta maaf terlebih dahulu? Tapi jika dilihat dari konteks kalimat juga gelagatnya, sepertinya Kyungsoo tahu tujuan kedatangan Yeri. Tunggu, atau sekarang Kyungsoo tengah merasa terlalu percaya diri, karena dia yakin Yeri adalah si pengirim notes tadi pagi.

Jadi apa dia yang mengirim notes itu –tanya Kyungsoo dalam hati.

“Maaf Kyung karena harus merepotkanmu, tapi sungguh aku butuh bantuan. Ara masih ada pelajaran tambahan dan hanya kamu yang aku kenal ketika kebetulan keluar dari gedung kelas,” ucap Sujeong kemudian memecah sepi diantara mereka.

“Tidak masalah, tapi ada apa dengan adikmu,”

Sujeong mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang berjalan disampingnya. “Ada sedikit masalah,” jawabnya.

– To Be Continued –

Untitled-1

Noted : OMG, its been a long time. Nampaknya ini bakal menjadi chaptered kesayangan, soalnya udah kebayang bakal lebih seru /? kepedean banget. Jadi masih inget dengan Ryu – Kyung? hahhaha, serangan surat cinta pertama sudah berlangsung, namun sayangnya terjadi kesalah pahaman. Dan Kyungsoo juga jadi ga suka gara2 prasangka yang naruh note itu nerobos loker dia, meski sebenernya tetep aja Kyungsoo tersentuh. Lalu kemudian ada apa tiba – tiba muncul Yeri? terus Kyungsoo juga nyangka Yeri yang ngasih dia notes, bagaimana ini? Belum lagi…. ada apa dengan Ryu Manse?

Leave your love guys ^^

99 thoughts on “Classmate : #2 Class – Pink Note

  1. -Tidak cukup dengan Kyungsoo tersenyum menyemangatinya ditengah permainan, juga belum cukup ketika ditengah permainan Kyungsoo terus saja menyerukan nama Sujeong saat berlari dan masih juga belum cukup ketika dengan lembut Kyungsoo bertanya apa Sujeong baik – baik saja ketika dia terjatuh ditengah permainan.-
    ohoks.. itu demi apa Kyungsoo kek gitu..? Sujeong beruntungnya dikau karna diperhatiin oleh Abang Kyung tercintah../Sirik/gelindingan/
    Trus yah itu apa2an.? kenapa tiba2 muncul sesosok/? makhluk bernama Kim Yeri di ff inih akak..? mungkin dia bakal jadi pengganggu kisah cinta RyuKyung yeee..? :’v /sok tau /tabok aja gua..:’v/
    Kak Apriilllll…:* :v sumpah ya kak cinta banget sama ff mu yang ini yaampuunnn…:* :* :v
    gua tunggu2 akhirnya ff ini muncul juga kepermukaan..:’v
    udahlah yah.. pen komen panjaaaaannngg/? tpi ntar malah gk jelas..:v jdi diudahanin aja kak..
    ditunggu chap selanjutnya..FIGHTING..^^ / kemudian terbang bersama Kyung /

  2. Wow, kak! Ini bakal jadi cinta segitiga atau apa? Itu si Yeri mau ngapain? Bilang ke Kyungsoo kalau dia yg ngirim notes? Tapi kan itu Ara yang ngirim, jadi??? Aku PENASARAN! Dan tentang notes aku dari awal juga udah kepikiran kalau si Ara yang ngirim, rese soalnya itu sahabat hahahaha
    Baek-Jieun, Jongdae, Chanyeol, aku kangen cerita mereka!!! Semoga Chanyeol dan Jongdae segera dapat pacar hehehe
    Lanjut terus ya kak, fighting! 👍👍👍👍

  3. Akhirnya update juga ini ff huee..
    Yahh!! Harusnya ara ngga usah ngasih nahkan kalo ginibpada aalah paham semua yaahh:” manse knapain? Duh gawat banget emang?
    Aduh aduh yeri tadi mau nhatain cinta yaa? Yah nambah dong saingannya yaahh… ditunggu nextnya yaa semangaaattt

  4. Yeah bener kak udahh lamaaa banget..
    Sempet ikutan takut pas ternyata Ryu bukan yg kirim notes manis ke Kyung😂, tapi untung ada Ara yang nyelamatin😪😃
    Yeri? Mungkin dia ga lagi mengutarakan perasaan yg seperti Ryu pikirin kok.. *tebakanku*
    Manse dipake buat alasan nih😂, alasan apa ya? Mudah mudahan ga ketauan Kyung🙈
    Seru seruu! Diliat dari narasinya, Ryu sama Kyung deket banget ya?😌
    Next kak, chapter lanjutnya bakal nunggu lama juga nih? Oiya sama epilog letter from nowhere kak😁
    Fighting!💪💕

    • I’m so surprise kalo ini udah ada lanjutannya wakaka
      warning aja buat ka ika komenku mau nyaingin ficnya😄

      pertamaa,
      mengasih solusi, -> ko aku rada gimana ya ka, ada selipan kata-kata tidak baku ditengah kata baku.
      Terlalu berlebihkankah -> is that typo?
      Tapi kemudian -> tapi ga boleh ada didepan ka kalo tetapi boleh/padahal aku juga sering make/ lol
      oke abaikan komen pertama, mari kita bahas ceritanya.

      Sialnya, rasa senang Kyungsoo terlalu cepat tersalurkan dan Baekhyun melihat moment itu, ketika dalam diam Kyungsoo tiba – tiba tersenyum, “Kau bahagia sobat? Hahahhahaha..” -> tolong siapapun itu bentukan makhluk bernama byun baekhyun bisa dibawa pulang ga buat gantungan kunci :3
      Kyungsoo tersenyum pelan. -> tolong kenapa banyak waktu dia tersenyum begitu ka, tolong ini ga kuat u,u
      Fakta tentang Kyungsoo baru saja mendapatkan sepucuk surat cinta. -> aku bahagia sangat ketika membaca fakta bukan sujeong yang menulis surat cintanyaa.
      Aigo, aku tidak pernah suka dengan kucing, -> siapapun tolong kantongin lee shijin -_-
      “Hahahha tidak usah segan begitu, kita teman sekelas Ryu,” -> bagaimana bisa anak sembilantiga line dan sembilantujuh line ada di satu kelas?
      Shit! ” sontak mereka berempat beralih menatap Chanyeol. “Kapan aku juga menerima perhatian manis seperti itu? -> tenang bentar lagi mba sumin bakal perhatian ko. *eh
      OMG, mengapa kisah manis ini berubah menjadi menyeramkan, -> hahahahahahaha *ketawajahat*
      Maka dari itu aku membuat notes lainnya saat kau bilang akan terlambat datang. -> baiklah ka, kebahagianku berparagraf-paragraf awal mendadak runtuhh u,u
      “Sebelumnya perkenalkan, Saya Kim Yeri, tingkat satu,” -> untuk kesekian kalinya tolong jangan cemari hatiku buat dedek emesh satu ini ka, huhu TAT
      “Kyung bisa bantu aku, tolong ini darurat!” -> err, udah pernah digigit gadis unyuk belom mba? sinih gigit dulu

      hahahaha lagi gatel karena ini fic muncul secara tiba tiba dan maafkan kerandoman komen saya yang makin menjadi ini😄
      bye ka, tolong itu mba sujeong pulang lewat mana? tunggu aja. :p

      • Hahahha,
        tif bukannya kamu kelompok orang yang menentang fanfic ini lanjut ya? hahahha, aku kira kamu ga akan baca, kaget juga ada id kamu nemplok sini,
        hahahha

        firts, thanks buat koreksinya tifa… terkadang suka khilaf memang kalo udah nulis dan males baca beberapa kali buat mastiin,
        jadi terimakasihh.. /bowing/

        hahha
        liat, dia bahagia banget fakta bukan Sujeong yang ngirim tapi sayang Sujeong punya Ara yang jadi peran pembantu dia,
        hahhaha

        dan soal Line 93 – 97,
        tolong Tif, aku kesusahan cari idol yang aku suka terus satu Line,
        jadi sodara2 di Fanfic ini, mereka semua satu Line /maksa/

        buat Yeri,
        dia cuma dibayar dikit, cameo beberapa chapter saja nampaknya😄
        dan hahahhaha, mana nih Chanyeol – Baek Sumin, ko belom ada lanjutan yaah /?

        dan terakhir,,,,,
        Sujeong pulang di anter Kyung tif,😄

      • ya emang sih, penentang garis keras pake banget malah. tapi kalo ka ika yang ngepost maaaaaah aku bisa apa/sambil mungutin serpihan hati/
        oh jadi gitu mas sekarang pulangnya udah bareng. oke! *brb gandeng jongin* mau balikan ama mantan dulu ya bhay

  5. hahhhh…. akhirnya datang juga classmate-nya.
    aku menunggu terlalu lama kak..😀 hoho

    ini tegang banget,
    dari awal yang aku kira emang ada orang lain yang suka Kyung, terus kedatangan Yeri yang minta maaf, dan ucapannya kepotong. bikin penasarannnn…
    Jangan katakan Yeri jadi orang ketiga ya kak Apreel,, aku sedih nanti .

    sama seperti biasanya kak, selalu bagus. Jangan lama-lama ya kak yang ketiga nya . hihi ^_^

  6. Oke akhirnya update. Saya bahagia /tebat bunga/ . Itu si ryu enak bener deket ama bias ane. Yeri rusuh kn.
    Oke ff ini keren sekali. Lumutan saya nunggunya. Next ya. Fighting!!!

  7. Eon!!! >_<
    Sujeong, D.O dan Yeri itu bias gueeee :'D
    Jangan bikin gw kaga suka ama Yeri pliss :') Dia masih polos/?
    Pasti Njeong bakal saingan dah ama Yeri :"
    ANIYAAAAAA!!!!

  8. Wah…di awal udah banyak kesalahpahaman….
    Ini beneran bakal jd cerita yg menarik…
    Sukaaaa….
    Ini mesti dilanjut chingu…
    Secara..ada wanita kedua…hahahahaha
    Sangat..sangat..sangat ditunggu lanjutannya…hehehe
    Gomawoyo

  9. akhirnya….. Haaaaaaaaa!!!!!!
    ryu-kyung.
    ceritanya keren kak! manis.
    ternyata surat itu,,,,,
    juga Kyungsoo sudah salah paham.

    terus kenapa pula ada Yeri? YERI???

    updatenya cepat ya kak. hehehe..

  10. Kakak! Awalnya senyum senyum pas baca ryu (teman maksudnya) kasih note buat kyung dan kyung tersentuh.. Tpi pas ada Yeri datang rasanya hati memanas apa lgi kyung jga tiba tiba punya firasat yeri yang ngirim note nya.. OMG! Semangat kakak buat Chap selanjutnya! Fighting!

  11. haduuuh.. sebelumnya maaf kak. baru nyadar kalau di chap sebelumnya aku gak komen. T_T
    okelah. langsung aja kali yah..
    wuooh seneng banget kak liat chap ini di update, meski aku telat sehari bukanya.
    dan wuooh.. nampaknya pdkt sujeong gencar banget yah. eh tapi kalo sampe kyungsoo tau note itu atas nama sujeong, dia bakal marah gak yah? soalnya kan emang loker tuh area pribadinya.
    dan manse kami kenapa nak?? apa yg terjadi?? dan knp tiba” muncul yeri??
    ntar kan kyungsoo salah paham T_T

    ah apalah komenku ini udah panjang, gak berbobot pula. -___-
    semangat kak buat nulisnya!!😉
    love you kak.. ♥♥♥

    • Nah itu dek,
      Sujeong juga rada marah sama Ara gara2 insiden lokernya,
      dia takut Kyungsoonya salah paham,
      padahal beneran loker Kyung ga dia kunci,
      ahh
      coba nanti kita fikirkan jalan terbaiknya,

  12. Udah nunggu-nunggu ini banget dan ternyata udah update, senangnya ^o^
    Makin seru ini, serius excited banget bacanya. Kaget ternyata ara yang gantiin naro notes buat kyungsoo😄 untunglah. Tapi kira-kira Yeri ada perlu apa ya? jangan-jangan bakal jadi saingan sujeong? dan kyungnya salah paham gitu ngira Yeri yang ngasih notes :’)
    Lalu, apa apa dengan manse??
    Ditunggu ya kelanjutannya, fav bgt❤
    fighting~^^

  13. ya ampun kak akhirnya kamu ngepost ini juga. udah lama banget loh nunggunya. hehe
    fighting ya semoga kedepan ga lama2 lagi ngepostnya. udah penasaran sama hubungan ryukyung apalagi yeri mulai muncul. kan jadi gemess.. >.<

  14. aku sukaaaaaa.. makin suka sma cerita kyungsoo,padahal pertamanya aku baca krna ada baekhyun nya hehehe…
    pertamanya aku kurang sreg sama ryu krna dia bukan favorit aku di lovelyz *akusukaken tapi ga tau kenapa krna author yg bikinnya dia jdi cocok bgt buat karakter ini,cocok banget buat di pasangin sama D.O… yeri juga yg imut-imut cantik juga cocok sma D.O
    aaaah pokokjya semangat trus ya authornim

  15. Aaapreel,demi apa aku diabetes gara gara fiksi kamu yg inii..

    Kyungsoo kamu manis banget sii,diem diem senyum gitu abis dikirimin notes ny sujeong.
    Fil nya asli dapet banget,bikin aku senyum senyum sendiri kayak orang stres..bikin aku kecewa abis pas sujeong salah kira klo notes ny dari orang lain,tapi senyum puas lagi pas tau itu kerjaan ara.
    aaaaaaaaaaaaaaaaa….

    Keren! aku tunggu neks capternya ya,apreel..kip nulis en fighting!!
    Xoxo.

    Ps.Chanyeolnya buat aku aja ya apreel,*wink**kick*

    • Ayooo di lelang, Chanyeol di Lelang,
      berhubung Jongdae udah punya kecengan tinggal Chanyeol yang masih Solo,
      hahah

      thankss banget ya Jane ^^
      hahah
      Tapi Ara meninggalkan kesan ga enak dengan cara nyimpennya itu,
      tapi sudhalah, nanti kita bersihkan pelan pelan,

      See u next chapter ^^

  16. HEYHOO KAK APREELL *0*
    DOOH BARU SEMPET BACA FULL INI NGEKNGEKNGEK-3-
    AKU EXCITED AKUT TAU GA PAS NEMUIN KELANJUTAN FIC INI WUAAHAHAHAHA *0*

    Duh keknya bakal ada sesuatu yang ah pokoknya aku penasaraaaannnnn ><
    Kak jan lama lama ya lanjutnya:3
    Lumayan banget ini buat bacaan pas puasa😄
    Hohoho, baiklah aku bakal sabar menunggu bareng Chanyeol 👻💨
    Tenang Chan, gausa takut single sendirian, aku bakal cheesy cheesy-in ntar biar mabok wakakakak:v

    • hahahhaa,
      aku sendiri excited juga cha bisa posting chapter ini,
      aduh aduh
      yaah semoga bisa sering2 posting chapteran ini, biar ga sepi dan biar ga lama2 juga,,

      buat chanyeol,
      sabar mas…

  17. si kungsoo belum mentadari siapa yg ngirim surat itu, jika dia tahu kalo sujeong yg ngirim, gimana ya perasaannya?apa dia nerima ato nolak? trus si yerim mau apa ke kyungsoo? apa dia juga mau confes ke dia?wah saingan sujeong nih… next chap! di tunggu

  18. Sudah lama sekali kak T.T akhirnya di post juga
    Haha demi apa itu si byun baek ngeselin gemes” gitu/lah/ puas bgt ngetawain si kyung😄
    aku terlalu mendalami peran sujeong keknya rasa nya pas tau ada yg ngirim notes di buku kyung tadi jadi ikutan gelisah T.T
    Dan kenapa tadi si yeri ? Apa yang mau di bicarain sama ity bocah ? Ga macem” kan kak ?
    Ditunggu kak next nya🙂 si kyung udah mulai salah paham

  19. Biasanya cuman jdi silent reader, kali ini niat bikin akun sekalian buat ngomen😂😂 suka banget! Sama semua yg ada ff ini, apalagi sifat kyungsoo yg biasa dingin bgt di ff lain,trs nama adeknya manse jadi kebayang manse di TROS. apa emang author terinspirasi dari manse tros nih? Hehe. Semangat yaa. Lots of love!

  20. Lupa nemu ff ini dari mana tapi dulu baca yg prolog trs seharian gelagapan nyari lanjutannya soalnya lupa😂😂 dan gak nyesel bgt nyari dengan sekuat tenaga soalnya worth it! Suka bangeet sama ff ini penggambaran sifat kyungsoo beda aja dri yg biasanya, dingin cuek dll, trs nama adeknya sujeong manse jadi gemes sendiri kebayang manse di Return of superman.. atau author emang terinspirasi dari song manse? Hehe
    awalnya ngira notes nya dari sujeong, eh ternyata dari ara trs terkesan obsessed bgt ya naroh di loker😅
    lots of love!💜

    • hayoo nemu dmana itu ‘-‘
      hahahha

      thankss banget,
      dan tbh, aku ini penggemar berat Song Triplet, terutama Minguk,
      tapi disini kita pake Manse saja😄

      kita tunggu perkembangan mereka,
      dan ditunggu terus yaaa

  21. kyaaaaaaa dio bikin gemess aku bayangin yang dia senyum diem diem gara dapet notes itu pasti manis banget thor tanggung jawab aku senyum2 sendiri+teriak2 senidiri gara gara baca ff ini >.< gatau harus komen apalagi yang jelas suka banget sama ff ini dari alur nya karakter2 terutama dio pastinya suka deh semuanya. di tunggu banget chapter selanjutnya ya hwaiting^^

  22. Pdkt-nya berhasilll yeyy, sumpah serasa aku yang ndeketin d.o😂😂 sifatnya d.o disini tu beda banget sama ff yang biasa aku baca, biasanya tu d.o-nya pasti kayak pendiem dingin kalok disini tu kayak kebalikannya dan aku suka itu🙌🙌 pokoknya semangat nulisnya kakk😄😄

  23. Ini serruuu ><
    Kyung salah paham :'
    Tapi itu juga arti nya kalo emg yeri sk sm kyung, ryu pny saingan😱
    Btw ultah ak dgn ryu beda 1 hri😚 *bahagia(?)*
    Keep writing yaa^-')9

  24. AKHIRNYAAAAAA~!!!! Muncul juga😀 hampir jamuran nunggu ini muncul lohh😦 tapi akhirnya ada juga, dan asli ini manis bangeeettt tauuu🙂

    enak kali yah jadi Ryu, satu kelas sama yang disukain, akrab pula it’s something bingiiiits❤

    eh tapi tapi yah kok perasaan bakal jadu gk enak nih waktu tbtb ada si junior itu, jangan-jangan Yeri gasengaja denger obrolan Kyung sama sahabat²nya pas dikantin dan mau ngaku-ngaku kalau dia yang ngirim notes itu😡 kalau iya, duh si Byunbaek musti dilakban nih mulutnya comel banget dah😡
    tapi semoga jangaaaann,

    overall ini bagus banget, fic ini paling ditunggu loohh~
    keep writing yaaaaa🙂

  25. AKHIRNYA DIUPDATE JUGAA /menangis haru/ kakak membuatku berimajinasi lebih tentang kyung-ryu;_;jangan terlalu lama lagi updatenya ya kak;_;
    *btw aku pernah menerror/? kakak di ask.fm biar update ini ff;_;maafkan aku telah menerror mu kak

  26. Halo kak apreel! ^^ ini review pertama aku, so.. mohon tanggapannya ya kak🙂
    Jujur aja ya kak, this is the best fanfic i ever read! juga, dari awal aku emang udah respect banget sama ini fanfic kekekeke
    next ya kak apreel, author favoritku. nomor satu! ^^

  27. udh lama gk mampir jd gk tw deh udh apdet >_<
    eh ciye kyung dpt notes… ternyata ara bantuin sujeong, kirain td cewe lain ternyata ara penyelamat sujeong ya xD
    lah itu yeri ngapain?
    manthe kenapa?
    penasaran T.T

  28. Akhirnya chapter ini muncul juga. Aku udah hampir lupa FF ini kak hehe. Tapi, karna sekarang aku dah inget aku bakal ikutin terus ceritanya sampe selesai kok. Ditunggu chapter selanjutnya kak. Fighting!

  29. anyeong
    wooaaaah ,daebak . hehe lansung baca dari awal samapai ini,

    semoga deh yeri nggak motong jalan ryu , hehe kalau dengar nama adiknya ryu si manse jadi inget itu daehan mingguk manse , haha
    nggak terjadi apa2kan , apa itu preman2 datang ? hehe

    @_@ fighting

  30. Hallo kak april sebelumnya kenalan dulu yuk, aku Gina 97 line, EXO L dari bali.

    Aku sukaa banget sama ff buatan kkak, apalagi ALS dan classmate castnya (Baeksoo) bias favotirku,
    Ceritanya manis banget, terkadang sampai buat senyum* sendiri.. Hoho
    Ditunggu chapter selanjutnya ya.. Love you kak❤

  31. waaaaa makin penasaran dengan kelanjutan ceritanya??? manse knpaa ya??? hmmm smga mansenya gak kenapa@,, klo bca ff ini liat nama manse jadi keinget ama manse yang unyu2 and gemesinn di superman,, haha jadi kepengenn punya adik kayak manse tapi sayangnya aku gak punya adik,, huhuuu knpa malah jdi curhat,, hehe peaceee,,, aku bingung mau panggil apa buat ke authornya soalny aq kurang update bca ff,,, hehehe btw authornya line brp yaa? jadi enak ntarr mnggilnya ,,, hehe
    btw,,, aq nungguin bgt klnjutan ff ini, ff ini msuk ff favourite dn yg aq tnggu2 disela2 mnggu2 tenang sbelum UAS menantii,, hehehe … penasaran ama yeri cariin kyung knpaa ya? jdi gemes ama ryu sujoeng ampe uring2an mkirin siapa yang ngirim notesnya?,,, aq suka ff nya, go go go ,, fighting yaaa : )

      • kenalin jg nma aq intan, aq 95 line. kalo gtu pnggil ika eonnie boleh yaa,, hehe biar lbih akrab gtuu. hehehe… pastinya aq bkal tnggui truss ff ini eonnie, suka sma jlan crta ff ini,, : )
        fighting yaa kak buat bkin klnjutann crta ff ini dn jg ff yg lain. dtnggu jg bwt ff eonnie yg lain … ehehe

  32. Hi kak Apreel^^ aku reader baru disini.. Karakter kyungsoo beda banget dari cerita yg pernah aku baca sbelumnya, dan juga cerita yang kyungsoo jdi main cast sdikit banget, jadi pas baca cerita kak apreel seneng nya luar biasa disini kyungsoo juga ceria gak kaya di cerita lain, trus ada Manse juga haha.. Aku sering nnton the return of superman, sbenernya sih suka sama daehan tapi nggak apa”
    Aku liat ceritanya di post tanggal 12 juni, udah lama keluar dan aku nggak tau sama sekali 😢 jadi, di tunggu yah kak chapter 3 nya
    Ryu-Kyung couple👍

    • Haii Icha…
      hahha, thanks udah suka cerita ni ya…
      sebenernya pengen cepet2 update juga, tapi lagi terkendala sama kehidupan pribadi,
      hahah
      tapi tenang, tunggu aja yaa… pasti dilanjut ko ^^

  33. Eh ada dedek yeri nyempil. Yeri apa nanti masuk cast tetap apa cameo aja kak?😀
    Aku juga sempet kaget sih, yang ngirim surat itu bukan Sujeong. Eh ternyata Ara yang mewakili. Oiya, kakak ngikutin School 2015 ya? Kok ada ssaem segala, trus ada Shijin juga😄

    • Yeri cameo aja Pat,
      males bikin cinta segi-segian.
      Hahhaa, iyaa aku ngikuti School 2015 tiap minggu excited sama tuh drama, sekarang udah tamat bingung mau ngituin apa.
      Kalo Ssaem, itu emang kependekan dari Sonsaengnim bahasa koreanya Guru.
      Kalo Shijin, hahah aku suka nama itu,

      • Huuh bagus deh cuma cameo. Ntar tambah ribet kalo ada cinta bersegi-segi.
        Kakak juga ngikutin to? Itu drama bikin gila tiap minggu.😄
        Sekarang udah tamat cuma bisa meratapi tiap episodenya :v

  34. OMG! Kenapa ff nya Eon Apreel ini harus bagus sih??
    Aduh, tersentuh terus kan jadinya. Mana endingnya selalu bikin penasaran..
    Mian, aku baru komen di chap ini. Biar sekalian gitu maksudnya..😀
    Jangan lama – lama ya Post nya.. I’m Waiting!!

  35. cccchhhaaa itu kyung knp salah sasaran…
    aduh si sujeong knp tuh… kenapa manse …..
    trus apa masih lama kedekatan si ryu ama kyung…. aduh pengen cepet cepet…. trus yg waktu itu si kying mergokin orang yg naro note di loker’a waktu ff another love story epiloge itu siapa…. semoga itu ryu …. biar kying gk salah paham lagi

    cepet lanjut post dong thor…
    bener banget ff ini bakal jadi ff kesayangan….
    ceritanya tegang…. yh hampir sama kek cerita si baek ama joeun waktu itu… hahahaa
    tp kisah kyung ini bener” wah…

  36. Ya Allah… Baekhyun….. Reaksinya gk usah gitu2 amat napa? Kasian kyungsoonya><

    Itu Ryu udah ketar-ketir bingung siapa yang ngirim surat ke kyungsoo n apa dia punya saingan., eh…. Ternyata si Ara biangnya #pukpukpuk

    itu yeri nyempil2 tua mau ngapain? Smoga nggak ngganggu sujeong ma kyungsoo #ami

  37. Ada cupid ara yg bantu
    Kenapa harus muncul sosok yoeja yang akan buat salah paham ???
    The end Sebernya Manse kenapa sih ??
    Apa mungkin cmn alasan sujoeng aja buat jauhuin Kyungsoo dari Yeri

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s