It Hurts

It Hurts

IT HURTS | by Apreelkwon
Oh Sehun | Angst, Romance  | PG-17 | Oneshot

Summary : Ketika waktu menjadi musuh bagi diri Sehun sendiri

Sister project : It Hurts by. Ilachan


Terlalu malam untuk terjaga dan terlalu pagi untuk memulai aktivitas, 3.15 a.m ketika Sehun melangkah dalam diam. Gedung ini biasanya tidak pernah lepas dari penjagaan yang ketat, dengan beberapa bodyguard dan cctv 24 jam yang akan memantau setiap pergerakan didalam sana. Tapi semua itu sekarang tidak ada artinya. Apalah artinya cctv 24 jam jika operatornya sendiri sudah tak sadarkan diri, apa gunanya puluhan bodyguard jika mereka sudah terdampar tak bernyawa. Aman.

Dengan tongkat bisbol belumuran darah, Sehun melangkah menuju lantai dua. Tugas utama sudah dia serahkan pada yang lain, sekarang dia berencana untuk mengakhiri penantiannya. Tangga diujung lantai dua habis dan disambut satu ruangan dengan pintu megah berpelitur emas. Mendobrak dengan kakinya, pintu itu terbuka paksa. Didalam sana terdapat dua pasang mata yang sontak menatap Sehun dengan tatapan yang berbeda. Satu ketakutan satu permohonan.

Sehun mengerjapkan matanya, dia menatap pada sosok perempuan yang sekarang berada dalam pelukan si lelaki dengan pandangan takut. Apa yang dia lihat kenyataan?

Perempuan itu menggeleng pelan. Sehun yakin semua hanya halusinasinya, dengan segera dia melempar tongkat bisbolnya kemudian mengeluarkan satu pistol dari balik jaket hitamnya. Satu tarikan akan menyelesaikan semuanya.

“Sehun jangan,” Sehun tengah bersiap menembakan peluru panasnya, ketika perempuan itu bersuara. Ada takut dan sedih dalam suaranya, sontak membuat Sehun menurunkan pistolnya kemudian memandang perempuan itu –lagi.

“Aku mohon jangan,”

Sehun memejamkan matanya, jangan terkecoh ini hanya tipu muslihat –bisik Sehun dalam hatinya. Mendapatkan kesadarannya kembali. Sehun membuka matanya perlahan dia kembali mengangkat senjatanya, menghitung mundur, kemudian terdengar suara desingan peluru diruangan itu.

Satu suara yang cukup membangunkan Sehun dari alam mimpinya.

Terbangun tengah malam seperti ini bukan pilihan yang baik. Keringat dingin membasahi hampir seluruh tubuh Sehun, nafasnya terengah. Tidak berhenti disana, Sehun juga merasakan jantungnya berdegup sangat cepat yang berimbas pada kedua tangannya yang bergetar.

“Mimpi macam apa itu,” decak Sehun sebal.

Mengisi kembali paru – parunya dengan cukup oksigen adalah langkah pertama yang dia lakukan untuk mengembalikan kesadarannya. Setelah semuanya cukup, Sehun membalikan badanya menghadap kesebelah kiri, dimana dia mendapati sosok perempuan tengah tertidur dengan lelap.

Sehun tersenyum. Tangannya menyapu helai rambut yang menutupi wajah si perempuan, mencoba melihat dengan jelas wajah yang selalu ada dalam hatinya ini. “Mimpi aneh macam apa,” ulang Sehun lagi.

.

.

Setiap individu memiliki jalan sendiri untuk hidup. Selama 22 tahun hidupnya, Sehun tidak pernah mengutuk akan posisinya selama ini. Hatinya sudah kebas untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, menurut insting Sehun apa yang harus mereka miliki adalah benar. Dia selalu bahagia dengan pilihan hidupnya, menjadi bagian anggota Mafia Phantom.

Kemudian dia menyadari ada kesalahan yang Sehun lakukan, dan semua itu berimbas pada rasa penyesalannya hari ini. Ketika dalam diam Sehun menyaksikan sosok didepannya tengah sibuk berbenah. Melihatnya merapihkan semua barang tanpa mengucapkan sepatah katapun, membuat Sehun bertanya dalam hatinya. Sejak kapan dia memiliki perasaan seperti ini? Sejak kapan Sehun harus jatuh cinta?

“Apa yang akan kau lakukan besok?” tanya sosok perempuan yang sedang Sehun perhatikan sambil merapihkan baju – baju miliknya dari lemari.

Sehun mengerjap, tertangkap dia sedang melamun. Menghembuskan nafas panjang adalah tanggapan pertama yang dia lakukan sebelum kemudian memikirkan jawaban dari pertanyaan si perempuan. “Kalau bisa aku tidak akan hadir, tapi jika aku tidak hadir Ayahmu akan curiga,” jawab Sehun kemudian.

Perempuan berambut coklat muda ikal itu mengalihkan pandangannya. Dua bola mata biru miliknya menatap tepat pada hitam milik Sehun. Ada gurat menyesal dan bersedih secara bersamaan dari cara pandangnya. “Jangan katakan kau masih berat untuk melepasku? Aku semakin tidak bisa melangkah jika kau begini terus Sehun,” ucap si perempuan dengan nada putus asa. Lembaran baju yang sedang dia masukan kedalam koper biru muda nampak dia lemparkan kasar yang berujung mendarat keatas lantai kayu berdebu.

“Aku sudah bilang, aku siap dengan semua konsekuensinya. Aku siap untuk menjadi buronan, aku siap untuk dibenci Ayahku. Tapi kau bilang kau tidak ingin menyakitiku,” kalimatnya terhenti. Dia nampak mengambil nafas panjang kemudian mengusap air mata yang mulai melebar dipipinya.

“Dengan rasa sakit hati, kau tahu? Disini akulah yang paling sakit hati, kau menyuruhku untuk menuruti permintaanmu. Jadi kenapa kau sekarang begini? Kau sekarang mau berubah fikiran? Terlambat Oh Sehun,”

Sehun mengacak rambutnya kasar, terlalu pusing dengan yang hatinya inginkan. Dia mencintai perempuan didepannya –amat sangat. Sehun bahkan sudah menggambar sketsa manis kehidupan mereka. Tapi disatu sisi, jika Sehun memaksakan cintanya sekarang, bukan hanya dirinya yang hancur tapi perempuan itu juga.

Sakit. Ketika Sehun mengingat kenyataan dia adalah anggota Phantom dan perempuan didepannya ini anak dari ketua Phantom. Dia tidak mungkin melangkahi kepala bosnya sendiri bukan? Kecuali Sehun ingin mati.

“Bohong jika aku bilang aku tidak sakit melihatmu berkemas pergi dari sini,” Sehun mulai membuka mulutnya, jujur dengan apa yang hatinya rasakan. “Bohong jika aku dengan tersenyum mengatakan padamu untuk menuruti apa kata Ayahmu dan bohong adanya jika aku besok hari tersenyum di depan pernikahanmu. Semua itu topeng kebohongan dari Oh Sehun, Grace”

Perempuan bernama Grace itu menaikan pandangannya menatap Sehun. “Kenapa kau harus berbohong dengan perasaanmu sendiri?”

Sehun tertawa, menertawakan dirinya sendiri. Beranjak dari duduknya, Sehun menghampiri Grace kemudian menangkupkan tangannya tepat pada kedua tangan putih Grace. “Nona Kim apa anda lupa kalu aku adalah anak buah Ayahmu? Aku masih ingin hidup didunia ini,”

Grace menghentakan genggaman tangan Sehun. “Aku sudah menawarkan semuanya diawal. Aku bahkan bersedia melarikan diri denganmu tapi dengan senyum palsumu, kau melepasku untuk lelaki itu, jadi sekarang apa?”

“Aku juga lelaki biasa Grace, apa kau mengharapkan aku menjadi sosok yang tegar dan tenang melihat sosok yang dicintainya pergi, ah bukan sekedar pergi tapi untuk melanjutkan hidup dengan lelaki lain?”

Grace menjatuhkan tubuhnya pasrah dilantai berdebu, tubuhnya kembali berguncang suara tangis kini mengiringi kalimat lainnya. “Lalu kenapa kau tidak membawaku pergi?”

“Melarikan diri bukan satu – satunya jalan keluar. Apa kau lupa, Phantom adalah jaringan Mafia terbesar? Kau yakin kita masih bisa melarikan diri dengan tenang?” Sehun merendahkan tubuhnya, sejajar dengan Grace dia melingkarkan tangannya pada tubuh perempuan itu. Menepuk punggunya memberikan satu semangat dan menyesap aroma citrus dari pucuk kepalanya adalah satu – satunya yang bisa Sehun lakukan.

“Aku akan selalu menepati janjiku Grace,” ucap Sehun pelan masih sambil memeluk gadis dicintainya itu. “Pernikahanmu besok bukan akhir untuk kita, seperti kataku sebelumnya. Aku akan mengambilmu kembali, jika semua sudah memungkinkan.” Lanjut Sehun.

Grace yang mendengar kalimat terakhir Sehun, merasa damai lalu mempererat pelukannya pada sosok pemuda yang dia cintainya.

“Ya, pernikahan besok bukan akhir dari segalanya,”

.

.

Kelompok mafia bukan berarti mereka sekelopok orang yang selalu dalam persembunyian dan baru keluar sarang ketika akan menyerang mangsa. Tidak sama sekali. Tuan Kim, bahkan salah satu ceo perusahan skala nasional yang sangat terkenal didunia IT Korea Selatan. Banyak projeknya yang selesai dan berkembang pesat –ucapkan terimakasih pada pergerakan Phantom untuk yang satu itu.

Sehun juga bukan hanya anggota Phantom berdarah dingin, yang ahli mengayunkan tongkat bisbol hanya untuk mencabut nyawa seseorang. Hari – hari biasa untuk penyamaran, Sehun adalah salah satu bagian penting diperusahaan tersebut.

Termasuk acara pernikahan Grace atau mungkin untuk hari ini Sehun akan memanggilnya Kim Yeo Shin. Karena memang sesungguhnya nama Grace hanya dia gunakan ketika bersama anggota Phantom lainnya. Pernikahan dilakukan gedung salah satu hotel, tidak heran memang. Mengingat calon pengantin Pria adalah anak dari Ceo pemilik perusahaan hasil bumi nomor satu.

Dengan segelas anggur ditangannya, Sehun terus memaku matanya pada pelaminan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Disana Grace dengan gaun pengantin bersanding dengan lelaki lain. Beberapa kali mereka nampak tersenyum, menanggapi ucapan selamat dari tamu undangan. Sehun hafal, itu adalah senyum palsu Grace. Jauh didalam hatinya, Sehun tahu dan Grace pun tahu, pernihakan ini hanyalah jembatan bagi mereka.

“Aku tidak habis fikir mengapa Tuan Kim memberikan putrinya pada keluarga Park,” satu suara muncul dari samping kiri Sehun. Sama seperti Sehun, sosok itu rapih menggunakan setelan jas hitam juga segelas anggur ditangannya –Kim Jongin.

“Memang ada apa dengan anak keluarga Park?” tanya Sehun pura – pura penasaran, meskipun pada kenyataannya dia tahu kenapa tuan Kim menerima perjodohan dengan keluarga Park.

“Perusahaan mereka sebentar lagi akan menyaingin miliknya, aku fikir ada baiknya kita menyusun strategi untuk menjadi rival dari pada bersatu menjadi keluarga seperti ini,”

“Apa kau pernah mendengar istilah musuh dalam selimut? Tuan Kim sedang masuk kedalam selimut keluarga Park, dengan menggunakan Grace,”

“Kejam,”

“Siapa memang yang tidak kejam di Phantom? Kau bahkan sudah ahli membunuh Kim Jongin,”

“Itu beda cerita Bung!” jawab Jongin lengkap dengan cengirannya kemudian berlalu meninggalkan Sehun.

Benar apa kata Sehun barusan. Pernikahan ini hanyalah media untuk saling melindungi, sebelum akhirnya mereka bisa menjatuhkan usaha keluarga Park. Dan satu lagi, kekuasan Phantom akan bertambah.

Dari sini Sehun yakin, pernikahan ini pada dasarnya hanya ajang mempeluas daerah kekuasaan. Yang membuat Sehun hancur adalah, kenapa harus Grace media yang digunakan.

“Aku tidak akan membiakan semua ini terlalu lama,” ucap Sehun penuh arti.

Suara tepuk tangan terdengar memenuhi aula pernikahan. Mempelai lelaki nampak menjatuhkan ciuman pada bibir Grace, Sehun menahan nafas melihatnya. Ah, janji suci sudah mereka ucapkan. Resmi sudah Grace menjadi istri orang lain. Tapi Sehun yakin, semua ini bukan akhir kisah cinta mereka.

Sehun masih memaku matanya pada sosok Grace, ketika Grace pun menjatuhkan matanya pada Sehun. Untuk beberapa detik, mereka terdiam seakan berkomunikasi melalui tatapan mata. Sampai akhirnya Sehun mengangguk pelan dan tersenyum, Grace mengalihkan pandangan pada suami didepannya.

“Semoga Park Chanyeol tidak mempersulit langkah kita Grace,”

.

.

Hari – hari setelah pernikahannya, Grace dan Sehun masih sama seperti sebelumnya. Mungkin yang membedakan sekarang, Grace sudah tidak terlalu sering untuk datang kerumah Sehun. Hanya ketika suaminya –Park Chanyeol sedang sangat sibuk Grace akan datang kerumah Sehun secara diam – diam. Seperti malam ini.

Tapi pertemuan mereka tidak seperti dulu, Grace selalu datang dengan linang air mata dan menangis dalam pelukan Sehun.

“Sampai kapan?” pendek memang kalimat yang ditanyakan. Tapi butuh banyak waktu bagi Sehun untuk menemukan jawabannya.

“Aku belum tahu,” jawab Sehun.

Mereka kembali terdiam. Grace mempererat pelukannya pada Sehun, dan Sehun menikmati setiap waktu yang mereka lalui dengan hanya tetap seperti ini. Ya, cukup bagi Sehun hanya dengan seperti ini saja.

“Kau tahu? Aku sangat sakit,” kalimat kembali bergulir dari bibir Grace.

“Kenapa?” Sehun menjawab sambil mempererat pelukannya.

“Meski semua ini hanya pura – pura, aku sakit harus pura – pura mencintainya. Tidur disampingnya adalah sesuatu yang membuatku ingin menangis. Memeluknya setiap dia melebarkan tangannya membuatku ingin berlari, mendengarnya mengatakan aku mencintaimu membuatku seperti pendosa, membalas senyumnya membuatku teringat padamu Sehun. Dan ketika dia meminta-”

Shhh~

Sehun memotong kalimat Grace dengan meletakan jarinya tepat diatas bibir Grace. Mengangkat pandangan Grace, Sehun mendapati perempuan itu kembali menangis. Dengan segera Sehun menyapu air mata itu, kemudian menjatuhkan satu ciuman untuk pelipur lara –jika itu cukup.

“Kenapa kau selalu begini?” tanya Sehun dengan suara bergetar

“Aku tidak bisa seperti ini terus Sehun, kapan semuanya akan berakhir?”

“Secepatnya, aku usahakan secepatnya adi aku harap kau bersabar,”

Mereka mengakhiri pertemuan malam itu dengan saling berbagi kehangatan dan berharap bisa menghapus duka dihati masing – masing.

Hari – hari selanjutnya, Grace sudah jarang mendatangi rumah Sehun. Menanjaknya bisnis keluarga Park juga membuat Phantom semakin gencar menebar paku disetiap jalan yang mereka lewati. Cepat atau lambat, perencanaan tuan Kim akan menjadi kenyataan.

Sehun adalah yang paling semangat dengan misi ini. Jika yang lain tergiur dengan bonus, maka Sehun tidak sabar untuk segera melepaskan Grace dari sana. Sangat tidak sabar.

“Aku pergi ke China untuk beberapa saat,” ucap Grace siang itu melalui telfon ketika Sehun dan anggota Phantom lainnya tengah menyusun strategi.

.

.

Sesuai tebakan. Bisnis keluarga Park mencapai puncaknya. Investasi yang mereka tanamkan di Jepang dan China mendapat sambutan baik. Semua berujung dengan kesuksesan luar biasa. Koran dan media elektronik penuh dengan berita kesuksesan mereka. Tuan Kim hanya bertepuk tangan saat menyaksikan berita semua ini.

Dengan semua persiapan yang sudah sempurna, tuan Kim memanggil Sehun dan Suho yang bertanggung jawab untuk misi ini. Sekarang waktunya tirai dibuka. Dengan alibi kekeluargaan, perlahan mereka akan menggelapkan banyak aset perusahaan keluarga Park dan secara perlahan semuanya akan menjadi milik keluarga Kim. Mereka keluarga, jadi orang luar tidak akan ada yang curiga.

“Ada kabar dari Grace?” tanya tuan Kim ketika Sehun dan Suho sudah berada diruangan miliknya.

Suho membungkuk hormat sebelum menjawab pertanyaannya. “Belum tuan. Terakhir hasil intel, Nona masih di China bersama suaminya untuk perluasan daerah tambang. Kemungkinan dua hari lagi akan kembali,”

Tuan Kim menangguk puas. “Dia tidak mencintai lelaki jangkung bodoh itu bukan?” pertanyaan kali ini tidak ada yang berani menjawab.

Mati harganya jika Sehun berani menjawab, karena semua akan membongkar apa tujuan utama Sehun. Maka dari itu, dia hanya terdiam dan menjawab dalam hati akan kebenarannya.

“Suho!” tuan Kim mengarahkan cerutunya yang masih mengepul kearah Suho dan sontak Suho kembali membungkuk. “Datangi kediaman putriku. Aku yakin kita masih bisa memiliki aset ditangan Park Chanyeol. Gunakan alibi kunjungan kekeluargaan dan bawa beberapa intel ahli untuk membekukan pengintaian keamanan,”

“Siap tuan!” jawab Suho tegas.

“Dan kau Oh Sehun,”

Sehun menegapkan badannya. “Ya Tuan..!”

“Cari tahu posisi Grace, jika dia sudah kembali ke Korea, jemput dia. Karena kemungkinan kita akan mengeksekusi Park Chanyeol agar putriku bisa kembali,”

Sehun meneggang. Bukan, bukan karena dia kaget dengan ide bosnya, tapi dia merasa beruntung ketika bosnya memiliki pemikiran yang sama dengannya. “Baik Tuan!”

“Atau kau mau menjadi yang mengeksekusinya?”

Sehun dan Suho baru akan meninggalkan ruangan itu, ketika tuan Kim melanjutkan kalimatnya. Menawari Sehun untuk melakukan satu hal. Tentu ini bukan hal sulit bagi Sehun, dia sangat meninginkannya.

“Kau paling bersih jika sudah berurusan dengan pembunuhan, jadi aku minta bunuh dia dengan se-natural mungkin. Buat seakan – akan ini adalah kecelakaan,”

Tuan Kim tersenyum begitu bahagia di akhir kalimatnya. Setelah Sehun mengangguk untuk kesanggupan perintahnya, kedua pembunuh berdarah dingin itu keluar dengan fikiran berbeda dimasing – masing kepala.

“Sudah berapa lama sejak kau menggunakan tongkat bisbolmu untuk membunuh?” Suho membuka pembicaraan ketika mereka tengah menunggu Lift yang akan membawa keduanya pada kumpulan kelompok.

Sehun menggerakan bahunya sambil tersenyum. “Ah, aku sangat menunggu hari itu datang,”

Lift berhenti, keduanya dengan segera masuk dan menutp pintu sebelum ada orang lain ikut menaikinya. “Kau sungguh kejam,” ucap Suho sambil tersenyum.

“Jika aku kejam, apa sebutan untukmu Hyeong? Hahahaa..”

.

.

Dan hari yang di nanti Sehun tiba. Mari kita lupakan bagaimana kejamnya Tuan Kim juga Phantom berhasil memutar balikan fakta akan kesuksesan bisnis keluarga Park. Dengan mudah dan jelas, mereka berhasil memanipulasi berita dan mengalihkan semua perhatian pada usaha tuan Kim. Pelan tapi pasti, perusahaan keluarga Park menyentuh ujung tanduknya.

Sehun tidak terlalu mempermasalahkan bagaimana keganasan bisnis diluar kacamata orang biasa. Yang menjadi fokus utamanya adalah Grace. Setelah penyerangan yang terjadi di Korea, kepulangan Chanyeol dan Grace ditunda. Dengan semua persenjataan, Chanyeol kembali meyakinkan investor di China akan usaha mereka. Berjalan lancar memang usaha Chanyeol, tapi sayangnya semua akan berakhir hari ini ditangan Sehun.

Sejak pagi Sehun sudah berada di Bandara menunggu kedatangan dua orang yang menjadi sorotan sekarang. Tapi tidak ada jejak keberadaannya. Menghubungi Grace juga tidak menemukan solusi. Mungkin Grace sengaja menonaktifkan ponselnya untuk menghindari kecurigaan dari sang Suami. Menunggu bukanlah pilihan yang baik. Akhirnya Sehun bertolak menuju kediaman mereka, langsung mengintai pada sarangnya.

Ini seperti Déjà vu.

Mendapat informasi dari Jongin, Chanyeol memang menggunakan jalur rahasia dan bersama Grace langsung pulang menuju kediamannya. Mengambil Grace bukan jadi hal mudah lagi. Tapi berkat bantuan Suho dan Jongin, Sehun berhasil memporak – porandakan keamanan di rumah mewah itu.

Dan disini Sehun sekarang. Berjalan ditangga menuju lantai dua untuk mengakhiri semuanya. Tapi semua ini mengganggu konsentrasinya. Sehun merasa dia pernah mengalami ini.

Semua semakin jelas, ketika pintu besar dan kokoh menyambutnya diujung tangga. Membuka dengan normal bukanlah tindakan mafia, maka dari itu Sehun melepaskan tendangannya. Kenyataan pintu tidak terkunci, membuatnya dengan mudah untuk masuk kedalam kamar.

Grace disana, dalam pelukan Park Chanyeol yang dengan gemetar tengah memegang pistol yang diarahkan pada Sehun.

“Menjauh aku mohon,” ucap Chanyeol dengan suara bergetar.

Sehun tidak mempedulikan permohonan Chanyeol, pandangannya tertuju pada Grace yang sama sekali tidak melakukan pergerakan dan tetap diam dalam dekapan lelaki konyol itu. Sehun berjalan mendekat, sontak pergerakan itu membuat Chanyeol ketakutan.

Satu peluru berhasil Chanyeol keluarkan. Sayangnya, itu hanya terbuang percuma karena fokus Chanyeol hilang karena rasa takut. “Aku perintahkan hentikan langkahmu disana!” ucap Chanyeol lagi.

Sehun tidak merespon. Dia tetap melangkah sambil menyeret pemukul bisbolnya yang berlumuran darah sedangkan kedua matanya masih terpaku pada Grace. Katakan sesuatu, ucap Sehun dalam hati.

“Berhenti,” ucap Grace akhirnya ketika jarak mereka semakin dekat.

Menuruti ucapannya, Sehun berhenti.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Grace dengan suara bergetar.

Sehun menaikan alisnya bingung, tunggu, apa ini salah satu bentuk sandiwara? “Aku ditugaskan untuk mengambil yang seharsunya tidak ada disini,” jawab Sehun tegas.

“Apa itu? Apa? Katakan padaku, akan kuberikan pada kalian!” Chanyeol menjawab dengan suara histeris membuatnya semakin kentara bahwa dia sangat ketakutan.

Sehun kembali tidak menjawab. Entah kenapa, perasaan familiar ini membuat Sehun bergetar. Dia merasakan takut, takut akan satu hal. Kembali melangkah mendekat, Sehun berencana menatap Grace tepat pada matanya.

Sekali lagi, Chanyeol melesutkan peluru panasnya dan kali ini tepat mengenai tangan kanan Sehun. Dia tertawa, puas.

Sehun merasakan kebas pada tangan kanannya. Dilihatnya Grace didepan terbelalak ketika menyadari peluru itu melukai tangan Sehun. Sakit, luar biasa.

Dengan segera tangan kiri Sehun mengambil alih tongkat bisbolnya kemudian dia ayunkan bebas tepat pada kepala Chanyeol. Itu akan cukup untuk membuat Chanyeol terdiam, memang. Tapi ketika hantaman keras itu mengenai Chanyeol, seketika terdengar jeritan histeris dari depannya.

Jeritan yang bisa Chanyeol artikan maksudnya.

Grace terlihat menangkup telinganya. Suara jeritan kini berganti dengan tangis histeris, dia beranjak mendekati Chanyeol kemudian mendekap sosok itu sambil menangis.

Sehun terdiam. Dia merasa asing dengan pemandangan ini. Apa sungguh sosok didepannya adalah Grace? Perempuan yang dia cintai, yang harus dengan terpaksa menikah dengan lelaki lain karena bisnis dan sekarang? Mengapa dia menangis? Apa Grace….

“Kenapa kau harus membunuhnya?” tanya Grace sambil menangis dengan Chanyeol masih dalam pelukannya. “kenapa?”

Sehun tidak menjawab. Otaknya masih mencoba mencerna semua yang terjadi didepannya. Ketika sudah berani mengambil kesimpulan, kedua tangan Sehun hilang tenaga. Tongkat bisbol yang dia pegang jatuh kelantai menciptakan suara memekakan telinga.

“Kau jatuh cinta padanya Grace?” tanya Sehun dengan nada sakit, sesakit hatinya.

.

.

-Kkeut.

Noted : Oke projek dadakan lainnya dari aku dan Ila. Harusnya ini posting hari senin, tapi apa daya tiba – tiba diare melanda dan diriku terkapar tanpa tenaga sedih banget T^T

Sorry La, buat niat ngaret tapi beneran ini diluar rencana -lagian siapa yang sakit direncana. Oke, setelah sebelumnya ada Little House rangka kita menyambut EXODUS. Sekarang aku bawa Sehun dalam rangka? entahlah mungkin karena aku dan Ila lagi demam lagu Hurt. Jujur ni tulisan absurd banget, BANGET. Tapi ga ada ide lain, jadi begini jadinya.

Leave you comment guys..

-kembali tepar

64 thoughts on “It Hurts

  1. Pingback: [FF] It Hurts | ✎ IRUZA IZATE

  2. pertama, yang membuat menarik dari cerita kita adalah…. diawali dengan mimpi. wkwkwk
    kok bisa sama sih ka😄
    trus sehun berbalik ke kiri, ke tempat tidurnya. wkwk kalo di punyaq dia ngga nemu cewenya. tapi di kamu ada. wkwk kok lucu sih ini😄

    lagi-lagi kemiripan fiksi kita adalah… ada kim jong in-nya.😄 aku nyengir jadinya. kok kita sehati sih ka

    dan astagaa… selalu kamu bikin tonjokan terakhir di fiksi meskipun aq sebenarnya udah menduga sih. dan itu grace, entahlah, agak gantung sih ka. coba kalo ceritanya chanyeol mati trus grace balik menyerang sehun trus nge bunuh sehun soal balas dendamnya ke chanyeol. wkwk pasti seru.
    trus endingnya grace menyesal kehilangan keduanya.
    *alah

    btw, nice fic. terusss semoga cepat sembuh ya ikaa :*

    • Aku juga kaget La, pas baca punya kamu… fanfic kita dibuka oleh adegan dalam mimpi.
      Hahahha tolong aku cengo adegan Sehun bangun terus cek tempat tidur, sama tapi beda situasi, terus Jongin juga… ya.. mesti di aku Jongin cuma muncul dikit doang😄

      Oh, ini sungguh mengharukan… T^T

      hahhaa
      bener ya, Harusnya aku bikin si Grace bener2 belain Chanyeol.
      Tapi sebenrnya nih cewe juga labil, antara cinta sama ga cinta, makanya dia diem kaya gitu.
      Oke, ini alibi macam apa,

      hahhaha
      thanks yaa La,,
      dan terimakasih buat doanya ^^

      • oke, kali ini adalah komenan balasan untukmu yang sebenarnya.
        ya, si grace ini plinplan tapi ini mencerminkan betapa galaunya kamu ka.
        kena writing block dipaksa nulis jadinya emang aneh😄
        oke. kita sama2 absurd. lain kali bikin projek kek gini lagi ya. tapi jangan dalam waktu dekat. smartass q belum aq sentuh huhu *curhat

      • Thats bangetttt!!!!!!
        awal2 denger lagu Hurt, ‘ahh, oke aku dapet feelnya’
        Keseringan di play, ‘eh,’ tiba – tiba ni lagu jadi hambar
        oh tolong ini absurd banget T^T

        sama La,
        fanfic lanjutan aku juga belom kesentuh,
        kkk~
        baiklah, lain kali kita pertimbangkan lagi😄
        ah, SMARTASSS!!!!
        oke, menungkap masalah Byun Baekhyun

  3. Prokprokprok,,,
    Berasa ntn film2 mafia gtu,,
    Kaka park chanyeol terlalu dihina disini,hiks
    Beda dri cerita biasa’a yg skolah2
    Lebih brt gtu kali ya critanya,,haha
    Ak tunggu lainnya
    Satu lagi,,sehun pasti keren bgt

  4. yeayyu, akhirnya bagian ika diposting juga. sebelumnya aku udah baca punya ila.
    dan..aku juga nemu kesamaan di tulisan kalian berdua ini, berawal dari mimpinya sehun, juga ada sisipan kim jongin yang mengambil peran di sini. aku kira emang kalian udah ngerancang bareng konsepnya kayak gitu..ternyata nggak ya..
    mungkin karena kalian bener-bener sister sejati!!
    oke, untuk fanficnya..aku suka banget ka, di sini sehunnya cocok banget. di benak aku kebayang jelas deh ekspresi sehun kayak gimana, coolnya, bengisnya..semua tergambar jelas dari deskripsi kamu Ika..tetap nyaman dengan gaya tulisan kamu yang kayak gini.
    dan aku sempet ngerasa sedih juga pas bagian chanyeol meluk grace sambil ketakutan pas sehun datang, duh..aku gak kuat happy virus bisa terpojok kayak gitu.
    makasih udah buat ini di sela kondisi ika yg lagi sakit..hebat bisa nyelesein tulisannya. cepet sembuh ya..

    • Haaii Irmaa..
      thank you yaa udah mampir sini,
      hahaha iya nih harusnya posting senin tapi lemes jadi aja baru bisa posting sore2 gini,

      hahahha
      duh aku juga ga tau kenapa itu bisa sama gitu sama Ila,
      hahahha
      mungkin kita bertelepati lewat lagu Hurt,
      eaaaa

      dan uh,
      makasih udah suka sama fanfic aneh ini T^T
      aku sedih pas baca ulang fanfic ini, feelnya ga jelas, gara2 WB nih jadi kaya gini,
      hhehe
      but thanks alot ya Ma❤ ^^

  5. Kaget waktu tau grace nikah sama chanchan.. kirain siapa ><
    Ini fokus sehun ya eonni?
    Kereeen.. aku lagi demam hurt.. sekari bisa denger entah berapa kalo tu lagu ckckck

  6. hai..kak..salam kenal ..new reader’s here..kak,saya itu reader diblognya kak ilachan..nah waktu pertama lihat link litle house di desisentrum..langsung deh saya ngutak-ngatik blok kakak..baca beberapa fanfic..dan voila saya suka banget sama when the music gone..and i cried a lot..i imagined kalau itu tentang anak-anak hebat di gaza..kak..saya jatuh cinta sama karya fiksi kakak sama seperti karya fiksi nya kak ila..jadi saya mulai give a comment..saya harap kakak ngak keberatan saya keliuran di blog kakak..keep writing kak,..

  7. Seperti biasa min,ff-mu keren keren wkwk xD
    Bahasanya rapi,tapi jujur aku agak ngantuk/? Baca ff ini ._.
    Mungkin karena aku bacanya jam segini kali ya wkwk =_=
    But still,two thumbs up for you min :’

    Tapi min , aku masih nungguin Letter From Nowhere nih ;;
    Aku dari tanggal 6 sampe sekarang bolak balik wp ini buat liat update baru,kali aja letter from nowhere udah muncul chapter barunya ㅠ.ㅠ
    Ini kenapa jadi curhat? :’D

    Yang penting udah ninggalin jejak wkwk/?

  8. boleh!!!!
    itu Keluarga Park ternyata Chanyeol??? astaga… terus endingnya??? apa maksud Grace di situ??
    hahaha
    KEREN!!!

  9. Deja vu, disaat itu langsung mikir, grace pasti bakal semacam berpaling ke chanyeol
    dan betul… tapi tetep kaget dan feel nya dapet, grace yang malah ngebela chanyeol sedangkan sehun udah nunggu saat-saat itu :’)

  10. Ok,biarin aku napas bentar Apreel..

    Huuhh,cocok bangeet ama judulnya..
    Sakiit ya..nyesek gitu pas endingnya..
    Omaii. o(╥﹏╥)o
    *nyanyi Someone like you bareng Sehun*
    *eeh?**salahpokus*

    Haaah,kereeeeen demi apapun ini ga absurd.Jjang!
    Awalnya aku udah curiga pas ada keluarga Park dan pernikahan.Dan ternyata kamu menghianati aku abang Chanyeol! kamu tega! *lanjut nyanyi ama Sehun* *nangis dipojokan bareng Sehun**abaikan*

    Mungkin kamu udah bosen denger aku bilang ini,tapi aku selalu suka tulisanmuuu,gaya bahasamu,alurnya,genrenya,kes utamanya dan kes pembantunya *lho* L(・o・)」
    Terlepas dari ini projek mu bareng Ilachan..Aku sukak banget tulisanmu yg satu ini,ehh semuanyalah..

    Dan entah kenapa sin dimana abang Chanyeol terpojok gemeteran dan ketakutan itu justru bikin aku ngakak ngebayanginnya ya,maaf apreel.
    Tapi aku ga tahan,selucuk apa ya aslinya?? abang Chanyeol nya payah,tapi tetep berusaha ngelindungin Grace..hmm tapi itu yg bikin manis.
    *apasii ini* *halah makin ngelantur**maklum ya*
    (>﹏<)
    o(╥﹏╥)o
    *masih galau gara gara abang Chanyeolnya nikah dan mati pulak* *peluk Jongin* *eeehhhhheeehe* *modus*
    (∩_∩)

    Sekian ajah lah dari aku mah,(ヘ。ヘ)
    pokona mah kip nulis dan lov ya Apreel..
    (⌒.−)=★
    Ditunggu projekmu selanjutnya,dan get well soon yah buat diarenya..heheu

    P.s Sori buat spam komenku yg absurd ini

    Hearteu
    Xoxo

    • Haiiii Janee….
      ya ampunn apa kabar /peluk erat/
      hahahha

      ini yang aku tunggu kalo bikin fanfic pake cast Chanyeol, komen menyenangkan milikmu.
      Hahahha padahal disini kan CHanyeol cuma jadi barang lewat sebentar, but… hahahha komenmu selalu menyenangkan ^^

      makasihhh..
      aku cuma bisa jawab itu dari semua pujian kamu Jane..
      /nangis di pojokan bareng Baekhyun/

      hahahha
      dan buat scene Chanyeol itu,
      hahahha
      aku juga ngakak kalo ngebayangin lagi😄
      maafkan aku.. tapi aku ga kepikiran pas nulisnya bahwa efeknya bakal sekonyol ini,
      kkkk~

      thankss ya Jane
      Hearteu❤

  11. Baik aku selalu baik,kecuali kantongku..*ehehe curcol* (≧∇≦)/
    *Hug you back my apreel* ヽ(´▽`)ノ

    Apreel serius?? komenku kan absurd ?? kamu tunggu komenku?? Thankseu apreel..lov ya
    *tepuk tangan bareng Grace*
    *jorogin Grace*
    *smirk*
    Tapi iya ya dipikir” abang chanyeolnya cuma jadi kes pendukung aja ya..maapkeun sayah yg salah pokus (⌒▽⌒ゞ..

    Puk puk puk..
    That’s my pleasure..
    Jangan nangis ya,*susut idung**lho?*
    o(╥﹏╥)o

    U’re welcome Apreel..
    Si yu neks projek ya (ヘ。ヘ)
    *lambai lambai bareng abang Sehun*

  12. annyeong eonnie…. aku reader baru disini. Katarina imnida… Sehun biased. Wah ff ini keren banget kak. Sangat greget. Suka kalo Sehun dijadiin sadis😄 cocok ama muka soalnya. Tapi si Chanyeol kasian amat ya….. dan endingnya gk keduga sih kalo buat aku… aku gk ngira kalo si Grace beneran suka ama si tiang berjalan :v. Dan ngomong-ngomong lagu favoriy aku itu juga hurt, playboy juga sih :v. Pokoknya ini ff yang walaupun rada gantung tapi penggunaan bahasanya bikin speexhless deh. Keren banget banget banget. Keep writing eonnie

    • Haiii Katarina… how should i called you? Kat? Ina? hahhaa
      selamat datang disini, moga betah yaa

      haha
      dan makasih udah suka fanfic ini,
      yupss aku juga suka banget sama lagu hurt T^T

  13. Weess aku kesini lagi dongss~~~

    Oke kak, semoga dirimu ga bosen liat komenanku yang agaknya bakal panjang as usual/?:v

    Aahh darimana aku harus mulai?:3
    Rasanya duuh aku suka banget ><
    Jadi ini berawal dari mimpi dan dan dan…. Sehun membunuh Chanyeol? Oh noooooo!!!!!!
    Yasalam aku gatau ekspresi apa yang aku keluarin pas itulah/? Yang jelas gajauh2 dari kaget+panik:'3

    Ngehee engga tau kenapa aku lagi hobi baca yang nyesek2 belakangan ini kak:'v
    Faktor depresi gegara belom dapet libur kali yaakkk:'v *abaikan
    Dan kak, ini baguuuuussss!!!
    Favorit pokoknya!♥♥♥
    Pasti sakit banget Sehun yaa:'
    Terus Chanyeol apa kabar?😥
    Apalagi Grace kenapa gitu??? ;;-;;
    Huaaaaah asli ikutan nyesek kak, sumpah:"

    Aku rasanya pen nangis gegara scene Chanyeol yang tersudutkan oleh keadaan, tapi satu sisi aku kegirangan kalo itu bukan Baekhyun/? *apaansih pake bawa2 segala:'3

    Kasian juga Chanyeol:"
    Dia beneran cinta ama Grace, aduh siapa juga yang bisa nolak kalo dia ngerentangin tangan minta peluk peluk gitu/?😥

    Aku takut ngebayangin ekspresi Sehun dengan pemukul bisbol itu/?:'3
    Udalah cukup mukanya yang dingin gitu/? Huaaahhh maknae, kau membunuh ParkChan!!!!😥😥

    Oke, Grace labil/?-_- Ada apasih denganmu sampe bikin makin rumit begitu heh wahai nona kim yeo shin/?:'3

    Uda ah kak, aku mau menjelajahi sisi lain blogmu lagi hahahah😄
    Btw kak, bikin yang galo galo kaya gini lagi dong:'v /terbang

    • Jadi kamu lagi galau Cha akhir2 ini? pantes ampe posting fanfic Sehun – Sulli yang galau akut,
      hhahaha

      aduh,
      fanfic ini tuh…. OTL
      Grace itu cewe normal Cha, cewe mana yang ga tmbul rasa cinta sama cowo yang perhatian sama dia, makanya dia jadi cinta Chanyeol, dan dia juga masih cinta Sehun..
      aku juga ga tau dia maunya apa..
      ahh nona yang satu ini memang…

      apa Cha? Byun Baekhyun?
      aduh kamu… bahkan nama dia ga ada disini😄

      bikin galau lagi?
      ga deh,,
      cape bikin ff galau, aku mau balik ke fluff2 ga jelas aja😄

      • Iyaa kak, entah meteor jenis apa yang gelayutan di otakku/?:3

        Aakkkk aku galo hueeee chanyeol ;;;-;;;

        Atuhlah kak, dirimu kaya gatau aku aja😄

        Oke lah kak, apapun demi Baekhyun yang penting fluff/? :v

  14. Bertepatan Scene sehun sm chanyeol miris bngt eon, fanficnya sesuai dgn jdlnya hihi
    Right, trnyta feeling aku bnr lma kelmaan grace ska sm chanyeol. Hurts bngt eon

  15. Ah kakak~ maaf telat komen ToT
    ini ff bagus banget kak. feelnya kerasa banget. apalagi waktu endingnya :”(
    Sehun kesian banget
    pas hari yang ditunggu-tunggu malah Grace udah seneng ama Chan
    kan nyesek banget -__-
    btw itu Chan udah meninggal apa belum??
    lanjut kak.. keep writing😀

  16. yaa dri awal sehunnya emg udh slah ngebiarin grace hidup sma cwok lain…yadisini aku lbih ksian ama sehun yakan dia udh nunggu dan nyiapin rencana dan pas hri H nya grace mlh milih can…yehe tdi bca ffini smbil denger hurt fellnya jdi dapet bgt kak nyesekk jdinya…eh btw aku requst ff dri lgu playboy donk*abaikan… gws kak:)

  17. Aku harus kasian siapa ini sehun ato chan , ahhh mereka ber2 menyedihkan
    Kenapa kak ???? sehun/ku/ kamu jadikan seorang anggota mafia uggh/?
    Pas de javu aku mikir ini pasti si grace juga mulai suka sama parkchan butt dia labil /yaudahlah grace ,sehun bakalan ttp sama aku/?
    Coba aja kak ini tadi ada adegan actionnya kan keren hehe😀

  18. Aku bingung harus sedih atau seneng itu chanyeolnya mati yang jelas pray for sehun deh kitatinya dalem banget *nangis dipojokan* kak apreel udah duahari ini aku stalk blog kakak udah masukin email buat dpt notice tp pending mulu ngapa yaaak *nangisdipojok paling pojok* sekali lagi aku terbius endingnya itu loh meskipun aku udah nebak grace bakalan balik cinta chanyeol tp itu reaksi sehun yg gk bisa dinalar otakkuuuu kok bisaaaa asumsi kalimatnya jelas dan gak ngegantung -meskipun awalnya sempet bingung #gebugin hayati# sehun sama aku masih belum dpt jawaban dr grace pdhl jelas bgt sama kondisi gimana grace ngebela chan. Ah lupakan aku butuh obat buat nenangin pikiran drketerkejutan ff-ffmu kaak

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s