Live Your Life

Live Your Life

LIVE YOUR LIFE | by Apreelkwon
Park Chanyeol | slice of life, Friendship | PG-13 | Oneshhot

Summary : Membuat hidupnya lebih bermakna, kemudian mengukir kenangan manis, itu keinginan Chanyeol.


Park Chanyeol baru saja mencicipi aroma neraka. Dia sekarat, apa kau berkenan menemuinya sekarang? FYI, dia di halaman belakang perpustakan utama kampus.

Terdengar hiperbolis memang, Chanyeol menulis pesan itu dengan cepat tanpa membaca ulang untuk memastikan rentetan kalimatnya, kemudian mengirimkannya pada seseorang. Pesan terkirim, Chanyeol masih memandangi layar ponselnya, tidak lama kemudian satu balasan masuk.

Oh menyeramkan, apa yang mereka lakukan padamu? Ok, tunggu aku.

Melemparkan pasrah ponsel putihnya kedalam tas, Chanyeol menghembuskan nafas berat. Harusnya hari ini menjadi hari bersejarah baginya. Pagi sekali dia sudah bangun, mandi dengan jumlah sabun lebih banyak dari biasanya, menggunakan seragam hitam putih dan tidak lupa support kakak dan ibunya dengan sarapan luar biasa lezatnya, mereka juga berkali – kali tidak lelah memotivasi dengan kalimat, ‘Sukses dengan sidangmu. Kau pasti berhasil’

Dan sial! Semua itu sekarang menjadi paku – paku yang membuat kepala Chanyeol nyeri. Kenyataan bahwa dia tidak lulus sidang. Ah, apa yang akan dia katakan pada ibunya saat pulang nanti? Apa yang akan kakaknya utarakan saat mendengar cerita ini? Dan apa yang akan Chanyeol lakukan ketika teman – temannya sudah bisa mengambil sidang selanjutnya sedangkan dia masih harus berkutat dengan judul baru untuk sidang ulang.

Sial!

Kalau tidak ingat kenyataan Chanyeol adalah lelaki, tadi mungkin dia sudah menangis, kemudian mengemis belas kasihan pada dosen penguji untuk memberi keringanan atau mungkin lebih parahnya Chanyeol akan pura – pura pingsan sehingga mereka menarik semua keputusan. Sayangnya Chanyeol laki – laki.

Chanyeol mengacak rambutnya gusar, dia ingin berteriak tapi ada yang menghalangi suaranya keluar. Dengan berat hati, dia mengeluarkan dokumen draft sidangnya dan melihat tanda tidak lulus juga berapa coretan dari penguji. Sulit diterima kenyataan, laporan yang dia geluti selama kurang lebih tiga bulan tidak memenuhi sarat kelulusan?

Oh tentu saja, ada banyak teori yang salah disana. Fatal.

“Kalau sudah seperti ini, aku mempertanyakan fungsi dosen pembimbing,” ucap Chanyeol sambil membuka lembar – demi lembar laporannya. “ –mereka makan gajih buta atau mereka juga tidak tahu tentang salah teoris ini? Sial!” sekali lagi, dokumen itu terlempar pasrah dari tangan Chanyeol setelah sebelumnya dia sudah melemparnya ketika keluar dari ruang sidang.

“Mana yang sekarat?” satu suara menyapa Chanyeol.

Sosok perempuan dengan hem chekered berdiri didepan Chanyeol. Rambut coklat agak merah yang biasanya da urai dengan berbagai model manis, hari ini dia gulung asal bahkan beberapa anak rambut terlihat berjuntai tidak rapih. Chanyeol menatap sosok didepannya dengan pandangan heran, ada apa dengan perempuan ini?

Chanyeol tidak menjawab, dia menggerakan dagunya kearah draft sidang yang sudah tergeletak pasrah di atas rumput. “Ada apa denganmu?” tanya Chanyeol menyuarakan perasaannya.

Perempuan itu tidak merespon pertanyaan Chanyeol, dia meraih dokumen yang sudah tidak rapih itu kemudian membacanya bolak – balik dengan serius. Jarak antara kedua alisnya juga berkerut, bukti dia sedang berfikir.

“Memalukan sekali kau tidak lulus Park Chanyeol!” pekik perempuan itu tiba – tiba, dengan suara agak keras dan tatapan heran. “Apa yang kau lakukan selama tiga bulan, jika hasilnya seperti ini?” lanjutnya sambil menggerak – gerakan draft sidang milik Chanyeol.

Hati Chanyeol mencelos. Mengapa dia mengabari perempuan ini terlebih dahulu, dibanding sahabatnya yang lain karena dia selalu memiliki fikiran positif dan mengerti posisi orang lain. Tapi ada apa sekarang? Mulutnya tidak jauh beda dengan Baekhyun yang selalu bebas mengekspresikan kalimat.

“Kau sama sekali tidak ada rasa simpati,”

“Hal seperti bukan untuk hanya sekedar simpati,” jawab perempuan itu sengit. “Sungguh Chan, apa yang kau lakukan selama ini?”

Oh tunggu, apa perempuan ini sedang menyulut api diatas tumpahan bensin? Apa dia tidak sadar lelaki ini sedang frustasi stadium akhir?. Chanyeol menghembuskan nafas berat.

YA! KIM AHRA, apa kau tidak lihat seperti apa usahakau tiga bulan terakhir ini? Tega sekali kau bilang aku menyia – nyiakan waktuku.”

“Lalu apa ini?”

“Salahkan dosen pembimbingku yang bodoh, melewatkan hal ini”

“Harusnya kau lebih tahu dengan tulisanmu,”

“Aku tau Ra, tapi aku tidak tahu jika teori ini sempat menjadi bahan perdebatan dan menyebabkan kontroversi. Kau tahu apa yang kulakukan selama tiga bulan itu. Kau tahu aku adalah yang paling rajin untuk bimbingan, dimana kau akan menemukanku tiga bulan terakhir ini? Perpustakaan Ra. Aku bahkan sudah jarang bermain dengna kalian, ah” nafas Chanyeol berburu. Dia marah.

Ahra tersenyum, dia melemparkan draft sidang chanyeol kemudian menepuk pundak temannya beberapa kali. “Kau sudah puas tuan Park? Sepertinya kebakaran sudah terjadi, aku lihat dari tadi kau menahan amarah. Ingat, menahan amarah bisa memperpendek umurmu.”

Chanyeol mendengus sebal. Sial, dia terkena trik sahabatnya –lagi.

“Sialan kau Kim Ahra,” Chanyeol mengusap wajahnya kasar.

“Perkara sidangmu, apa tidak ada negosiasi mengenai kasus tidak lulus ini?”

“Entahlah aku belum bertanya,”

“Berarti masih ada kesempatan kau hanya revisi,”

“Kata siapa?”

“Bukannya barusan kau bilang belum bertanya?” lanjut Ahra skeptis.

Chanyeol mengangguk. “Tapi apa masih bisa?”

“Bisa,” jawab Ahra, kemudian dia menjawil dagu Chanyeol gemas sambil tersenyum. “Kecuali kau lelaki tidak punya nyali yang hanya menerima kenyataan dengan berkelus kesah seperti ini.”

Chanyeol mendelik tajam kearah Ahra, tapi yang bersangkutan hanya melempar senyum tidak bersalah dan kembali menepuk pundah Chanyeol beberapa kali. “Tenanglah,”

“Aku tidak bisa,”

“Bisa, kau hanya bersugesti saja”

“Bagaimana aku bisa tenang dengan kenyataan ini?”

Ahra meniup poninya yang sudah tidak beraturan, memutar bola matanya kemudian mendelik kearah Chanyeol. “YA! Bukannya aku bilang tadi semuanya masih bisa diperbaiki? Bicarakan dengan dosen pembimbing. Payah sekali kau ini tuan Park,”

Chanyeol terkikik. Ini ironis sekali, dia masih bisa menertawakan Ahra dikondisinya yang menyedihkan. Tapi tidak bisa dibohongi memang, kehadiran Ahra selalu memberikan energi positif. Bukan hanya pada Chanyeol tapi pada setiap orang terdekat dengannya. Keunggulan seorang Kim Ahra.

“Oke Ra, Oke aku tidak akan mengeluh lagi,”

“Good, aku tidak suka lelaki yang sering mengeluh?”

Chanyeol tersenyum, sejurus kemudian dia memperdekat jarak duduknya dengan Ahra kemudian menepuk bahunya. “jadi kau menyukaiku?” tanya Chanyeol sambil mengerling.

“Dengar Chan, aku bilang lelaki. Memang kau lelaki?”

“Sial!” jawab Chanyeol sontak membuat Ahra tertawa.

“Kepalaku pusing, aku ingin sebuah hiburan,” ucap Chanyeol kemudian sambil menatap langit siang.

“Mau aku panggil mereka?”

Chanyeol menggeleng. Dia memejamkan mata, mencoba mencari ketenangan, berimajinasi dalam diam.

“Aku ada satu keiingan ketika lulus kuliah ini,” ucap Chanyeol.

Ahra yang mulai sibuk dengan ponsel ditangannya, merespon kalimat Chanyeol dengan mata yang masih belum lepas dari layar benda pintar itu. “Apa?”

Chanyeol memperbaiki posisi duduknya, merampas ponsel Ahra meski yang si empunya melemparkan tatapn mendelik, Chanyeol tetap memegan ponsel putih itu.

“Roadtrip,” jawab Chanyeol.

“Aku mungkin bisa menggunakan mobil Ayahku, kalau tidak dapat izin mungkin aku akan menyewa mobil. Menjauh dari kota ramai ini, menyusuri tempat sunyi yang menenangkan,”

“Lalu?”

“Bayangkan Ra, kau mengunjungi tempat yang belum kau datangi. Menyetel lagu kesukaan dengan volume kencang sambil mengemudi mobil ditemani hembusan angin yang meniup rambutmu. Ketika lelah, berhenti disalah satu tempat nyaman lalu tidur disana.”

“Atau aku bisa membawa polaroid, memotret pemandangan cantik atau berfoto dengan orang asing yang kau temui. Mengunjungi museum, lalu mencicipi makanan pinggir jalan. Berlari di hutan, bermain air laut, merendam kaki disungai. Ah aku ingin menikmati hidup ini, aku ingin mengukir kenangan yang indah,”

Chanyeol selesai dengan imajinasinya sejurus dengan menghirup udara banyak kemudian melepaskannya sambil tersenyum. “Asik bukan? Aku bisa menjernihkan fikiranku,”

Ahra mengangguk, dia meraih paksa ponsel dari tangan Chanyeol kemudian menyimpannya kedalam saku jeansnya. “Ya, menyenangkan. Sangat menyenangkan Chan. Tapi apa kau sudah memperhitungkan perjalananmu itu?”

Chanyeol mengalihkan perhatiannya pada Ahra.

“Apa tadi kau bilang, raodtrip? Membawa mobil, menggunakan mobil Ayahmu? Lalu Ayahmu kerja naik apa, bis? Ckckc. Menjauhi kota ramai? Dimana itu Chan, kau berniat meninggalkan Seoul? Kemana? Ujung busan saja sudah jadi kota metropilis, tidak ada kawasan tidak ramai dinegara kita,”

Ahra menghentikan kalimatnya, mencoba mengingat kembali apa yang Chanyeol ucapkan tadi. Sedangkan Chanyeol hanya memandangnya dengan heran.

“Lalu apa tadi, berlari dihutan, laut dan sungai? Kau mau melakukan perjalanan berapa bulan? Ckckc lebih baik kau urus sidangmu yang masih butuh kejelasan. Kau ingin menikmati hidup? Mengukir kenangan indah?”

“Sekarang, sebelah mana hidupmu yang tidak nikmat? Sebutkan saja satu padaku maka aku akan menyetujui imajinasimu tadi,” tanya Ahra menodong Chanyeol.

Chanyeol terdiam, nampak berfikir namun segera dipotong oleh Ahra.

“Lihat kau bahkan mencari – cari. Lalu mengukir kenangan indah? Aku fikir kelulusan dan kesuksesanmu setelah lulus kuliah akan menjadi bagian dari kenangan paling indah Chan, apalagi? Meliaht Orang tuamu tersenyum bangga adalah best moment ever,

Ahra menghirup nafas panjang.

“Selesaikan dulu sidangmu baru berandai – andai,”

Ahra selesai dengan opininya, dia kembali mengeluarkan ponselnya yang bergetar kemudian sibuk mengetik sesuatu. Sedangkan Chanyeol masih terdiam, dia terbius dengan kaliamt Ahra barusan. Feeling Chanyeol benar, ada yang tidak beres dengan otak temannya ini. Biasanya dia yang paling excited jika itu sudah berhubungan dengan adventure. Tapi kali ini.

“kau ada apa?” tanya Chanyeol.

Ahra menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Chanyeol bingung. “Apa?”

“Kau tau Ra, beberapa hari ini kau berbeda. Lihat tampilanmu bahkan sangat berantakan hari ini, dan tunggu,” Chanyeol mendekatkan jaraknya lalu memperhatikan wajah Ahra lebih dekat. “ –kau kurang tidur? Kau bahkan tidak menggunakan make up. Lalu, tadi jawabanmu sinis sekali padahal kau biasanya sangat excited. Ada apa?”

Ahra terliaht terdiam, dia menghembuskan nafas berat sejurus dengan bahunya yang turun melorot tanpa tenaga. Dia memandang Chanyeol dengan tatapan bingung kemudian kembali menghembuskan nafas berat.

“Katakan padaku,”

“Beasiswaku dicabut,” ucap Ahra singkat sambil tersenyum kecil.

Seketika Chanyeol merasakan jantungnya copot keperut. Tunggu, ini adalah kondisi yang sangat buruk untuk Ahra. Tapi lihat apa yang dia lakukan? Chanyeol bahkan tidak tahu jika temannya ini ada masalah, Ahra sibuk sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Sedangkan Chanyeol? Mendapat tempaan saat sidang saja sudah membuatnya lemas begini.

Chanyeol menunduk, dia merasa malu. Sebagai lelaki dan sebagai sahabat lelakinya.

.

.

-Kkeut.

-Setiap individu memiliki cara tersediri untuk menikmati hidup cara mereka. Mengeluh adalah salah satu cara ketika mereka gagal mendapatkannya. Tapi coba lihatlah dari dua mata koin yang berbeda. Apa hidupmu sudah cukup beruntung jika dibandingkan dengan milik orang lain? Apa kau sudah berada di posisi yang tepat untuk hanya terus mengeluh?

30 thoughts on “Live Your Life

  1. KAK TOLONG AKU MEWEEEEEEEK TAT

    YAALLAH ITU SIDANG APA KABAR KO SEREM GITU SIH HUHUHUHU
    makanya kuliah yang bener tif, jan baca fanfic pas ada dosennya lol

    oke kak, ini pelajarannya dalem banget. hatiku tertohok keras sekali. disitu saya merasa sedih.

    dan tolong itu ko poster aku liatnya jadi kayak suho sih ka/mulai lelah
    sudahlah kak drpd makin rendem mari kita akhiri saja.
    bye kak,
    masih mau baperin bang dio lagi haha

    • kapan kau sidang tiff??
      buruan lulus kuliahnya, biar ga baperin mata kuliah lagi, cape bangettt hahahah

      oke oke,
      selamat menjalankan kuliahnya dengan benar ya dek,
      ih masa sih kaya Suho,
      ah kamu mah,
      ada apa dengan Dio betewe,

  2. itu terakhir quote kan kak? keren deh quote nya.

    eh, aku mau teriak dulu.. WAAA.. CHANYEOL…??
    langsung excited banget pas liat, cast nya Chanyeol. haha😀
    Eh, tapi kok dia gak lulus? yang sabar ya bang semangat ! * lahh?

  3. ehm.. pertama mau perkenalan dulu.. aku penggemar baru blog kakak nih..😀
    berawal dari tadi pagi aku lagi nyari lirik call me baby dan nemu nya diblog kakak. awalnya rada gak ngeh sama postingan blog kakak yang lain, tapi setelah nyanyi call me baby 3 kali😀 trus baru nyadar kalo tampilan blognya menarik. mulai deh menulusuri postingan blog kakak yang lain. eh ternyata namu banyak FF. ff pertama yang aku baca itu yang tentang exo dg exo fans Neverland: Our Happiness (maafkan kalau judulnya salah ya kak :’D ) dan langsung pengen nangis. kakak pinter banget biikin feel nya kerasa banget..😥

    sebenarnya pengen lanjut baca ff yang lain, tapi takdir berkata lain *sok puitis😀 * karna jam sudah menunjukkan waktu untuk mulai bersiap siap skolah, dengan terpaksa aku harus ninggalin blog kakak untuk sementara *lebay*
    gara gara menelusuri blog kakak yang setelah benar benar ditelusuri isi dan tampilannya sangat sangat menarik, aku jadi lupa ngafal. padahal hari ini UTS😀 mana materinya banyak banget lagi :’D *jadi curhat :v *

    trus pulang sekolah sampai malam ini baca blog kakak.. masih yang Another Love Story sih.. dan lagi lagi gara gara ff kakak yang keren banget (y) aku lupa ngafal lagiiii… hahahaha😀 ff kakak memabukkan..😀

    ah segitu dulu deh kesan berkunjung ke blog kakak.. setelah hari ini, blog ini bakalan masuk salah satu blog yang harus dikunjungi, karna banyak ff keren menantiii… hahaha😀

    maaf kalau komentarnya kepanjangan ya kak.. hihihi..😀

    tentang ff yang ini, KEREN DONG (Y)
    walaupun rada kaget karna tiba tiba udah end… hihihih

    • Haii Kansa thanks for visiting and liking this one,
      makasih yaaa

      duh tapi ko aku sedih baca komen kamu, bejalar dulu lah dek. Kan mau UTS, fanfic ini bakal ada disini terus ko ga kemana – mana,
      oke,

      dan thanks udah mampir di fanfic EXO-L yang satu itu, ahh waktu itu lagi sedih banget kenyang sama lawsuit sana sini jadilah fanfic itu.

      Thanks yaa,
      tapi nanti – nanti bejalar dulu ya, baru maen sini..
      ^^

      • hehehehe kakak perhatian deh, jadi terharu *plak😀

        tenang aja kak.. udah diantisipasi kok.. tadi udah leess.. hahahah

  4. Ahh kak, ini sedih ah ;;-;;
    Sidang oh sidang, aku gatau jelas itu maksudnya gimana/?:’v
    Tapi aku tau tau dikit lah soal itu/?😄
    Kalo uda gini keinget tugas praktek yang bentar lagi bakalan say hello/? :’v

    Aku suka deh kak, kata-katanya ngejleb dalam arti apa yaaa:’3
    Ini fic nya memotivasi, atuhlah parkchan lagi galo/?:’v

    Btw, kakak uda liat mv 10 anak buaya itu belom? *-*
    Yang katanya chanyeol dengan rambut swag-nya/?:”v Hahah😄
    Oiya kak, diantara semua lagu mereka di album exodus, menurut kakak apa yang paling enak didenger/?

    Ampuni aku yang menyimpang kak😄
    Aku terlalu excited soalnya😄
    Terakhir kak, ini bagus banget loh..
    Aku suka fic yang kaya beginian♡
    Laff kak apreel, salam exo wedus/?♥♥

    • Tunggu – tunggu, itu sebelum membalas komen kamu Cha, apa? “salam exo wedus/?♥♥”
      EXO Wedus?? aduhh😄 hahaha

      bisa dibilang aku mulai merambah fanfic genre lain, La. Kan enak baca fanfic kaya gini ada sesautu yang diambil /menurut aku sih/
      hahaha

      dan masalah MV mereka?
      hahahha
      udah say,
      aku sama Ila udah seminggu ini nyampah di twiter gara2 mereka, apa banget ah.. Byun Baekhyun damn! sexy
      Chanyeol? yups, rambutnya kece banget. Sehun ganteng gilaaa..

      lagu favorit?
      5 teratas aja ya, 6-10 biasa aja.
      1. El Dorado
      2. Exodus
      3. Hurt
      4. Call me Baby
      5. What If

      ugh, kesukaan banget, apalagi el dorado

      • Iyaa kak, bener banget..
        Jadi ga sekadar cerita anak sekolahan fallin’ love aja yang mendominasi yakankankan/? /apasi–

        Sering-sering aja kak buat fic kaya gini, aku suka banget bacanya soalnya ga ngebosenin buat dibaca sampe titik ending.

        Ngehaaa iyaaa duh aku rada risih liat baekhyun rambutnya kaya gitu ;;-;;
        Dia semacam badboy kelas ladybug yang errrr/?-_- /gigit byunbaek/
        Iyaa kak, apasih itu si chanyeol ama sehun aaaahhhhhh minta dibungkus/? 😄

        Well, kalo kata aku lagu what if ngejleb sekalii kaakkk ;;-;; /peluk baekhyun/
        Aku gabosen-bosen muter lagu yang sama berjam-jam/?:’v

        Iyaa kak, el dorado duuh ><
        Apalagi exodus ama transformer♥
        Jjang~

  5. yaaahh… aku mengerti perasaanmu park chanyeol !!!
    aku ngalamin sidang dua kali dan dua-duanya sangat menegangkan…
    aku tidak mau berkomentar banyak krna ini mengingatkanku pada sidang2ku…
    tapi ini bagus sekali ika…. apalagi castnya chanyeol.. oke sekian dari saya😄
    eh… covernya bikin silau XP *uhhuukk

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s