Little House

little house

LITTLE HOUSE | by Apreelkwon
Byun Baekhyun | slice of life, Romance  | PG-17 | Oneshhot

Summary : Baekhyun ingin melangkah dari kehidupannya yang sekarang, meninggalkan rumah kecil yang mengungukungnya

Sister project : Desideratum by. Ilachan


Bar bukan tempat asing bagi Baekhyun, musik dengan volume memekakan telinga, bau alkohol, perempuan menggoda para lelaki berjas atau mungkin sebaliknya para lelaki wajah tampan yang duduk setia disamping para perempuan sosialis yang bergelimang harta tapi haus kasih sayang, semua itu pemandangan familiar bagi Baekhyun. Tapi entah kenapa, malam ini dia merasa semua itu membuatnya merasa miris. Musik membuat telinganya mati rasa, alkohol membuatnya mual dan semua pemandangan rendahan itu membuatnya merasa hina.

“Tempat ini menjadi sangat membosankan,” ucap Baekhyun berbicara pada sosok disampingnya yang tengah asik mengepulkan asap rokok, setelah kedua matanya selesai menjelajahi setiap sisi bar.

Lelaki itu bernama Chanyeol yang duduk disamping Baekhyun tertawa “Bukankah bar ini salah satu kesukaanmu Byun! Nampaknya, masalahmu berdampak sangat buruk,”

Seorang lelaki muda dari balik meja bartender memberikan dua gelas cairan berbuih pada Chanyeol dan Baekhyun. Setelah mengucapkan terimakasih, Baekhyun menenggak habis minuman berbuih itu kemudian kembali pada perbincangannya dengan Chanyeol, “Jadi kau bisa membantuku?” tanya Baekhyun, “Sepertinya kau harapan terakhirku, aku sudah bertanya pada Jongin dan Sehun tapi mereka tidak bisa,”

“Ehm,” Chanyeol bergumam memikirkan satu hal sebelum menjawab pertanyaan temannya. “Sepertinya, aku juga tidak bisa membantumu. Maaf Bung!

Baekhyun tersenyum kemudian menggerakan tangan kirinya sebagai gesture tidak masalah. Tapi sejurus kemudian hembusan nafas berat terdengar darinya. Jika Chanyeol tidak bisa membantunya, siapa lagi yang akan Baekhyun mintai pertolongan untuk masalahnya ini. Baekhyun hidup dengan banyak orang disampingnya, tapi entah kenapa setiap dia ada masalah dunia seakan hanya dia seorang. “Kenapa aku selalu memiliki masalah disaat kalian tidak bisa membantuku,” Baekhyun menyuarakan perasaannya.

“Maafkan aku Byun!” balas Chanyeol sambil menepuk bahu Baekhyun beberapa kali. “Kau tidak mencoba meminta bantuan mereka?” Chanyeol menggerakan kepalanya kearah kumpulan wanita yang tengah asik saling memamerkan barang brandednya.

Baekhyun mengikuti gerak kepala Chanyeol kemudian menggeleng pelan sambil tersenyum kecut. “Aku sedang tidak bisa diajak bermain malam ini,”

“Lalu apa yang akan kau lakukan pada ibumu?”

Baekhyun memainkan gelas bening kosong didepannya, kedua bola mata hitamnya menatap tepat pada sisa – sisa cairan berbuih. Mencoba mencari jawaban apa yang harus dia lakukan sekarang, apa baiknya Baekhyun menghilang saja seperti buih – buih minuman itu? Tapi apa yang akan terjadi pada Ibu dan Adiknya jika dia melakukan hal bodoh seperti itu.

“Jika aku meminta bantuan Suho Hyeong, apa menurutmu aku akan baik – baik saja?”

Chanyeol terdiam, dia menatap Baekhyun untuk beberapa detik kemudian menggelengkan kepalanya. “Jangan! Dia sudah curiga padamu, kau bisa habis ditangan anak buahnya,”

“Dari mana dia tahu tentangku?” Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada Chanyeol, kalimat temannya barusan cukup membuat Baekhyun bergetar. “Bukankah statusku masih anak buahnya dengan menjadi pekerja di bar ini?”

“Kau fikir dia bodoh? Aku sarankan kau mulai berhati – hati, aku tidak tahu kapan dia akan menyerangmu. Yang pasti, Suho hyeong tidak akan bergerak sebelum dia menemukan banyak bukti. Jadi…” Chanyeol menggantungkan kalimatnya, dia meletakan batang rokok yang sedari tadi asik dia mainkan pada asbak bening didepannya. “Hentikan hubunganmu denganya Byun,”

Baekhyun tertawa pelan mendegar kalimat Chanyeol, “Hubungan apa yang kau maksud? Apa orang seperti kita memiliki hubungan? Dia hanya induk semang bagiku, bukankah itu juga yang Suho hyeong perintahkan pada kita?”

“Tapi tidak dengan dia,”

“Kau sungguh tidak bisa membantuku Chanyeol?” tanya Baekhyun memutus kalimat Chanyeol.

Chanyeol memutar bola matanya, kemudian menggeleng cepat. “Maaf,”

Mengucapkan terimakasih pada seseorang dibalik meja bartender, Baekhyun bangkit dari duduknya kemudian menepuk pundak Chanyeol. “Semoga malammu berjalan lancar,”

҉҉҉

Penghujung bulan Maret masih menyisakan jejak musim dingin, meski secara perlahan salju – salju mulai meleleh menjadi cairan dingin dijalanan. Baekhyun yang tengah berjalan dari bar tempat dia bertemu dengan Chanyeol menuju rumahnya, merasakan hawa dingin menusuk itu. Sambil memasukan tangannya kedalam saku jaket, Baekhyun kembali memikirkan solusi yang harus dia temukan. Awalnya dia fikir meminta bantuan Chanyeol akan membuahkan hasil tapi apa daya, temannya itu juga sedang terkena masalah.

Ingatan Baekhyun kembali memutar percakapan singat dengan ibunya kemarin malam. Ibunya yang selalu membuat masalah, kali ini harus menerima buahnya. Dia terjerat masalah dengan lelaki hidung belang, Ibunya bilang para lelaki itu akan menghantui hidupnya jika sejumlah uang yang Ibu Baekhyun rampas tidak segera dia kembalikan.

“Kau bisa memberikannya padaku bukan? Kau tidak mau ibumu mati karena ini bukan?”

Baekhyun ingin menjawab tidak masalah bagiku. Tapi dia ingat dengan adik perempuannya. Sungguh kejam, jika adik Baekhyun yang menganggap ibunya sama dengan ibu teman – temannya harus berurusan dengan polisi karena masalah seperti ini. Adiknya sudah cukup menyedihkan, ditinggal selamanya oleh sosok Ayah, memilki kakak dan ibu yang hidup dari lembah gelap manusia. Dengan pertimbangan adiknya, maka Baekhun mengangguk menyetujui permintaan sang Ibu.

“Akan aku usahakan,”

Dan sekarang, Baekhyun bahkan belum memegang uang – uang itu. Benar kata Chanyeol, seharusnya dia tadi mendekati para wanita haus cinta untuk mengerup uang mereka. Tapi malam ini Baekhyun sedang malas. Dia merindukan seseorang.

Baekhyun kembali menghembuskan nafas beratnya bersamaan dengan uap yang terlepas, malam itu sungguh dingin. Sambil merapatkan jaket, Baekhyun melangkahkan kakinya lebih cepat. Kemana tujuannya, entahlah. Dia butuh uang malam ini, dari manapun itu dan itu tidak mungkin ada dirumah kecilnya, maka Baekhyun berjalan lurus menjauhi jalan menuju rumahnya. Namun langkahnya terhenti ketika ponselnya bergetar. Satu panggilan masuk.

Membaca nama yang berkelip dilayar ponsel, satu senyuman terbentang dibibir Baekhyun. Sungguh diwaktu yang tepat, fikir Baekhyun. Dengan cepat dia menyapu layar ponsel kemudian menempelkan benda kecil itu ditelinga sebelah kirinya.

“Kenapa kau selalu tahu ketika aku merindukanmu?” buka Baekhyun ketika dari sebrang sana tedengar satu sapaan. Pertanyaan Baekhyun barusan sontak membuat orang disebrang sana tertawa manis, otomatis suara itu membuat senyum semakin melebar dibibir Baekhyun.

“kau dimana? Tidak mungkin kau menelfonku kalau tidak ingin bertemu bukan?” satu suara tawa kembali terdengar disusul dengan perbincangan memberitahukan alasan dibalik panggilan telfon ini. Baekhyun bergumam setelah orang disebrang sana memberitahukan dimana tempat mereka akan bertemu. Setalah panggilan ditutup, Baekhyun kembali menyimpan ponselnya kemudian memutar langkah, menuju tempat pertemuan malam ini.

“Ada harapan,” bisik Baekhyun ditengah larinya.

҉҉҉

Sosok itu berdiri tepat didepan Baekhyun lengkap dengan senyum manisnya. Dengan kemeja putih kebesaran, rambut hitamnya dia biarkan terurai membingkai wajah menawannya, dia terlihat begitu mempesona. Kenyataan Baekhyun merindukan sosok didepannya mengubah apapun menjadi begitu cantik.

“Kau tampak sangat-”

“Aku merindukanmu,” sergah Baekhyun sambil memeluk sosok itu erat. Baekhyun tahu, perempuan didepannya ini bisa menebak apapun yang terjadi padanya. Mungkin, malam inipun dia merasa Baekhyun berbeda. Tapi izinkan Baekhyun meluapkan rindunya kali ini.

“Berapa lama kau pergi? Aku fikir kau takan menemuiku lagi Jill,” lanjut Baekhyun.

Perempuan bernama Jill itu tersenyum, meraih kedua tangan Baekhyun dia membawa masuk lelaki itu. “Baru lima hari Baek, lima hari kita tidak bertemu dan kau sudah sangat merindukanku?”

Baekhyun mengangguk.

“Atau, kau hanya merindukanku disaat kau ada masalah?” tanya Jill lagi sambil tertawa. Dia beranjak menuju dapur yang tidak jauh dari tempat dimana Baekhyun sedang duduk memperhatikannya sekarang. “Tapi memang seperti itu hubungan kita bukan? Aku membutuhkanmu kau membutuhkanku, jadi jangan sungkan untuk menghubungiku ketika kau ada masalah,” lanjut Jill masih dari dapur.

Baekhyun tidak menjawab, dia hanya mengangguk menyetujui kaliamt yang keluar dari bibir perempuan yang sudah sangat akrab dengan kehidupannya itu secara gamblang.

Kembali dengan dua kaleng coke, Jill itu menjatuhkan tubuhnya disamping Baekhyun kemudian meletakan kepalanya dalam pelukan Baekhyun. “Chanyeol menelfonku, dia bilang kau dalam masalah, kenapa kau tidak menghubungiku?”

Baekhyun mengusap lembut rambut hitam dalam pelukannya, kemudian tertawa pelan. “Karena pada akhirnya kau akan tahu tanpa aku memberitahu,”

“Aku tahu karena Chanyeol memberitahuku,”

“Itu gunanya sahabat,”

“Chanyeol bilang kau berencana menemui Suho?”

Masih sambil menyesapi wangi dari setiap lembaran rambut itu, Baekhyun mengangguk. “Bukankah dia adalah pelindung kami?”

“Ada aku. Yang akan selalu melindungimu Baek, selalu,”

“Sungguh?” tanya Baekhyun

Jill tersenyum. Dia melepas pelukan Baekhyun, menatap lelaki didepannya kemudian menjatuhkan satu kecupan kilat. “Jadi? Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan masalahmu?”

Baekhyun meraih dagu kecil Jill, menatap dalam diam dua bola mata hitam didepannya kemudian tersenyum. “Your rule Queen,

҉҉҉

Baekhyun terbangun ketika dia merasakan sinar matahari mulai menerpa wajahnya, menghembuskan nafas panjang Baekhyun bergumam dalam hatinya tentang kenyataan pagi ini dia masih bisa terbangun tapi sialnya, ingatan tentang masalah dan jalan hidupnya membuat Baekhyun kembali menghembuskan nafas berat.

“Kapan aku akan terbangun dengan tidak mengingat semua masalah ini,”

Tangan Baekhyun bermain kesamping tempat dia berbaring, dia menyadari disana sudah tidak ada Jill yang semalam menemaninya. Mungkin dia sudah bangun. Terduduk ditempat tidur sambil mencoba mengumpulkan semua kesadarannya, Baekhyun menangkap suara ribut dari luar juga aroma toast menyapa indra penciumannya. Seperti naluri perempuan pada umumnya, Jill ternyata bisa melakukan hal normal seperti ini.

“Pada dasarnya dia sama seperti wanita lain,” ucap Baekhyun sambil tersenyum. Bangkit dari tempat tidur, menyambar kaus putih yang tergeletak dilantai Baekhyun melangkah keluar kamar.

Sesuai tebakan, sosok itu tengah sibuk dengan menu sarapan mereka. Membelakangi Baekhyun, rambutnya dia ikat asal, masih menggunakan pakaian semalam dia terlarut dalam dunianya sendiri. Baekhyun tidak mau mengganggunya, duduk disofa dan memperhatikan dari belakang adalah pilihan terbaik. Sosok perempuan akan terlihat sempurna apabila dia tengah mempersiapkan apapun untuk orang yang dia cintai.

Hati Baekhyun kelu, tapi apa mereka saling mencintai?

“Kau punya kebiasaan baru Baek?” Jill sudah berbalik sambil menatap Baekhyun.

“Apa?”

“Memandangiku? Kau terpesona?” tanya Jill lagi sambil tertawa kecil kemudian melanjutkan aktivitasnya dengan beberapa bahan makanan. “Biasanya kau akan langsung menghampiriku, memeluk dari belakang kemudian memberikanku satu kecupan pagi, ada apa dengan hari ini?”

“Hahaha.. aku hanya tidak ingin mengganggumu,”

“Sungguh?”

Baekhyun terdiam, sedikit berfkir dengan kalimat yang barusan dia lontarkan. “Kau terlihat cantik,”

“Ooh… baiklah tuan Byun,”

Dan mereka kembai terdiam. Meninggalkan Baekhyun yang kembali terdiam. Kedua matanya memang terpaku pada sosok didepannya, tapi fikirannya terbang jauh menyebrangi lapisan bumi lainnya. Baekhyun selalu seperti ini. Dia lelah dengan kehidupan yang dia jalani sekarang, dia ingin menghentikannya, tinggal bersama adiknya seperti kakak adik normal pada umumnya. Tapi, dirinya kembali mempertanyakan, apa bisa dia keluar dari dunia seperti ini? Apa yang bisa Baekhyun lakukan nanti selain menemani para perempuan?

Sekali lagi satu hembusan berat dia keluarkan.

“Apa kau percaya dengan dunia paralel?” tanya Baekhyun setelah lelah dengan permainan fikirannya.

“Entahlah,” jawab Jill singkat.

Baekhyun bangkit dari duduknya beranjak mendekati Jill, kemudian dengan lembut melingkarkan tangannya, “Aku selalu berandai – andai,”

“Tentang?”

“Dunia paralel,” Baekhyun melepaskan pelukannya kemudian bersandar pada balok counter di dapur. “Aku sering membayangkan, seperti apa jiwaku yang lain disana? Seorang Byun Baekhyun lainnya, apakah sama sepertiku?”

Jill berhenti mengaduk sup yang mulai mengepul, kemudian menangkup kedua sisi pipi Baekhyun. “Dimanapun kau berada, kau akan tetap menjadi Baekhyunku,” kemudian satu kecupan kilat mendarat pada bibir kering Baekhyun.

“Tidak cukupkah aku yang sekarang berada didepanmu?” Tanya Baekhyun yang dijawab gelengan Jill sambil tersenyum. “Mari kita bayangkan, seorang Byun Baekhyun disana,” Baekhyun mendekat kearah Jill kemudian kembali melingkarkan tangannya. “Baekhyun disana lulusan Universitas ternama, wajahnya masih tetap tampan dan otaknya cerdas. Mungkin dia akan menjadi seorang pengusaha sukses, sebuah perusahaan property besar skala nasional. Dia akan berangkat kerja dengan setelah jas rapih, sepatu branded mengkilat lengkap dengan mobil mewah yang membuat orang lain merasa iri,”

“Dia akan menjadi sosok paling keren, akan banyak wanita berebut menjadi kekasihnya,”

Baekhyun mengangguk. “Kemudian Ibunya seorang ibu rumah tangga biasa yang selalu menyambut kedatangan anaknya dengan senyuman juga masakan lezat setiap harinya. Menjadi sahabat paling dengan dengan anak – anaknya untuk bercerita masalah mereka, ah sungguh menyengkan..”

Kali ini Jill terdiam.

“Lalu, adik perempuannya sukses dengan bidang pendidikan dan siap menjadi bagian dari perusahaan tempat kakaknya berkerja. Kemudian disaat karir semakin sukses,” Baekhyun melepaskan pelukannya membalikan tubuh Jill dan membuat mereka saling berhadapan dengan jarak hanya beberapa jengkal. “Dia akan bertemu perempuan yang sangat mencintainya, menikah, membangun sebuah keluarga dan mereka hidup bahagia dengan tiga anak lucu,” satu ciuman kembali Baekhyun daratkan di dahi Jill.

“Indah bukan?” tanya Baekhyun.

Jill terdiam, dia masih belum melepaskan pandangannya dari Baekhyun yang berdiri didepannya. “Baekhyun diluar sana mungkin terdengar sangat beruntung, tapi ini kau adanya Baek,” ucap Jill.

Baekhyun mengangguk setuju, dia melangkah mundur kembali menyandarkan tubuhnya. “Aku hanya membayangkan saja,”

“Jangan seperti ini,” Lanjut Jill. “Membayangkan dunia lain hanya akan membuatmu yang sekarang merasa terbuang. Aku fikir cukup bijak jika sekarang kau fikirkan dirimu yang sekarang,”

Diam kembali tercipta dan mereka berdua hanya bertukar perasaan melalui tatapan mata yang terlempar satu sama lain. Semua itu mungkin akan bertahan lama, Jill bahkan sudah melupakan supnya yang sekarang sudah mendidih. Tapi satu panggilan telfon membangunkan mereka.

Ponsel Jill.

Jill beranjak mengambil ponselnya yang terletak disalah satu counter dapur. Ketika membaca nama yang berkelip disana, dengan segera Jill melemparkan satu tatapan pada Baekhyun. “Suho Oppa, aku fikir aku harus segera kembali,”

Baekhyun mengangguk sambil tersenyum, kemudian memandangi sosok Jill yang kini dengan manis tengah menjawab telfon dari Suho –Suaminya. Ya, apalah Baekhyun ini, dia hanya mencari seseorang untuknya bergantung agar tetap bertahan hidup. Termasuk pada Jill, tapi apa sungguh hanya tujuan itu kedekatan Baekhyun dengan Jill. Lalu apa arti perasaan sakitnya ketika Baekhyun melihat Jill tengah bersiap pergi meninggalkannya kembali pada lelaki lain? Apa arti bahagia yang selalu datang setiap Jill menelfonnya? Lalu debaran apa itu setiap Jill menatapnya kemudian memberikannya satu kecupan?

Cinta?

Jangan, kata itu sungguh terlarang bagi lelaki yang memilih jalan hidup seperti Baekhyun.

Jill selesai dengan panggilannya, dia kembali mendekati Baekhyun kemudian memeluknya pelan. “Aku sudah menyimpan lembar cek didompetmu, ada beberapa barang dikamar berikan itu pada adikmu dia pasti akan suka,” ucap Jill dan Baekhyun mengangguk. “Hentikan omong kosongmu tentang dunia paralel, aku mencitaimu apa adanya Baek,” pelukan mereka kemudian mengendur, sebelum Jill benar – benar melepas pelukannya, dia mencium pipi kanan dan kiri Baekhyun bergantian. “Sampai nanti,”

Dan Jill pergi, meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam di dapur. Selalu seperti ini. Baekhyun melangkah kembali kekamar, dia meraih dompet berwarna coklat miliknya dan mendapati sudah ada beberapa lembar cek disana. Baekhyun tersenyum kecut.

Dia mengedarkan pandangannya menyapu kamar dan mendapati satu kotak besar disudut dekat meja rias. Baekhyun bangkit meraih kotak bewarna coklat dengan logo barang mewah tercetak disana. Seperti kata Jill, isinya sepasang sepatu dan tas untuk adik perempuannya.

Meletakan kotak dan dompet miliknya diatas tempat tidur, Baekhyun memandangi dua benda itu. Hanya dalam waktu satu malam dia mendapatkan apa yang kemarin menjadi masalahnya. Uang sudah dia dapatkan bahkan lengkap dengan bonus untuk adiknya, dia bisa mencairkan uang itu sekarang kemudian memberikan pada ibunya, masalahnya selesai.

Tapi Baekhyun masih merasakan sesak dalam dadanya. Dirinya bagaikan rumah kecil yang terbuang. Hanya sesekali orang berkunjung dan tidak selamanya mereka tinggal didalamnya. Sesak, penuh Baekhyun pun merasakan hal serupa. Menghadapi kenyataan hanya dia sendiri didunia ini.

Melangkah mendekati jendela, Baekhyun memandang langit yang siang itu sangat cerah. Teringat dengan imajinasi sosoknya didunia paralel, dalam diam Baekhyun melantunkan doa untuk dirinya.

Semoga kau diliuar sana lebih beruntung dibandingkan aku yang kosong disini.

.

.

Kkeut

Note : Apa ini? fanfic apa ini? entahlah,nulis fanfic ini ketika gejala WB menyerang, jadi beginila…

Aku sama Ila heboh liat foto teaser Baekhyun tempo hari. Sampe akhirnya keluarlah projek dadakan ini, kita ambil foto yang sama tapi cerita masing – masing. See poster fanfic kita sama tapi feelnya beda banget.  dan kenapa postingnnya tanggal 30? Simple sih, kita sekalian merayakan datangnya era EXODUS.

Yang sering baca fanfic di blog aku mungkin bakal asing dengan genre ini. Entahlah aku pun ga ngerti kenapa pake genre kaya gini, mungkin efek teaser Baekhyun itu sendiri. Fanfic ini ditulis ketika imajinasi dan feeling nulis ilang kemana, tapi karena tanggal deadline udah ketuk palu jadilah seperti ini. bagaimanapun hasilnya, tinggalkan review kalian ^^

dan baca juga punya Ila, biar lengkap baca projek kebutan Baekhyunnya..

Love you all,❤

XOXO

gfdhfd

72 thoughts on “Little House

  1. IKAAAAA PUNYAKU PUBLISH NANTI SORE YA?
    ASTAGA PUNYAKU BELUM JADI NIH AKU LAGI NULIS.
    DAN SORRY AQ GAK MAU BACA DULU SOALNYA TAKUT NGARUH.

    NB: SERIUS GW KENA WRITING BLOCK!!! GARA2 DEBAT DI BLOG SEBELAH SEDARI KEMAREN MOOD NULISKU AGAK RUSAK

    NBB: SORRY CAPSLOCK GW RUSAK😛

    • ugh! itu CAPSLOCK bikin sakit mata >.<

      hahaha,
      okey La, pokoknya hari ini aku ga mau tau hahaha
      aduh, masih berlanjut debat disana? udah sampe mana? siapa yang menang? ada lanjutan buat lawsuit kaya anak exo,
      hahaha
      goodluck buat debatnya,

  2. ASTAGA… aku nggak nyangka klo Jill itu istri-nya Suho. kasian banget Baek-nya. nggak ada yang peduli. aku kebawa cerita nih. aku tiba-tiba merasa sendiri juga –”
    GALAU.. ceritanya nice ^^

  3. emang sedih ya kalo cuman jadi tempat singgah sementara buat orang lain..
    cuman didatengin ketika ga ada pilihan lain.. trus ditinggal gitu aja..
    sendiri lagi.. sendiri lagi..

    mari sama-sama kita bersabar baek..🙂

  4. Shock pas pertengahan cerita baek di pub? O_O
    Ini genrenya agak dewasa ya, baeknya kasian tapi tetep harinya masih hampa, tapi eonni tega bikin baekki kek gitu😥
    But beda banget dari karya apreel eonni lainnya hehe tapi bagus juga sih sesekali hahah😄 like it lah😀

  5. Pingback: [FF] Desideratum | ✎ Iruza Izate

  6. Letter From Nowhere nya kapan? Aku nungguin loh.. Hehe😉 jangan sampe aku lupa jalan ceritanya ya hehe🙂 Thanks too eonninim..

  7. pertama karakter disini sepertinya bukan karakter yang biasanya kamu buat deh ka. ini random banget kamu langung maen lompat aja jadiin dia badboy. tapi keren keren wkwk
    selama baca ffmu yang aku bayangin baek yang kayak di teaser itu loh ka. pake jaket kulit, pake headset wkwk keren abis. pas banget sama teasernya. ngga kayak punyaku jauh wkwk

    dan AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ika kau membunuhku dengan suho suaminya jill
    *jleb
    aku kira baek dicurigai suho karena dia jadi pengedar ganja sabu2 yang curang atau samacamnya. wkwkwk
    ih ika ih. kesel deh aku ceritanya sederhana tapi penuh lika liku. bikin reader menerka nerka cerita tak pasti
    sedari tadi tebakanku salah mulu. aq kira Baekhyun anak orang kaya yg sukanya mabuk2an wkwk dan eh ternyata.. dia anak buahnya $uho dan dia… mencintai istrinya T_T *mengheningkan cipta
    dan jill kurang ajar banget sih. dia bilang mencintai baekhyun tapi-tapi dia menikahnya sama suho
    trus baekhyunnya gitu juga. alah bingung sendiri gw. kok keren sih ka

    dan aku menyukai paragraf ini
    Melangkah mendekati jendela, Baekhyun memandang langit yang siang itu sangat cerah. Teringat dengan imajinasi sosoknya didunia paralel, dalam diam Baekhyun melantunkan doa untuk dirinya.

    nyesek bacanya T_T

    • Yeah, iya banget ini karakter Baekhyun berasa random dia jadi kaya gini. Baekhyun ditangan aku selalu jadi cowo manis nan lucu tapi entah kenapa aku mengubah jalan hidupnya jadi lelaki macem gini,
      dan salah kan image dia di teaser tempo hari,
      make-up baddas dia nge-blok imajinasi Baekhyun manis dari otaku,
      hah /sigh/

      ah,, sedih bangetkan idup dia T^T
      miskin, hidup ga bener, macarin istri orang dan kamu tuduh pengedar narkoba juga, jaat banget kau La,
      Tapi setelah baca punyamu, kontras banget idup dia. Di punya kamu dia jadi master, disini dia jadi slave oh La kenapa tema kita pasangan gini ya,
      kan enak banget jadinya bacanyaaa
      /terharu/

      oke projek dadakan nan absurd ini menyenangkan juga,
      kapan2 kita coba lagi😄

  8. cukup cukup!! aku cukup kenyang. Yeah, kenyang nelen ludah setiap baca kalimat yg menggambarkan hidup baekhyun yg penuh masalah. Kaget abis pas bagian ‘Suho, suaminya’ ……
    baper aja udah. Jadi baekhyun jadi kekasih gelap istri suho……. Sedikit terhenyak. Bisa ya kak kamu kepikiran bikin baekhyun semacam laki2 simpanan kkk. Tapi seriusan ini keren. Permasalahan dalam diri dan hidup baekhyun memang gak dijelasin sepenuhnya secara langsung tapi tetep bisa dicerna dengan mudah dan nempel.
    btw aku jarang (atau mungkin gak pernah?) mampir ke blog kakak karna biasanya baca di exoffworld sih. Tapi suka banget ini pokoknya. Hanya ingin mengutarakan satu hal, bisakah ini dibuat chapter??? hehe🙂 Ajib lah!!! Lebih keren dari orang yg di poster!😀

    • dan kamu mampir ke blog aku karena aku reblog disana kan?
      hahahha
      jujur aku males repost disana, makanya aku reblog aja😄

      thanks loh udah suka dan,,, terimalah kehidupan kelam Baekhyun ini
      dia lagi baper, maklum lah,
      hehe
      jadi chapter?? oh no😄
      hahaha
      cukup sampai disini aja baper2an sama Baekhyun

  9. omg omg baekhyun kasian:’ jadI cowo simpenan anak dari ibu yang begitu huee:” keren thor berasa banget banget ini ceritaa:3 tapi… itu endingnya dia ngga lompat gedungkan yaa? Keren thor pokonya feelnya dapet bangeeeettt

  10. Euhm.. Maaf ya kak kalo komenku mengganggu.. Maafin kata”ku yg berasa mengintimidasi dan sekali lagi aku minta maaf buat semua pihak🙂

  11. Aku seyuu sama komennya Ila, ini fanficnya emang beda banget yang biasa dibuat Ika sebelumnya. Ah..Baekhyunnya bad boy dan menurutku itu seksi sekali..bener-bener beda sama aslinya yang sok imut kayak gitu.
    Dan please..aku gak nyadar ternyata Jill itu istrinya Suho, kirain pacar biasa aja..aduh, feelingku kurang seukeut nih, haha.
    Tapi aku ngerasain banget feeling sedih dan sengsaranya Baekhyun di sini. Dan akhirnya aku cuma bisa berkata WAW, hebat!

    • dan yaa… Baekhyun disini emang diluar zona nyamanku biasanya nulis,
      hahaha

      entahlah, tadinya mau bikin yang mellow menyayat dengan Baekhyun polos teraniaya
      tapi, damn! itu teaser menghancurkan imajinasiku,
      jadilah seperti ini Baekhyunnya

      heheh
      sedih banget ya hidup dia😦

      but thanks ya Irma ^^❤

  12. baekhyuneeee ya ampun baekhyun jadi cabe disini -___- ulekan mana ulekan -,-
    sini lah oppa sama aku kita kerja sama*, sukses sama* punya anak sama* #lah wkwk
    miris idupnya kaga sanggup. suho yg sabar juga ya udh diselingkuhin

  13. kasian hudupnya baek😦 sequelin dong bikin hidupnya baek bahagia dengan adanya perempuan baru yg bisa rubah idupnya dia hehehe
    keep writing

  14. keren kak,, miris bgt idup baekhyun kak,, dan jalan ceritanya beda bgt ama yg aku bayangin,, bnyak kejutannya.. daebak kak ^^

  15. Yaampun kok ngejleb bangey sii kak?😥
    Aduuh aku gatega, bekhyun sini peluk/?
    Aku ga nyangka kalo jill itu istrinya suho ;;-;;
    Surprising syekaleh kak, aduuh aku speechless selalu kalo uda ketemu yang nyesek-nyesek gini kaann ;;-;;
    Kata-katamu itu loh kak, menusuk kerelung terdalam/? ;;-;;
    Pokoknya bagus kak, aku suka karakter jill yang kakak ciptain disini♥

  16. JEDARRRRRRRRR!
    Aku merinding lah kak pas bagian Jill nerima telfon,
    mygod, kesian banget idup Baek.

    Kirain pas diawal CHanyeol nyinggung ttg Suho karena Baek mau berhenti gitu dari dunia gitu,
    ternyata,
    ah aku penasaran apa Suho bakal tau entar,

    keren kak…

  17. halo kaaa reader baru hehe
    ff project sama ka ilaaa yaa hehe bagus bgtt kaak suer demi lohaan idenya sederhana sih tapi jeduar jeduar banyak kejutannya yg buat tecengangg hehe ff buatan kak ila desideratum gak bisa aku baca hiks belom cukup umur:(

    • Halo ca..
      kamu readernya Ila yaa??

      duh thanks yaa udah mampir dan baca salah satu projek dadakan kita,
      hahaha
      kedepannya kita bakal banyak projek duet lagi loh ^^

      ah, belom bisa baca ya,
      awalnya Ila juga ga di password, tapi setelah pertimbangan di protect soalnya ada adegan explicit,,
      tunggu projek kita lainnya yaa ^^

      bocoran : senin kita da projek baru ^^

  18. Ff nya keren, tema dan jalan ceritanya juga lain dari yang lain!
    Suka baca ff semacam ini, semangat terus buat nulis ya. . .

  19. Wah…ceritanya bagus…
    Jarang2 ada peran baekhyun yg seperti ini
    Kasian dia selalu terluka, kesepian lagi…cup cup cup /jadi pengen peluk baekhyun/
    Aku belum baca yg punyanya kak ila..soalnya di protek dan aku belum dapat pw nya…huwaa pengen nangis

  20. sedih banget hidup lo ,byun baek..jadi simpenan istri holangkaya. bukan baru kali ini aku baca ff byun baek dgn karakter bad boy, malah aku pernah baca ff si byun baek dgn karaker yg bad bad boy banget, nice story thor, oya, letter from nowhere nya di tunggu banget

    • Thanks udah mampir sini,

      sorry ya buat LFN nya ngaret banget,
      ada sesuatu nih tiba2 takut salah eksekusi soalnya mereka udah mau end jadi aku takut ada hole diceritanya,
      mesti pelan2

  21. Kak april kok bisa buat Si Baek jadi bad boy gini :3 lucu… hehe
    Daebak pokoknya😀
    Sukses buat kolaborasi sama kak ila-nya, untuk selanjutnya aku pasti baca

    Maap baru sempet komen

    • Apaaaa?? Baekhyun kaya gini lucu
      aduh dek,
      hahahha

      thankss ya dear,
      hahah projek kita selanjutnya posting hari senin, masih sama kaya gini
      apa lagi yang senin nanti kita pake judul sama juga ^^

      jangan lupa baca yaaa /?
      hahaha

  22. Aku paling suka sama kalimat “Semoga kau diliuar sana lebih beruntung dibandingkan aku yang kosong disini.” itu udah mendeskripsikan betapa hampanya hidup Baek disini. Dan tentang Jill…..sebenernya mereka itu apa? Selingkuhan? Friend with benefit?

  23. lhadalahh, baek jadi simpanan?? omaigatt. dan parahnya sama istri suho yg katanya pelindung mereka ber dua. hekekeke gak papa ding dari pada jadi chabeee. wkwk keren2 .konfliknya sedang dan gak bosenin. good job

  24. huwooo…
    gambarnya cocok sama ceritanya,,,,
    ceritanya sangat kelam…kasian baeky nya tapi pas ngebayangin,,cocok juga,,,hahaha…
    ceritanya menarik..
    gomawoyo..

  25. Duh eon udh dpt feel nya:’D ko aku bca baek peranin karakter ky gni miris ck, lma kelamaan bca bsa ngerti eon ditmbh kata2 yg dpke dfanfic bgs eon hihi

  26. Ya ampun setiap bca ff nya baek pnya kakak kok gk pernah happy ending yaa kak, nyeseek terus bawaannya kkk~ tapi itu cinta terlarangnya asik bgt hahaa ngomong apa sih aku? Berasa sweet bgt hbungannya aaaa. Aku terkecoh bcanya berbeda dgn apa yg ku pikirkan dan bca ff bgini itu greget hehee, keep writing terus yaa kak😀

  27. kaaa kok keren siih ceritanyaaa
    hihii^^ asik nih
    dan aapa iya banget ceritanya klop sama teasernya
    keinget waktu detik2 terakhir diteasernya, baek mengap-mengap berpendar cahaya gitu kaan
    dan aku langsung, oohhgod he’s beautiful :’)too beautiful so i cant handle it

    dan ceritanya mengingatkanku laaagi,
    dan itu menyenangkan
    yaaa walaupun tidak buat baekhyun-dia naas disini-
    thats okaay, life not supposed to be easy right..
    sipp, good job ka
    thanks for share and story❤

  28. dunia paralel ?? aku baru dengar istilah itu kak… ngomong-ngomong aku reader baru nih kak hehehe… langsung kepincut sama karya ini…

  29. akh daebak !! ff nya keren kak…aku selalu suka ff kaka dan ka ilachan … sebelumnya aku udh pernah baca project ff kaka & ka ilachan yang ‘Koyaanisqatsi’ itu jg salah satu ff kesukaanku… dan aku baru nemu lagi ff project kaka sama ka ilachan tapi yg versi desideratum ka ilachan aku belum baca,lgi proses minta password kekeke~.. pokonya keren deh ka setiap kata dan perkalimatnya cara penulisannya bagus rapih gitu ka pokonya aku suka,feel nya jg ngena bngt !!!

    oh iya ka aku pengen lebih deket nih sama kaka, aku kira2 bisa manggil kaka apa? ok ka makasih dan maaf kalo komenan aku bkin kaka risih #bow

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s