[Review] Movie : Somewhere Only We Know

.

.

Kita selalu merasa bahwa ‘Selamanya’ adalah ukuran paling lama dalam jarak. Tapi ketika kau menyadari kata ‘Selamanya’ hanya berlalu sekejap mata, maka ungkapkan cintamu dengan segera pada orang – orang yang kau kasihi.

.

.

Jin Tian datang mengunjungi Prague dan memutuskan tinggal sementara untuk mencari ketenangan. Kehidupannya di China setelah kepergian Nenek kesayangannya juga pernikahan yang berujung kegagalan hanya membuatnya sesak. Memutuskan pergi ke Prague bukan suatu keputusan acak bagi Jin Tian. Tapi kenangan Neneknya lah yang membuat Jin Tian datang ke Prague, karena disini sang Nenek pernah menghabiskan masa mudanya.

Setibanya di Prague, Jin Tian masuk kelas bahasa khusus untuk turis selama musim panas untuk mengisi harinya. Lalu, Jin Tian juga membuat beberapa to do list atau tantangan pada dirinya sendiri untuk menjadi sosok yang baru : Bunge Jumping, Tatoo, Smoking, geting ashamed, one night stand. Satu persatu tantangan Jin Tian terpenuhi, sampai pada suatu malam ketika teman – teman kelas Bahasanya melakukan pesta, Jin Tian memutuskan untuk melakukan one night stand yang mempertemukannya dengan sosok Ze Yang, pemain Cello lepas juga Ayah satu anak.

Pertemuan memalukan di pesta malam itu, membuat Jin Tian dan Ze Yang dekat satu sama lain. Bahkan Ibu dan Nini –anak Ze Yang sudah terbiasa dengan kehadiran Jin Tian. Tapi hari – hari selanjutnya bukan bercerita tentang kisah mereka berdua, Jin Tian mendapat telfon mengenai kepemilikan harta benda sang Nenek, bersama benda – benda itu ditemukan sepucuk surat dari tahun 1970 ketika Neneknya masih berada di Prague. Surat dari seseorang bernama Josef Novak untuk Neneknya Lanxin.

Menghabiskan harinya di China bersama sang Nenek membuat Jin Tian hapal dengan aktivitasnya. Neneknya terbilang sosoknya yang pendiam, tenang dan menghabiskan masa hidupnya seorang diri tanpa pasangan (Jin Tian anak dari anak adiknya Lanxin, jadi Lanxin bukan Nenek Jin Tian secara biologis). Sehingga ketika mendapati surat cinta dari seorang lelaki untuk Neneknya, membuat Jin Tian penasaran.

Perjalanan di mulai. Di bantu oleh Ze Yang yang sudah hapal seluk beluk Prague, mereka berdua melakukan pencarian untuk masa lalu Lanxin juga Novak. Pencarian yang berhasil mengajarkan mereka tentang cinta dengan artian yang lebih sederhana dan pesan yang lebih bermakna. Lalu apakah Jin Tian dan Ze Yang sendiri akan menemukan arti cinta mereka seperti Neneknya –Lanxin dengan Novak?

.

.

Peng Ze Yang, anak tunggal juga single parent dari satu anak –Peng Jia Ni atau Ni Ni. Memiliki masa lalu yang buruk tentang cinta, ketika Ayahnya berselingkuh dengan perempuan lain kemudian berimbas pada kondisi sang Ibu. Menjadi Ayah dan Anak dengan Ibu yang menderita Bipolar, membuat Ze Yang mengharuskannya menjadi sosok yang tegar. Dia harus kuat untuk selalu berada disamping sang Ibu ketika kekhawatirannya meledak. Berkaca dari kondisi sang Ibu dan tidak ada tanggung jawab dari Ayahnya, membuat Ze Yang tidak percaya dengan cinta dan tidak pernah memikirkan masa depan.

Ni Ni merupakan anak Ze Yang dengan seorang murid kelas Internasional –Monica. Waktu itu Ze Yang masih berumur 19 tahun, tanpa tahu apa itu cinta Ze Yang dan Monica melakukan hal diluar batas yang membuat Monica hamil. Karena dalam kepercayaan Monica berdosa jika dia mengugurkan kandungannya, maka lahirlah Ni Ni. Monica meninggalkan Ni Ni juga Ze Yang dengan kembali ke Negara asalnya tanpa pernah memberi kabar kapan akan kembali. Lelah menunggu dan merasa bisa mengurus semuanya seorang diri, akhirnya Ze Yang memutuskan untuk hidup hanya dengan Ibunya dan Ni Ni saja. Untuk menghidupi mereka bertiga, Ze Yang memutuskan menjadi pemain Cello lepas, meski berkali – kali dia mendapati tawaran untuk bergabung dengan tim orkestra di London. Tapi karena enggan meninggalkan keluarga kecilnya, Ze Yang menolak.

Sampai suatu malam Ze Yang bertemu dengan sosok perempuan –Jin Tian yang tengah mabuk berat dan mengajaknya untuk melakukan one night stand. Sebuah pertemuan yang tanpa mereka sadar menumbuhkan benih – benih cinta yang selama ini sudah Ze Yang hindari.

Pencarian cerita masa lalu Nenek Jin Tian sudah selesai dan kelas bahasa Jin Tian juga hampir selesai menandakan dalam hitungan hari dia akan kembali ke China dan mereka berdua akan berpisah. Ze Yang yang hidup tidak pernah memandang masa depan, mulai goyah dengan apa yang akan dia lakukan pada Jin Tian.

Apakah Ze Yang akan menyerah pada kisahnya dengan Jin Tian? Atau dia mulai untuk membuat masa depan antara mereka berdua?

.

.

Ya, ya, ya ini Filmnya Kris. Meski dia udah keluar dari EXO dengan cara yang –ehm mengecewakan, terus juga aku sering bilang ga respect lagi sama member satu ini, tapi tetep aja penasaran sama track karir dia. Maka dari itu berujung dengan download film perdana dia (padahal film Cart D.O aja belom nonton). Hebat juga sih Kris –atau Wu Yi Fan?, pertama terjun dunia akting langsung jadi lead actor gini, hebat lah.

Sayangnya…..

Akting dia masih jauh dari kata hebat. Kalo mau banding – bandingin, masih bagusan akting Kyungsoo. Tapi kalo bahas masalah aura, Kris dapet banget aura Lead Actor, anak berbakti, Ayah yang sayang anak dan pemuda jatuh cintanya. Ya, secara keseluruhan menikmati akting perdananya Kris ini, meski kadang annoying sama akting marah dia, emosinya masih kurang dan wajahnya terlalu datar. Hahah

Oke, hentikan komen tentang akting Kris dari sudut pandang fans EXO dan dia sempet jadi bagian dari mereka. Sekarang kita bahas ke filmnya.

Ide Cerita (9)

Aku kasih nilai 9 buat ide cerita. Ide film ini keren banget, tentang Kisah cinta dua waktu. Dalam durasi film 1jam 47menit ini kita bakal disuguhi dua kisah cinta dalam satu film, masa lalu nenek Jin Tian dan kisah Jin Tian sendiri dimana menurutku dua kisah tersebut tanpa sadar jadi saling bersingungan. Temanya juga ga berat – berat banget, tentang cinta pertama yang abadi, tapi entah kenapa ngasih kesan yang manis banget, bahwa cinta bukan tentang seberapa lama mereka bersama tapi tentang seperti apa mereka bisa merasakan satu sama lain dan membagi cinta tersebut menjadi hal positif bagi hidup masing – masing. Misi Jin Tian cari masa lalu neneknya juga ga terlalu misterius, Cuma mengungkap seperti apa kisah cinta Neneknya dulu. Jadi ga terlalu berat buat di tonton, tapi masih meninggalkan kesan yang kuat pas selesai nonton.

Alur (7)

Meski aku kasih point 9 buat ide cerita karena emang ide dasarnya keren, tapi sayang eksekusi alurnya ga rapih.

  • Perpindahan setting waktu dari pas cerita di tahun 2014 ke tahun 1970, masih kasar. Jadi kadang suka beranggapan itu masih di waktu yang sama. Lagian pas setting 1970 Cuma angka doang yang jadi patokan itu masa lalu, ga ada perbedaan dari segi setting tempat.
  • Proses Jin Tian cari jejak Neneknya di Prague segampang balikin telapak tangan. Pertama dari surat, terus dia datengin alamat Josef pas kirim surat nanya – nanya sama yang tinggal disana. Menurut logika kejadian udah hampir 60 tahun yang lalu, tapi entah kenapa dengan mudah Jin Tian menemukan orang – orang yang dulu pernah kenal neneknya.
  • Pas Jin Tian nanyain scraft yang Neneknya dapet dari Josef. Ini juga berasa eh? Ko gampang banget. Udah 60 tahun, terus ajaibnya tokonya masih ada, penjualnya juga masih ada dan yang lebih keren penjualnya masih inget kalo benda itu di jual di tokonya dulu. Terus yang lebih hebat lagi, catatan pembelian 60 tahun yang lalu masih ada dan cepet banget dicarinya sama tuh pemilik toko padahal belom pake komputer loh, masih catet dalam buku besar. Logikanya lagi, catatan penjualan yang masih di tulis tangan otomatis dia mesti nginget tahun dan bulan beli dong buat cari? Oke tahunnya udah dapet tapi bulannya? Jin Tian kan ga tau, tapi Cuma dalam hitungan menit penjualnya udah dapet aja catatan pembelian scraft Atau mungkin tokonya dari dulu ga rame ya? Jadi penjualannya dikit, hahaha.
  • Kenapa Jin Tian gagal nikah sama calon suaminya? Sampe akhir film aku ga tahu jawabannya. Jin Tian pasca ga jadi nikah jadi parno sama telfon yang ga diangkat – angkat, tapi entah kenapa Cuma dengan mantan calon suaminya nemuin dia dan minta maaf semua selesai. Klise banget, ada apa dong dengan mereka? Padahal Neneknya udah sayang banget sama si Calon ini.
  • Menjelang ending, pas Ze Yang bilang ga akan nemuin Jin Tian lagi, tapi kenapa dia lari buru – buru pas dapet sms dari Jin Tian? Dasar laki – laki labil, haduh…
  • Aku ga akan ngomentarin proses jatuh cinta Jin Tian sama Ze Yang, karena emang posisinya udah pas. Ga terburu – buru juga ga terkesan Untuk bagian ini, penempatannya PAS. Perfect.

Setting (10)

Setting, Perfect. Ya, secara film ini full setting-nya di Prague yang ga jarang –bahkan sering banget, liatin sisi kota yang cantik. Dari mulai sekolah Jin Tian, rumah Ze Yang, pas mereka jalan – jalan, musik, banyak banget pokoknya film ini nunjukin sosok manis dan cantiknya dari Prague.

Karakter (7)

Jin Tian, Ze Yang aku suka dua karakter ini, PAS. Dengan Jin Tian yang polos tapi pengen berubah menjadi sosok yang baru, kemudian Ze Yang yang ingin merasakan kehidupan hanya untuk hari ini tanpa memikirkan masa depan. Tapi dari semua tokoh di Film ini Cuma Jin Tian sama Ze Yang aja yang menurut aku karakternya pas. Yang lain kesannnya ‘ya udah yang penting ada.’ Tokoh lainnya seolah seadanya, jadi akting dan penempatan karakter mereka hambar.

Akting

So’So’an yah nih mau ngomentarin akting orang lain, hahaha tapi sebagai penikmat bisa menilai dong mana yang aktingnya enak diliat sama yang maksa,

  • Jin Tian (10), akting dia natural aku suka. Mungkin dia udah pernah maen film sebelumnya jadi udah biasa kayanya. Suka aja sama akting dia jadi cewe polos yang pengen berubah dan dia ga bisa. Ga banyak yang aku komentarin dari akting Jin Tian.
  • Ze Yang alias Kris (7). Ini film pertama dia kan? Ok, aku maklumin sebagai akting perdana. Tapi sebagai awalan Kris udah keren ko, sekali lagi dia punya banget aura buat jadi aktor. Karakter dia jadi pemain musik juga mikat banget, pokoknya tiap adegan dia maen Cello itu perfect di liatnya. Sayangnya, Kris ini baru menguasai akting buat scoope adegan romantis sama komedi. Dia buat akting marah, sedih dan khawatir masih kaku banget. Scene pas ibunya kumat harusnya bisa nyalurin perasaan betapa sedihnya seorang anak liat ibunya kaya gini, tapi engga disini. Kris Cuma lempar – lempar barang, bujuk2 Ibunya ga ada perasaan tersalurkan. Mungkin akting yang jadi ibunya juga ngefek. Lagi, adegan pas dia nganter pulang Jin Tian sambil marah – marah, duh wajah Kris tuh annoying kalo akting marah atau bete, flat
  • LanXin (6). Yang jadi Lanxin ini si producer film ini kan? Tapi sayang akting dia hambar banget – banget.
  • Novak (6). Ini juga, harusnya Novak sama Lanxin harus lebih menonjolkan perasaannya tapi kisah cinta mereka hambar penyampaiannya. Tapi karena ide cerita yang keren, aku masih bisa merasakan kuatnya cinta dua tokoh ini.
  • Tokoh lainnya, entahlah berasa tokoh yang sisanya si produser asal comot.

Ending (9)

Jarang aku nonton film atau baca Novel setuju sama endingnya, kadang aku suka punya ending versi sendiri. Tapi sama Film ini aku setuju, endingnya simple tapi manis banget.

.

.

Oke, kesimpulan aku suka dan menikmati nonton film ini meski ada beberapa hole tadi itu. Pas ending dan baca credit kalo film ini dibikin buat Nenek si Producer, aku ngerti kenapa film ini yang idenya simple bisa ngena banget perasaannya, ya karena semua yang berbasis pengalaman bakal lebih ngena. Terlebih si Producer bikin film ini buat si Nenek.

Buat yang mau download film ini bisa kunjungin : disini.

Rate : 7,5 of 10.

17 thoughts on “[Review] Movie : Somewhere Only We Know

  1. haha iya kak, aku masih bingung ama penyebab Jin Tian & pasangannya kenapa bisa gajadi nikah
    emang berkesan ama endingnya.. yang waktu gelang yang dipake Jin Tian lepas itu lho.. kan katanya orang yang ngasih kalo gelangnya lepas secara alami, dia nemuin cinta sejatinya.. itu yang ngena sih
    dan kalo aku liatin lebih spesifik, si cowok satunya, yang pacarnya temennya Jin Tian.. itu kayaknya lebih tinggian daripada Kris.. padahal Kris kan itungannya udah tinggi banget -_-
    yang Cart udah ada yang full movie ya kak, aku belum dapet -_-
    makasih reviewnya kak.. meskipun udah nonton film nya
    keep writing😀

    • Nah itu, absurd banget kan? padahal Jin Tian ampe parno gitu gara2 gagal nikah, tapi ga diceritain di film ini kenapa mereka gagal nikah. Terus kedatangan mantannya juga ga ngefek apa – apa kalo menurutku.

      Hahaha, manis banget ya meski agak risih sama sikap labil Ze Yang.

      Cart udah lama keluar ko, cuma belom sempet donlot + nonton. Lebih penasaran sama film ini soalnya Kris jadi lead actornya, kalo Kyung kan juga jadi support cast di Cart.

      haha,
      sama sama say, eh ganti ID ya?

  2. Thanks kak buat reviewnya. Jadi pengen nonton filmnya nih. Udah punya beberapa hari lalu tp males nnton. Kata kakakku gk gitu bagus sih soalnya. Wkwkwk
    Boleh dong kak review yg filmnya Luhan Back to 20 sma Cart-nya Kyungsoo. Aku udah pernah nnton yg cart. Kyungsoo aktingnya bagus bgt T.T
    Kalo back to 20 blum pernah. Pengen baca reviewny dulu biar penasaran. Wkwkwk
    Keep writing kak…!!! ^^

  3. Eeehhhmmm… Sy sih… Seneng smuanya. Waktu di bagian ending, itu aku udh ngecun knp Ze Yang yg gk mw nemuin Jin Tian lg, tiba2 dia lari2 stlh bc sms. Klo menurutku, ibunya ze yang gk seneng bgt klo ze yang pergi sm jin tian, krn kan dia pengganti ayah kandung ze yang.

    Aku nonton itu udh ngecun loh, smp2nya sy ketiduran, pdhl aku udh nonton 2x. Ceritanya PERFECT bgt, smp2 sy mw nangis aja pun gk bisa. Cuman pura2 nangis aja sambil nahan ketawa😀 . I’m really proud for Producer Xu Jing Lei ( Chen Laxin ).

    Bwt Kris, aktingmu bener2 bgus, walopun ada sedikit kekurangan. Aura aktor dan musik pun msh nempel di hati kris. Jd, nanti kan lama2 ada pengalam tuh jd lead actor. Eh, jgn slh. Film bru dia nanti ( Lao Pao Er ), dia jd supporting cast, tp yg You Are Still Here, itu bru dia kembali jd lead male.

    Eh ada anak kecil yg jd anaknya kris. Lucuuuuuuu bgt. Sy jd gemes liat dia tuh, apalagi waktu dia masang wajah lucu di dpn jin tian.

    Intinya, smuanya keren bgt, smp sy ingin bgt nonton LAGI. Thanks for Producer Xu Jing Lei, crew, and cast. Film ini memecahkan rekor di Cina dan di Amerika Utara. Congratulation!!!

  4. Karena aku ngeship Kris ama CL jadi nggak minat bwangets buat liat ini film. Wkwkwkwkw
    Kalau menurut kak Kwon akting Do lbh bagus dari Kris, jadi aktingnya Kris parah donk? Soalnya aku liat aktingnya Do nggak bgetu kena feelnya, yah namanya masih aktor baru, belum berpengalaman.

    • Apaa…?? ngeship Kris sama CL, duh aku baru pertama kalinya denger yang ngeship mereka,
      okelah itu kembali pada minat dan bakat masing – masing /?

      Akting Kris masih kaku kalo dari kacamata penikmat pelem dadakan ini,
      kalo aku sih suka liat akting dio, mungkin screening time dia juga dikit jadi masih susah judge akting dia😄

  5. Ngeliat dari review mu kok aku jadi males nonton ya?! Sebenernya aku gak terlalu nge fans sama kris sih. Kalo film perdananya kyungsoo sama chanyeol emg gak ada niat buat nonton secara mereka bukan pemeran utama sih

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s