Aku Pernah Memilikimu ‘DULU’

Cinta terkadang bukan tentang kebersamaan. Tetapi ketika dia memiliki banyak memori yang mengisi penuh otakmu. Dengan semua tentangnya…

.

.

#1 – Lagumu

Mereka bilang, Jakarta adalah tempat dimana semua penduduk Indonesia tumpang tindih untuk mencari segenggam berlian. Kondisi yang membuat ibu kota Indonesia menjadi semakin sumpek dan tidak ideal untuk tempat tinggal. Tapi nampaknya bukan cuma Jakarta yang mendapatkan predikat kota sibuk, aku pikir Bandung juga mulai merasakan hal yang sama.

Hari ini, dengan sisa – sisa peluh yang mengering didahiku, aku terduduk disini. Damri jurusan Leuwi Panjang – Cicaheum yang akan mengantarkanku kedaerah Seokarno – Hatta, kawasan Bandung yang selalu macet terutama jam pulang dan jam masuk.

Sudah menjadi rutinitas memang perjalanan melelahkan semua ini.

Malas dengan tumpukan bebek mesin dijalanan, kupejamkan mata mencoba mencari ketenangan yang mustahil sebenarnya aku temukan ditengah kebisingan ini. Tapi, ini lebih baik dari pada aku hanya termangu keluar jendela.

Tepat ketika kedua mata ini tertutup, lagu berputar dari musik pengeras Damri. Satu lagu yang sontak membuatku kembali membuka mata dan menegakan dudukku. Dalam hati aku berteriak “Hey ini lagu kenangan banget,”

Satu tembang awal tahun 2000 yang sangat terkenal ketika aku SMA. Masa dimana aku bertemu dengannya. Lelaki terbaik yang pernah menjadi pengisi relung hatiku saat itu. Ah, sudah 3 tahun berlalu sejak kami tidak saling mengabari dan hilang jejak entah dimana. Aku bahkan tidak tahu apa dia masih berpijak dibumi ini atau tidak, yang pasti rasa itu tetap sama. Rasa ketika alunan melodi gitar menyapa telingaku, lagu mu.

Kenanganku kembali pada masa SMA. Jujur kukatakan kau lelaki yang selalu berhasil mengunci hatiku. Bagaimana tidak, sulit bagi anak SMA bertahan dalam hubungan bertahun – tahun. Kita bertahan selama 2 tahun lebih, bukankah akan banyak kenangan itu.

Ketika pelajaran matematika, kau yang dengan sengaja pindah ke bangkuku hanya untuk menjaga agar aku tidak kena hukuman. “Kamu tuh emang belet ya, untuk masalah matematika. Nih, pake buku aku kalo kamu dipanggil kedepan,” meski kalimatmu terdengar begitu masam tapi sorot mata itu mengatakan kau mengerti sekali akan kondisiku.

Atau, ingatkah kau ketika acara pensi sekolah dan kamu menjadi salah satu peserta grup nasyid? hari itu Minggu, tapi aku rela kesekolah hanya untuk duduk dibarisan paling depan dan mengacungkan dua jempolku selama kau bernyanyi dipanggung. “Jempol kamu berarti banget dari pada tepuk tangan para penonton,” saat itu kau mengucapkannya dengan sangat tulus dan aku tersenyum bahagia mendengarnya.

Beranjak ketahun terakhir kita SMA. Kau ingat ketika aku menerima amplop kelulusanku kemudian berlari mencarimu kemudian tanpa malu dengan tatapan murid lain aku teriak – teriak karena kegirangan karena kelulusanku. Hari itu kamu mengusap pucuk kepalaku dan tersenyum manis, “Cie yang bakal ke Bandung, pinter – pinter ya disana…”

Jika diingat lagi, betapa manis dua tahun masa SMA kita lalui. Masuk kuliah, aku juga dirimu sama – sama hijrah ke kota Bandung. Kampus kita memang terpaut jarak jauh dari ujung ke ujung. Tahun pertama, komunikasi sekedar telfon dan sms masih sering terjadi. Tapi semua itu luntur perlahan dan menghilang.

Lagu durasi 3 menit 45 detik berakhir. Hah, lihat, bahkan aku hapal berapa lama lagu ini. Musik berganti dengan lagu lain, tapi belum sempat aku mendengarkan lagu selanjutnya, aku sudah sampai pada tempat tujuanku.

Perjalanan pulang kerja tanpa sengaja membawaku pada masa lalu tentangmu. Tapi terlepas dari apapun aku bersyukur memilikimu dimasa lalu sebagai bagian dari kenangan manisku.

.

.

#2 – Kejujuranmu

Mereka bilang cinta buta, cinta tidak berlogika dll. Tapi apa mereka pernah mendengar tentang pepatah cinta bisa merubah segalanya? percayakah mereka bahwa cinta bisa merubah Srigala buas menjadi malaikat penjaga? Aku pernah memiliki kenangan tentang ajaibnya cinta merubah seseorang menjadi sosok hangat, jujur dan sangat menghargai.

Lelaki itu mereka bilang adalah seorang pemain. Masa lalunya tertoreh dengan banyak permainan dengan dunia malam bahkan perempuan. Aku mengenalnya, dia teman satu kelas dikampus. Memang, aku juga tahu, dia tipikal lelaki berani.

Tapi aku tidak pernah tahu dan tidak pernah membayangkan ketika lelaki itu kelak akan menjadi lelaki pengisi hari dan hatiku, menjadi lelaki terbaik yang akan mengisi setengah dari masa terakhir kuliahku. Dirimu.

Selalu ada alasan kenapa seseorang jatuh cinta. Dan kau memutuskan jatuh cinta padaku, meski diluar sana ada perempuan lain yang mengejarmu mati – matian. Ingatkah kau hari itu? ketika dengan emosi aku mendatangi kamar kosmu dan bertanya tentang perempuan yang menyukaimu? saat itu dengan tenang kau menjawab, “Tenang, kan sekarang kamu pacar aku. Lagian aku ga ada apa – apa sama dia” hari itu kalimatmu membiusku. Jujur, bukan kamu yang aku khawatirkan. Tapi tatapan menusuk mereka yang menghujaniku. Terlepas dari apapun, aku tetap perempuan yang sama lemahnya seperti mereka.

Kemudian ada hari dimana keluargamu mengalami masa berat. Bahkan kau yang jauh disini ikut membantu dengan segala cara. Aku masih ingat ketika kamu berhari – hari tidak tidur hanya untuk mencairkan uang projek. Malam itu, aku melihat ketika kau terpuruk lelah kemudian darah segar keluar dari hidungmu. Kau tahu? aku rasanya ingin menangis tapi juga marah dalam waktu yang sama. “Aku ga apa – apa ko, asli. lemes aja liat darah,” kau tahu, kalimat itu menyentuh kedalam hatiku.

Kembali pada cerita tentang masa lalumu. Banyak temanku bilang, dia mencintaiku tulus bahkan demi aku kau meninggalkan masa kelamu. Aku bahagia mendengar kabar itu, tapi kau tahu apa yang membuatku sangat bahagia? Ketika dengan sempoyongan kau datang padaku dan berbisik. “Maaf banget ya, tadi aku minum dikit. Tapi dikit doang ko, maaf ya” kalimat itu membuatku merasa kau menghargai keberadaanku.

Perdebatan tentang pepatah antar anak kantor masih berlangsung ketika aku tersadar dari lamunan masa manis tentang kita.
Meski sekarang aku tidak mengerti dengan kondisi kita, tapi terimakasih sudah menjadi bagian termanis dari masa laluku.

.

.

Untukmu, dari masa laluku❤

Terimakasih

22 thoughts on “Aku Pernah Memilikimu ‘DULU’

  1. Wiii eonni pulang ngantor naik damri juga? Aku naik yg jurusan caheum cibereum loo eonnii haha^^

    Keren (y) udah lama rasanya aku nggak baca posting eonni.. memang belum update atau aku yg ketinggalan ya?

    Ciee yang curhat.. jadi eonni sekarang single?
    Maaf banyak tanya..

  2. Kak, kok aku rasanya pen nangis yaa? TT.TT Duuh kak, ini something banget sumpah :’ Aku kadi keinget someone kann :3 *mewek dibahu bekyun*

    Aaa~~ aku suka lah kak pokoknya sama ini cerita.. Mungkin ini bakal jadi ceritamu yang paling sering aku baca lagi dilain waktu..😄

  3. Ohoks.. ceritanya uwoooo..:o
    Aduuh yaampuuunnn baca crita ini aku nyadar klo ternyata aku masih bocah banget masa…u.u
    Aku gk pernah tuh yah punya hubungan sampe lama gitu.. uhuhu..
    yah suka sma olang aja pling sekilas2 doang..:V *Labil
    Bias aja aku pindah2 hati *Loh *gknyambung..:3

    PS : eh kak april.. di cerita ini tuh ada dua cowok kan yah..? gitu..? apa aku salah..? hemeh.. maklum sinyal nya lagi lemot..:3

  4. Kak..
    Spicles lah udah. Emang ya kalo flashback itu kadang enak kadang juga enek. Ini ngena banget. Dari judulnya aja udah … gimana tuh kak kalo sama yang belum pernah memiliki tapi rasanya gak hilang meski udah lebih dari tujuh tahun.. tsaaah *apaan nih curhat* wkwk
    Sudahlah ini kewlz.. :3

    • Masa lalu tuh emang asik banget buat dikenang,
      meski ga semuanya bagus, tapi selalu terselip hal menyenangkan,
      hahaha

      dan, wah aku salut bangetsama angka 7 itu,
      ga masalah say, 7 tahun itu bisa jadi kenangan manis kamu kelak ^^

  5. Waaa, this is amazing experience. Bisa banget ngedeskripsiinnya, dua cowok itu di mata kaku menjadi sebuah hal yang waaah banget. Insya Allah jodoh akan datang secepatnya buat ika..amin..:D
    makin suka sama tulisan kamu, sungguh!

  6. eonnieeeee>< yaampun, kalimatnya itu wow banget!!!:'D aku suka:3:3 aku dibikin meleleh sama kalimat yg pas di part 1, yg si cowo pindah ke bangku dan bilang apalah itu. yaampung:")))))

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s