Letter From Nowhere : #1 Letter – Dear My Friend…

nowhere

Fanfic / Chaptered/ Friendship / General / Kai – Sehun – Chanyeol – Soojung – Seulgi – Wendy

“Dear My Friend….”

Thanks to Sifixo@Poster Channel for wonderful poster

Recomended Backsong : SHinee – Color Of Seaseon

.

.

I’m BACK ^^
ahh,, hai hai, ini udah lama banget dari terakhir komen kalian meraimaikan postingan aku ^^.

Terakhir ALS berhasil bikin aku seneng banget, sekarang giliran Chaptered lain yaa ^^ dan buat side story KyungSoo, ditunggu yaaaa❤
So, enjoy this one guys ^^

.

.

Dear My Friend…

Bagaimana kabar kalian? Tunggu, kalian membaca surat ini bersama – sama bukan? Meski aku menyalinnya pada lima kertas berbeda, tapi aku berharap kalian membacanya bersama – sama, ditempat favorit kita.

Mari kita awali surat ini dengan kalimat “Aku mencintai kalian”

Apa kalian ingat ketika malam tahun baru kita habiskan berkumpul diatap gedung asrama sekolah? membakar kembang api dan menghabiskan porsi ayam goreng yang kita beli dengan patungan. Waktu itu aku bertanya, jika kembang api adalah bintang jatuh dan bisa mengabulkan permintaan, apa yang kalian harapkan?

Jawabanku waktu itu, Ijinkan aku masuk kuliah di S.University jurusan Musical.

Coba tanyakan padaku sekali lagi,

Jika kalian bertanya sama seperti waktu itu sekarang, mungkin aku akan menjawab. “Tuhan, tolong pertemukan aku dengan mereka lebih awal agar kenangan yang kami tulis lebih banyak”. Kalian tahu, seberapa besar cintaku?

Lupakan apa yang membuat kita terpisah, tapi mari kita ingat lagi apa yang membuat kita bersama.

 

With Love,

 

W.Son

.

.

Matanya terpejam, tangannya perlahan bergerak mengikuti melodi yang bermain digendang teling melalui sepasang headeseat. Sekarang bahkan kakinya kecil – kecil mulai melakukan perpindahan secara halus. Bisa dikatakan dia mungkin sedang menari. ya lelaki dengan tinggi 180cm, berambut coklat tua, kulit sedikit tan, bermata teduh bernama Kim Jongin itu memang sedang menari. Menari adalah jiwanya, tapi menjadi penari adalah hal yang sudah dia hapus dari kamus hidupnya.

Bagi Jongin, menari sama dengan mengingatkannya pada dosa.

“Menari mengingatkanmu pada dosa, tapi setiap musik menyapa telinga lihat yang tubuhmu lakukan,” ucap satu suara yang membangunkan Jongin dari dunianya.

“Suka menari menarilah, benci menari hentikanlah jangan melakukannya setengah – setengah seperti itu,” lanjut seorang lelaki yang tingginya hampir sama dengan Jongin. Lee Taemin.

“Cepat lepas headsetmu sebelum bos melihatnya,”

Menuruti perkataan lelaki itu, Jongin dengan segera melepas headset dari telinganya kemudian menyimpan benda itu kedalam saku celana.

“Kenapa kau menolak menjadi penari dan malah kerja sebagai pelayan restoran seperti sekarang?” tanya Taemin.

Jongin tersenyum. Dia meraih apron hitam garis putih yang notabene adalah seragam tempat dia kerja paruh waktu, kemudian menggunakannya sambil melangkah mendekati Taemin, senior Jongin di restoran ini.

“Kau sudah tahu alasanku Hyeong,” jawab Jongin sambil membantu Taemin merapihkan piring kotor yang baru dia bawa dari meja – meja pengunjung. Jam makan siang seperti ini memang nerakanya untuk mereka para pelayan termasuk Jongin dan Taemin. Maka dari itu Taemin mengingatkannya untuk segera bergerak cepat, atau bos mendepak Jongin saat itu juga.

“Alasan apa? Menari adalah dosa?” jawab Taemin sambil melirik Jongin dengan sedikit tersenyum. “Jika menari untukmu dosa berarti dosamu sungguh sudah menggunung Jongin. Apa kau tidak sadar setiap mendengar musik tubuhmu refleks bergerak. Mana-” Taemin mungkin akan terus menceracau panjang lebar tentang seperti apa hubungan Jongin dan Musik. Tapi saat menyadari perubahan ekspresi Jongin, Taemin sadar, dia sudah membuat satu kesalahan besar.

“Maafkan aku Jongin,” meski kedengarannya kikuk, tidak ada kalimat lain yang bisa Taemin ucapkan selain maaf.

Jongin menoleh kearah Taemin kemudian memberinya satu senyuman sebelum akhirnya beranjak dari pantry menuju tempat pencucian piring. Taemin yang menerima senyuman itu hanya bisa merutuki apa yang dia ucapkan. Kalau sudah begini, tidak ada yang bisa menyelamatkan Jongin selain membiarkannya.

“Ya, biarkan saja. Nanti dia akan seperti biasa lagi,” ucap Taemin membesarkan hatinya.

Taemin baru akan beranjak menyusul Jongin dengan setumpuk piring kotornya, saat ponsel Jongin yang dia simpan diatas meja pantry terlihat berkelap – kelip menghentikan langkah Taemin. Dengan segera Taemin menyimpan piring – piring kotor kemudian mengambil ponsel Jongin. Beberapa panggilan tidak terjawab dan satu pesan.

From : Park Chanyeol

Aku mohon kau datang kali ini Jongin. Aku mohon, untuk kali ini.

 

Bagi Taemin, Jongin sudah seperti adik untuknya. Semua tentang Jongin dia tahu, termasuk kenapa Jongin berubah seperti ini. Tapi satu yang Taemin tidak tahu, alasan Jongin menghindari menjadi penari. Jadi Taemin tahu, siapa itu Chanyeol, juga apa maksud pesan itu.

Tidak lama kemudian Jongin kembali dengan setumpuk piring bersih ditangannya. Taemin menyimpan kembali ponsel Jongin, kemudian meraih piring kotornya. “Chanyeol menelponmu,” ucap Taemin.

“Aku tahu,” jawab Jongin sambil bersiap untuk merapihkan tumpukan piring bersih itu.

Taemin yang tadinya berniat pergi mencuci piring, mengurungkan niatnya dan berjalan mendekati Jongin. “Kau tidak akan datang lagi?”

Jongin menggeleng pelan.

“Ayolah Kim Jongin, bahkan sahabatmu sudah memohon seperti itu,”

“Aku tidak bisa Hyeong,” jawab Jongin sambil menghembuskan nafas berat. “Setiap bertemu mereka, aku merasa sesak dan aku kembali teringat dengan semua yang telah kulakukan,”

“Itu bukan sa-”

“itu 100% murni salahku Hyeong, dan aku mohon jangan paksa aku. Kau tidak akan mengerti dengan posisiku,”

Taemin mengangguk, kemudian menepuk pundak Jongin. “Baiklah, aku mengerti” ucap Taemin.

.

.

Kertasnya sudah menguning, tintanya bahkan sudah melebar tapi isi dan perasaan dari surat itu masih sama bagi Soojung. Surat yang sudah berumur tiga tahun itu terus Soojung simpan sebagai barang paling berharga untuknya, ya ini surat berharga bagi Soojung.

“Aku merindukanmu,” ucap Soojung.

Satu suara ketukan pintu terdengar. Soojung beranjak dari tempat tidurnya kemudian membuka pintu kamarnya. Berdiri seorang lelaki, kemeja dan celana hitam dengan rapih membalut tubuhnya yang tinggi. Tidak lupa satu senyum yang menurut Soojung paling cerah juga terpatri dibibirnya yang otomatis mengundang Soojung untuk tersenyum juga.

“Kau terlihat terlalu-”

“Tampan,” potong lelaki itu ketika Soojung belum selesai dengan kalimatnya.

“Kenapa kau selalu berh-”

“Membaca fikiranmu?” sekali lagi lelaki itu memotong kalimat Soojung dengan tepat, otomatis Soojung tersenyum dan menghambur kedalam pelukannya. “Hanya aku orang yang paling mengertimu Soojung, percayalah..”

“Aku tahu,” jawab Soojung masih dalam pelukan lelaki itu.

“Dan aku yakin, kau terus memeluku seperti ini karena surat itu. Kau barusan membaca surat itu bukan? Ah aku bisa merasakan kau menyerap energy positifku,” ucap lelaki itu mencoba mencairkan suasana.

Soojung melepaskan pelukannya kemudian menatap kesal lelaki itu, “ya ya ya kau memang terlalu mengerti aku Park Cha-” belum selesai Soojung dengan kalimatnya, lelaki itu meletakan telunjuknya tepat pada bibir Soojung.

“Ibu dan ayah ada dikamar samping,” ucapnya sambil tersenyum.

“Jadi aku harus memanggilmu, Chanyeol Oppa?” ucap Soojung sambil tersenyum dengan penekanan pada kata Oppa.

Lelaki bernama Chanyeol itu mengangguk sambil tersenyum bangga. “Panggil aku Oppa adiku yang manis, atau ayah dan ibu akan salah sangka pada kita berdua,”

“Konyol,” jawab Soojung sambil melangkah masuk kedalam kamarnya. “Kalau aku harus terjebak percintaan kakak adik tiri, aku beharap lelaki itu bukan kau, Chanyeol Oppa..” lanjut Soojung sambil tertawa.

Dia beranjak menuju tempat tidurnya kemudian meraih surat berharganya berniat untuk menyimpannya kembali, tapi Chanyeol mengambilnya.

“Aku merindukan gadis ini,” ucap Chanyeol sambil membaca surat itu. Setelah sampai pada kalimat terakhir, Chanyeol menghembuskan nafas berat kemudian mengembalikan surat itu pada Soojung. “Ayo berangkat,”

“JongIn?” tanya Soojung.

Chanyeol yang siap meninggalkan kamar Soojung, berhenti. “Dia tidak mengangkat telfonku, pesanku juga tidak dia balas, mungkin dia tidak akan datang LAGI.”

Soojung menghembuskan nafas berat. “Lagi,”

“Kita tidak bisa memaksa Soojung, aku mengerti bagaimana perasaan Jongin. Kesakitan ini bahkan membautnya meninggalkan dunia tari yang dia cintai,”

“Aku ingin membantunya,”

“Kita sudah membantu selama ini, tapi semua tidak akan berhasil kalau Jongin sendiri tidak berusaha.”

Oppa, apa menurutmu kita bisa seperti dulu lagi?” tanya Soojung.

Chanyeol membalikan tubuhnya menatap Soojung tepat dimatanya. “Jika yang lain juga berharap seperti itu,”

“Jongin..”

“Sebelum Jongin, kau juga harus memikirkan Sehun. Sehun dan Jongin,” jawab Chanyeol yang dijawab hembusan nafas berat dari Soojung. “Ayo kita berangkat”

.

.

“Apa yang akan mereka katakan saat melihatmu seperti ini,” ucap seorang perempuan sambil menempelkan plester didahi seorang lelaki, setelah sebelumnya dia membasuh luka itu dengan anti septic. “Dan sekali lagi ini karena aku,” lanjut si perempuan sambil memandangi wajah si lelaki dengan wajah sedih.

“Luka seperti ini tidak akan berbekas, besok juga sudah hilang,” jawab si lelaki.

“Aku tahu, tapi kenapa harus hari ini. Lagi pula, aku sudah pernah bilang berhenti unt-”

“Kang Seulgi!” ucap si lelaki memotong ucapan si perempuan yang bernama Seulgi dengan suara lembut. “Apa sekarang aku dimatamu berbeda? Dulu kau tidak pernah segan untuk memintaku pertolongan, bahkan kau pernah membangunkanku tengah malam hanya untuk menemanimu melihat bintang diatap asrama, tapi lihat sekarang,”

Seulgi menghembuskan nafas berat sebelum akhirnya dia tersenyum pada lelaki didepannya. Lelaki yang menurut Seulgi adalah yang paling mengerti tentang dia. “Bukan begitu, tapi ka-”

“Berarti kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi,” jawab si lelaki dengan nada dingin.

Seulgi tersenyum kemudian menggeleng kecil. “Tidak Oh Sehun, selamanya kau adalah sahabat terbaiku. Dan sebagai sahabat aku hanya tidak ingin kau terluka hanya itu. Tapi terimakasih untuk selalu ada untukku bahkan untuk melawan ayahku sendiri,”

Lelaki bernama Sehun tersenyum setelah mendengat penuturan lugas Seulgi. Dengan segera dia membuka kedua tangannya memberi tanda untuk sebuah pelukan. “Kau menginginkan pelukan Oh Sehun sekarang?”

Seulgi tersenyum, tapi dia malah meninju dada Sehun. “Tidak untuk sekarang bodoh,”

“Jadi, apa kau menerima tawaranku?” tanya Sehun.

Seulgi yang sedang merapihkan sampah dari proses penyembuhan Sehun menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Sehun. “Tawaran apa?”

“Pergi dari rumahmu,” ucap Sehun pelan sambil memandangi Seulgi. “Tinggalah di apartemenku,”

Seulgi terdiam untuk bebebarapa detik untuk menyerap kata yang diucapkan Sehun, sebelum akhirnya Seulgi tersenyum. “Tidak,” jawab Seulgi sambil menggeleng kecil.

Sehun yang mendengar jawaban Seulgi menghembuskan nafas berat. Dia kembali menatap Seulgi, tapi nampaknya perempuan itu serius dengan jawabannya. Sehun sudah sangat mengenal Seulgi. Meski mereka dulu adalah enam bersahabat, tapi Seulgi lah yang paling dekat dengannya. Maka dari itu Sehun tahu semua tentang Seulgi. Tearmasuk masalah perempuan ini dengan ayahnya yang pemabuk.

“Baiklah,” jawab Sehun. “Tapi ingat, untuk terus kabari aku jika ada sesuatu.”

Seulgi mengangguk. “Kau sahabatku tapi berlagak seperti pacarku saja,” jawab Seulgi sambil tertawa kecil. Tapi selanjutnya Seulgi sadar dia telah mengucapkan sesuatu yang salah. Tanpa berani mengoreksi kalimatnya ataupun menatap Sehun, Seulgi beranjak menuju tempat sampah untuk membuang sampah yang dia buat.

“Ayo berangkat,” ucap Sehun saat Seulgi sudah kembali. Sehun pun masih seperti biasa, seakan kalimat tadi tidak pernah terucap dari Seulgi.

“Ehm..” jawab Seulgi sambil mengangguk kecil, kemudian melangkah keluar dari area apotik. Tapi baru beberapa langkah Seulgi dari sana, satu tangan menahannya. Sehun.

“Jangan Seulgi,” ucap Sehun sambil menggelengkan kepalanya.

“Apa?”

“Berhenti merasa canggung denganku atas apa yang kau ucapkan, itu membuatku sakit…”

.

.

Soojung turun dari mobil hitam yang dibawa kakak tirinya Chanyeol. Tiba ditempat yang sudah hampir tiga tahun mereka datangi, membuat Soojung merasa nyaman dengan suasananya. Dia merasa seakan angin dan ayunan ranting pohon merupakan sabutan selamat datang pada mereka.

“Kami datang, sahabat…” ucap Soojung sambil menatap langit biru.

Tidak lama kemudian Chanyeol datang menghampiri Soojung, kemudian memeluk bahunya pelan. “Ayo, mereka sudah disini,” ucap Chanyeol.

“Siapa?”

“Sehun dan Seulgi,”

“Aku beharap ada nama Jongin yang kau ucapkan,”

“Aku juga berharap seperti itu,”

Chanyeol tidak menanggapi lebih jauh kalimat Soojung. Dia hanya menepuk pundak Soojung beberapa kali, kemudian melangkah pergi. Chanyeol tahu, waktu berlalu dan berhasil mengubah semuanya. Mereka bukan lagi murid SMA yang selalu tertawa dengan tingkah konyol masing – masing, waktu merubah mereka menjadi individu terselubung dan penuh misteri. Chanyeol juga tahu, Soojung yang sekarang tidak 100% dia tau segalanya. Tidak, ada sesuatu dari Soojung yang tidak Chanyeol ketahui.

Chanyeol sering membayangkan, jika kejadian tiga tahun lalu tidak terjadi, apa sekarang mereka masih sama? Dalam artian luar dan dalam mereka masih satu. Bukan hanya senyum yang mereka bagi, tapi arti dari kata sahabat itu sendiri.

Mungkin sulit.

“Oppa..” satu suara menyambut telinga Chanyeol saat mereka tiba ditempat yang dituju. Sebuah padang hijau dengan beberapa penanda kehidupan dibawah sana sudah tersimpan.

Oh.. Kang Seulgi…” ucap Chanyeol sambil tertawa.

Soojung berlari menghampiri Sehun kemudian memeluknya melepas rindu, sama halnya dengan Seulgi yang juga menghambur pada pelukan Chanyeol dan mengatakn rindu.

“Jongin?” tanya Seulgi setelah melepas pelukannya yang dijawab satu gelengan Chanyeol. Melihat jawaban Chanyeol, Seulgi hanya bisa tersenyum.

“Apa kabar Hyeong,,” tanya Sehun sekarang.

“Aku baik – baik saja,”

Setelah saling bertukar sapa satu sama lain, mereka beralih pada tujuan sesungguhnya. Soojung dengan sebuket bunga baby breath menghampiri satu batu dengan foto seorang perempuan yang tengah tersenyum manis. Sahabat mereka.

“Aku merindukanmu, Wendy..” ucap Soojung sambil meletakan bucket bunga itu.

Mereka adalah sahabat yang memiliki satu sama lain, dulu. Sehun, Jongin, Chanyeol, Soojung, Seulgi dan Wendy. Tapi karena satu peristiwa, persahabatan mereka terkesan hanya tinggal status.

Setelah Wendy meninggalkan mereka.

.

.

-Bersambung-

How?
Write ur review guys ^^

XOXO❤

48 thoughts on “Letter From Nowhere : #1 Letter – Dear My Friend…

  1. Spoteu spoteu spoteu ><
    Bisa apalah aku walaupun ga aa si superhero gadungan tapi masi ada Sehun ama Chanyeol trulalaa~~😄

    Ini super duper bikin aku kepo setengah mati pas ada kata bersambung dibawahnya :3
    Pokoknya lanjut kak, sebelum aku gila sendiri gegara spekulasi dikepalaku yang ga nyambung/?😄

  2. Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai atau dengan singkat disebut ANOHANA. Ceritanya mirip dengan anime itu, apa ini cerita terinspirasi dari anime itu? Aku sepertinya bisa menggambarkan, disini Kai kayanya tokoh utama berperan sebagai Jintan, Wendy sebagai Menma yg meninggal, Seulgi mungkin Tsuruko, dan Sehun mungkin Yukiatsu dan Soojung mungkin Anaru, terus Chanyeol sebagai Poppo, ya ampun kalo iya Chanyeol penggambaran Poppo kasihan amat Chanyeol :v. How? Ceritanya mirip sih, soalnya Anohana juga nyeritain tentang 6 orang sahabat, apalagi di Anohana si Jintan juga paling ngerasa kalo Menma mati itu gara2 dia, nah ini sama kaya Kai yg merasa Wendy mati gara2 dia, emang bener ya ceritanya terinspirasi dari Anohana? Wah~ kalo iya, hebatlah aku bisa menebak >.<. Betewe, aku anime-addict🙂

    • hahahhaa,
      kalo udha berhadapan sama anime addict pasti ketebak deh,
      secara outline emang terinspirasi dari anime itu,
      tapi ceritanya bakal diganti, cuma fokus utama tentang persahabtan karena kematiannya tetep aku jaga ^^

  3. anyeong eonni aku reader baru:d sumapaahh entah kenapa aku ngerasa merinding gitu baca akhirnya, penasaran deh apa yg yg terjadi sma mereka dulu. ditunggu kelanjutanya eonni!!!!😉

  4. Wah,mo brkt pa…
    trxta ..hduh siap2 tisu ni,kyknx bkal sad crtax…
    tema friendship y???
    Mo cmnt pa lgi,,pokokx brhrp crtax bkal keren dah…lm g pa2,yg pnting brbo2t crtx…
    good luck,kak!

  5. Nyesek banget dech bener….
    Walaupun belum tau konflik apa sebenernya antara mereka berenam dan cerita masa lalu mereka… tapi keliatannya d sini jongin menderita banget dech…
    Apa nanti ceritanya bakal banyak flash back???
    Satu lagi cerita yg bakal aku tunggu tiap chapternya… ^_^

  6. hi,apreel..
    masih ingatkah dg sy??
    heheu (abaikan) (mulai kumat penyakit sok kenalny)

    sprti biasa aku slalu suka sm tulisan kamu,tapi ini baru chap awal aja udah berasa sedih gitu..apa endingny bkal sad??
    aku tggu next chap dan kyungsoo story mu..

    Kip nulis ya,:)

  7. tadinya ragu mo baca, soalnya di pairing sama non-oc -lagi… tapi penasaran juga… baca dah.. dan emang ff kmu daebak … temanya ngangkat persahabatan lagi T^T heukk..cinta banget ma ni genre… *hug

    jadi ngakak pas si kkamjong manggil tetem hyung… mukanya tetem gk da cocok-cocoknya dipanggil hyung, padahal mang tua taemin.. hahaaa…

    penasaran napa mereka bisa pisah (?).. si wendy udah mati ya ?
    okee..lanjut bacaaaa..

  8. Krenn thor .. baru awal cpter tapi sdh ngerasa sedihnya.. dan awal chapter juga mysteri nya muncul.. gk sabar baca cpter 2 untung sdh ada smpai chpter 8, awalnya aku ketemu mulai dari cpter 8 jdi aku mau baca mulai chpter satu dan sesuai dengan feeling aku, ceritanya daebak banget.. semua gnre kesukaan aku ada disinu plus semu bias aku ada di sinii ahhhhh… keep wrting thor .. atau aku boleh manggil eonni? Heheh

  9. Pingback: Letter From Nowhere : #9 Letter – Menerima Masa Lalu | EXO Fanfiction World

  10. Ini fanfic bner2 kereen (y)

    ‘3’ kaget waktu tau kalo’ Chanyeol jalin hubungan terlarang ama Soojung
    Btw, aku lebih suka kalo’ pairingnya KaiStal alias Soojung ama Jongin #abaikan

    Cinta Sehun gak berbalas ya? Udah, sini sama aku aja #ditabokLuhan

    Btw (lagi), aku telat baca, jadi telat komen juga :’3
    ❤❤❤

  11. Ini castnya kenapa bias semua!! TT TT
    Dan Wendy kok mati gitu. Apa Seunghwan dipairing sama Jongin jangan2 :3 Tapi aku ngeship dia sama chaneyol /abaikan/
    But akhirnya aku nemu pairing yg pas buat mba Seulgi, si Sehun😄
    Keren deh ini kak. Aku langsung meluncur ke part 2😀

    • Wah,, kamu suka Wendy – Chanyeol? same like me dong ^^
      aku juga suka pair mereka berdua /buat next projek/
      hahha
      dan duh, selamat menikmat manisnya Sehun – Seulgi,

  12. Ini pertama kalinya aku nge comment setelah sekian lama vakum gara gara kehilangan pass/? Haha kok jadi cucrol ya -..-

    Awalnya sempat bingung sih, tapi alhamdulillah lama kelamaan bisa ngeh juga/?

    Itu kasian amat wendynya meninggal, apa itu jadi salah satu alasan kenapa jongin gamau dateng ya?
    Keren kak keren, hoho sampai ketemu di chap 2~

  13. annyeonghaseyo ^^

    aku baru disini, tau blog ini dri kk aku.. dia bilang katanya ceritanya bagus2.. trnyata yg dia blg emang bnr..😀

    aku suka bgt sm ceritanya, tapi ini ada lanjutannya kh?

    ohya, salam kenal kk ^^

  14. Hai Hai.. Aku reader baru dan excited sama ff ini, chapter satunya lumayan bikin penasaran, izin baca semua seri yaa 😄😄

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s