Count Me In

tumblr_mclec9asdT1rrp0ioo1_r2_500

Fanfic / OneShoot / Romance / General / Kai– Krystal

Apa yang kau harapkan dariku?

.

.

ah its been a long time kawan – kawan, kangen banget update blog ini dengan cerita yang idup. Tapi apa daya, akhir2 ini otak freezing gara2 kerjaan kantor, miaann. Dan fanfic ini juga sebenernya ga terlalu bagus untuk menjadi awalan comeback, hahaha

but, enjoy Guys ^^

.

.

Penghujung bulan Desember 2014 dimana salju menjadi sepasang kekasih bersama udara yang berhembus dibumi. Tepat hari itu, Seoul sedang dalam waktu dimana salju merajai siang dan malam mereka. Sekarang bahkan angin menghembuskan udara dingin yang siap membekukan setiap desir darahamu, juga salju yang siap menyeretmu dalam kedinginan. Manusia normal pasti akan diam dalam peraduaannya bersama selimut hangat, menjaga mereka tetap nyaman, bukan berjalan menerjang salju seperti yang dilakukan perempuan berambut hitam sepunggung ini.

Jung Soojung, meski coat coklat panjang membalut tubuhnya, bisa dipastikan dingin menggerayapi setiap inchi tubuhnya. Tapi bukannya menyerah dan berbalik arah kembali kerumahnya, Soojung terus berjalan dengan langkah berat karena salju yang melapisi jalanan menuju tujuannya sejak awal. Rumah JongIn.

Ya, hanya JongIn sekarang dalam fikiran Soojung. Lelaki itu yang sudah Soojung bela habis – habsisan dan sekarang, Soojung tidak akan membiarkan perjuangannya hancur hanya karena sifat putus asa lelaki itu, Ya Jongin hanya lelaki sangar tapi bak pecundang dimata Soojung.

“Tidak ada lagi manusia bodoh macam dirimu JongIn, apa kau tidak melihat apa yang aku berikan padamu,” ceracau Soojung penuh amarah.

Mungkin ini juga yang membuat Soojung terus berjalan, amarah yang membuat desiran darahnya terasa hangat melawan hembusan angin musim dingin.

Selama sepuluh menit Soojung berjalan, dia menghentikan langkahnya didepan rumah kecil berwarna coklat dengan nomor 12 menempel dipintu tanpa pagar. Rumah kecil JongIn, tujuang Soojung.

Dengan segera Soojung berjalan menuju depan pintu, tanpa ragu mengetuknya beberapa kali sambil meneriakan nama Jongin.

“Aku tahu kau didalam, buka atau aku dobrak pintu ini. Kau tahu JongIn pintu ini tidak lebih kuat dari tendanganku,”

Tidak ada respon.

“Kim JongIn aku tidak bercanda, buka pintu ini atau kau akan mati kedinginan selama tiga bulan musim dingin..”

“JongIn.. Kim Jong-” Soojung belum selesai dengan kalimatnya ketika pintu dengan tiba – tiba terbuka, dan sosok lelaki bermata sayu menyembul dari dalam. Kim JongIn.

“Kau tahu? Harga renovasi pintu lebih mahal dari biaya makanku selama seminggu,” jawab JongIn dengan wajah datar. Sebatang rokok bertengger diantara jari telunjuk dan tengahnya. Melihat JongIn tengah merokok lagi, Soojung dengan segera meraih rokok itu. Namun gagal, Jongin dengan cepat mengelak sambil tersenyum kecut pada perempuan itu. “Tidak lagi kali ini Soojung, aku sudah kehabisan uang…”

“Aku akan mengganti uang rokokmu dengan uang jatah makan siang,”

“Itu tidak cukup,”

Soojung memutarkan bola matanya kesal, “Terserah kau Kim JongIn tapi bisakah kau membiarkanku masuk? Demi tuhan kau ingin aku mati kedinginan hanya karena menunggumu disini?”

JongIn tersenyum, kali ini senyumnya begitu manis dan tulus. Sejurus kemudian, tangan kiri JongIn yang sedang tidak terselip rokok bergerak mengusap lembut pucuk kelapa Soojung. “Dan demi semua manusia dibumi ini, aku tidak mungkin membiarkanmu mati Jung Soojung hanya karena salju – salju bodoh ini,”

Satu kalimat yang membuat darah Soojung berdesir cepat dan mengundang satu garis senyum dibibirnya. “Glad to hear that…

Soojung melangkah masuk kedalam ruangan yang JongIn sebut sebagai rumahnya. Seperti biasa, berantakan dan tidak beraturan. Tapi memang seperti inilah keadaannya, Soojung sudah terbiasa. Suara debaman pintu terdengar dari belakang, menandakan Jongin sudah menutup kembali pintu tuanya, kemudian beranjak mendekati Soojung.

“Jadi apa yang membawamu kesini, bahkan disaat cuaca diluar sana sedang kacau,” ucap JongIn sambil menghembuskan asap rokok, kali ini sukses membuat Soojung terbatuk. “Ah, maaf, aku tidak sengaja..” dengan segera JongIn mematikan paksa rokok itu dan menyimpan sisanya yang masih setengah diatas asbak merah. “Aku selalu menghormatimu nona..

Soojung tidak menjawab, sebaliknya dia melepas coat yang agak basah karena salju yang mendarat kemudian sibuk membuka tasnya. Mengeluarkan selembar kertas, yang menurut Soojung penting kemudian mengacungkannya tepat didepan wajah Jongin.

“kenapa kau tidak mengumpulkan ini ke ruang audisi dan malah membuangnya di tempat sampah,” ucap Soojung sambil memberikan lembaran kertas itu pada JongIn. Dua lembar formulir audisi untuk festival kota.

Itu terjadi dua bulan lalu saat Soojung mendapati kabar bahwa kota ini kembali mengadakan festival yang sudah lama tidak digelar, sebuah festival yang dirumorkan selalu membawamu pada mimpi jadi kenyataan. Dan beruntung lah, kampus tempat Soojung kuliah memfasilitasi untuk pendaftaran. Satu orang yang terpfikir saat mendengar kabar ini dalam benak Soojung adalah JongIn. Ya, Jongin dengan bakat menarinya yang luar biasa.

Soojung mungkin masih bisa mencapai mimpinya melalui predikat nilai dari kuliah, namun itu mustahil untuk Jongin. Jongin yang dibesarkan dengan orang tua bercerai sejak dia SMA, hidup bersama ibunya dan kehidupan malam membuat Jongin bukan tipikal yang akan meretas telur kesuksesan di banku kuliah. Mungkin Jongin sebenarnya tidak ingin kuliah, terlihat selama ini sering sekali dia membolos dan mendapatkan predikat buruk dikampus. Tapi, karena Jongin menghormati permintaan Ayahnya yang terakhir, agar Jongin bisa kuliah. Dengan semua harta peninggalan sang Ayah, Jongin masuk kuliah ditempat yang sama dengan Soojung, tapi kehidupan kelamnya terus menyeretnya semakin jauh dari kehidupan mahasiswa.

“Yang penting aku sudah masuk kuliah seperti yang dia inginkan,” itu ucap Jongin setiap kali Soojung memaksanya untuk masuk kampus agar bisa lulu tepat waktu. Tapi percuma.

Dan Soojung tidak bisa membiarkan Jongin hanyut dalam dunia gelap ini selamanya. Jongin masih punya banyak waktu untuk dia nikmati dimasa depan, itulah fikir Soojung. Tepat ketika Soojung tahu, ternyata Jongin memiliki bakat menari yang luar biasa.

Maka dari itu, saat tahu ada festival dikota, dengan segera Soojung memberikan kertas itu pada Jongin. “Aku tidak akan memaksamu kuliah lagi, karena aku yakin dengan mengikuti acara ini kau akan menang dan mendapatkan mimpimu sebagai penari profesional tanpa harus merusak hidupmu JongIn,” ucap Soojung saat itu.

Dua hari setelahnya, Jongin menemui Soojung dengan senyuman penuh semangat. “Bantu aku,” itu ucap Jongin. Hari – hari selanjutnya, Soojung selalu menghabiskan sorenya menemani Jongin mempersiapkan penampilannya.

Dengan semua suport dan tenaga yang telah Soojung berikan, dia tidak akan membiarkan Jongin menyerah. Entahlah, apa yang mengganggu Jongin dan membuatnya menyerah begitu saja.

“Apa perjuanganmu dan dukunganku selama ini hanya sampai disini Jongin?” ucap Soojung lagi.

JongIn menghembuskan nafas berat, melangkah melewati Soojung kemudian menjatuhkan tubuhnya pasrah diatas sofa lapuk miliknya. “Aku tidak bisa ikut,” ucap Jongin kemudian.

“Kenapa? Jelaskan padaku alasannya?”

“Karena mereka tahu siapa aku?”

“Siapa?”

“Panitia festival kota, mereka tahu aku seorang Kim Jongin. Mereka tahu aku anak dari Kim Jirak yang mati beberapa tahun lalu karena serangan jantung, mereka tahu aku anak Song Eunmi seorang perempuan yang bekerja tengah malam untuk memuaskan nafsu lelaki,” Jongin menghentikan kalimatnya. Dia menatap langit – langit rumahnya kemudian menatap Soojung dan tersenyum. “Mereka tahu sisi gelapku dan seseorang dari kegelapan susah untuk hidup dalam dunia terang benderang, Soojung…”

Mata Soojung bertemu dengan coklat mata Jongin. Dia bisa merasakannya. Beberapa minggu lalu mata itu penuh dengan sorot bahagia dan semangat. Soojung juga ingat bahwa Jongin pun sudah berhenti merokok. Dia siap menyambut mimpinya. Tapi sekarang, mata itu kembali sayu. Bibirnya kembali gelap karena asap rokok dan suaranya berubah menjadi lebih berat. Ya, Soojung sadar, bukan sepenuhnya Jongin yang ingin menyerah dari semua ini. Tapi dunia dengan ketidak adilan lah yang memaksa Jongin menyerah.

“Tapi tidak ada salahnya kit-”

“Percuma, mereka tetap tidak akan menganggapku, Soojung..”

Soojung tidak bisa memaksanya. Menghadapi ketakutan memang bukan solusi sebenarnya. Tapi membantunya bangkit dan mencarikan jalan lain mungkin adalah yang terbaik. “baiklah, kita akhiri ini..” ucap Soojung dans sejurus kemudian Soojung merobek formulir yang dia pegang.

Menyaksikan itu Jongin hanya bisa menatap Soojung kaku, kemudian memberinya satu senyuman. “Kau tahu Soojung? Kau mungkin satu – satunya yang peduli padaku selama ini, apa alasannya?”

Soojung membuang robekan yang masih ada ditangannya, kemudian memandang Jongin skeptis sebelum akhrinya Soojung duduk tepat disamping Jongin.

“Bodoh,” ucap Soojung. “Selama hampir lima tahun kita bersama, kau baru mneyadari sekarang fakta aku sangat memperhatikanmu? Kemana kau selama ini Jongin?”

“Aku hanya lelah untuk berharap perhatian dari orang lain setelah-”

“Jangan sangkut pautkan aku dengan tragedi masa kecilmu JongIn. Kau tahu? Aku menyayangimu dan aku mencintaimu…” ucap Soojung kemudian.

Mereka terdiam, seakan waktu berhenti dan hanya tetesan salju diluar yang tetap bergerak. “Wow, kau mengejutkanku.. ” jawab Jongin.

“Kau pun mengejutkanku dengan tidak menyadari apa yang aku lakukan padamu selama ini Jongin,”

Jongin tersenyum, perlahan tangannya mengusap pipi putih Soojung kemudian berbisik tepat pada telinganya. “Terimakasih, tapi apa yang kau harapkan dari lelaki sepertiku?”

“Tidak ada, hanya.. bisakah kau menjadikanku tempatmu bersandar Jongin? Masalah jika disimpan tidak akan selesai. Bagi padaku dan kita selesaikan bersama..”

Sekali lagi Jongin menatap perempuan didepannya. Dia tersenyum kecil sambil mengangguk. “Baiklah jika itu yang kau mau,”

Soojung tersenyum kemudian tanpa sadar dia menghambur pada pelukan Jongin. “Aku mencintaimu Kim Jongin…”

.

.

-Kkeut.

24 thoughts on “Count Me In

  1. Wow, Kak, kau mendahuluiku/?😄
    Akhirnya kamu ngepost juga kak, aku aja gatau kapan hahah😄

    Ah, someone call the doctor, juseyooo~😄
    Aku mabok gegara Jongin disiniii😄
    Aku terlalu suka KaiStal dan ff ini pas banget jadi bacaan jam segini😄
    Gimana yaa kak, aku bahkan bingung mau ngekomentarin apa lagi .__.

    Seperti biasa kak, aku selalu mencintai fanficmu♡♡
    Hahah😄

    • kamu yang duluan kali Cha😄
      kamu udah post dua disini baru update satu hahahah

      Ayo kita mulai serang postingan,
      hahaha

      Hihihihi
      sama dong ah, sukaan sama Kaistal,
      sebenernya aku kurang sreg sama fanfic ini ga kerasa feelnya, mungkin karena setelah lama baru post lagi,
      hahaha
      but thanks cha udah suka, ^^

  2. Wah-wah..aku baru loh baca fanficnya kai-kristal..
    Aku selalu nyaman tiap baca fanficnya ika..kayak makan marshmellow gitu..haha, manis dan lembut..aku ngerasain itu di tiap alur ceritanya. Keep writing ya..:D

  3. hi,apreel..
    ff comebackmu yg pertma nii?? chukkae
    #Tebarconfeti

    Km jg ska KaiStal ya?,ini manis koq tapi agak ngegantung di akhir.
    Selebihnya,Jjang!😉

    Ditunggu ya projek baru mu! see ya!

    • Haiii Janne /hug/
      ugh, kangen komenmu juga yang bertebaran di postingan aku, seriusan deh…

      Iya nih, aku suka banget sama KaiStal,
      setuju sam kamu, fanfic ini emang berasa ga beres, hahaha
      biasa, abis block suka kaya gini,

      ah iya, aku udah update cerita chapter terbaru tuh ^^

  4. im hug u back apreel,aku kira kamu g inget aku (nangis dipojokan).
    heheu,ga beres??block?? WB??km kena WB?..
    Ini keren ko,asli.

    ahh iya,aku baru ngecheck jd aku baru bls km..ahihi (sibuk mengais rupiah dmi sesuap nasi) (apa ini??)(maap salh pokus).

    by the way,aku udah baca koq cerita barumu.Semoga sesukses ALS lg ya,ditunggu kyungsoony…
    (tetep)

    kip nulis apreel.

    • /hug back lagi/
      hehehe
      inget dong aku kalo sama yang sering ninggalin jejak,
      hehhee

      duh sama,
      aku juga kena WB karena sibuk mencari sesuap nasi untuk kehidupan,
      hahaha

      but thanks yaa Jane ^^

  5. Hwaaa!! Btw eonni pernah bikin novel ya?
    Suka deh sama ceritanya kai-Krystal… endingnya manis tanpa paksaan… Fighting untuk karya selanjutnyaa!!

  6. chingu… *sokdekat
    kayaknya aq dah ketinggalan jauh dari ff mu T^T …
    aq bacanya dikit2 ya… buru2 ama novel sewaan.. hahaha
    untuk yang ini. kai-stal, aisss napa mereka kaga jadian beneran ? suka banget nih couple… tpi jangan juga ding, taemin ntar gimana ? hmm hmm..

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s