Bersama Bintang

Pastel Sky 3

Percayalah, perpisahan bukanlah sebuah luka sesungguhnya

.

.

Perpisahan bukanlah luka sesungguhnya dari sebuah jalinan cinta, tapi dilupakan adalah luka nyata yang menyakitkan. Berpisah tapi masih memiliki hari satu sama lain setidaknya masih memberimu nafas untuk hidup, tapi bagaimana keadaannya jika sudah berpisah kau perlahan menjadi orang dari masa lalu yang terlupakan?

“Kita akhiri saja hubungan ini,”

Kalimat itu sungguh sakit terdengar digendang telinga Ari, bagaimana tidak? Kalimat yang terdengar asing ditelinganya, untuk pertama kali gadis yang selama satu tahun terakhir dia kencani ini tanpa ada pertanda apapun meminta sebuah perpisahan?

Kemana kata – kata manisnya yang sering mengucapkan bahwa dia sangat mencintai Ari dan akan menjalani hubungan ini untuk selamanya? Apakah semua itu hanya untaian kata semata? Tanpa ada arti?

Ari menyunggingkan senyum pahit kemudian menatap perempuan didepannya. “Tidak adakah kalimat lain, kalimat tadi terdengar begitu menyakitkan,” Perempuan itu menggeleng, sejurus kemudian dia bangkit dari duduknya, melepaskan cincin yang beberapa bulan lalu Ari berikan kemudian berlalu pergi.

Ari menghembuskan nafas berat. Diraihnya cincin yang terletak tak berpemilik diatas meja kemudian menggenggam erat sebelum dia kembali letakan diatas meja. “Pemilikmu telah membuangmu, tidak ada alasan aku untuk membawamu,”

Ari beranjak dari duduknya, kembali kerumah dan mencoba menelan semua ini hanya mimpi buruk semata.

.

.

Seminggu berlalu sejak insiden malam itu. Ari masih berharap semua hanya sebuah candaan, tapi nyatanya sampai hari ini perempuan itu tidak bisa dia hubungi. Ari mencoba mendatangi tempat kemungkinan dia berada, tapi hasilnya nihil. Mendatangi rumahnya? Itu langkah pertama yang Ari lakukan dan dia tidak ada disana.

Jadi apa perpisahan sungguh kenyataan untuk Ari sekarang?

Dia menghembuskan nafas berat entah untuk keberapa kalinya. Dipandangnya langit senja berwarna Jingga, sesekali dia penjamkan mata. Dalam pejamannya itu Ari berdoa, apapun yang terbaik untuknya. Apapun itu.

Dia merasakan sakit luar biasa. Bukan karena kenyataan sebuah perpisahan, tapi kenyataan bahwa perempuan itu sungguh meninggalkannya tanpa kabar? Apa Ari hanya akan menjadi masa lalu tak berarti baginya? Semudah itukah dia melupakan kenangan yang telah tercipta? Tawa, tangis, cinta, sekarang hanya untaian katalah yang terucap dari bibir Ari.

“Semoga perpisahan ini hanya sebagian dari mimpimu, biarlah aku hanya menjadi bagian dari masa lalumu, seperti bintang biar aku melihatmu dari jauh,”

.

.

Apakah bisa seseorang menjalani hidup dengan normal tanpa terikat masa lalu disaat masa lalu itu telah dia berikan segalanya? Nyatanya, Ari tidak bisa menjanai hidupnya sepeninggalan perempuan itu. Kabar? Ari sebelumnya menginginkan kabar dari perempuan itu, tapi tempo hari ketika dia tahu kabar darinya, sungguh Ari berharap ini hanya bagian dari mimpi buruknya.

“Dia menikah Ri,”

Sekali lagi sore itu Ari memandangi langit senja yang perlahan berganti menjadi malam. Deretan bintang mulai terlihat memberi kilau dilangit. Bintang, sejauh apapun dia berada cahaya akan tetap bisa dilihat, selama apapun kita menunggu dia akan tetap muncul.

Seperti yang Ari katakan sebelumnya, dia akan menjadi bintang? Apa memori tentang perempuan itu akan tetap Ari kenang? Apa bayang wajah perempuan itu tidak akan hilang dari benak Ari?

“Selamat malam Din,” bisik Ari bersamaan dengan angin malam.

Membisikan satu rasa sakit dari sebuah jalinan cinta, dilupakan. Percayalah, berpisah bukan hal yang buruk, tapi dilupakan adalah luka menganga yang menyakitkan.

.

.

-End.

3 thoughts on “Bersama Bintang

  1. Hai Apreel…
    Whoa, ff ini msuk k genre yg mna ya ? lnjutan yg project A to Z sprtinya bkn…

    woooa ini c cwo nya bner2 g bisa move on nih crtanya, sprtinua emg skit bgt ch klo ditinggalin tnpa alasn apapun, scara spihak n mendadk… aplgi stelh nya dgn c cwe udh nikah…
    wah wah wah sakitnya tuuuuuh dsni #nunjuk bok*** /abis disuntik// hehe

    aq g byk komen dc /apa ini msh bsa dsbut komen???/😀
    aq cm mw pmitan… besok aq mau pulang k rumah, beneran pulang, udh ga menetap d Bdg lg… udh g punya alsn kuat bt tetep tinggal d Bdg… tp mudah2an z kdepnnya aq sering pnya alesan kecil2an bt sering berkunjung k Bdg, sbg pengunjung … Amiiiiiiin…🙂

    Aq minta maaf ya klo slma dlm brkomentar byk salah n ada byk kata2 yg mngkin nyakitin Apreel… Maafin yaaaaaaaaa…😦

    oh ia ia, aq jg mau minta maaf nih klo nnti aq jrg brkunjung… hehe udh tau ndri lah alsn nya knp… tp klo bsa sring brkunjung, brarti lg lancarrrrr…😀

    ya sudah atuh, mkasih ya bt smua ff ff n kbaikn kmu yg sring mnghibur q… mkasih ya Apreel…
    Tetep Berkarya n slalu Semangattt ya…🙂
    aq pamiiiiit..daddddadadaddddaaaah…
    Wassalamualaikum…🙂

    • Ntriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…
      aku telat baca komen kamu T^T
      jadi apakah udah di Indramayu?

      yahhh,
      kirain bakal stay dibandung,
      ya udah moga sukses yaa bu guru disana ^^
      Bakal kangen komen kamu ih,,
      /peyuk/

      • Ia g p2…
        Ia aq udh d rmh…

        Pengen bgt ch tetep stay d Bdg, tp dgn status pengangguran gni mh berat eunk…😦
        Ia Amiiin… makasih ya do’a nya…
        Apreel jg sukses ya…
        Tenang2, aq usahain bkl sring brkunjung kq…
        Terus berkarya ya🙂

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s