[A to Z FlashFic Challenge] O for “Ordinary Girl”

A to Z Flash Fiction Challenge

Day 15 ‘O‘

‘Ordinary Girl’

Contain :500 word

.

.

Aku hanya seorang gadis biasa, sungguh!

.

.

Ordinary Girl

Aku hanyalah seorang gadis biasa. Biasa saja. Umurku menginjak 18 tahun. Tinggiku 158cm, berat badan 45kg, mataku bulat dengan iris hitam, rambutku lurus sebahu berwarna hitam. Warna kulitku bisa dikategorikan putih, dengan gigi yang berderet kurang rapih dan satu lesung pipit yang menurut ibuku sebagai pemanis tambahan. Aku biasa saja, sama seperti yang lainnya.

Menghabiskan waktuku bercanda dengan teman atau sahabat baik, aku juga sering menghabiskan waktu didepan layar laptop hanya untuk berbaur didunia maya, atau belanja? Koleksi novel? Yups aku melakukan semuanya sama dengan kalian.

Seperti sekarang, aku tengah berbincang dengan salah satu temanku yang memiliki masalah dengan hidupnya akhir – akhir ini. Sebagai informasi, aku adalah tipikal pendengar yang baik.

“Masalahnya?” tanyaku.

“Kau tahu istilah penyesalan sering muncul belakangan?” tanyanya dengan wajah murung yang aku jawab dengan anggukan kecil. “Aku merasa menyesal dengan apa yang aku lakukan dulu, seharusnya aku tidak seperti ini..”

“Sudah aku bilang, dengan kau menyesal hanya akan membuat jalan hidupmu sulit. Sudahlah lupakan saja dan jalani hidup barumu yang sekarang.”

Dia menatapku tajam, kedua matanya yang dilindungi kelopak mata membengkak nampak menyeramkan. Untuk saat ini.

“Berhenti menatapku seperti itu atau aku tidak akan pernah mendengar ceritamu lagi,” ucapku mengancam.

Oops aku lupa satu hal, temanku yang satu ini dia seorang pemarah dan sensitiv. Sedikit saja aku salah bicara dia akan sangat marah. Dan kemarahannya itu sangat menakutkan, kalau kalian ingin tahu.

“Baiklah, aku minta maaf. Sekarang apa yang kau inginkan?”

Dia menghentikan tatapan intesnya padaku. Terlihat sedikit berfikir, dia memainkan ujung rambut hitamnnya yang panjang. Satu menit, dua menit, 10 menit dia masih juga diam. Aku bosan menunggunya.

“Cepat, penawaranku terbatas,” ledeku.

ah.. bawa aku bertemu ibuku,”

“Ibumu? Dimana?”

“Tapi dia jauh dari sini..” jawabnya sedih.

“Kalau begitu ganti permintaan lain,” jawabku sambil mengibaskan tangan memberi gesture penolakan untuk permintaan yang merepotkan.

Temanku ini baru saja akan membuka mulutnya untuk menjawab tapi satu suara membuatnya kembali bungkam. “Apa yang sedang kau lakukan?” tanya satu suara dari belakangku. Seorang perempuan dengan rambut hitam sebahu, kakak perempuanku.

Aku menatapnya seakan bertanya ‘memang kenapa?’ dimana detik selanjutnya aku sadar apa yang dia pertanyakan. “Tidak ada apa – apa kak, cuma lagi latihan,” jawabku berkelit.

“Latihan apa, ngomong sendiri?”

Taraaa~ yups. Yang kalian tahu aku sedang bercerita dengan temanku tadi kan? Tapi yang kakaku lihat hanyalah aku yang berbicara seorang diri seperti orang gila. Tidak, aku tidak gila. Aku sama seperti kalian, seorang gadis biasa. Hanya saja….

“Latihan drama kak,” jawabku lengkap dengan satu senyuman untuk menyakinkan.

“Jangan keseringan ngomong sendiri, bikin orang lain parno..” jawab kakaku sambil berlalu pergi.

Aku menghembuskan nafas lega. Ya setidaknya aku berhasil berkelit dari kecurigaan kakaku. “Sudah kubilang jangan bercerita padaku diluar kamar, aku dikira gila oleh mereka,” omelku pada sahabat didepanku.

Seorang sahabat dengan muka pucat, kelopak mata membengkak, rambut terjuntai kusut lengkap dengan satu dress putih yang sudah lapuk. Dia sahabatku, sering menemuiku, meski nampak menakutkan tapi hidupanya sangat menyedihkan yang membuatnya sering bercerita padaku.

“Maaf..” ucapnya. “Karena cuma kamu yang bisa aku temui,”

Aku mengangguk menerima permintaan maafnya. Ya apa boleh buat, memang hanya aku di rumah ini yang bisa berbicara dengan mahluk halus. Aku memang seorang gadis biasa. Tapi aku seorang indigo.

.

.

27 thoughts on “[A to Z FlashFic Challenge] O for “Ordinary Girl”

  1. iiih waw indigo…
    g kbyng dc klo bsa liat yg gtuan…
    boro2 liat lngsung, ngbynginnya z udh bkin merinding dingdong, aplgj aq bca nya mlm gniii…
    iiiiih jd parno ndiri…
    apreel hrus tnggungjwb niiih >tengok kanan kiri<
    ini yg trakhir d project a to z challenge yg udh dipost ya ?
    nyok dilnjut lg ya apreel…
    tetel smngattt !🙂

  2. Diem diem teh si eneng nya indigo😄
    Keren kak, pake syekaleehhh😀

    Gini yaa kak, baca ff kakak itu suka buat sensasi tersendiri/?
    Demi apa ini malam jumat dan ini ff rrrrrrrr~
    Aduuh, jadi parno😄

  3. Pingback: Rekomedasi Fanfiction, Author and Orific by Tara | Love, Life and Write

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s