Another Love Story : 8 – ‘In Your Heart’

Another Love Story : 8 – ‘In Your Heart’

Fanfic presented By Apreelkwon

For BaekHyun and IU Lovers… This is it…

Cast : BaekHyun and IU
Genre : Romance , School Life
Type : Chaptered

.

sebelumnya : 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . 7

.

How your love story?

This is just a common love story But…..

Lets Start.

.

.

In Your Heart

“Pemberhentian selanjutnya, untuk penumpang halte 4…”

Pengeras suara dari Bis terdengar. Menyadarkan BaekHyun dan Jieun, kalau mereka sudah sampai dihalte bus dekat rumah Jieun.

“Aku turun didepan, terimakasih sudah mengantarku,” ucap Jieun sambil bangkit dari duduknya kemudian menyampirkan tas kanvas kuning dibahunya.

BaekHyun menepati janjinya, mengantarkan Jieun pulang setelah mereka selesai membersihkan kelas. Ini cukup menyenangkan. Ketika mereka bisa kembali berbagi cerita selama perjalanan pulang dengan cup ice cream dalam genggaman mereka. Sepertinya BaekHyun akan memasukan ice cream ini kedalam list makanan kesukaannya. Kenapa? Entahlah, akhir – akhir ini semua yang berkaitan dengan Jieun menjadi hal menyenangkan baginya.

ayo..” kata BaekHyun yang juga ikut berdiri.

“Ah, kau cukup mengantarku sampai sini saja. Aku hanya takut di bis sendirian, dari halte ke rumah masih cukup ramai jam segini,” ucap Jieun.

“Aku berjanji mengantarmu sampai rumah, dan ini baru halte..”

“Halte 4..”

Pengeras suara dalam bus kembali terdengar bersamaan dengan Bis yang berhenti dan pintu terbuka tepat didepan halte 4. BaekHyun tidak mempedulikan ucapan Jieun. Dia melangkah keluar terlebih dulu kemudian menunggu Jieun diluar.

ya… Byun BaekHyun. Kau sungguh lelaki sejati,” ucap Jieun sambil menunjukan dua jempolnya.

Mendengarnya BaekHyun tersenyum sambil membentuk pose V dibawah dagunya. “Karena aku adalah Byun BaekHyun, hahhahha

Ah, mari kita hitung. Sudah berapa kali BaekHyun dan Jieun bertukar tawa menyenangkan seperti ini?. Kemajuan bukan? “Jadi disebelah mana rumahmu?” tanya BaekHyun.

“Tidak jauh dari sini, ayo.. ah! Karena kau sudah mengantarku sampai rumah, aku akan memberimu santap sore gratis dirumahku,”

“Apa?”

ehm… Ramen? Bagaimana?”

No!

“Ehm.. aku tidak begitu pandai memasak, kau mau apa?” tanya Jieun saat mereka sudah melangkah melewati komplek perumahan dengan langit yang sudah menguning.

Ehm.. ” BaekHyun terlihat berfikir sambil terus melangkah menyamakan dengan ritme langkah Jieun disampingnya. “Kita mampir dulu kesana, baru kita putuskan makan apa,” lanjut BaekHyun sambil menghentikan langkahnya juga Jieun. Dengan jari menunjuk kesalah satu bangunan disamping kiri jalan. Sebuah Toserba 24 Jam.

“Kau mau kita memasak bersama?” tanya Jieun sambil membalikan badan menghadap BaekHyun.BaekHyun hanya mengangguk dua kali sebagai jawabannya. Selanjutnya dia menggenggam tangan Jieun, sambil berlari kearah toko itu.

“Baiklah,” seru Jieun sambil tersenyum.

.

.

“Jadi seperti apa hubungan BaekHyun dan Jieun,”

Entahlah mereka harus berekspresi seperti apa. Chanyeol dan Jongdae sekarang tengah duduk tepat didepan Luhan. Kakak Baekhyun. Untuk apa? Mereka pun belum tau pasti. Semua berawal dari sebuah pesan yang menyuruh mereka –Chanyeol, Jongdae dan KyungSoo berkumpul di kedai es krim samping sekolah. Yups, pesan itu dari Luhan. Tanpa berani menolak, Chanyeol dan Jongdae segera memutar arah langkah. Sedangkan KyungSoo? Entahlah, dia tidak terlihat sejak bubar sekolah.

“Maksud Hyeongnim.. ” jawab Chanyeol.

Luhan tertawa sambil menggaruk kepalanya canggung. Ini memang aneh, mencuri nomor telfon kemudian menyuruh mereka berkumpul dan menanyai pertanyaan yang tentu tidak mereka mengerti. Sebenarnya Luhan tidak bermaksud buruk. Dia hanya ingin memastikan seperti apa hubungan adiknya. Jika BaekHyun serius setidaknya Luhan bisa bernafas lega, tapi jika BaekHyun hanya mempermainkan perempuan itu, ini yang tidak bisa dibiarkan oleh Luhan. Tidak. Luhan tidak bisa membiarkan adiknya menjadi seorang pemain.

“Kalian tahu seperti apa asal mula hubungan BaekHyun Jieun?” tanya Luhan lagi.

“Tunggu, apa ada sesuatu dengan BaekHyun dan Jieun, sampai Luhan Hyeong mengintrogasi kami seperti ini?” sambung Jongdae.

ah… benar. Ada apa?” Chanyeol ikut penasaran.

“Bukan, aku hanya sedang bertindak sebagai Kakak yang pengertian. BaekHyun tidak terlalu banyak cerita padaku. Tahu – tahu dia sudah mengenalkanku pada seorang perempuan yang ternayata keaksihnya, bukankah itu mengejutkan?” jelas Luhan panjang lebar.

“Tidak,” jawab Chanyeol dan Jongdae bersamaan dengan wajah polos mereka. Sungguh, kondisi ini semakin membuat canggung Luhan.

“Kami bukan lagi anak kecil yang harus melapor semua kegiatan secara detail pada mereka orang dewasa, benarkan?” ucap Jongdae yang dijawab anggukan Chanyeol.

“Betul, akan ada hal yang tidak seharusnya mereka tahu. Dan kami biarkan semua itu terkunci rapat,” Chanyeol mengakhiri kalimatnya dengan gesture mengunci bibirnya. Dan mereka berdua kembali terdiam.

Luhan disini mulai berfikir. Diam mereka apakah pertanda mereka mengetahui sesuatu atau sebaliknya.

“Kalian sungguh tidak ingin bekerja sama denganku? Aku hanya ingin tahu seperti apa BaekHyun dan Jieun,”

Sekali lagi JongDae dan Chanyeol saling bertukar pandang kemudian menghembuskan nafas berat. “Baiklah, apa yang ingin Hyeong ketahui?” jawab Jongdae.

“Bagaimana mereka bisa menjadi sepasang kekasih?”

Ehm.. BaekHyun mendapat julukan gentleman sejak dia menyatakan perasaannya pada Jieun. Dia baru seminggu di kelas kami. Jieun adalah sosok murid yang sangat sulit didekati kaum lelaki tapi hanya dalam waktu satu minggu BaekHyun berhasil mendapatkan Jieun,” jelas Chanyeol.

“Kenapa Jieun bisa menerima BaekHyun?”

“Entahlah kami pun tidak tahu,” jawab keduanya lagi bersamaan.

“Lalu apa yang membuat BaekHyun menyatakan perasaannya?”

ehm.. kami pun aneh. Seminggu pertama dikelas memang Jieunlah yang sedikit menami BaekHyun dalam artian dia sering di suruh ini itu oleh Jieun. Kami kira awalnya BaekHyun akan benci diperlakukan seperti itu, tapi sebaliknya. Dia jatuh cinta pada Jieun,”

“Karena itu?” tanya Luhan saat mendengar penjelasan dari dua bocah didepannya.

ehmh..

“tidak bisa dipercaya, Byun BaekHyun,,” bisik Luhan sambil menegak air mineralnya. “Lalu seperti apa mereka sekarang?”

“Mereka semakin romantis,” jawab Chanyeol sambil tersenyum lebar. “Bahkan BaekHyun mulai menaruh rasa cemburu saat Jieun dekat dengan lelaki lain,” lanjutnya.

ah benar dia bahkan cemburu pada KyungSoo karena satu kelompok dengan Jieun,” sambung Jongdae.

“BaekHyun semakin perhatian dengan Jieun?” tanya Luhan lagi.

uhum.. ah! Bahkan BaekHyun pernah membolos untuk mengantar Jieun pulang,”

“Bolos?”

uhum.. tapi itu malah membuat mereka semakin dekat, ah tenanglah Hyeong, BaekHyun bukan pemain yang hanya akan menyakiti perempuan,” ucap Chanyeol.

“Benar, walau awalnya kami sempat ragu,”

“Ragu karena?” tanya Luhan penasaran.

“Awal mereka pacaran, BaekHyun tidak seperti sekarang. Dia seperti ehm.. bagaimana ya aku menjelaskannya, bersikap dingin pada Jieun,”

“Mungkin itu karena mereka baru awalan, yang pasti sekarang mereka sudah sangat lengket,”

Percakapan berakhir dengan dua bocah itu menghabiskan beberapa cup es krim. Tapi tidak masalah, karena Luhan mendapatkan satu jawaban. Bahwa adiknya benar – benar sedang Jatuh Cinta. Masalahnya adalah, apakah BaekHyun sudah menyadari itu? Luhan rasa, waktu akan membuat BaekHyun mengakuinya.

.

.

whoaa….. Byun Baekhyun, ternyata kau sungguh lelaki sempurna..” ucap Jieun terpukau saat BaekHyun membawa sepiring besar hasil karyanya ke meja makan dimana Jieun menunggu.

“Benarkah? Kau yakin? Karena kau tidak bisa menarik perkataanmu kembali,” jawab Baekhyun sambil memamerkan senyum manisnya, kemudian ikut duduk didepan Jieun.

Jieun terlihat berfikir sambil menatap BaekHyun intens. “Aku tahan dulu pengakuanku, untuk menjadi lelaki sempurna harus lolos beberapa aspek lagi,” jawabnya.

apa? Baiklah – baiklah, secara tidak sadar kau nanti akan mengakui itu nona Lee..”

“Jadi apa ini?” tanya Jieun yang sudah siap dengan sumpit dalam genggamannya.

“Kau tidak tahu ini apa?” tanya balik BaekHyun dengan kedua matanya membulat sempurna.

“Aku tahu, ini tteobboki.. tapi detailnya. Karena kau membuatnya tidak seperti ttoboki

“Aku hanya merenovasinya sedikit,, ayo makan..”

“Renovasi? Tsk….

“Tunggu, bukankah, kau yang berniat mengajaku makan? Tapi kenapa malah aku yang memasak untukmu?” tanya BaekHyun saat dia menyadari apa yang terjadi.

hehehe.. aku akan bayar,”

“Aku catat itu, kau harus membayarnya Nona Lee… ah ngomong – ngomong kemana Jinki hyeong?

“Dia sibuk dengan kuliahnya, biasanya malam baru pulang,” jawab Jieun.

“Malam? Haruskah aku temani sampai Jinki hyeong pulang?” tanya BaekHyun sambil tersenyum.

Jieun menggeleng pelan sambil tersenyum. “Tidak usah, malam ini aku juga ada rencana keluar,”

“Keluar? Malam – malam?”

huum, aku ada janji dengan KyungSoo untuk membahas tugas Park Ssaem,” jawab Jieun sambil terus menikmati tteoboki BaekHyun. “Ah.. ini sungguh lezat..”

BaekHyun mempause giginya mengunyah potongan kue beras dalam mulutnya. Tunggu, tadi Jieun menyebut nama KyungSoo bukan?. BaekHyun menurunkan sumpitnya kemudian menatap Jieun. “KyungSoo?”

Jieun menyadari BaekHyun menatapnya, memberi tatapan balik kemudian mengangguk.

“Malam – malam? Apa tidak ada waktu lain?” ah.. Byun BaekHyun kendalikan jengkelmu.

kenapa? Kita hanya diberi watu seminggu. Aku tidak ingin mengecawakan di mata pelajaran favoritku,”

BaekHyun meraih gelas disamping kirinya, kemudian menegak cairan jernih itu. “Jam berapa?” tanya BaekHyun lagi.

ehm.. sekitar jam 7,” jawab Jieun yang masih fokus dengan makanannya.

“Baiklah, aku akan mengantarmu kesana. Jadi aku akan disini sampai jam 7,”

Jieun menghentikan aktivitasnya menyantap tteoboki, dia menurunkan sumpitnya kemudian menatap BaekHyun tepat pada matanya. “Tunggu, kenapa kau menjadi sangat menyebalkan Byun BaekHyun,” ucap Jieun spontan.

BaekHyun yang mendapat pandangan intens dari Jieun hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali. Kaget. “A.. ap..apa maksudmu?”

“Kau menyebalkan dengan terus bertanya dan posesive seperti itu,” jawab Jieun.

ya.. aku hanya ingin menemanimu. Kau bilang sendirikan kalau Jinki hyeong pulang malam dan kau ada janji dengan seseorang ja-”

“Bukan seseorang tapi KyungSoo” sergah Jieun.

“Iya maksudku KyungSoo, aku hanya ingin memas-”

“KyungSoo akan menjemputku kerumah, jadi aku tidak keluar sendirian BYUN BAEKHYUN…” potong Jieun lagi dengan nada suara sedikit naik.

BaekHyun menaikan sebelah alisnya kemudian menatap Jieun. “Tunggu, apa barusan kau membentaku? Hah.. baiklah – baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Dan aku pamit pulang,”

BaekHyun bangkit dari duduknya berjalan menuju ruangan tengah. Tanpa menunggu jawaban Jieun, BaekHyun meraih tasnya kemudian melangkah pergi. Ini sungguh kekanakan bukan?

“Apa masalahanya dengan dia?” tanya Jieun jengkel sambil menatap kepergian BaekHyun.

.

.

Setengah jam kemudian BaekHyun sudah berada diatas kasurnya. Masih dengan seragam berkeringat, Baekhyun memejamkan matanya membiarkan fikirannya melayang bersama hari yang beranjak gelap. Jam berapa sekarang? BaekHyun melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Entah mengapa dia sekarang berharap tidak ada malam dan segera berganti menjadi pagi hari. Fikirannya kembali mengulang kejadian dirumah Jieun tadi sore. Sungguh, BaekHyun mengakui dia sangat kekanak – kanakan.

Argh..!!!” BaekHyun bangkit dari tidurnya sambil mengacak rambutnya frustasi. “Kenapa aku harus bertingkah seperti itu? aahhhh~” kali ini BaekHyun kembali menjatuhkan tubuhnya secara paksa ditempat tidur.

ah..menyebalkan. Sungguh Byun BaekHyun kenapa kau harus seperti anak kecil, memalukan..”

“Tunggu, tapi kenapa tadi sampai Jieun membentaku? Ah.. ini sangat menjengkelkan…”

Buk.

Sebuah bantal mendarat sempurna diwajah BaekHyun. “Maka dari itu bagi ceritamu, ada apa?” tanya Luhan yang sekarang sudah terduduk ditampat tidur bersama BaekHyun.

“Tidak ada apa – apa Hyeong..” jawab BaekHyun malas.

“Sungguh?”

ehm..

“Kalau begitu aku saja yang cerita,” ucap Luhan yang membuat BaekHyun melihat kearahnya sebentar. “Apa kau sudah menemukan perasaanmu pada Jieun?” lanjut Luhan.

BaekHyun mengubak posisinya menjadi duduk menghadap Luhan. “Maksud?”

“Kalau kau masih bingung kenapa harus berakhir dengan menjadi pacar Lee Jieun, kau bisa memberikannya padaku. Aku fikir aku tertarik padanya,” lanjut Luhan dengan senyuman.

HYEONG!!” tanpa sadar BaekHyun meninggikan suaranya. Selanjutnya, entah perintah dari mana Baekhyun bangkit kemudian mengusir Luhan dari kamarnya. Ini sungguh mengganggu perasaan BaekHyun.

“Tunggu, kenapa aku menjadi kekanak – kanakan seperti ini? Luhan hyeong tadi pasti bercanda bukan?” ucap BaekHyun sambil menyandari di pintu kamarnya.

argh! Bodoh!”

Baekhyun beranjak menuju tempat tidurnya, mengambil ponsel yang tergeletak disana. Dengan segera BaekHyun mengetik satu pesan.

To : Lee Jieun

Maaf untuk sikapku tadi

Sent.

Satu pesan berhasil terkirim. 1 menit, 5 menit, 10 menit, 30 menit dan satu jam kemudian, tidak ada balasan satupun dari Jieun. BaekHun yang kini sudah berganti dengan kaus putih dan celana training merebahkan tubuhnya di kasur.

“Kau dalam masalah Byun BaekHyun”

.

.

Pagi ini BaekHyun tidak berangkat bersama dengan Jieun. Pagi ini Jieun juga tidak menunggu di halte depan sekolah seperti biasanya. Dan pagi ini BaekHyun melangkah menuju kelas seorang diri.

Dua jam pertama kelas pagi BaekHyun masih bisa bersabar. Tapi, dua jam berikutnya BaekHyun sudah sangat tidak tahan dan ingin segera menunggu dering bel istirahat. Selama empat jam kelas pertama Jieun sama sekali tidak menyapanya. Jieun mendiamkan BaekHyun. Apa dia masih kesal pasal kemarin sore? Atau Jieun sedang serius dengan kelas? Entahlah.

Dan bel istirahatpun berdering.

“Kantin?” tanya Jongdae saat dia sudah bangkit dari duduknya.

BaekHyun menggeleng. “Kalian saja, aku ada urusan,” jawab Baekhyun kemudian.

“Dengan Nona didepan sana?” tanya Chanyeol sambil tersenyum. “Baiklah, kami pergi dah~” ucapnya yang kemudian Chanyeol, Jongdae dan KyungSoo pergi ke kantin. Tunggu selama empat jam ini juga BaekHyun belum ada interaksi dengan KyungSoo kan?.

Baekhyun bangkit dari duduknya, tidak lupa dia meraih dua wadah bekal yang dia bawa dari rumah. Dengan bekal ini, BaekHyun berniat mengajak Jieun makan siang di atap gedung. Tempat waktu mereka pertama kali makan bersama.

“Ayo..” ucap BaekHyun saat dia sudah berada disamping Jieun.

“Kemana,” jawab Jieun singkat. Wajahnya biasa saja, tapi intonasi suaranya kembali ke Jieun pertama kali BaekHyun kenal. Ini tidak baik.

“Makan siang, aku sudah membawa dua bekal,”

Jieun tidak menjawab lagi tapi satu anggukan mewakili kata – katanya. BaekHyun membiarkan Jieun memimpin langkah dan BaekHyun mengikutinya. Ah ini kembali seperti dulu, dimana mereka jalan dengan pola satu depan satu belakang.

“Kau baca pesanku semalam,” ucap BaekHyun akhirnya saat mereka tengah menaiki tangga.

ehm.. ” jawab Jieun.

“Kenapa kau tidak membalasnya,” tanya BaekHyun lagi yang kali ini mencoba mensejajarkan langkah dengan Jieun.

Jieun menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap BaekHyun. “Karena aku ingin mendengarnya langsung, bukan dari pesan singkat…”

“Baiklah, Lee Jieun, aku minta maaf atas sikapku kemarin sore. Karena aku sadar itu sungguh kekanak – kanakan. Kau memaafkanku?”

Tidak butuh waktu lama, saat itu juga Jieun sudah memasang senyum dan mengangguk. “Aku maafkan,” jawabnya kemudian mengambil satu bekal nasi yang BaekHyun bawa.

ahh.. aku terakhir ke atap ini saat makan siang bersamamu, padahal dulu aku sering kesini hampir setiap hari,” ucap Jieun saat mereka sudah berada diatap.

“Dan ini kedua kalinya untuku,”

“Jadi apa yang kau masak kali ini..” ucap Jieun antusias saat mereka sudah duduk dibawah tempat teduh dan bersiap membuka bekal yang dibawa BaekHyun.

ahahah ini bukan masakanku, tapi ibuku. Mana sempat aku pagi – pagi menyiapkan ini,” jawab Baekhyun.

woah.. kau mengecewakanku Byun BaekHyun,”

“Tapi kau tidak akan kecewa dengan masakan ibuku,”

“Oh ya?”

Selanjutnya mereka larut dalam menikmati makan siang. Jieun berulang kali terkagum dengan rasa masakan yang dia santap. Betul kata BaekHyun. Dia tidak akan kecewa dengan masakan ibunya.

woahh,, masakan ibumu sungguh luar biasa,” ucap Jieun saat dia sudah selesai dengan makanannya.

“Benarkan,” timpal BaekHyun bangga.

“Pantas kau pandai memasak tuan Byun,” puji Jieun lagi yang kemudian dibalas senyuman oleh BaekHyun.

“Jadi semalam Jinki hyeong pulang jam berapa?” sebenarnya Baekhyun takut untuk membahas ini. Takut dia bertanya terlalu banyak dan takut Jieun kembali jengkel dengan sikapnya.

Jieun menghabiskan air dalam cangkirnya kemudian kembali mengingat kejadian semalam. “ehm.. sekitar jam 11,” jawab Jieun.

“Apa?”

“Aku sudah biasa dirumah sendirian, ”

woah.. ternyata kau pemberani Nona Lee,”

“Tentu saja, jadi kau tidak perlu khawatir berlebihan padaku,”

“Tapi apa kau tidak bosan dirumah sendirian?”

“Ehm..terkadang..”

“Harusnya semalam kau telfon aku untuk menemanimu,”

eiy… itu sangat menakutkan,” jawab Jieun sambil tertawa yang kemudian diikuti Baekhyun. “Lagi pula semalam aku baru pulang jam sepuluh,”

“jam 10? Dari?”

Jieun terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali menyadari dia salah ucap,“KyungSoo,” jawab Jieun pelan.

“Jieun, kau tau aku-”

“Aku tahu, maaf tidak seharusnya aku pulang semalam itu aku terlalu menikmati bermain gitar semalam. Aku minta maaf oke..”

“Tap-”

“Aku sudah minta maaf oke Byun BaekHyun, dan cukup sampai disini pembahasan tentang masalah itu, ehm?

BaekHyun menghembuskan nafas, kemudian mengangguk setuju.

“Ayo kita kembali ke kelas, aku rasa bel masuk sudah berbunyi.”

.

.

“Kalian tidak jadi ke kantin?” tanya KyungSoo sambil membalikan badan saat dia merasa dua temannya menghentikan langkah.

“KyungSoo, apa kau merasa akhir – akhir ini BaekHyun dan Jieun semakin dekat?” tanya Jongdae saat dia sudah mensejajarkan langkahnya dengan KyungSoo.

KyungSoo memalingkan kepalanya. “Buat apa kalau hanya dekat tapi tidak ada pengkuan,” ucap KyungSoo sambil melanjutkan langkahnya meninggalkan Jongdae yang terdiam.

“Maksudmu?” tanya Jongdae setengah berteriak.

“Sampai nanti,” ucap KyungSoo sambil melambaikan tangannya tanpa berbalik kearah kedua temannya.

“Ada apa?” tanya Chanyeol menghampiri Jongdae.

Ya… ini memusingkan,” jawab Jongdae.

“Kenapa?”

“Kau tahu, barusan aku bertanya pendapat KyungSoo tentang BaekHyun dan Jieun yang semakin dekat. Dengan suara dingin dia berkomentar Buat apa kalau hanya dekat tapi tidak ada pengkuan” jelas Jongdae sambil menirukan suara rendah KyungSoo.

heh?” ucap Chanyeol sambil menggaruk kepalanya. “Tunggu Jongdae, apa rasa cemburu BaekHyun itu sungguh terjadi?”

ah tidak – tidak, itu mimpi buruk Park Chanyeol, jangan sampai itu terjadi,”

Chanyeol menghentikan langkahnya kemudian menahan langkah Jongdae. “Tunggu, Jongdae apa kau menyadari sesuatu?”

“Apa?”

“Berawal dengan Luhan Hyeong yang mengintrogasi kita, kemudian apa kau sadar hari ini BaekHyun dan Jieun terlihat saling diam? Dan apa kau juga menyadari BaekHyun dan KyungSoo akhir – akhir ini jarang berinteraksi?”

Chanyeol selesai dengan penjelasan panjangnya kemudian terdiam. Jongdae pun ikut terdiam, mereka larut dalam fikiran masing – masing.

ahh ini menyebalkan, aku tidak nafsu makan,” ucap Jongdae setengah berteriak sambil kembali berjalan kedalam kelas.

“Aku juga,” jawab Chanyeol sambil mengikuti langkah Jongdae.

.

.

Bel masuk kembali berdering murid yang tengah menikmati waktu istirahat kembali berhamburan kedalam kelas. Dan didalam kelas Jongdae juga Chanyeol tengah menelungkupkan kepalanya diatas meja. Mereka sepertinya tengah tidur sambil berfikir. Mungkin.

“Mana mereka?” tanya Chanyeol yang sekarang sudah membalik tubuhnya kearah Jongdae.

“Entahlah,”

Tidak lama setelah Jongdae menjawab BaekHyun dan Jieun masuk kelas. Biasanya mereka akan masuk sambil saling bertukar cerita. Tapi kali ini mereka saling diam. Pertama Jieun yang masuk kemudian dalam diam langsung menuju ke mejanya. Baekhyun masuk dengan dua wadah di tangannya, tanpa kata dia juga langsung duduk di kursinya.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Chanyeol saat BaekHyun sudah bergabung dengan mereka.

“Memang kenapa?” tanya BaekHyun mencoba menetralkan suasana.

“Kau dan Jieun,” jawab Jongdae.

“Tidak ada apa – apa, kami baru saja selesai makan siang bersama…” jawab BaekHyun sambil mencoba lari dari percakapan.

Dari arah pintu depan KyungSoo masuk. Segera Chanyeol dan Jongdae menaikan alisnya. Ini aneh. Biasanya KyungSoo akan masuk dari pintu belakang karena dekat dengan kursi mereka. Tapi ini tidak. KyungSoo masuk dari arah depan dan berjalan melewati meja Jieun. Didepan meja Jieun KyungSoo terlihat bertukar sapa sambil berbagi percakapan kecil sebentar.

BaekHyun?

Dia sedang sibuk dengan bukunya dan beruntung tidak melihat hal ini. Chanyeol dan Jongdae yang menyaksikan semua ini hanya bisa bertukar pandang kemudian menaikan bahu masing – masing simbol tidak tahu dan tidak mengerti dengan yang terjadi.

.

.

Hari kedua hukuman BaekHyun. Hari pertama berjalan lancar dan menyenangkan karena BaekHyun melakukannya bersama Jieun. BaekHyun hanya bisa berharap hari ini mereka bisa seperti biasa lagi. Seperti kemarin – kemarin.

“mau aku bantu?” tanya Jongdae.

“Tidak usah,” jawab BaekHyun.

“Sungguh?”

BaekHyun hanya mengangguk kemudian memberikan gesture pada teman sebangkunya ini untuk segera pulang. Tidak lama setelah Jongdae dan Chanyeol –juga KyungSoo keluar kelas, Jieun menghampiri meja Baekhyun dengan tas di punggungnya.

Tunggu ada apa ini, Baekhyun merasa tidak baik.

“BaekHyun, maaf hari ini aku tidak bisa membantumu,” ucap Jieun.

BaekHyun mengerjapkan matanya beberapa kali. “ehm.. ya, tak masalah,” jawab BaekHyun sedikit kecewa. “Ada hal mendesak?” tanya Baekhyun lagi.

ehm..” Jieun mengangguk. “Aku ad-”

“Jieun pergi bersamaku kerumah Park Ssaem untuk konsultasi tugas,” ucap satu suara memotong kalimat Jieun.

Siapa dia?

“Do KyungSoo,” bisik BaekHyun saat melihat sosok KyungSoo tengah berdiri didepan pintu. “Konsultasi? Ini hanya penmapilan kecil kenapa kalian sangat sibuk seakan menggelar konser?” ucap BaekHyun sambil bangkit dari duduknya.

“Apa kau tidak tau ini mata pelajaran favorit Jieun?” tanya KyungSoo.

BaekHyun menatap KyungSoo. “Aku tahu,”

“Baguslah, apa kau juga tahu Jieun berniat masuk universitas musik maka dari itu nilai musiknya harus sempurna,” tanya KyungSoo lagi.

BaekHyun mengalihkan pandangannya dari KyungSoo kepada Jieun. “Aku tidak tahu,”

“Byun BaekHyun, aku pergi sekarang. Aku minta maaf oke,” ucap Jieun saat menyadari apa yang terjadi dengan dua lelaki didepannya.

ehm..” jawab BaekHyun singkat.

Mendengar jawaban BaekHyun, KyungSoo dengan segera menghampiri Jieun detik selanjutnya yang terlihat oleh mata BaekHyun adalah KyungSoo menggenggam tangan Jieun kemudian membawanya keluar kelas.

Ada perasaan aneh dalam hati BaekHyun saat melihatnya. Dia merasakan satu rasa dipermainkan. “DO KYUNGSOO…” ucap Baekhyun dengan suara keras. Dengan segera dia menghampiri mereka yang terdiam didepan pintu.

“Lepaskan,” ucap BaekHyun sambil ikut menggenggam tangan Jieun lainnya.

.

.

Bersambung…

.

.

3vPYwAT8

40 thoughts on “Another Love Story : 8 – ‘In Your Heart’

  1. woah kaka.. baek bener2 jatuh cnta.. ^^
    please jgn biarkn kyungsoo suka jg ama jieun.. aq gak tega lht oppa2ku rbutan jieun..
    owh.. ya, jgn lama2 lanjutinx, kyk yg chap 7 ke 8 aq nunggunya ampe lumutan,😦
    o.ya. delaive nya gmana kak? apa udah gak bkal dlnjutin lg?:(
    Btw. Kaka yg smangat ya!! ^^
    hwaiting!

  2. kakaaaaakkk inget aku kan,,,,,akhirnya rilis juga🙂 kakak aku suka chapter ini,,,di tambah kyungsoo ikut wah,,,baekhyun tambah cinta nih kayake,,,hahaha,,,,aku ngk yakin kalo bakal slese di chap 10 kayaknya bakal lebih,,,,smangat ya kak,,,ak akan setia menunngu lanjutannya,,,,^^😀

  3. Baru kali ini aku baca fanfic dan suka banget sama ceritanya ka , beneran. Hehe
    Sampe ngecek tiap hari wkwkwk
    Adooh jadi mau punya pacar kaya byun baekhyun :3
    lanjutannya aku tunggu kaak, jangan lama2 yaa hehehe
    semangat ya!!! Fighting!!

  4. Hahahaha/ketawa dulu/ lah kok gini jadinya kak?
    Baekhyun si pencemburu, Jieun yang tidak peka, dan Kyungsoo orang ketiga hahaha😀
    Chapter ini sebenernya bagus, tapi gatau kenapa deh kak feel-nya kurang dapet, engga yang kayak chap 7 itu udah keren bingit.
    But, i love Baekhyun so much, sikapnya, perhatiannya, beneran kayak dia yang asli gitu Kak Ikaaa😀
    Oh ya, typo. Ini jadi kayak bukan tulisan kak Ika yang engga kenal typo di chapter sebelumnya, di chapter ini typo-nya banyak banget deh yakin. Perbaikan kak di chapter 9 & 10. Ditunggu kakak cantik😀

  5. Hola kak..😀
    Aku readers baru disini.. (?) eungg.. disebut baru juga gak sihh, karena sebenarnya aku udah ngikutin dari chap 1 tapi baru sempet coment sekarang hhee.. *gak penting yaw..

    Fanfic kakak nihh keren banget sihh, jarang banget aku ngikutin Fanfic sampe jauhh gini, apa lagi tokohnya bukan bias aku sendiri..😀

    feel-nya dapet banget, apalagi pas baek ngomong ” Lepaskan “, yakk.. dapet banget.

    di tunggu yaa kak lanjutannya.. jangan lama-lama🙂 haha

    • Halo halo,,
      kenalin nama dong sayang biar seru ^^
      ga papa, yang penting kamu menikmati kalo komen nilai plus biar bisa akrab aja,,

      Duh makasih banget ya udah suka,
      Chap selanjutnya diusahakan besok malem Up ^^
      Makasihh

  6. Woaa eon akhirnya setelah lma menunggu chapter 8 akhirnya keluar jg, ceritanya tmbh bagus eon ku tunggu next chapter 9nya yah makin suka dgn couple baekji:)

  7. okesip eonni bikin aku dag dig dug serr ngikutin Baekknya.. Jieun astagfir gereget sama dia. Kyungsoo… pertamakalinya aku berpendapat dia ngeselin di satu FF.

    jadi sifat baek satu lagi terungkap.. posesif, padalah baru banget bahkan belum nyadar dia suka sama Jieun.. gemesin^^

    oke.. aku tunggu chapter selanjutnya eonn~ aku stay tune kok^^

  8. udah lama ga baca ini dan ternyata udah end ‘-‘
    cieee baekhyun jealous, dan ada apa dengan kyungsoo?
    dia punya perasaan ke jieun kah??
    /loncat ke next chap/ :v

  9. ohoho ada apa dengan kyungsoo ? aaa dia bias aku tapi kok disini untuk pertama kali nya aku jadi sebel sama kyungsoo. dan baek kayanya beneran suka sama jieun ya. oiya ada kata pengkuan 2x? itu arti nya apa ? pengakuan kah ? typo kah ? hehe lanjut chapter 9^^

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s