Another Love Story : 6 – ‘Because Iam Your Boyfriend’

als3

Another Love Story : 6 –  ‘Because Iam Your Boyfriend’

Fanfic presented By Apreelkwon

For BaekHyun and IU Lovers… This is it…

Cast : BaekHyun and IU
Genre : Romance , School Life
Type : Chaptered

.

sebelumnya : 1 . 2 . 3 . 4 . 5

.

How your love story?

This is just a common love story But…..

Lets Start.

.

.

Because Iam Your Boyfriend

Tidak seperti biasanya, pagi itu suasana sarapan sangat sepi. Biasanya BaekHyun dan Luhan tidak berhenti bercerita tentang ini dan itu. Tapi saat ini, keduanya hanya terdiam. BaekHyun fokus dengan sup di mangkuknya dan Luhan terlihat sedikit berbincang dengan Ayah BaekHyun mengenai berita hangat pagi itu. Semua terasa Dingin.

Ibu BaekHyun yang sibuk dengan roti dan selai nanas menyadari perbedaan itu. Dia mengalihkan pandangannya pada dua pemuda didepannya.

“Ada apa ini? Biasanya kalian sibuk berbagi cerita di pagi hari,”

BaekHyun dan Luhan yang menyadari kalimat itu untuk mereka segera tersenyum sambil menggerakan masing – masing tangan mereka. “Aku sedang menghafal ulang untuk ujian nanti Bu, jadi menunda obrolan dengan hyeong untuk hari ini,” jawab Baekhyun berbohong.

Nah,, aku tidak ingin mengganggu hafalannya,” jawab Luhan kemudian.

owh… ” Ibu BaekHyun memberikan roti dengan selai nanas itu pada BaekHyun. “Kalian tidak sedang bertengkar kan?” lanjutnya, yang sontak dijawab gerakan tangan ‘tidak’ dari keduanya.

“Baiklah….”

Dan selanjutnya sarapan berlalu dengan setiap dari mereka terlarut dalam fikiran masing – masing. Sepi.

“Aku antar kau ke sekolah,” ucap Luhan saat Baekhyun sudah berada di luar rumah. “Dan kenalkan aku pada perempuan itu,” lanjut Luhan sebelum BaekHyun mengeluarkan sepatah katapun.

Hyeong..” ucap BaekHyun saat luhan sudah duduk diatas sepeda motornya. “Aku…”

“Ayo.. sudahlah, lupakan amarahku semalam. Aku hanya tidak habis fikir kau bisa mempermainkan perempuan seperti itu,” luhan tersenyum. Tapi kalimatnya mengsyarakan dia masih kesal dengan BaekHyun. Dan itu menakutkan, amarah yang tersembunyi dibalik senyuman.

Ya… Semua diluar rencana, saat Luhan mengetahui tentang BaekHyun dan Jieun. BaekHyun menceritakan semuanya. Tentang hari pertama sekolah, kemudian kehadiran Jieun sampai insiden Baekhyun tanpa sengaja mengajak Jieun pacaran. Disini BaekHyun mengakui dia sebenarnya tidak sungguh – sungguh mengajak Jieun menjadi pacarnya. Alias kesalahan lidahnya.

“Lalu apa maksudmu mengatakan kalimat itu padanya?” tanya Luhan malam itu. Dia masih biasa saja. Dengan duduk dikasur disamping BaekHyun yang tengah menceritakan semuanya.

“Aku tidak bermaksud mengatakan itu, tapi entah mengapa kalimat itu keluar dari mulutku. Aku sendiri tidak mengerti,” jawab BaekHyun sambil membenamkan kepalanya dibalik bantal. Dia merasa frustasi, bingung tapi juga ada separuh hati BaekHyun merasa bersalah. Entahlah. BaekHyun setuju dengan apa kata Luhan. Dia tidak seharusnya melanjutkan drama bohong ini.

“Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?”

“Aku…” Baekhyun bangkit dari persembunyiannya dan memandang Luhan sebentar. “Aku.. entahlah aku sudah lupa apa yang aku inginkan saat itu,” lanjutnya datar. “yang pasti tidak untuk mengajaknya berkencan, sungguh..”

“Lalu kenapa kau melanjutkan kebohongan itu? kau tahu, cepat atau lambat semua akan terbongkar dan kau akan menyakitinya..”

“Aku tidak bermaksud menyakitinya, aku berani sumpah Hye-

“Jangan sembarangan mengucapkan kata itu,” ucap Luhan sambil menutup mulut BaekHyun dengan bantal.

ah Mian, sungguh. Hari setelah insiden itu aku berniat untuk mengatakan sebenarnya, tapi..”

“Tapi?”

“Seluruh sekolah sudah mengetahui berita aku jadi kekasihnya, dan aku menjadi sedikit ciut.. aku..”

“Tunggu – tunggu.. apa dia murid teladan? Sampai berita dia pacaran saja sampai heboh seperti itu?”

BaekHyun meremas sepuluh jarinya. Ragu. Haruskah dia menceritakan masa lalu Jieun yang membuatnya menjadi terkenal? Tapi kalau BaekHyun menceritakan semua itu, Luhan akan semakin memarahinya. Ah aku memang lelaki bejad – fikir BaekHyun.

“Kau tahu, aku akan sangat kecewa kalau kau menyembunyikan sesuatu dariku,” ucap Luhan seakan mengerti BaekHyun sedang menyembunyikan sesuatu. Dan…

Malam itu BaekHyun menceritakan tentang mengapa Jieun sangat terkenal disekolah. Dampaknya. Seperti tebakan Baekhyun, Luhan marah dan kecewa dengan sifat BaekHyun.

“Kau bukan lelaki Byun BaekHyun,” kalimat dingin Luhan semalam sebelum dia meninggalkan BaekHyun di kamar seorang diri masih terus menghantui BaekHyun. Oh… aku dalam masalah.

“Apa yang akan kau lakukan Hyeong?” tanya BaekHyun saat dia berjalan menghampiri Luhan yang sudah siap dengan sepeda motornya.

“Sekarang apa yang kau inginkan?” tanya Luhan balik. “Apa kau ingin mengakhiri semuanya sekarang? Aku bisa membantumu dengan mengatakan semuanya,”

“JANGAN!!” ucap BaekHyun dengan cepat. Melihat ini Luhan hanya menaikan kedua alisnya, kemudian memberikan helm lain pada BaekHyun.

“Kenapa?” tanya Luhan sambil menyalakan mesin motornya. Suaranya menderu menciptakan sedikit bising di pekarangan rumah keluarga Byun.

“Jangan sekarang,” jawab BaekHyun pelan dan mustahil Luhan mendengar kalimat adiknya ini. Tidak sekarang….

.

.

Karena ceritanya semalam tentang BaekHyun, Jinki jadi sangat penasaran. Pagi itu Jinki memaksa Jieun akan mengantarnya menuju sekolah dan ingin bertemu lelaki itu. Karena tidak ada masalah, Jieun menjawab ya untuk paksaan Jinki.

Baru Jieun akan mengirimi BaekHyun pesan, satu pesan dari BaekHyun mengagetkannya.

Jieun… bisakah kau menungguku digerbang? Kita bisa masuk kelas bersama.. ’ tulisnya.

Jieun tersenyum membaca pesan BaekHyun. Entahlah, Jieun merasa mereka semakin hari semakin dekat. Dengan BaekHyun sering megnajak pulang atau berangkat bersama. Dia juga mulai sering mengirimi Jieun pesan dan tadi malam juga menelfon Jieun. Jieun bahagia, meski terkadang masih ada BaekHyun dan sisi dinginnya. Ini membuat Jieun bingung. Sebenarnya seperti apa Byun BaekHyun.

“Mana dia?” tanya Jinki saat mereka berdua tengah menunggu didepan halte bus sekolah.

Jieun melirik jam tangan yang melingkat dipergelangan tangannya. “Sebentar lagi bisnya akan datang, sabarlah oppa…” jawab Jieun sambil tersenyum.

Tidak lama kemudian Bis 90A berhenti tepat didepan mereka. Jieun memperhatiakn setiap murid yang turun dari Bis itu tapi dia tidak menemukan BaekHyun. Dia memastikan dengan kembali melirik jamnya. Tapi tepat, mereka setiap hari akan tiba digerbang sekolah jam segini. “Mana dia?” bisik Jieun.

Jinki melihat adiknya hanya bisa menggeleng pelan. “Apa kekasihmu orang yang suka terlambat?”

“Tidak? Biasanya kami naik bis tadi untuk berangkat sekolah,”

heuh? Kalian berangkat bersama?”

yaps.. ada masalah?” ucap Jieun sambil tersenyum.

Jieun masih terus menunggu didepan halte bus. Saat dia mendapati satu sepeda motor berhenti didepannya. BaekHyun. Dengan seorang lelaki.

ah Mian membuatmu menunggu lama,” ucap BaekHyun kemudian saat dia sudah turun dan motor dan melepas helmnya. Dia terlihat melempar senyum pada Jieun dan berhenti saat mendapati satu sosok lelaki sedang mengawasinya.

ah BaekHyun,, kenalkan dia Oppaku. Lee JinKi. Dia mengantarku pagi ini dan ingin bertemu denganmu,” ucap Jieun.

BaekHyun segera membungkukan tubuhnya 90 derajat kearah Jinki kemudian menjabat tangan Jinki sopan. “ah Annyeonghaseo.. Byun BaekHyun.. senang bertemu denganmu Hyeong..

eoh.. salam kenal juga Byun BaekHyun,” jawab Jinki sambil tersenyum.

Jieun menatap BaekHyun kemudian mengarahkan matanya pada lelaki dibelakang BaekHyun. Lupa dengan Luhan, Baekhyun segera memutar tubuhnya dan tersenyum pada Luhan sebagai bentuk permintaan maaf. Luhan berjalan mendekati BaekHyun kemudian menebar senyum manisnya.

“Sepertinya ada satu orang lagi yang harus dikenalkan,” ucap BaekHyun kikuk. “Kenalkan Hyeong ku, Luhan..” lanjut BaekHyun.

Jieun dan Jinki terlihat memberikan anggukan sopan, termasuk Luhan sendiri. Mereka mengenalkan masing – masing diri. Sampai pada saat Jieun menjabat tangan Luhan, Luhan menahannya dan tersenyum pada Jieun. “Jadi kau Lee Jieun? Kekasih adiku Byun BaekHyun..” ucap Luhan sambil memandang Baekhyun disampingnya yang tengah gugup dengan apa yang akan dilakukan Luhan.

ne .. oppa…” jawab Jieun kikuk.

“Baik – baik ya kalian, jangan kaget jika sikap BaekHyun kadang membuatmu jengkel,” lanjut Luhan.

“Kenapa aku merasa sedang melepas adiku untuk acara pernikahan ya..” ucap Jinki memecah suasana dengan guarauannya yang sontak membuat mereka tertawa.

Luhan merangkul bahu BaekHyun dan sedikit meremas ujungnya. Disela tawanya Luhan mendekatkan telinganya pada BaekHyun dan berbisik. “Celaka Byun BaekHyun, kau mempermainkan gadis lugu,

Bulu kuduk BaekHyun meremang. Dia tahu. Setelah bertemu Jieun dan mendapati seperti apa seorang Lee Jieun membuat Luhan semakin kesal dengan kelakukan BaekHyun. Habislah aku.. bisik BaekHyun.

“BaekHyun… Jieun…” satu suara lantang mengalihkan perhatian mereka. Ah.. tiga sabahat BaekHyun. JongDae, Chanyeol dan KyungSoo melambai dan mengmapiri mereka.

BaekHyun menggunakan kesempatan ini untuk melapaskan rangkulan marah Luhan. “ahh Hyeong.. kenalkan ini tiga sahabatku dan teman sekelas Jieun..”

ah annyeonghaseo…” ucap ketiganya sambil membungkuk hormat.

“Kawan, kenalkan.. ini Luhan hyeongku dan ini Jinki.. kakaknya Jieun ka-” mulut BaekHyun kembali bungkam. Tunggu. Baekhyun merasa ada yang salah. “ah.. kenapa aku yang mengenalkan Jinki Hyeong… ahh maaf – maaf..” ucap BaekHyun.

Melihat itu Jieun hanya tertawa. Jinki kemudian merangkul bahu BaekHyun dan menepuknya. “Tidak masalah,,,” jawabnya.

Tiga karib hanya terpaku melihat pemandangan itu. Kemudian satu persatu dari mereka memperkenalkan diri.

“Kim JongDae,, aku teman sebangku Baekhyun..”

“Park Chanyeol..”

“Do KyungSoo..”

Sepertinya mereka akan bertahan lama untuk berbincang. Tapi waktu memburu lima murid ini untuk segera memasuki sekolah.

“Cepat kalian masuk,” ucap Luhan, yang kemudian disusul dengan mereka berlarian menuju gerbang sekolah.

Luhan memandang punggung adiknya dan merasa kasihan. Ah tidak, Luhan merasa harus memberi tahu BaekHyun tentang arti mempermainkan. Jinki beranjak mendekati sepeda motornya melewati Luhan yang masih memandangi punggung adiknya.

Jinki menepuk pundak luhan. “Adikmu sepertinya akan cocok dengan Jieun. Dia tipikal yang humoris, aku suka melihatnya tersenyum,” ucap Jinki.

“Adikmu tidak kalah manis,” jawab Luhan sambil tersenyum. Kemudian mereka kembali pada sepeda motor masing – masing dan beranjak dari sana.

.

.

“Jadi, bagaimana pendapatmu tentang kakaku,” tanya Jieun saat mereka tengah melakukan pemanasan sebelum mata pelajaran olah raga. Dan hari ini mereka akan melakukan olah raga dengan bola. Permainan apa itu? guru mereka belum memberi tahu.

ehm.. Jinki Hyeong tipikal orang yang mudah bergaul dan murah senyum aku suka dengannya, sepertinya tidak akan sulit bagiku untuk dekat dengannya..” jawab BaekHyun.

“Baguslah,” jawab Jieun senang.

“Dan bagaimana dengan Luhan hyeong..” tanya BaekHyun kali ini.

“harus ku akui dia lebih tampan darimu,” jawab Jieun sambil tertawa.

“Banyak yang mengatakan itu,” jawab BaekHyun sambil terus membagi nafasnya antara pemanasan, percakapan dan tawanya.

“Dia juga terlihat seperti orang yang terbuka dan mudah akrab, berbeda denganmu..” lanjut Jieun.

“Sekarang… lari putari lapangan ini dua putaran..!!!” BaekHyun baru akan menanyakan maksud perkataan Jieun, tapi Kim Ssaem memberikan mereka intruksi untuk berlari. Tanpa banyak protes Jieun berlari mengitari lapangan mengahului BaekHyun.

Dengan segera BaekHyun mensejajarkan kecepatannya dengan Jieun, yang memang tidak sulit untuk mengejar langkah anak perempuan. “Apa maksud ucapanmu tadi?” tanya BaekHyun.

“Yang mana?” tanya Jieun balik dengan nafas terengah.

“Tentang aku berbeda dengan Luhan hyeong..

ahh.. Luhan oppa,” Jieun menarik nafas, memang sulit harus berlari sambil berbicara seperti ini. “Sekali kau menatap matanya kau bisa mendapati dia orang hangat dan terbuka, dan kau..” Jieun kembali menarik nafas “matamu terlalu kelam aku tidak bisa menebak fikiran dan sifatmu,”

BaekHyun terdiam mendengar jawaban Jieun, ini membuat ritme larinya melambat dan Jieun meninggalkannya. Bukan pertama kalinya BaekHyun mendengar seperti itu. Ibunya sendiri bahkan sering berkata seperti itu saat marah. ‘aku tidak tahu apa yang kau inginkan..’ apa seburuk itu kah aku. Benak baekHyun penuh dengan kalimat penuturan Jieun.

Tapi memang benar adanya. Tidak ada yang tahu seperti apa BaekHyun tepatnya. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dia rasakan, dia takutkan, ini berujung dengan BaekHyun dimata mereka seorang anak yang sering berganti mood.

BaekHyun tidak tahu apa yang terjadi, yang jelas saat BaekHyun mendapatkan kembali kesadarannya dia mendapati KyungSoo tengah menggendong Jieun berlari keluar lapangan dengan beberapa anak perempuan mengikutinya dibelakang.

BaekHyun hanya terdiam menatap mereka pergi.

“Apa yang kau lakukan… pacarmu terluka kau malah diam menatapnya seperti itu, PAYAH..” ucap Jongdae sambil menyusul KyungSoo.

BaekHyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Kemudian dia menghentikan langkah Chanyeol yang sepertinya akan menyusul KyungSoo. “ada apa?” tanya BaekHyun.

“Kau tidak tahu? Kau melamun?” tanya Chanyeol dengan matanya melebar kaget.

“Aku tadi sedik-”

“Eunji tersandung saat berlari berujung dia mendorong Jieun dan membuatnya tersungkur di tanah lapang. Aku tidak tahu pasti, sepertinya dahinya mengenai batu karena dia berdarah dan dia juga mimisan mungkin karena kaget..” jawab Chanyeol.

Setelah menjawab pertanyaan BaekHyun, Chanyeol kembali berlari. Tapi, kemudian dia berbalik dan melambai kearah BaekHyun.

“Kau akan terus diam disana? Kekasihmu terluka HEY…!!!” sadar dengan serentetan kalimat yang Chanyeol katakan membuat BaekHyun berlari mendahului Chanyeol menuju ruang kesehatan sekolah mereka.

.

.

Ruangan kesehatan itu tidak terlalu besar, jadi terasa sangat sesak saat hampir seluruh muri 1-4 berada diruangan itu. Mereka penasaran apa yang terjadi pada Lee Jieun. Apa ini bentuk khawatir?

BaekHyun? Dia berada disana. Tepat disudut ruangan bersama beberapa murid yang penasaran. Seharusnya Baekhyun berada dipaling depan dan memberi semangat Jieun yang sekarang sedang diobati. Entahlah BaekHyun merasa ciut. Kenapa ini? Apa karena perkataan Jieun tentang dirinya tadi? Atau BaekHyun terganggu dengan tatapan dan ucapan teman – temannya tadi.

Sepertinya Jieun hanya mengalami luka kecil didahinya. Tapi mimisannya sepertinya yang mengkhawatirkan. Darahnya tidak berhenti keluar. Eunji yang duduk di barisan depan dekat tempat tidur terus menangis karena merasa bersalah. Jieun harus menenangkannya berkali – kali dan mengatakan dia tidak apa – apa, tapi tetap saja dia terus menangis.

“Ada yang bisa mengambilkanku es batu,” tanya suster yang menangani Jieun.

BaekHyun baru saja akan bersuara, tapi dia kembali menahannya ketika suara KyungSoo terdengar begitu lantang. “Biar saya ambilkan,” ucapnya sambil segera berlari keluar ruangan.

Suster yang mengobati Jieun tersenyum. “Apa dia pacarmu?” satu pertanyaan yang segera disanggah oleh gelengan Jieun.

Satu pertanyaan yang menghancurkan BaekHyun saat itu juga. Seharusnya dia berada didepan, seharusnya dia yang menggendong Jieun, seharusnya dia yang mengambilkan es batu itu. Tanpa mempedulikan tatapan murid yang didekatnya BaekHyun melangkah keluar ruangan itu. Dia merasa ada satu sesak dalam dadanya. Menghadapi kenyataan ternyata dia bukan siapa – siapa. Lama – lama dalam hati kecilnya BaekHyun mengakui apa kata Luhan. Dia bukan lelaki.

.

.

Baekhyun tengah menenangkan perasaannya di kantin sekolah dengan satu botol banana milk dan roti blueberry. Entahlah BaekHyun merasa tubuhnya sangat lemas hari itu. Dia bahkan tidak masuk satu mata pelajaran dan hanya berdiam di pojokan kantin. Dia juga mengabaikan beberapa pesan dari temannya.

Ada apa dengannya?

BaekHyun mungkin akan terus menghabiskan siangnya di kantin kalau saja pesan Jieun tidak menyapa ponselnya.

kau dimana? Aku di izinkan pulang, apa kau mau mengantarku?

Membaca pesan ini BaekHyun seperti merasa mendapatkan tamparan untuk bangun dari lamunan di siang bolong. Dia segera bangkit dari duduk malasnya, menghampiri counter tempatnya membeli makanan untuk membayarnya, teringat dengan Jieun dia juga membawakan satu banana milk dan roti coklat. Kemudian dengan cepat dia berlari menuju ruang kesehatan.

Dengan terengah Baekhyun membuka pintu ruangan serba putih dan mendapati Jieun masih ditempat tidur tengah memegangi perban dikepalanya.

“Kau mengagetkanku,,” ucap Jieun.

BaekHyun tidak menjawab. Dengan nafas terengah dia menghampiri Jieun kemudian memberikan banana milk dan roti pada Jieun.

“Kau lari dari mana?” tanya Jieun sambil menerima pemberian BaekHyun.

“Kau belum.. makan kan?” tanya BaekHyun saat dia sudah duduk dikursi dekat tempat tidur.

Gomawo..” ucap Jieun sambil membuka roti dari BaekHyun. “Kau tidak masuk kelas Park Ssaem?” tanya Jieun saat mendapati BaekHyun masih menggunakan seragam olah raga.

BaekHyun menggeleng pelan sebagai jawabannya. “Mian.. ” ucap BaekHyun pelan.

“untuk…?”

“Seharusnya aku yang menggendongmu tadi, mengambilkan es batu dan duduk disini tadi,” jawab Baekhyun pelan.

Jieun menghentikan meminum banana milk dan menatap BaekHyun yang sepertinya sedang tidak bersemangat. “Kenapa kau yang harus melakukan semua itu?” tanya Jieun memancing.

Hening untuk beberapa menit.

“Karena aku kekasihmu…” jawab BaekHyun kemudian, tanpa ragu.

Jieun terdiam untuk beberapa detik. Tapi kemudian senyum mengembang diwajahnya. Dia meletakan botol susu disamping meja tempat tidur dan membersihkan remah roti ditangan dan wajahnya.

“BaekHyun..” ucap Jieun riang.

ehm…” ucap BaekHyun sambil menaikan pandangannya sehingga dia bisa menatap jelas wajah Jieun.

“Kemari..” Jieun memberi tanda untuk BaekHyun mendekat.BaekHyun bangkit dari duduknya kemudian mengambil tempat disamping kasur Jieun.

Gomawo…” ucap Jieun berseri. Belum sempat BaekHyun menjawab, mulutnya terkunci dengan satu kecupan dari bibir Jieun tepat dibibirnya. Baik Jieun ataupun BaekHyun mungkin tidak akan melupakan kejadian ini.

“Ayo kita pulang,” ucap Jieun kikuk saat mereka sudah berada di posisi semula lagi.

eoh?” tanya BaekHyun.

“Kau sudah bolos kelas Park ssaem, dan menurutku tidak ada salahnya sekali – kali kita membolos, ah bagaimana kalau kita ke kedai es krim itu,” nampaknya Jieun terlalu bersemangat atau ini tingkahnya untuk menutupi rasa malu.

“Kau sakit, sebaiknya kita pulang saja,” ucap BaekHyun.

Jieun meraba perban didahinya,“Ini hanya luka kecil, Eunji hanya membesar – besarkan saja,”

BaekHyun tersenyum kemudian bangkit dari duduknya. “Baiklah… kau tunggu disini aku ambilkan dulu tasmu baru kita pergi…”

“OK,” jawab Jieun sambil memberikan simbol dengan tangannya.

BaekHyun berlalu dari ruangan itu meninggalkan Jieun diruangan. “Semua baru dimulai Lee Jieun,” ucapnya lebih pada diri sendiri.

 .

.

Bersambung…

.

.

bagaimana bagaimana?

ahaha… ditunggu komen kalian semuaaaa ^^

.

.

3vPYwAT8

40 thoughts on “Another Love Story : 6 – ‘Because Iam Your Boyfriend’

  1. aku sbenernya setuju bgt sm kata luhan,disini baekhyun terasa jahat bgt sm jieun yg polos.
    tapi disatu sisi baekhyun jg mulai jatuh sm pesonanya jieun.
    makin penasaran,tiap chapternya makin seru..
    gak ng bosenin sm skali..
    ddaebak.
    keep writing thor!!😉

    c.a 95’liner

  2. Aduh bikin penasaran lagi nih😀
    Makin lama makin jatuh cinta sama cerita nya hahaha
    apalagi sifat luhan nya disinj manly + dewasa banget, aku setuju banget sama luhan kalo baekhyun harus nya ngga boleh mempermainkan jieun hehehehe
    Semangat terus yaaaa!! Daebakk!

  3. woah… akhrx update jg stlah lma aq tnggu… ><
    jieun nkal nih nyium2.. ^^
    jgn lama2 bwat aq nunggu crita ni ya kak ^^

  4. Daebak Thor! Ska dgn cerita baekhyun yg dichapter ini, ayo buat baekhyun cinta sepenuhnya dgn jieun:D
    Aku tggu next chapternya thor!

  5. bener sih kata luhan kalo baekhyun keliatan jahat..
    tp kan dia udh nyesalin perbuatannya.. hehe..
    asik.. caritanya sekarang baekhyun mulai jatuh cinta sama IU ya thor?
    wah.. daebak..
    next chapter thor..🙂

  6. cepatlah dilanjutkan thor….. udh gasabar.

    btw, bukannya JD CY KY itu sekelasnya sm BH?? kok JE juga bisa sekelas? bukannya JE beda kelas ya dichapter sbelumnya?

  7. Annyeong🙂. Aku reader baru disini. Wahh critanx bgus bnget kak. Au sukaa. Ayo fighting kak bwt next chapternx!! Ditunggu. Bnget loh.😀

  8. hadeh mas baekhyun jahat banget kesannya,,,,penasaran aku sma lanjutannya
    di tunggu ya,,,,luhan beneran kayak uda dewasa,,,likelikelike,,,semangat ya,,,jgn lama2 okok😀

  9. “Celaka Byun BaekHyun, kau mempermainkan gadis lugu,”

    Yaampun Luhaaann ><
    Apa dia uda gantiin SatanSoo sekarang/?:'3
    Bukan cuma Baekhyun yang merinding, diriku juga :'v

    Atuhlah Baek-Ji kisseu kisseu😄

  10. luhan emang kalau jadi kakak paling cocok deh… sepertinya baekhyun sendiri bingung sama perasaannya… baek.. cepatlah diputuskan jadinya bagaimana…

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s