[A to Z FlashFic Challenge] I for “Izinkan Bintangku Menyinari Malammu”

A to Z Flash Fiction Challenge

Day 9 ‘I

Izinkan Bintanku Menyinari Malammu.’

Contain :469 word

.

.

Please let my stars rise on your Night…

.

.

Izinkan Bintangku Menyinari Malamu…

 

“Terimakasih,” ucapku saat petugas apotik itu memberikan kembalian dari uang belanjaanku. Dia tidak menjawabnya, tapi dua tatap matanya sudah cukup memberiku jawaban. Kau kaget huh? Bisiku dalam hati.

Tidak mau terlalu lama berurusan dengan lelaki tua penunggu mesin kasir itu, aku berlalu dari apotik dengan satu kresek berisi belanjaanku untuk malam ini. Barang – barang yang sangat aku butuhkan. Lebih dari aspirin ataupun obat penawar pusing lainnyayang selama ini menemaniku. Bukan itu.

Aku memacu langkahku lebih cepat. Pertama karena malam beranjak semakin meniupkan hawa dingin, kedua aku tidak ingin membuat dia menunggu terlalu lama. Jangan. Sambil terus mempercepat ritme langkahku, kepala ini menengadah menatap langit yang kebetulan malam itu bersinar indah.

“Beruntung sekali malam ini langit penuh bintang, perkiraanku tidak salah,”

Aku sangat suka bintang. Mereka bilang bintang itu lambang dari mereka yang sudah meninggal. Aku yakin itu. Lihat sebelah sana bintang yang berukuran kecil dibanding yang lain begitu juga dengan warna biasnya, dia seperti sedikit mengeluarkan cahaya merah. Itu bintang ibuku, pasti. Ibuku memang hanya orang biasa tapi naasnya dia selalu ingin terlihat menonjol dimata orang. Miris memang.

Bintang itu. Satu bintang yang jauh dari bintang merah tadi, yang berukuran besar dan bersinar paling terang itu pasti ayahku. Ayah sangat tidak senang saat dekat dengan ibu.

Ahh aku tidak sabar untuk segera mengukir bintang baru.

.

.

Aku menuangkan cairan berbuih itu kedalam gelas cantik. Dua gelas. Satu yang berwarna jernih berbuih untuknya dan satu berbuih berwarna ungu gelap untuku. Segera aku menghampiri dia yang terduduk disebrangku. Aku memberikan gelas itu padanya. Tapi apa daya dia hanya terdiam memandangku.

“Jangan menatapku seperti itu,” ucapku sambil mendekatkan gelas itu pada mulutnya.

Dia tidak berontak, mungkin dia suka dengan perlakuan manisku ini padanya. Perlahan tapi pasti gelas yang tadi terisi penuh kini sudah bersih. Aku tersenyum melihatnya menghabiskan apa yang aku berikan padanya.

Aku beranjak darinya yang masih menatapku, meraih gelas miliku dan menegaknya. Ah segar. Aku kembali mendekatinya. Dia mulai berubah. Urat – urat dileher dan tangannya terlihat mencuat dan wajahnya semakin merah.

Ini akan membakar organ vital tubuh yang akan membunuhnya secara cepat. Tidak akan menyiksanya terlalu lama. Aku mengingat dengan jelas kalimat yang penjaga apoteker itu katakan setelah kemudian dia menatapku aneh. ah aku memang terlalu baik.

Dan memang tidak lama. Setelah sebuah cairan merah mengalir dari mulut dan lubang hidungnya aku mendapati dia sudah tidak bernyawa. Satu bintang penghuni langit telah tiba.

Aku meraih ponselnya kemudian mengabadikan moment ini. Caklak! Satu foto berhasil aku dapatkan. Tanpa berfikir panjang aku mengirimkan foto itu pada seseorang. Seorang perempuan yang begitu tertarik dengan hidup lelaki ini.

‘Kau tahu bintang itu pencitraan dari mereka yang meninggal? Izinkan bintang ciptaanku ini menyinari setiap malamu’

Tulisku bersamaan dengan foto lelaki tak bernyawa ini. Selesai. Aku telah memberikan perempuan itu hadiah paling indah. Dan sekarang giliran aku untuk pergi.

Bye~

 .

.

tes

18 thoughts on “[A to Z FlashFic Challenge] I for “Izinkan Bintangku Menyinari Malammu”

  1. INI APAAAAA??? TU ORANG KENAPAAA??

    anjrit, aku suka pembunuhan cantik beginii >.<
    kreatif sumpah cara bunuhnya, ahihi.. Boleh tau gk nama obatnya apaa? Aku mau satu, #jduak

    rapih bgt tulisannya,, dan ceritanya aku suka^^
    bintangku jg udah bnyak di atas sana, haa!

    • tau ga siapa nama cewe di cerita ini??
      Namanya IKA,
      ahahahaha😄

      lama2 urang jadi psikopat ini,,
      nama obatnya? ga tau, kkkk~
      aku ga nemu, nama obat yang tepat pas searching makanya aku samarin aja
      ahahha

      Thankseu ahjumma,
      ayo kita membuat bintang baru😄

  2. adududuh mulai lg…
    nambah lg niih org “sakit” d dunia perffan kmu…
    aq sdkit kpikiran bkal mngrah k situ saat tuh cwe bilang ahh aku sdh tdk sabar untuk mngukir bintang baru…
    jgn2 ortunya dia jg yg bunuh…?
    klainajenis apa lg nih ?
    star syndrmkah ?
    hobby bunuh org cm bt nmbhin koleksi bintang dlngit mnurutnya…
    ngeriii…

  3. pas aku baca judulnya aku kira ceritanya romantis gimana gitu xD tapi pas baca ‘Ahh aku tidak sabar untuk segera mengukir bintang baru.’ langsung… xD
    jadi orang tuanya juga dia yg bunuh ya?

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s