No More…

NM

‘No More – This is The Last Time, I Swear…

Fanfic Presented by @ApReeLKwon

.

Inspired from Beast Song

Fanfic / oneshot/ suho – sulli – BaekHyun

.

Enjoy…

.

‘just stop everything NOW

i promise you, this is the last time..

.

.

seseorang memberikan ini padaku, 10 mawar satu diantaranya adalah mawar palsu. Bisakah cintanya seperti mawar palsu ini. Tetap hidup…

Suho tengah menikmati sore harinya dengan bermalasan ditempat tidur, ketika BaekHyun –sepupunya, menunjukan posel putih miliknya. Status SNS dari seseorang. Masa lalu Suho. Sebenarnya Suho tidak berniat untuk melihat seperti apa jelasnya tulisan itu, tapi ada rasa penasaran yang menggilitik, berujung Suho mengambil ponsel BaekHyun dan membacanya.

“Dia sepertinya masih sangat mencintaimu Hyeong~” ucap BaekHyun saat Suho mengembalikan ponselnya, kemudian membaca ulang tulisan itu. “Bagaimana denganmu?”

“Bagaimana apanya?” tanya Suho yang sudah kembali bergelung ditempat tidur. Dia terlalu malas untuk membahas ini. Tolong jangan katakan Suho jahat, sekali ini saja.

“Kau tidak bisa membiarkannya terus seperti ini, setidaknya kau perte-”

“Baek, kau memintaku untuk mempertegas semua ini?” satu anggukan BaekHyun menjawab pertanyaan Suho. “Tiga bulan yang lalu, aku sudah mempertegas semuanya, tapi dia…”

“Itu yang kumaksud Hyeong.. Sulli mungkin belum bisa menerima semua ini, cobalah kau temui dia lagi dan jelaskan padanya,”

“Entahlah, aku tidak mengerti..”

BaekHyun hanya menghembuskan nafas gusar melihat respon Suho yang menurut dia terbilang biasa. Dia tahu tentang masalah ini. Tentang Suho dan Sulli. Tiga bulan telah berlalu sejak Suho merapalkan kata ‘berpisah’ tapi sampai saat ini Sulli seperti masih berada dibawah mantra seorang Kim Suho. Sulli memang tidak pernah menghantui kemanapun Suho pergi, dia hanya terus mengungkapkan perasaanya melalui akun SNS miliknya. Dan itu hampir setiap hari. Sebagai lelaki BaekHyun merasa, ah.. entahlah BaekHyun pun bingung menjelaskannya. Andai BaekHyun juga berada di posisi Suho dia juga tidak tahu harus seperti apa.

Hyeong…” BaekHyun menepuk tempat tidur dimana Suho terbaring.

hemh….

“Lihat ini,”

Tidak.. aku baik – baik saja, hanya sedang menemukan serpihan masa lalu… Fighting..

Suho tertegun membaca tulisan itu. Sekali lagi itu dari Sulli. “Dia seperti ini, tapi keesokan harinya akan kembali seperti biasanya.”

.

.

Apa? Suho Oppa sedang berusaha mengencani Jieun?

Sulli tengah termangu didepan layar laptopnya ketika kalimat Soojung terus terngiang digendang telinga Sulli. Tiga bulan memang sudah berlalu. Tapi sang waktu terasa berhenti untuk Sulli. Tiga bulan lalu, ketika lelaki yang dia cintai –Suho, mengakhiri hubungan mereka. Mengingat semua itu Sulli hanya bisa menghujat dirinya sendiri, yang waktu itu hanya terdiam dan membiarkan lelaki itu melangkah pergi.

“Dia begitu mudahnya melupakan semua yang telah terjadi,” ucap Sulli. Sulli meraih ponselnya, membuka akun SNS miliknya, seperti biasanya dia akan menuliskan sederetan kalimat yang mewakili perasaanya.

Apa aku seorang Peter Pan? Aku merasa tubuh ini sudah dihentikan oleh waktu. Aku tidak mengenal apa arti hitungan waktu,

.

.

Dan akhirnya Suho mendengarkan apa kata BaekHyun. Bertemu dengan Sulli dan menjelaskan semuanya. Sesungguhnya berat kaki Suho untuk mengambil langkah per-langkahnya. Dia terus bertanya dalam hatinya, benarkah keputusan yang dia ambil. Bukan memutuskan untuk menjadi lelaki jahat, Suho hanya tidak ingin menorehkan harapan baru pada Sulli dengan mengajaknya bertemu seperti ini.

Tapi, apa boleh buat. Semua harus segera dihentikan.

Suho menghentikan langkahnya saat dia sudah berada didepan taman tengah kota. Menghembuskan nafas berat kemudian kembali melangkah. Dari kejauhan Suho bisa melihat Sulli sudah berada disana. Duduk disalah satu bangku taman dekat air mancur. Semakin dekat, dan ketika menyadari kedatangan Suho, Sulli memberikannya satu senyuman terbaik.

“Maaf menunggu lama,” ucap Suho yang kemudian mengambil duduk disamping Sulli.

“Tidak masalah Oppa,” jawab Sulli. “Bagaimana kabarmu Oppa?

“Baik, kau?”

“Aku? Baik, tapi aku pernah memiliki hari lebih baik dari ini,” Sulli mengalihkan perhatiannya pada Suho kemudian tersenyum kecil.

“Sulli, sebenarnya-”

“Aku tahu Oppa, kau memintaku untuk menghentikan semua itu bukan?” Sulli menjawab pertanyaan yang bahkan Suho belom menyelesaikannya. “Semua hanya perlu waktu,”

“Bukan, kalau kau bergantung pada waktu sampai kapanpun tidak akan berhenti karena sang waktu itu abadi,”

Sulli menatap Suho dan terdiam untuk beberapa saat. “Jadi izinkan perasaan ini abadi untuk selamanya,”

“Sulli, jangan hanya bergantung pada perasaanmu. Diluar sana banyak lelaki baik yang sedang menunggumu,”

“Tapi yang aku butuhkan dan aku inginkan hanya Oppa..

“Tidak ada lagi benang merah antara kita, aku selalu berharap kau segera mendapatkan lelaki yang lebih menyayangimu melebihi aku,”

Suho terdiam begitupun dengan Sulli. Mereka sibuk dengan fikiran dan perasaan masing – masing. Sulli yang merasa seperti orang bodoh hanya untuk terus mengemis cinta dari seorang pria yang sudah tidak menginginkannya. Suho dia juga merasa serba salah, karena dari awal dia sudah terjebak diposisi yang salah. Dengan harus menautkan hati pada seorang Choi Sulli.

“Menangislah, perempuan sering melakukan itu membiarkan rasa sakit mengalir bersamanya,” ucap Suho saat dia melihat Sulli hanya diam.

“Bisakah aku menangis dalam pelukanmu Oppa?” tanya Sulli yang kali ini dengan mata berkaca.

Apapun kondisinya Suho sungguh lelaki jahat jika mengatakan tidak pada Sulli. Maka dari itu Suho hanya bisa mengangguk kecil yang sejurus kemudian Sulli sudah berada dalam dekapannya –menangis. ‘Baiklah ini yang terakhir’ ucap Suho dalam hati.

.

.

“Bagaimana?” tanya BaekHyun saat melihat Suho memasuki rumah.

“Selesai,” Suho menjatuhkan tubuhnya disofa. Ringan, seakan dia baru saja melepas satu beban berat. “Apa status SNSnya tidak ada yang aneh?”

BaekHyun menggelengan kepalanya. “Sejak tadi pagi dia belum ada update terbaru,”

ah… baguslah. Aku harap dia mengerti apa maksudku,” ucap Suho kemudian melangkah meninggalkan BaekHyun.

“Kemana Hyeong?” tanya BaekHyun.

“Mandi, kau mau ikut..”

tsh~ GILA. Aku fikir Kau yang Gila bukan Sulli,” ucap BaekHyun sambil tertawa.

“Kalau orang seperti aku bisa dikatakan gila, predikat apa yang tepat untuk seorang Choi Sulli?”

BaekHyun memandang Suho untuk beberapa saat, kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan. “eiy.. jangan seperti itu Hyeong…

Suho hanya tersenyum kemudian masuk kedalam kamarnya. Perkataannya beberapa menit yang lalu kembali terngiang. Predikat apa yang tepat untuk seorang Choi Sulli. Sekitar 10 bulan yang lalu, ketika Suho bertemu dengan seorang gadis manis, berambut hitam bergelombang yang sering menghabiskan sorenya ditaman tengah kota. Dia Sulli. Suho merasa tertarik dengan gadis itu, Sulli yang memiliki senyum manis juga suara tawa yang lucu, siapapun pasti akan terpikat dengan auranya. Maka dari itu, ketika mendapatkan celah untuk menarik hati Sulli, Suho memutuskan untuk menjadikan Sulli sebagai pacarnya. Ya, Mereka berpacaran.

Semua berjalan normal, sampai Suho menemukan banyak kejanggalan tentang Sulli. Tentang mengapa dia sering menghabiskan waktu disore hari.

“Kenapa kau suka sekali menghabiskan sore disini,”

“Kau tidak tahu Oppa, aku bisa melihat mereka menikmati suasana menjelang senja dan tertawa bahagia,”

“Siapa?” tanya Suho sambil memandang taman yang hanya ada mereka berdua.

Sulli tersenyum. “Ah,, tidak aku hanya suka dengan udara sore hari.”

Kemudian Suho juga merasa Sulli selalu tahu dimanapun Suho berada. Selalu. Seakan dia selalu mengikuti setiap jejak langkah Suho.

“Kau sedang apa?” tanya Suho saat dia sedang menelfon Sulli.

“Tepat dibelakangmu, sedang menatap punggungmu Oppa..” dan untuk kesekian kalinya Suho terkejut.

Cukup dengan semua rasa penasaran yang ada, Suho ditemani BaekHyun mereka menyelidiki semua tentang Sulli. Dan mereka menemukan satu fakta. Sulli merupakan anak yatim piatu, dimana kedua orang tuanya meninggal karena saling membunuh dan Sulli menjadi saksi satu – satunya. Menurut info yang mereka terima, Sulli mengalami gangguan psikologi yang membuatnya sering merasa hidup didunia berbeda, merasa dia adalah seorang orang lain bukan Chio Sulli anak sebatang kara. Itu alasan mengapa Sulli sering berkeliaran kemanapun sendirian, karena dia merasa dia tidak seorang diri.

Choi Sulli. Gila.

Tidak bisa terima semua ini membuat Suho berakhir dengan memutuskan hubungan dengannya. Dan itu tidak semudah anggapan Suho. Ketika setelah mereka berpisahpun Sulli masih saja berada disekitar Suho.

Ini menakutkan.

Hyeong..” BaekHyun entah kapan yang sudah berada didalam kamar, membuat Suho cukup tersentak.

“Kau mengagetkanku saja, ada apa..” tanya Suho.

“Ini,” jawab BaekHyun sambil memberikan ponselnya. Mata Suho menangkap satu deretan kalimat dari id SNS milik Sulli. Bersama tulisan itu terdapat satu foto barang – barang pemberian Sulli yang dia simpan kedalam kardus.

dia menyuruhku untuk melupakan semua ini, baiklah apa dibakar bisa membantu?

eiy…. dia sungguh menakutkan, aku yakin beberapa menit kemudian dia akan mengupdate gambar kardus ini terbakar”

Tring. Satu pemberitahuan, dari SNS Sulli kembali muncul.

Membakar semua ini tidak cukup, lebih baik aku buang saja,’ tulisnya bersamaan dengan tulisan itu terdapat satu foto tangan Sulli tengah memegang kardus hampir gosong yang dia julurkan keluar jendela. Untuk informasi, kamar Sulli berada di Dorm lantai 4.

ya sepertinya ini akan berhasil, selamat tinggal masa lalu,’ tulisnya lagi.

Dan 30 menit kedua lelaki itu menunggu tulisan selanjutnya tapi tidak muncul satupun.

“sepertinya penjelasanmu dimengerti Sulli,”

“Sepertinya,”

.

.

Suho masih sangat ingat –dan mungkin akan terus dia ingat, tepat hari Minggu. Ketika Suho masih bermalasan didepan televisi –jam 8pagi, BaekHyun dengan terengah menerobos rumahnya membuat Suho dan beberapa orang dirumah kaget. Ya, mereka kira BaekHyun baru saja mengalami hal buruk. Tapi saat ditanya Ibu Suho BaekHyun hanya melambaikan tangan sebagai gesture tidak apa – apa, dan segera dia membawa Suho kekamarnya kemudian mengunci pintu –memastikan.

“Kenapa?” tanya Suho heran.

hyeong ini gawat…” ucap BaekHyun dengan wajah ketakutan.

“Katakan padaku ada apa…”

Dan…

Dengan panjang lebar Baekhyun menceritakan bahwa tadi pagi dia baru mendapat kabar dari teman sekelasnya, bahwa di apartement tempat dia tinggal baru terjadi kejadian bunuh diri. Dimana seorang gadis perempuan melompat dari jendela kamarnya. Polisi mengatakan ini tindak bunuh diri, tidak ada hal aneh. Yang polisi temukan hanyalah sebuah dus dalam keadaan setengah terbakar dimana disana terdapat selembaran kertas tertulis.

Maafkan aku, tapi aku pastikan mulai detik ini aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi,

“Perempuan itu Sulli..” ucap BaekHyun mengakhiri cerita panjang lebarnya yang diakhirinya dengan suara bergetar.

Suho?

Dia tidak bisa merasakan tubuhnya. Merasakan apakah jantunya masih berdetak, merasakan darahnya mengalir ataupun merasakan ketika tubuhnya bergetar hebat.

“BaekHyun-ah apa aku baru saja membunuh seseorang?” tanya Suho bergetar.

 .

.

kkeut~

 

18 thoughts on “No More…

  1. haihaiiii~ aku baca ff ini sambil dengerin lagunya taeyang sampe aku puter-puter terus kalo lagunya udah abis xD

    oke, kembali ke ff eonni ya ampuuuun aku gak bisa bilang apa-apa deh selain ini keren! awalnya tuh sedih banget, apalagi waktu suho ngejelasin semuanya ke sulli :’) berasa banget feelnya.

    lanjut ke penjelasan tentang sulli itu aku kaget, yaa tapi sih emg disitu suho jahat banget u,u tapi manusiawi kok hehehe

    dan endingnya aaaaa tiba-tiba abis tapi bagus kok ini keren! xD

    keep writing ya, aku suka sama ff eonni xD

    • Keren banget kan ya lagu Taeyangnya,,
      Lagi suka banget aku juga sama lagu itu ^^

      Ihh makasih bangetttt yaaaaa /hug/
      Manusiawi sih Suho kaya gitu, kasian juga dia,
      ehehehe

      Endingnya tiba2 abis soalnya udah ga kefikrian lagi,
      eheheh
      dari pada Basi mending diudahin aja,

      sekali lagi makasihh aaa🙂

  2. wahh gile ceritanya, aku udh feeling sh itu yg dibuang ke jendela kardus ato badan,, heheuu
    tapi daebakk aku udh baca beberapa ff dsni bagus2 smua :’D bikin sedih ketawa hehe
    salam kenal, keep writing Semangat😀

    oh iya ff ini aku juga bwt sma2 terinspirasi dr lgu no more nya beast yg liriknya aku liat dsni jg. . . hehe tp crtanya agak beda, ga nyanka ternyta dbwt ff jg

    • Salam kenal juga yaaaa Ciyel🙂

      wahh makasihh loh udah sukaaa,
      kkk~ firasat buruk yaaa pas dia buang kardus,,
      yepss,,,
      denger lagu Beast, apalagi udah tau artinya jad kebayang cerita kaya gini,,
      sekali lagi makasihh yaaa

  3. Iya sama2 eonni🙂
    Hehe tadi abis kepoin profil author ternyata kta banyak kesamaan :’D
    kyaa~ seneng deh jadi pengen kenal lebih dalam *ecieee😀

  4. Hiyaaaatt!!!!~
    Pyeow pyeow pyeow/?😄

    Gilak kak!!
    Subuh-subuh keliaran diblog kakak😄
    Ohh, kak demi apa aki cinta kalimat ini “Kalau orang seperti aku bisa dikatakan gila,
    predikat apa yang tepat untuk seorang Choi
    Sulli?” :v

    Aaaa~
    Aku sukaaa fic ini😄
    Idiih, Sulli kok gitu sih :3
    Pake beneran bunuh diri astagaa :3

    Dan demi apa Baekhyun kek jadi mak comblang/? :v
    Media perantara mereka berdua😄
    Hahah, “Tepat dibelakangmu, sedang menatap
    punggungmu Oppa.. ” << merinding kak e,e

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s