#FF2in1 – Putri

 

.bulan

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program dari di Facebook dan Twitter

Bandung, 11 Juni 2014 @ 21 : 23

.

.

“Jadi bisa kau ceritakan apa yang terjadi?” satu suara berat terdengar diruangan remang itu.

Sosok lelaki berkaus biru yang tengah terduduk dengan kepala yang tertunduk sedikit mengangkat pandangannya. Pada seseorang yang mengeluarkan suara pertama. “A.. apa yang ingin kalian tahu,”

Akhirnya. Setelah selama dua jam lebih berada diruangan itu, silelaki biru mengeluarkan kalimat pertamanya. Kalimat yang akan membuka kunci. Lelaki dewasa berkumis yang duduk tepat didepannya tersenyum.

“Aku hanya ingin tahu, apa yang kau lakukan saat kebakaran itu terjadi,”

Kembali diam. Lelaki kaus biru nampak gelisah dengan terus meremas kedua tangannya. “Aku.. aku.. aku tidak tahu,” jawabnya terbata. “Aku disana, hanya untuk… untuk melihat putri,

“Putri?” tanya si lelaki dewasa, yang kemudian tangannya menorehkan tinta hitam pada kertas dihadapannya. “Siapa putri?”

Lelaki kaus biru yang sedari tadi hanya menundukan kepalanya, sekarang dia mengangkat pandangannya menata tepat yang didepannya. Dia tersenyum. Berbeda dengan ekspresinya beberapa jam yang lalu. “Dia.. dia.. dia perempuan yang cantik, dia selalu tersenyum manis padaku, baju.. baju merah mudanya membuatnya terlihat cantik,”

“Dan sedang apa putri saat kebakaran itu terjadi?”

“Tidak.. bukan, bukan putri yang mengakibatkan kebakaran itu, bukan,” jawab silelaki kaus biru sambil menggerakan tangannya. “Putri mencintaiku, aku juga.. aku juga sangat mencintainya, tapi putri selalu bersama dia.. putri tidak pernah bersamaku,”

“Siapa dia..”

“Dia, lelaki berkuda putih, hari itu.. hari itu aku ingin mengajak putri bermain. Tapi lelaki kuda putih itu membawanya pergi bersembunyi didalam gedung,”

“Lalu?”

“Aku terus mencari mereka, tapi aku tidak bisa menemukannya. Kemudian aku bertanya bagaimana caranya untuk menemukan sesuatu didalam rumah dengan mudah, mereka bilang dengan membakar rumah itu,”

“Jadi kau yang membakar gedung itu?”

Si lelaki kaus biru kembali terdiam. Kedua tangannya kembali dia remas. Kedua bola matanya mulai liar menjelajahi seluk beluk ruangan itu. “Bagaimana dengan putri? Dimana dimana?”

Dan suasana berlalu menjadi menyeramkan. Teriakan, tangisan sampai suara debaman keras terdengar dari ruangan itu. Tidak bisa dibiarkan, mereka orang – orang berseragam biru berlari menuju ruangan itu dan menusukan benda tajam ketubuhnya, yang membuatnya kembali diam.

Si lelaki dewasa hanya terdiam menyaksikan lelaki kaus biru itu dibawa rombongan itu pergi. Dalam desahan nafas berat dia kembali berfokus pada tulisannya.

Kebaaran di Rumah Sakit jiwa khusus Pria yang menyebabkan kematian semua penghuninya, disebabkan oleh salah satu pasien disana.

“Jadi sosok Putri dan lelaki berkuda itu?” tanya seseorang saat melihat tulisan si lelaki.

“Apa kau mempercayai ucapan seorang Delusional?”

.

.

10013980_744691378895962_1648744754872223909_n

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s