#FF2in1 – Potret

sdfsf

.

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program dari di Facebook dan Twitter

Bandung, 11 Juni 2014 @ 21 : 53

.

.

Cekrek.. Cekrek..

Ini hari minggu, seperti biasanya kau akan mengajaku pergi ketaman kota untuk mencari gambar, ah lebih tepatnya menamanimu bermesraan dengan kamera kesayangannmu. Untuk yang entah keberapa kali kau mengarahkan kamera itu padaku kemudian tersenyum puas. Tunggu, sejak tadi aku sering melihatnya tersenyum. Dia juga terlihat begitu bahagia hari ini.

“Ada apa?” tanyaku.

“Apaan?”

“Seneng gitu kayanya, beda..” ucapku lagi.

“Ah, baru aja gue mau cerita, lo udah ngerti aja,” jawabnya. Dia kembali meyampirkan kameranya kemudian duduk disampingku.

“Gue mau bilang makasih ma lo,”

“Buat?”

“Gimana ya bilangnya,” dia terlihat canggung dengan terus menggaruk tengkuknya yang bisa kutebak tidak gatal. “Risa cemburu, kemaren malem dia bilang dia cemburu ma gue, dan ini berkat lo Nis,”

Aku bisa melihat sinar bahagia dimatanya. Ya, dia bahagia karena mendapat pengakuan dari perempuan yang dia kejar. Perempuan itu mencintainya.

“Napa karena gue?”

Ah ini sebenarnya alibi. Sudah hampir tiga minggu berlalu sejak aku setuju untuk menjadi kekasih palsu Rio. Seperti yang dia bilang, pengakuan perempuan itu terucap karena dia cemburu melihat kami.

Dia cemburu. Tapi sekarang aku yang cemburu.

“Kemaren malem akhrinya gue ngaku, kalo kita Cuma sahabat deket ga lebih, dan..”

“Dan?”

“Risa jadi paca gue,”

Aku melihat senyum itu. Dia bahagia karena mendapatkan cinta yang dia miliki. Tapi haruskah aku berbahagia, karena sesungguhnya hati in juga mengharapkan cintanya. Selama ini hati ini sudah terlalu banyak berharap, berharap kau bosan menunggu perempuan itu. Berharap Perempuan itu sama sekali tidak memiliki perasaan padamu. Tapi semua hanya harapannku.

Karena sekarang kau sudah menjadi miliknya.

“Selamat ya…” ucapku dengan suara tertahan.

“Ini foto terbaik lu, makasih udah jadi pejuang cinta gue,” ucapnya sambil menunjukan satu fotoku yang tengah menatapnya dengan mata berkaca. “Tulus banget ya kayanya, ampe mo nangis gitu” sambungnya lagi.

Aku hanya bisa tertawa untuk menutupi perasaan kehilangan ini.

.

.

10013980_744691378895962_1648744754872223909_n

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s