[A to Z FlashFic Challenge] G for “Goodbye….”

A to Z Flash Fiction Challenge

Day 7 ‘G

Goodbye…. -The Unwritten Letter’

Contain :500 word

.

.

Goodbye, wish me Luck here…

.

.

Bulan tengah bersinar sempurna malam itu. Memancarkan sinarnya, menerangi seorang perempuan yang tengah serius dengan pena dan kertas, menulis sesuatu. Bahkan sinar rembulan yang indah tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari setiap goresan yang dia tuliskan.

Ini menginjak tahun ke-lima kita bersama. Kau tahu, aku sudah menganggapmu seperti sebagian dari tubuh ini. Rasanya sakit saat kau tidak berada disampingku. Itu membuat hariku seakan tidak sempurna.

Apa kau merasakan hal yang sama?

Siperempuan menengadah menatap rembulan yang memendangnaya dari balik bingkai jendela kayu. “Seharusnya kau tidak secantik ini,” ucap si Perempuan ketika dia takjub melihat benda putih itu, sebelum kemudian dia fokus kembali pada kertas didepannya.

Aku penasaran apakah bisa aku menjalani hidup ini tanpamu. Dan apakah kau sanggup menjalan hidup tanpaku? Apa kau akan tetap tersenyum manis, tertawa bahagia meski aku tidak ada disampingmu?.

Bagaimana denganku? Apakah aku bisa menjalani hidup baru ini tanpamu. Tanpamu, Jeo. Benar. Surat ini aku tulis untuk mengatakan bahwa kisah kita sudah berakhir disini. Kita sudah selesai dengan semuanya. Ternyata takdir untuk bersama tidak kita miliki.

Saat kau membuka mata dan kembali teringat aku sudah tidak bersamamu, aku harap kau akan selalu hidup seperti ini. Tetap nikmatilah hidupmu, lakukan seperti saat kita masih bersama.

Aku mohon Joe.

Terakhir, aku ingin mengatakan aku selalu mencintaimu. Selalu.

-Cassie

Perempuan itu mengakhir tulisannya dengan satu tetesan air mata. Dia kembali letakan pena pada tempat asalnya dan membiarkan lembaran kertas itu terletak diatas meja.

“Mengapa dunia begitu kejam padaku,” ucap Cassie saat dia berbalik memandang sosok lelaki berbaju hitam yang berdiri dibelakangnya.

“Semua sudah tertuliskan, bahkan sebelum kau terlahir kebumi ini,” jawab lelaki itu. “ada 5 jam sebelum fajar tiba, apa yang akan kau lakukan?” tanya silelaki itu lagi.

“Tinggalkan aku disini, aku ingin menghabiskan hari terakhirku bersamamnya,” jawab Cassie.

“Baiklah,” kemudian si lelaki baju hitam pergi meinggalkan Cassie diruangan itu.

Cassie beranjak dari meja didepan jendela menuju tempat tidur yang tidak jauh dari sana. Terbaring sesosok lelaki yang tengah terlelap dalam dunia mimpi ditemani selimut hangat yang melindunginya dari dinginnya malam. Dia terlihat damai terlelap dalam tidurnya, tapi wajahnya terlihat lelah. Seakan kenyataan terus menariknya meski dia tengah berada dialam bawah sadar.

“Aku ingin kau untuk tidak seperti ini,” ucap Cassie saat dia sudah terduduk disamping lelaki itu. Joe. “Andai aku bisa menjadi selimut ini yang akan terus memberimu kehangatan,” Cassie membaringkan tubuhnya tepat disamping Joe. Merasakan setiap hembusan nafas Joe, merasakan detak jantung yang terdengar begitu memilukan, juga hangat yang dirasa Cassie mulai memudar.

“Waktunya sudah habis,” lelaki baju hitam kembal muncul didepan Cassie saat sinar rembulan telah hilang berganti dengan semburat jingga. Fajar telah tiba.

Dengan berat Cassie bangkit dari tempat tidur, sekali dia berusaha untuk mengelus rambut Joe tapi tidak berhasil dan tidak akan pernah berhasil. Dan ketika sinar matahari mulai menyapa, secara perlahan sosok Cassie dan lelaki baju hitam itu memudar tersapu sinar kuning.

Pergi untuk selamanya.

Sinar matahari yang menyilaukan membangunkan Joe dari tidurnya. Terdiam memandang sinar itu, untuk beberapa saat fikiran Joe melayang entah kemana. Berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya, Joe menghembuskan nafas beratnya.

Dia melangkah dari tempat tidur menuju meja disamping jendela. Dia mendapati secarik kertas putih disana, seketika Joe tertarik untuk menulis sesuatu. Dia mengambil pena yang kemarin malam Joe letakan disamping kertas itu kemudian menorehkan tinta hitamnya.

Selamat tinggal Cassie. Doakan aku mampu menjalani hidup tanpamu.

 .

.

tes

8 thoughts on “[A to Z FlashFic Challenge] G for “Goodbye….”

  1. hai eonn ~~
    maaf ya aku baru bisa mampir lagii, sibuk UKK ‘^’)/

    ini ceritanya Cassie itu makhluk gaib gitu ya, jadi dia gabisa nyentuh Joe
    laki-laki baju hitam itu jangan jangan malaikat .. haha
    maaf ya ngarang-ngarang sendiri wkwk

    Aku suka deh, walaupun ceritanya udah mainstream tapi cerita ini enak dibaca, tulisannya rapih .. tapi sayangnya gabisa panjang-panjang ya ceritanya.. hehe
    paling suka author Apreelkwon (y)

    err.. ada part yang bikin aku bingung.
    ” .. tanpamu. Tanpamu, Jeo. Benar. ”
    ” Aku mohon Joe.”
    jadi itu ceritanya typo ya? atau gimana?

    Hahaha … sekian dulu ya ..
    kukira sehari bakal ada satu fic yang diliris dari project ini, ‘A’)~
    tapi gapapalah kan bikin penasaran.. wkwk

    semangat ya eonn, Lanjutin A to Z FlanshFic Challenge sampe beres ^0^)/

    FIGHTING !!

    • Ahahaha,
      bener kaya gitu,
      Jadi semacam Cassie sama Joe itu pacaran, kemudian Cassienya meningal dan harus tinggalin Joe..
      ahahaha

      Makasih yaaa udah baca,,
      harusnya sih sehari satu tap ada daya, ahahha

  2. oh jd gtu ya crtnya,
    klo aq g bca komenan sblum aq, aq g ngerti dc mksud dr crtanya apa…hehe
    tp aq msh bingung, msh byk prtanyaan yg mnggantung niiih…
    typo msh ada dikit, tp g jd mslh ch…
    tetep smangat ya apreel lnjut smpe Z…hehe

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s