[A to Z FlashFic Challenge] E for “Emergency Heart”

A to Z Flash Fiction Challenge

Day 5 ‘E

Emergency Heart’

Contain :500 word

.

.

Because my love is just for you, Just FOR YOU…

.

.

Sudah genap sepuluh hari sejak terakhir aku bertemu dengannya. Rasanya, perasaan rindu ini sudah hampir meledak, menghancurkan hatiku sampai ke ubun – ubun. Untung, kemarin dia setuju untuk bertemu denganku hari ini. Mungkin hari ini dia tidak terlampau sibuk seperti biasanya. Syukurlah, aku sudah sangat merindukannya. Hanya mendengar suaranya lewat telfon belum cukup untuk membasuh hati ini.

Dan disinilah aku sekarang. Duduk dengan secangkir kopi hangat mengepul menunggunya disalah satu kedai kopi sudut kota, tempat dimana biasa kami bertemu. Sudah lima menit aku menunggu tapi dia belum juga datang, apa macet? Atau dia membatalkan janji. Ah, tidak mungkin.

Sabarlah, mungkin jalanan hanya sedikit ramai.

Sepuluh menit berlalu ketika aku mendengar dentangan bel dipintu yang menandakan pengunjung masuk. Dan ketika aroma manis vanilla menyeruak dalam indra penciumanku, bisa kupastikan dia adalah yang kutunggu.

Tok tak suara high heels miliknya yang beradu dengan lantai marmer terdengar seperti irama cinta ditelingaku. Aku memang gila, rasa rindu sudah terlampau parah sampai aku berhalusinasi seperti ini.

“Maaf menunggu lama,” ucapnya saat dia sudah duduk didepanku.

Dengan dress putih selutut, rambut hitam yang dibiarkan tergerai, bibir yang dipulas merah muda membuatnya terlihat bak malaikat. Ya tuhan, terimakasih telah menciptakan mahluk seindah ini untuku.

“Tidak apa, aku baru sekitar dua puluh menit disini,” jawabku sambil tersenyum yang kemudian dibalas satu senyuman sangat manis darinya.

Seorang pelayang datang menghampiri kami membawa satu gelas orange floats favoritnya. Aku sudah memesankan ini untuknya saat aku datang, dan berpesan untuk mengantarkannya ketika teman duduku sudah tiba.

Dia terlihat menghembuskan nafas berat. Apa dia kelelahan?. “Minumlah, kau terlihat lelah,” ucapku sambil mendekatkan gelasnya.

“Ya, aku memang lelah,” jawabnya. Dia beralih pada tas biru mudanya, kemudian mengeluarkan kertas beraksen emas. Dia menaruh kertas itu tepat didepanku. “Akhiri sekarang juga,” ucapnya dengan suara bergetar.

Aku belum melihat jelas kertas apa yang dia berikan. Kedua mataku masih terpaku pada wajahnya yang memerah dengan kedua matanya yang mulai berkaca. Ada apa?.

“Ada apa?” tanyaku sambil mencoba menggenggam tangannya. Tapi tidak berhasil ketika dia dengan cepat menjauhkan tangannya dariku.

“Aku bilang hentikan..!”

“Berhenti menganggap kita adalah sepasang kekasih, berhenti menganggap bahwa aku mencintaimu, berhenti untuk terus menelfonku dan mengajak bertemu, berhenti untuk terus mendatangi rumahku, hentikan….”air mata yang tadi hanya menggenang kin terlihat menetes di pipi putihnya. Tidak hanya air mata yang menetes tubuhnya juga terlihat bergetar. Ada apa dengannya? Sekali lagi aku mencoba meraih tangaannya tadi dia malah berdiri dan menjauh dariku.

“Aku bilang hentikan lelaki gila… hentikan semuanya, kau terus saja menghantui hidupku. Kau harus menerima semuanya, aku tidak pernah mencintaimu dan kita tidak pernah menjadi sepasang kekasih, hentikan…”

“tidak bisa,” jawabku. “Aku mencintaimu, dan kau hanya miliku,”

“Tidak..” jawabnya sambil menggelengkan kepalanya. “Kertas itu, itu adalah bukti aku sudah menjadi milik orang lain, aku akan menikah. Dengan lelaki yang aku cintai.”

Dia meraih tas biru mudanya. Dengan mata nyalang dan air mata yang masih menetes dia menatapku. “Jadi berhenti menggangguku, ini terakhir kalinya,” kemudian dengan cepat dia melangkah keluar.

Aku melihat kepergiannya. Melihatnya ketika dia mendaratkan pelukan pada sosok lelaki lain. Lelaki lain, bukan aku.

“Kau memintaku berhenti? Tidak akan…” dan saat itu aku merasakan kekuatan disetiap ujung jariku.

.

.

tes

13 thoughts on “[A to Z FlashFic Challenge] E for “Emergency Heart”

  1. dr A mpe E ini, ending yg km buat slalu g bsa d tebak n aq g nyngka ending nya mmbelok k arah lain dr pikiran q /mksdnya?/
    jd yg ini tc cwonya g normal lg ya, pnya obsesi yg brlebih trhdp c cwe, pdhl cwe nya g cinta sma dia n udh mw nikah sma cwo lain ? gthu bkn ?
    yg dikashin itu krtas undngn kan ?
    g mna klnjtnya ya nih ff, soalnya mpe akhir td c cwo msih g mau brenti bt ngerecokin idup cwe itu…
    dulunya mreka itu apa ya hbngnnya… ?
    okelah, tetep smgat apreel…
    k F…😀

    • Ini jamannya masih semangat tiap hari nulis,
      makin sini makin molor dan makin geje aja😄
      hahaha

      terlihat dari ending, jadi si cowo tetep bakal recokin,
      kaya gitu deh dia,,

  2. Jadi inget kasus di drama you’re all surrounded..ada kasus yg cowoknya terobsesi banget sama ceweknya sampe si cowok itu brusaha ngebunuh dia krena gak mau cewek itu jatuh ke pelukan orang lain..semangat eonni!!😀

  3. Ini s cwoknya jga punya gangguan ya? Semacam kayak terobsesi sama tuch cwek…
    Kirain aku pas awal emang c cwok lg ngerinduin pacarnya..eh ternyata c cweknya yg ga cinta…
    Daebak…endingnya ga pernah bsa d tebak…
    Lanjuuuuttttt…

  4. oh no. cwok terobsesi itu. jadi?? awalnya bilang, Ya tuhan, terimakasih telah menciptakan mahluk seindah ini untukku. ternyata itu hanya imajinasinya. benar-benar. semua tidak sesuai harapan. endingnya nggak ketebak.

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s