Another Love Story : 3 – ‘Its SECRET!’

ALS

Another Love Story : 3 – ‘Its SECRET!’

Fanfic presented By Apreelkwon

For BaekHyun and IU Lovers… This is it…

Cast : BaekHyun and IU
Genre : Romance , School Life
Type : Chaptered

.

sebelumnya : 1 . 2

.

How your love story?

This is just a common love story But…..

Lets Start.

.

.

Its SECRET!

Mereka baru tiba ditempat kemah sekitar 30 menit yang lalu. Belum banyak yang murid tingkat satu lakukan selain membangun kemah untuk masing – masing kelompok. Ya, hanya itu. Tapi 30 menit berhasil menguras kekuatan BaekHyun secara utuh. Bukan dia lelah karena anggota kelompoknya tidak pandai membangun tenda, bukan juga karena ada beberapa murid perempuan yang minta bantuannya, bukan. Tapi BaekHyun lelah dengan terusiknya kembali lelucon tentang dia dan Jieun. Kali ini terjadi karena dia dan Jieun tidur dengan saling berbagi pundak di bis. Ah.. andai BaekHyun bisa mengulang waktu, mungkin dia akan kembali ke 2 jam yang lalu dan memilih duduk berdempetan dengan Mr. Jung dibagian belakang bis. Agar tidak terjadi insiden dia tertidur di bahu seorang Lee Jieun.

Terlebih saat BaekHyun tahu dia yang terlebih dahulu bersandar pada Jieun. Ini yang sangat membuatnya malu. Bagaimana bisa seorang lelaki tertidur dipundak perempuan. “Kau yang pertama kali tertidur, dibahu Jieun…” ucapan Chanyeol beberapa menit yang lalu masih lengket di gendang telinga BaekHyun. Tidak lupa juga tawa para murid. Oh.. tolong. Kali ini BaekHyun merasakan beban hidupnya lebih berat dari karung – karung beras di dapur ibunya.

BaekHyun masih berada didalam tendanya. Mencoba menghindar dari kerumunan murid lain dan juga BaekHyun menghindari panasnya udara siang itu, saat satu suara –yang sedang tidak ingin BaekHyun dengar– menggelitik telinganya.

“BaekHyun…”

Biasanya BaekHyun akan membiarkan sampai panggilan kedua baru dia akan berbalik. Tapi kali ini refleks BaekHyun terbangun dari persembunyiannya, membuka resleting tenda dan mendapati seorang Lee Jieun tengah berdiri didepan tendanya. Biasanya BaekHyun akan memasang topeng dengan air muka bahagia seakan tidak terjadi apa – apa. Tapi kali ini moodnya benar – benar hancur. Berdampak BaekHyun dengan terpaksa harus memperlihatkan wajah badmoodnya pada Jieun.

“Kenapa?” tanya BaekHyun singkat, dengan masih diambang pintu.

“Kelas kita belum mengambil persedian air dan penerangan, bisa kau temani aku ke posko barat?” tanya Jieun.

BaekHyun sebenarnya sedang malas untuk keluar dari tenda dan melakukan aktivitas apapun. APAPUN. Terlebih ini berhubungan dengan nona Jieun. Tapi apa boleh buat, tidak gentle bila seorang lelaki membiarkan wanita membawa dus berisi air minum dari jarak jauh.

Tunggu. Mengapa BaekHyun memperhatikan makna gentleman?

“Ayo,” ucap BaekHyun saat dia sudah menutup kembali tendanya kemudian mengambil langkah memimpin dengan Jieun dibelakangnya mengikuti..

.

.

“Kau marah karena kejadian dibis tadi kan?” tanya Jieun.

BaekHyun yang mendengar pertanyaan Jieun hanya bisa berdeham kecil. “Sedikit,” jawab BaekHyun jujur. Baekhyun membalikan pandangannya melihat Jieun dibelakangnya, saat dia mendapati Jieun tengah mengangguk kecil.

“Harusnya kau membangunkanku,” ucap BaekHyun sambil menghentikan langkahnya.

“Sudah,” jawab Jieun. “Aku tidak tega untuk membangunkanmu yang kedua kalinya. Lagi pula itu masalahmu kenapa harus tidur dibahu orang lain,”

“Nah.. atau setidaknya kau ubah posisi, jangan aku yang bersandar tapi kau..”

eiy… ” jawab Jieun.

BaekHyun masih terdiam ditempatnya saat Jieun menjawab singkat permintaan konyolnya, kemudian melanjutkan langkah meninggalkan BaekHyun yang masih menyesali perkatannya. ‘bodoh, kenapa harus dikatakan’ rutuk BaekHyun dalam hati.

“Byun BaekHyun?” tanya Jieun sambil terus menlanjutkan langkahnya.

“Hemh…” jawab BaekHyun singkat.

“Bolehkah aku mengajukan satu pertanyaan,” ucap

“Apa?” tanya BaekHyun sambil fokus dengan jalan yang terjal.

BaekHyun menghentikan langkahnya saat dia menyadari Jieun yang berada didepannya menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap BaekHyun. “Jawabanmu ketus sekali,” ucap Jieun. “Ok.. aku minta maaf untuk insiden di Bus tadi,”

“Permasalahn bukan terletak padamu, tenanglah,” jawab BaekHyun sambil berusaha mengembangkan senyum kotaknya tapi gagal. Yang ada BaekHyun malah terlihat seperti sedang menyeringai.

BaekHyun memberikan gesture dengan kepala untuk Jieun melanjutkan lanjutkan langkahnya. Tapi yang diberikan tanda hanya diam. “Kenapa?” tanya BaekHyun.

Jieun mengangkat pandangannya menatap tepat pada dua manik hitam BaekHyun. “Satu pertanyaan, mengapa kau mengajaku untuk berpacaran?” tanya Jieun yang mampu membekukan langkah serta fikiran BaekHyun.

kenapa tiba? Apa dia berencana mengakhiri semua ini?’BaekHyun hanya diam tapi ada satu lengkungan garis senyum samar di bibirnya. Oh. BaekHyun sungguh ingin mengakhiri semua ini.

Melihat respon BaekHyun yang hanya terdiam Jieun menundukan kepalanya. “Baiklah, aku akan menagih jawaban itu suatu saat,”

“Tapi apa kau tidak penasaran mengapa aku menerimamu jadi pacarku?” tanya Jieun lagi.

BaekHyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia terkesiam dengan sikap Jieun yang terlalu mendadak ini. Disatu sisi Jieun terlihat seperti akan mengakhiri hubungan ini tapi disisi lain dia terlihat seperti seorang perempuan yang sedang bertanya akan dbawa kemana hubungan mereka. “Entahlah,” jawab BaeHyun bingung.

“Bukannya kau pernah penasaran mengapa aku begitu terkenal disekolah? Dan mengapa mereka terus menggodamu saat berpacaran denganku..” Jieun sepertinya akan membuka pembicaraan panjang.

eoh.. aku ingin tahu untuk yang satu itu,” jawab BaekHyun.

BaekHyun memang penasaran mengapa seorang Jieun sangat terkenal disekolah. Dia coba menanyai Chanyeol apakah Jieun salah satu murid berprestasi, ternyata jawabannya tidak. Jieun bukan seorang yang berotak terlalu jenius. Lalu apa yang membuat Jieun terkenal. BaekHyun rasa wajah imut dan kemampuan bermain gitar terlalu berlebihan untuk dijadikan alasa.

“Karena mereka ingin melindungiku” ucap Jieun.

hehm?” tanya BaekHyun. Merasa tidak nyaman mendengarkan cerita sambil berdiri, BaekHyun memutar pandangan saat kedua manik hitamnya menemukan dahan kering pohon tumbang. BaekHyun beranjak menuju dahan itu untuk mendudukan tubuhnya, tidak lupa dia juga memberikan gesture pada Jieun untuk ikut duduk.

“Pertama masuk sekolah aku mendapatkan seseorang menyukaiku. Seorang murid dari sekolah sebelah. Aku tidak pernah bilang ya, tapi laki – laki itu bertingkah seakan aku dan dia telah berpacaran. Sungguh, aku bahkan belum menerimanya. Murid kelas juga sudah menganggap lelaki itu adalah kekasihku. Bodohnya aku merasa nyaman dan membiarkan semuanya terjadi,”

“Sampai hari itu tiba, ketika gerombolan perempuan menghadang jalan pulangku. Mereka menggiringku kembali ke tengah lapangan sekolah, disana mereka meluapkan semua emosinya padaku,” lanjut Jieun.

“Siapa mereka?”

“Salah satu dari gerombolan itu ternyata kekasih murid yang mendekatiku. Dan aku tidak tahu itu. Aku tidak bisa melawan karena aku juga masih bingung dengan semua yang terjadi.”

Jieun menarik nafas panjang, BaekHyun hanya menatapnya antusias dengan cerita selanjutnya. Alasan mengapa Jieun begitu terkenal.

“Ada waktu dimana murid sekolah men-cap sebagai perempuan perebut kekasih orang. Sungguh itu masa sulit bagiku. Tubuh sakit dari si perempuan, ditambah tatapan seluruh siswa sekolah, aku hampir menyerah meneruskan sekolah disini…”

“Sampai semua kebenaran terungkap diruangan kepala sekolah dengan mendatangkan ketiga pihak. Masalah selesai, title ku lenyap. Dan jujur kejadian itu meninggalkan trauma padaku. Sehingga sejak saat itu aku menjaga jarak dengan murid lelaki.”

“Dan ini yang menjadikan mereka –murid sekolah, balik simpati padaku. Mereka menganggap aku korban kekerasan mental, dan… itu tadi, mereka merasa ingin melindungiku. Dan selesai… itu alasannya,” Jieun menepuk tangannya sekali sebagai tanda menutup cerita kemudian bangkit dari duduknya.

BaekHyun mengerjapkan matanya beberapa kali setelah selesai mendengar cerita Jieun. Sungguh kah ini? BaekHyun merasa semuanya seperti cerita drama.

“Tunggu..” ucap BaekHyun. “Kau bilang kau trauma dengan lelaki, kenapa kau menerimaku apa kau tidak takut masa lalu akan terulang. Kau bahkan belum mengenalku,” ucap BaekHyun saat dia sudah beranjak dari duduknya diatas dahan pohon kering.

Jieun membalikan badannya menatap BaekHyun. “Aku tidak akan menjawab pertanyaan itu sebelum kau menjawab pertanyaanku tadi, impas..” ucap Jieun.

Hey itu tidak adil..” protes BaekHyun sambil menyusul Jieun yang sudah berjalan didepan.

“Kau lebih tidak adil, aku menjawab pertanyaanmu tapi kau tidak menjawab punyaku. Dan sekarang kau sudah bertanya yang lain,”

“Tapi ini sedikit aneh,” lanjut BaekHyun lagi.

“Berikan aku jawabanmu, maka aku akan menjawab milikmu,” ucap Jieun sebelum dia memacu langkahnya meninggalkan BaekHyun.

YA! LEE JIEUN….

Awalnya ada satu pertanyaan dalam benak BaekHyun. Mengapa seorang Jieun begitu terkenal. Sekarang BaekHyun memiliki pertanyaan lain. Mengapa Jieun menerimanya sebagai kekasih padahal dia trauma dengan laki – laki.

“Apa dia mau memanfaatkanku?” tanya BaekHyun pada diri sendiri. “Tapi apa yang dia manfaatkan dariku?”

BaekHyun masih bergelut dengan pertanyaannya saat dia menyadari Jieun sudah jauh didepannya. “YA! LEE JIEUN TUNGGU!

.

.

Pasca mendengarkan cerita Jieun tadi siang BaekHyun jadi memiliki satu hobi baru yaitu, mengamati Jieun. Masih ada rasa penasaran dalam diri BaekHyun tentang mengapa Jieun menerimanya sebagai kekasih. Disamping itu BaekHyun juga berspekulasi Jieun sedang memanfaatkannya, maka dari itu dia jadi lebih intens mengamati Jieun.

Sedangkan Jieun? Dia terlihat seperti biasanya. Seperti malam ini. Ditengah acara api unggun, semua murid meluapkan kebahagiannya. Menari, menyanyi, bermain game, ada juga mereka yang memisahkan diri untuk menikmat waktu seorang diri. Seperti BaekHyun.

Duduk didepan tenda, BaekHyun kembali memperhatika Jieun yang tengah bernyanyi bersama teman perempuannya.

“Jangan – jangan dia benar – benar memanfaatkanku,” sidik BaekHyun.

YA… berhenti memandanginya. Tenaglah Jieun hanya milikmu,” ucap Chanyeol sambil menepuk bahu BaekHyun saat dia mendapati BaekHyun terus memandangi Jieun.

Tidak berniat menanggapi lelucon Chanyeol, BaekHyun hanya tersenyum tipis.

“Ayo kita bernyanyi lagi Baek, seperti tadi di bus. Aku menikmatinya,” seru Chanyeol yang kali ini sudah ada gitar dalam dekapannya.

Chanyeol baru akan memainkan melody pertamanya namun BaekHyun hentikan dengan pertanyaan miliknya. Mendengar cerita dari versi Jieun, membuat BaekhYun penasaran seperti apa versi Chanyeol. “Aku masih penasaran alasan mengapa seorang Lee Jieun begitu terkenal,”

“Karena dia imut…” jawab Chanyeol dengan iringan gitar. Sungguh ini menggelikan fikir BaekHyun.

“Aku serius Chanyeol. Kau tahu ceritanya?”

“Maaf Baek, aku bukan typikal orang yang senang menceritakan masa lalu orang lain. Lebih baik kau tanya sendiri pada orangnya,” jawab Chanyeol yang membuat BaekHyun yakin apa yang dicertakan Jieun benar.

“Sebenarnya aku sudah diceritakan oleh Jieun. Tentang cerita dia, murid lelaki dan gerombolan perempuan, dan traumanya terhadap lelaki,” tutur BaekHyun lugas.

Nah! Itu kau sudah tahu, persis seperti itu,” jawab Chanyeol. “Itulah alasan mengapa kami menjulukimu gentleman, Jieun menjaui kebanyakan lelaki bahkan yang sudah dia kenal. Tapi kau, seminggupun belum dia sudah mau menjadi kekasihmu.”

“Nah aku jadi penasaran masalah itu, mengapa dia menerimaku?”

“Itu karena kamu memintanya bodoh,” satu suara muncul dari balik tenda. BaekHyun tidak tahu sejak kapan seorang Kim Jongdae ada disana. “Sekarang aku bertanya, kenapa kau mengajaknya berpacaran?”

“Sejak kapan kau dsitu?” tanya BaekHyun.

“Jawab pertanyaanku,,” omel JongDae.

“Itu rahasia, ” jawab BaekHyun.

“Itupun rahasia. Tentang mengapa dia menerimamu. Temukan dulu alasan mengapa kau menjadikannya pacarmu, maka kau akan menemukan jawaban mengapa dia menerimamu..” papar Jongdae.

Ooooooo Kim JongDae jawabanmu..” ucap Chanyeol histeris dengan iringan gitarnya.

Pertanyaan Jongdae sebenarnya sudah BaekHyun kantongi jawabannya. Tapi dia tidak tega untuk mengatakan bahwa dia menjadikan Jieun pacarnya hanya karena lidahnya salah berucap. Tidak ini tidak bisa.

Dan BaekHyun memiliki tugas baru pulang dari camping ini. Menemukan rasa penasarannya terhadap Jieun.

.

.

Camping selama tiga hari selesai. Bis yang mengangkut murid tingkat satu kembali bertolak menuju Seoul. Berbeda dengan suasana saat berangkat, perjalan pulang bis begitu sepi karena hampir seluruh penumpangnya jatuh tertidur karena kelelahan.

Tertidur? Tidak. BaekHyun kali ini terjaga sepenuhnya. Dia seperti dihantui rasa takut jika matanya tertutup. Takut kepalanya akan kembali bersandar di bahu Jieun. Maka dari itu, selama 5 jam perjalanan pulang Baekhyun hanya mengobati matanya dengan menatap pemandangan diluar, dengan Jieun yang tertidur dikursi sebelahnya.

Perjalanan 5 jam berakhir, saat kaki BaekHyun sudah menapaki pekarangan rumahnya yang hijau. Sudah terlintas dalam fikiran BaekHyun akan menghabiskan malamnya dengan bergelung didalam tempat tidur hangatnya. WAJIB.

“Aku pulang..” seru BaekHyun sambil menyeret ranselnya. BaekHyun sedang melepas sepatunya dan mengganti dengan slipper rumah saat dia mendapati dirak sepatu ada sepatu lain yang asing dimatanya.

eum?

“BaekHyunie…. kau sudah pulang?” satu suara antusias terdengar dari arah rumah. Ibu BaekHyun. Dengan langkah cepat dia menghampiri anaknya menatapnya bahagia.

“Kau begitu merindukanku bu..” tanya BaekHyun.

“Tentu.. siapa yang tidak akan rindu dengan anak manis ini,” jawab ibu BaekHyun sambil tertawa. “ahh.. cepat masuk ada seseorang menunggumu..”

“Siapa?” tanya BaekHyun, dia mendapati senyum diwajah ibunya. Tatapan BaekHyun beralih pada sepatu sneakers putih yang asing dimatanya. Seketika senyum mengembang diwajah BaekHyun.

“SUDAH DATANG?” tanya BaekHyun histeris yang hanya dijawab anggukan oleh ibunya. Sejurus kemudian BaekHyun berlari kedalam rumah, meninggalkan ransel kotor miliknya.

 .

.

Bersambung….

.

TADAH….!!! dan seperti itulah kenapa seorang Lee Jieun dikenal warga sekolah. Ada yang penasaran siapa lelaki dan perempuan dari masa lalu Jieun? ah sudahlah mereka cuma masa lalu. Apakah ada yang penasaran siapa yang datang kerumah BaekHyun? Dan ada yang penasaran juga alasan kenapa Jieun nerima BaekHyun?

Pantengin terus dan beri dukungan buat FF ini..

exo-exo-k-baekhyun_1401498776_af_org

nmbm

3vPYwAT8

26 thoughts on “Another Love Story : 3 – ‘Its SECRET!’

  1. ouh gitu,, aku juga ada tuh yang kaya gitu cuman bedanya dia di lindungi di kelas aja ga sampe sekolah karena ya gitu cowo*kenapa jadi cerita?* ahh yang dateng kerumah baekhyun siapa??

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s