Through The Music – Day 2 : “Man Tears”

banner

 

Trough The Music – Day 2 : Man Tears

 

Banyak yang bilang ‘Bukan lelaki kalau menitikan air mata.’ Mereka beranggapan kaum adam yang selalu menitikan air mata itu berarti dia manly. Menurut pribadi, tergantung dari sisi mana kita melihat air mata lelaki itu menetes.

Ada yang tahu kisah ‘Mermain Tears’ seorang putra duyung yang rela melihat perempuan yang dia cintai bahagia dan menghapus air matanya, yang dia ganti dengan tetes demi tetes air mata dari Putra duyung itu. Kalau udah bicara pasa cinta ga cewe ga cowo mereka memiliki hak yang sama untuk mengungkapkan perasaan yang mereka pendam. Caranya? Baik itu melalui tawa, senyum, lagu bahkan tangis sekalipun.

Jadi tidak ada salahnya lelaki menitikan air matanya.

Setelah kemarin sempet sedikit sharing tentang lagu cerianya punya AKMU – Artificial Grass, kali ini giliran kita mengharu biru. Lagu ballad, dengan barisan lirik yang menyentuh hati mengungkapkan betapa sakit juga ketika seorang lelaki menitikan air matanya.

Lets Start….

Man Tears

Man Tears 1 : Shinee – QUASIMODO

Lagu ini sebenernya udah lama. Sekitar tahun 2010 pas shinee ngeluarin album studio kedua mereka Lucifer. Berbeda dengan title track mereka Lucifer yang memakai nada irama upbeat, Quasimodo atau Hwasal yang berada di tracklist nomor 6 ini full mellow. Dan menurut pribadi, Quasimodo ini termasuk lagu ballad terbaik milik Shinee.

Lagu in rilis tahun 2010 tapi sampai sekarang masih setia nemenin di playlist favorit. Alasannya? Seperti yang tadi aku jabarkan, ini merupakan lagu Ballad shinee paling keren, dengan musik semi orchestra yang siap menyayat hati pendengat, kolaborasi suara member Shinee yang aduhai… Disini paling suka sama suara Onew. Entah kenapa dari semua member ini berasa Cuma Onew yang seakan lagi bercerita tentang kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Akan lebih asik denger lagu ini pakai headset kita bisa merasakan gloomy aura lebih menusuk. Gimana ya jelasinnya, intinya lagu ini bisa bikin kamu juga merasakan betapa sakitnya cinta tidak berbalas.

Quasimodo. Ada yang tau dengan kisah asli Quasimodo atau si punuk. Yups cerita tentang lelaki buruk rupa dengan punggunnya yang menonjol, dimana dia jatuh cinta pada dewi bulan. ‘Bagai sipunuk merindukan bulan’ pepatah in sering menggambaran kisah cinta yang benar – benar mustahil akan terjadi.

Jadi lagu Quasimodo ini juga ga jauh beda dari cerita si punuk. Tentang seorang lelaki yang jatuh cinta pada seorang perempuan. Perempuan itu seakan sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya. Setiap tingkah yang perempuan itu lakukan seakan menjadi oksigen bagi pria itu untuk bertahan hidup. Setiap malam dia terjaga dan menatap bulan dengan harapan ‘akankah penantian tanpa batas ini akan berakhir?’ dia bertanya pada hatinya sendiri dan dalam takzim dia meminta satu keajaiban untuknya bisa menggapai hati si perempuan.

Meski pada dasarkan semua tidak akan pernah terjadi, si pria tetap menerima ssemuanya dengan berlapang dada. Meski ribuan bulir air mata selalu menemaninya mengungkapkan rasa sakit seperti akan membunuhnya. Karena menurut lelaki itu inilah cinta.

Karena inilah cinta
Karena bagiku, seperti inilah cinta
– Onew’s Part

Itu kenapa aku bilang part onew disetiap lagu ini sangat menyentuh. Part Onew yang menyatakan bahwa seperti inilah cinta bagi si Pria. Bagi pria itu cinta adalah untuk terus menicntai si perempuan meski dia tidak bisa menggapai cintanya, meski perempuan itu tidak mengenalnya sama sekali. Sebuah cinta tulus yang tidak meminta balasan.

Ingatlah, bahwa aku akan selalu mencintaimu – Onew’s Part

Sebenernya ada pertanyan buat aku sendiri, kenapa lelaki itu ga ngumpulin keberaniannya dan ngungkapin perasaannya?

Jawabannya, kembali pada kisah si Punuk. Dia sadar siapa dia dan dia sadar siapa perempuan yang dia cinta.

Seseorang yang sangat ingin meraih hatimu
Seperti cahaya bintang yang tersembunyi dibalik dinginnya awan

Disini penjelasannya bahwa lelaki itu bukan apa – apa untuk si perempuan.

Dan meneteslah air mata si Pria. Satu tetes air mata untuk satu cinta yang murni tanpa meminta balasan.

 

Man Tears 2 : EXO – My Turn To Cry

Tadi Shinee kakaknya, sekarang giliran tangisan dari adiknya EXO. Heheh

Berbeda dengan lagu Quasimodo Shinee yang mengangkat genre semi orchestra yang akan selalu bikin kamu terasa tercabik – cabik ulu hati, ahahah. Berbeda dengan EXO, mereka membawakan lagu My Turn To Cry ini dengan genre Ballad Accoustic yang kental dengan dentinga senar gitar yang akan membuatmu nyaman tapi tanpa terasa akan menitik air mata.

My Turn To Cry yang masuk dalam List album ‘Miracle In December’ ini termasuk salah satu lagu unggulan mereka. Kenapa? Karena keempat main vocal EXO berkumpul disini BaekHyun, Dio, Chen, Luhan. Image Srigala yang selama ini mereka usung, dilepas sementara saat mereka memasuki era Miracle In December.

My Turn To Cry bercerita tentang kisah seorang lelaki pasca putus dengan pacarnya. Pokoknya tema EXO ini remaja banget, sesuai deh sama umur mereka yang masih pada ABG labil gitu.. heheh

Jadi ceritanya seperti ini…

Si Pria baru putus sama cewenya. Tapi hari – hari setelah mereka putus tidak sebaik yang spria bayangkan. Dia masih sering bermimpi tentang si cewe. Ga bisa tidur tengah malem, dan galau liat foto kenangan mereka.

Ada bagian awal lagu yang lumayang bikin nyesek kalo pas inget jaman SMA.

Ketika si cowo itu bangun tidur pagi, tapi dia menyadari kedua matanya basah oleh air mata. Dia bermimpi bertemu si cewe baru dia mau meluk tuh cewe dia malah terbangun dair tidur dan menyesali semua itu. Didalam mimpi dia bahkan sudah tidak bisa menggapai si cewe, ini yang bikin dia nangis.

Kenapa judulnya My Turn To Cry? Karena cowonya minta agar si cewe jangan nangis di perpisahan ini, tapi biar si cowonya aja. Kenapa? Karena si cowo inget, kalo si cewe udah nangis itu bakal lama banget dan hal yang bisa nenangin cewenya Cuma pelukan hangat si cowok. Tangisan kedua, dia masih memikirkan si cewe meski udah pisah.

Setiap malam si cowo ga bisa tidur. Memandangi foto yang mulai mengabur, terduduk dan kembali menangis. Tangisan ketiga, untuk kenangan yang tidak bisa dia lupakan.

Pertanyaannya kenapa dia putus kalau masih cinta?

Jawabannya, coba kita selami perasaan saat ABG. Disaat ego menguasai, yang meninggalkan penyesalan di akhir. Aku rasa itu jawaban dari lagu ini.

Karena menjelang akhir lagu ada part BaekHyun bilang ‘Iam Missing You…’ masa ABG emang masing paling labil tapi masa – masa itu juga kelewat manis.

.

.

Quasimodo, My Turn To Cry dua duanya sama tentang air mata pria tap dari dua sudut pandang yang berbeda. Jadi untuk menilai seperti apa air mata lelaki, akan lebih adil bila kita juga melihar sisi sakit yang dialami pria.

Karena tidak selamanya air mata hanya milik kaum hawa.

.

Ini mereka punya…..

Trough The Music – Day 2 : Maher Zain – Paradise -bye Febri

Trough The Music – Day 2 : Yovie and Nuno – Malam Mingguku -bye Ahmad

.

^^

Pyeong~

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s