DELAIVE – Episode 6 : “Force and Fate”

delaive new21

DELAIVE – ‘and we still alive’

EP. 6 – Force and Fate-

Author .. ApReelKwon
Genre .. adventure, fantasy
Type .. Chapter
Cast .. BaekHyun, IU, Luhan, Sora etc.

Previous Chapter : Ep1 | Ep2 | Ep3 | Ep4 | Ep5 |

Sebelumnya di Delaive….

Sora mendapati sudah waktunya dia bergabung dengan DELAIVE ketika sosok lelaki bernama Suho, lelaki dengan cakra droplet ditangannya datang menanyainya tentang seluk beluk arti cakranya. BaekHyun mendapati takdir miliknya semakin dekat. Dengan Chanyeol pengendali api yang sekarang menjadi teman seperjalanannya menuju Delaive, ketika mereka bertemu Kris, warlock levitasi bergabung dengan mereka. Kris mendapati dirinya begitu hina. Dia dihadapi dua pilihan, dan dia memilih untuk menjadi seorang penhianat dengan mengalirnya darah kotor shifter dalam tubuhnya. IU, ketika dia menerima kenyataan dia menjadi bagian dari sebuah takdir tertulis. Dengan sebuah ramalan dan mimpi – mimpi terus menghanutinya. Luhan, dia sadar dengan apa jati dirinya, tetapi dia dihadapkan dengan kenyataan bahwa mengapa dirinya berbeda.

– Force and Fate-

.

.

“Apa karena ini kau ragu untuk membawaku?” tanya luhan sambil menunjukan cakra miliknya.

Eunhyuk, yang menjadi lawan bicaranya sejak kemarin malam kembali menatap cakra ditangan luhan dengan sekasama. Dia mendekatkan Cakra miliknya dengan milik Luhan. Hasilnya masih sama, tidak ada pendaran cahaya dari cakra milik Luhan juga tidak ada hangat menjalar dalam darah Eunhyuk. Ini yang membuatnya masih berfikir.

“Seharusnya cakra miliku juga mengeluarkan pendaran biru itu bukan?” tanya luhan yang kini telah menarik tangannya dari depan Eunhyuk. “Jadi ada hal lain yang kau ketahui tentangku?”

“Entahlah,” jawab Eunhyuk pelan. “Kau seorang dengan Cakra telepati ditangan kirimu, kau Warlock tepat. Cakra telepati tapi kemampuanmu hanya bisa memindahkan objek, tidak bisakah kau membaca fikiranku atau melakukan komunikasi dengan yang lain yang jauh disana…?”

tsh~” Luhan berdiri dari duduknya dia berjalan menuju meja kecil disudut ruangan, menarik lacinya dan mengeluarkan sebuah buku tebal berwarna coklat. “Kau mengharapkanku lebih? Aku mempelajari tentang semua hal tidak wajar ini hanya dari buku tebal ini..” lanjut Luhan sambil menjatuhkan buku itu didepan EunHyuk. “Dan lagi, kau tahu memindahkan suatu objek, kau harus bisa mengendalikan fikiranmu.” Luhan memejamkan matanya, menghirup nafas perlahan kemudian dia menatap cangkir teh yang berada dimeja. Pelan tapi pasti, cangkir itu terlihat terangkat sejalan dengan Luhan mengangkat telunjuknya. Menyadari Eunhyuk tidak memperhatikan apa yang Luhan lakukan, dia menghentikan aksinya membuat cangkir itu kembali pada tempatnya dengan suara dentingan kasar.

“Dari mana kau mendapatakan ini?” tanya Eunhyuk, yang tidak mempedulikan aksi luhan, dia hanya sibuk dengan membuka tiap lembaran buku tua itu.

“Orang tua angkatku, mereka seorang freak akan hal magic. Ibu angkatku bahkan memajang lukisan dengan logo – logo kalian.”

“Apa orang tua angkatmu manusia?” tanya Eunhyuk lagi.

“Apa maksudmu dengan mereka manusia? Aku tidak pernah melihat mereka mengeluarkan api secara tiba – tiba, atau menciptakan hujan saat kemarau melanda. Mereka hanya terlalu tertarik dengan dunia kalian,”

“Mereka yang memberikan ini padamu atau kau yang mengambilnya?”

“Apa aku akan mendapatkan informasi berharga bila aku menceritakannya padamu?” tanya Luhan dengan matanya yang menyipit mencoba memojokan Eunhyuk.

“Aku harap dengan ceritamu aku bisa tahu jawaban dari kenapa kau berbeda.”

“Dan saat kau telah menemukan jawabannya apa kau akan membawaku ke DELAIVE?” tanya Luhan lagi.

Eunhyuk menutup buku tebal itu, dia menatap Luhan untuk beberapa detik. “Tentu,” jawabnya pasti.

“Baiklah, jadi seperti ini ceritanya…”

.

.

“Semua terjadi seperti kenyataan. Kehancuran dimana – mana, api, air, angin, petir menyambar, para shifter berubah tanpa kendali dan aku hanya bisa terpaku melihatnya..” Iu menarik nafas panjang setelah membeberkan semua kecemasannya untuk mimpi buruk yang beberapa malam dia alami.

Sebuah kehancuran, kehancuran lima elemen.

Seorang wanita dewasa dengan sayap fairies merah menyala yang menempel dipunggungnya menyimak cerita Iu dengan seksama. Terkadang dia mengehela nafas, tercekat, menahan nafas juga meremas tangannya cemas. Seakan dia mengalami apa yang Iu ceritakan.

“Berapa kali mimpi itu mendatangimu,?” tanya wanita itu. “Apa semua berawal sejak aku menceritakan ramalan itu padamu?”

Iu menatap wanita sayap merah didepannya. Dia menggeleng pelan kemudian mengeluarkan kalung berbentuk gembok kecil dengan mutiara berwarna biru ditengahnya, yang selama ini hanya dia sembunyikan dibalik baju corak bunganya.

“Sejak aku mengenakan kalung ini…” jawab Iu.

Wanita itu terdiam melihat kalung yang Iu tunjukan. Matanya membulat seakan menampakan dia terkejut juga takut.

“Kalung apa ini eonni…?” tanya Iu. “Saat mimpi kedua datang, aku berfikiran semua berawal dari benda ini. Seharusnya aku buang bukan? Tapi ada satu perasaan yang membuatku enggan untuk membuangnya..”

“Dari mana kau mendapatkan ini?” tanya wanita itu.

“Kenapa? Apa ini sesuatu yang buruk?” Jawab Iu. “Saat mimpi kedua, dan saat aku berniat membuang kalung ini, kau memanggilku eonni. Kau menceritaan tentang ramalan yang kau terima, bahwa aku ditakdirkan untuk menjadi kunci keluarnya blue petals saat itu aku tersadar, kalung gembok ini pasti memiliki pasangan bukan? Dan aku yakin seseorang dalam mimpiku yang selalu meneriaki namaku dan menatapku sendulah yang memiliki pasangan ini benarkan?”

“Iu,,, siapa yang memberimu ini?” tanya wanita itu lagi.

“Bukan siapa, tapi apa..” Iu menghentikan kalimatnya. Dia menatap langit lembah fairies kemudian beralih dengan liontin berpendar biru dalam genggamannya. “sebuah kabut biru menyerangku dihutan waktu itu. Aku merasakan kedua sayapku tidak bisa bergerak. Aku mengira saat itu mungkin kematian akan datang, saat aku sama sekali tidak bisa bergerak dan kabut biru itu seakan mencekik saluran pernafasanku. ku tutup mata untuk beberapa saat, kemudian kabut itu menghilang. Tanpa fikir panjang aku melarikan diri saat itu juga, namun aku menyadari ada sesuatu yang kugenggam, kalung ini.”

“Simpan benda ini baik – baik, jangan sekalipun kau berniat untuk membuangnya Iu..”

“Tapi Nara eonni…mimpi – mimpi itu?” tanya Iu pada perempuan sayap merah bernama Nara.

“Kalung itu ingin kau terbiasa dengan hal – hal yang akan terjadi dimasa yang akan datang, melalui gambaran mimpi itu…”

“Dan lelaki itu?” tanya Iu. “Lelaki yang selalu meneriaki namaku untuk berlari, lelaki yang berakhir tragis untuk menyelamatkanku.. apa dia kunciku?”

“Kalung itu hanya sedang melatihmu mempersiapkan keadaan paling buruk yang akan terjadi Iu, aku tidak membaca akan terjadi hal menyedihkan” jawab Nara ragu.

“Aku harap begitu..”

“Mengapa?”

“Aku hanya tidak ingin kami berdua terjalin cinta kemudian berkahir tragis..” jawab Iu sambil kembali menyembunyikan kalung dibalik bajunya.

“Semoga…” bisik Nara pelan.

.

.

“Apa kau mempercayai semua ini?” tanya Iu dengan satu hembusan nafas berat.

Kalung gembok biru kecil yang selama ini dia sembunyikan dibalik bajunya, tengah tergantung diantara jari manis temannya Juniel. Mengalami hal tida masuk akal seorang diri, memutuskan Iu untuk mencari teman berbagi.

“Kalung ini, mimpimu, dan ramalan dari Nara eonni,” Juniel memainkan kalung kecil itu “Sulit untuk mempercayai semua ini, tapi kau memiliki ku untuk berbagi, jangan kau simpan semua itu sendiri, arra?..”

“Itu alasanku menemuimu sekarang,,” jawab Iu.

“Dan tentang lelaki itu,? Apa Nara eonni mengatakan dia akan menjadi kuncimu?” tanya Juniel sambil mengepakan sayapnya perlahan.

Iu mengehirup nafas berat sebelum dia mengeluarkan ungkapan hatinya, “Aku yakin seperti itu, kau tahu? Lelaki itu seperti meninggalkan jejaknya dalam setiap ingatanku saat bangun dari mimpi buruk itu,”

“Apa itu artinya kau mengharapkan kedatangannya?”

“Seluruh isi bumi ini mengharapkan kembalinya Blue Petals,, yang berarti mau tidak mau aku harus bertemu dengannya.” Iu menggenggam kuat gembok biru dengan kedua mata hitamnya menatap lepas langit malam. “Meski pada akhirnya kita tidak akan bersama,,”

“Mimpi itu belum tentu benar, seperti Nara eonni bilang, dia hanya sedang menunjukan semua kemungkina terburuk yang akan terjadi,”

“Aku juga berharap seperti itu,”

“Jadi ceritakan padaku, seperti apa lelaki itu?” Juniel merasa suasana perbincangan mereka semakin menakutkan. Mendadak dia mengubah topik pembicaraan, mencoba mencairkan suasana. Dengan mata membulat, Juniel menatap Iu yang duduk didepannya masih dengan menggenggam kalung itu.

“Haha.. dia masih berupa mimpi,”

“Pasti ada hal tentang dia yang kau ingat, ayolah..”

“Ehm….” Iu bergumam mencoba menajajak setiap senti memorinya. “Ada saat dia berlari kemudian menggenggam tanganku erat, kau tahu dia menyisakan kehangatan disetiap buku jariku.”

“Lagii.. lagi?” Juniel begitu antusias.

“Aku ingat mata kecil hitamnya, yang selalu bersinar dan hanya menatap padaku, dan dia…” Iu memalingkan pandangannya pada Juniel sambil menggantungkan kalimatnya.

“Dia..??” tanya Juniel.

“Seorang pengendali cahaya”

.

.

“Tidak untuk para warlock tidak juga untuk dikembalikan pada sekumpulan mahluk bodoh bersayap warna – warni itu, kali ini kristal biru itu harus menjadi milik kita.”

“Jadi apa kau seperti BaekHyun atau sepertiku,”

Semua pertemuan berlalu begitu saja. Ketika Kris sekarang tengah bergabung dengan BaekHyun dan Chanyeol. Menebar senyum, seakan dia hanya warlock polos tak ayalnya seorang Park ChanYeol.

Kris menggaruk tengkuknya pelan, dia tersenyum simpul saat Chanyeol melontarkan pertanyaan itu.

“BaekHyun sudah mengetahui seperti apa aku saat pertama kali kita bertemu,” jawab Kris sambil melirik BaekHyun yang berjalan dua langkah dibelakangnya. “dan itu mungkin yang membuatnya menghindariku saat ini”

“Kenapa dia menghindarimu?”

Kris menghentikan langkahnya, membiarkan BaekHyun terus melangkah mendahuluinya.“Warlock, kita merupakan mahluk berbeda. Kau tidak bisa mempercayai orang begitu saja kau tau,” jawab Kris.

“Aku yakin BaekHyun juga seperti ini saat pertama kali bertemu denganmu bukan?” tanya Kris dengan senyum menawannya yang dijawab anggukan polos Chanyeol.

“BaekHyun sudah hidup lebih lama dengan statusnya ini, itu alasan dia menjadi seorang yang sangat berhati – hati.” Lanjut Kris.

“Jadi jawaban untuk pertanyaanku?” tanya Chanyeol.

“Ehm… bisa dibilang seperti itu, ini tahun ketigaku menjadi seorang ehm… monster..” Kris tersenyum simpul, kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Chanyeol yang sedikit terkesima dengan jawabannya. Tidak mempedulikan BaekHyun yang menghentikan langkahnya.

Baekhyun memperhatikan punggung Kris yang berlalu dihadapannya. Memang benar BaekHyun selalu menaruh rasa hati – hati dalam hidupnya, seperti yang terjadi pada pertemuannya dengan Chanyeol minggu lalu. Tapi ada perasaan berbeda saat dia bertemu dengan Kris. Seakan tubuhnya menolak untuk terlalu dekat dengan lelaki jangkung ini. Saat mata hitam kecilnya beradu dengan pupil nyala milik Kris, BaekHyun seperti merasakan satu hunusan maut dalam dirinya.

Tidak BaekHyun!’ itu yang berkecamuk dalam hatinya.

“Ayo..” satu suara Bass membangunkan BaekHyun dari lamunannya. Chanyeol berdiri tepat didepan BaekHyun dengan dua mata bulatnya.

BaekHyun mengangguk pelan sebagai jawaban kemudian membiarkan Chanyeol melangkah terlebih dahulu dan kembali menyelami fikirannya.

“Aku tahu kau berfikiran buruk tentangku,” kembali satu suara membangunkan BaekHyun dari lamunan, namun kali ini bukan Chanyeol dengan mata bulatnya, tetapi seorang Kris yang tengah menatapnya dengan mata tajam.

“Seperti katamu, aku hanya sedang berhati – hati,” jawab baekHyun dengan senyum tipis.

“Aku tahu, ah.. apa kau tidak penasaran mengapa aku baru muncul sekarang setelah bertahun – tahun menadi warlock.?” Tanya Kris mencoba membuka sebuah percakapan.

“Kapanpun kita menuju DELAIVE itu tidak akan menjadi masalah, kau tiga tahun? Aku bahkan lebih lama darimu,” jawab baekHyun.

Kris terlihat tersenyum mendengar jawaban BaekHyun. Mereka kembali mensejajarkan langkah dan membairkan Chanyeol memimpin didepan.“Benarkah?” tanya Kris untuk jawaban BaekHyun sebelumnya.

BaekHyun menaikan pandangannya untuk menjangkau wajah Kris yang dijatuhi sinar malam, ketika untuk keberapa kalinya BaekHyun mendapatkan satu tatapan menghunus dari Kris. BaekHyun merasakan tangannya memanas namun dia berusaha mengendalikannya dengan kembali merendahkan pandangannya dan hanya mengangkat kedua bahunya untuk merespon pertanyaan kris.

“Kau tahu, aku mendapatkan ramalan untuk mengungkap jati diriku dan bergabung di DELAIVE saat seorang kunci pemegang Blue Petals menampakan dirinya.” Kris menghantikan langkahnya yang kemudian diikuti oleh BaekHyun. Kris merogoh saku coat hitamnya kemudian mengeluarkan satu benda berpendar biru. “Ini…” ucap Kris sambil menunjukan pada BaekHyun.

“Aku memiliki kalung gembok ini, dan aku yakin kau pemilik kunci itu bukan?” Kris kembali menatap BaekHyun tepat dikedua mata kecilnya, memperlihatkan benda kecil ditangannya.

BaekHyun diam. Kedua mata dan fikirannya terpaku pada benda yang menjuntai diantara tangan kurus milik Kris. Liontin berbentuk bandul gembok, dengan pendaran warna biru yang berasal dari mutiara kecil ditengahnya.

“Aku tidak mengerti apa maksud perkataanmu,” jawab BaekHyun datar, kemudian membalikan badan dan kembali melanjutkan langkahnya.

Kris menghembuskan nafas berat. Ini adalah tugas utamanya, dengan semua rasa sakit yang menjalar dalam tubuhnya setiap berdekatan dengan warlock lain, Kris harus membayarnya dengan berhasil mendapatkan apa yang BaekHyun punya. Mengingat rugi yang dia derita yang akan menimpanya lagi kelak. Kris melangkahkan kakinya kembali mensejajarkan langkahnya dengan BaekHyun.

ayo Kris kau tidak boleh gagal,’ rutuk Kris dalam hati.

“Byun BaekHyun,” ucap Kris dengan suara rendahnya, yang berhasil mengambil perhatian BaekHyun untuk kembali menatap lelaki jangkung ini. “Kau seorang bocah bahagia yang terlahir dikeluarga sempurna, sampai malam itu tiba, dimana kau membunuh ibumu sendiri dengan kekuatan terkutuk yang sekarang kau pertahankan.”

BaekHyun menghentikan langkahnya. Sekuat tenaga dia menghalau pendengarannya dari semua kalimat Kris, tapi lelaki itu malah terus mengeluarkan kata demi kata lainnya.

“Mendapati ibumu tebujur kering, tidak ada satupun mereka yang berada disampingmu untuk menguatkan. Tidak ayah yang selalu membanggakanmu, kakak yang selalu menjagamu atapun adik yang selalu kau utamakan, tidak ada..”

“Hentikan…” geram BaekHyun pelan. BaekHyun merasakan tubuhnya sangat panas, kedua tangannya terasa sangat terbakar.

“Kenapa?” tanya Kris. “Aku tidak menyalahkanmu, aku ha-”

“Hei.. sedang apa kalian?” tanya Chanyeol yang tiba – tiba sudah berdiri didekat BaekHyun yang tengah lekat menatap Kris dengan kedua tangannya terkepal kuat. “ke..kenapa kau?” tanya ChanYeol lagi saat melihat BaekHyun.

“Pergi dari sini..” bisik BaekHyun pelan yang dia tujukan pada Chanyeol.

“Kau mau bergabung?” tanya Kris pada Chanyeol. “Kami sedang bernostalgia dengan masa lalu sebagai monster penghancur. Aku baru tahu kalau BaekHyun pernah membu-”

“HENTIKAN….!!!!!!!!!” belum selesai Kris dengan kalimatnya, satu teriakan BaekHyun membelah sunyi malam itu. Mereka terdiam.

Kris terdiam dengan satu senyum kemenangan, berhasil menarik amarah BaekHyun.

Chanyeol terdiam, merasa semua kondisi ini tidak baik. Dia merasa Kris tidak baik dan BaekHyun dalam kondisi tidak baik pula, ketika Chanyeol saat itu kembali teringat keadian saat dia membakar habis ayahnya.

BaekHyun terdiam. Dia mencoba menelisik arti kehadiran kris dan maksud ucapannya. Juga BaekHyun sedang berusaha untuk meredam kekuatan iblis yang sedang mengekangnya saat ini. Kekuatan yang sangat besar.

“Ayo kita pergi,” ucap Chanyeol. Dia ingin meredakan suasana ini dengan membawa BaekHyun menjauh. Tapi saat tangan panjang Chanyeol bersentuhan dengan tangan dingin BaekHyun, dia merasakan jutaan sengatan melumpuhkan dirinya.

CRASSHH…..!!!!

Suara gesekan satu sinar sangat kuat berpercikan dengan api terasa begitu memekakan telinga dan menyilaukan mata. BaekHyun terperanjat membuatnya mundur beberapa langkah. Sedangkan kris terpental berada jauh dibelakang BaekHyun. Semua kejadian terjadi begitu cepat. Dan ketika Kris juga BaekHyun kembali tersadar kilatan cahaya itu sudah menghilang dengan melesatnya satu bentuk burung api membelah langit malam.

BaekHyun kali ini amat sangat terkejut. Dia sudah membayangkan hal terburuk saat melihat burung api dilangit kelam dan Chanyeol yang tergeletak tak berdaya beberapa langkah didepannya.

“Tidak..” bisik BaekHyun sambil melangkah menuju Chanyeol.

BaekHyun segera meraih tangan kiri Chanyeol kemudian meraba logo phoenix milik Chanyeol yang sudah tidak berpendar.

“Wah…. apa kau yakin dia warlock baru? Kau yakin dia baru berumur kurang dari sebulan?” tanya Kris saat dia sudah berjongkok didepan Chanyeol. “Mustahil dia baru berumur sebulan kurang tapi sudah ada phoenix dalam dirinya,” lanjut Kris.

BaekHyun tidak mempedulikannya. Dalam fikirannya kali ini hanya Chanyeol yang kehilangan pendar cakranya setelah bersetuhan dengan tanganya.

“Dan kau tahu pertanda apa tadi Byun BaekHyun?” tanya Kris.

BaekHyun menghentikan fikiran kusutnya dan kembali menatap Kris.

“Kau telah membuat satu burung phoenix terbang menuju langit. Kau berhasil mengambil satu umur Chanyeol,” ucap Kris.

Bukan, bukan karena BaekHyun tidak tahu dengan kenyataan itu, tapi lebih karena dia harus menerima kenyataan buruk kekuatannya kembali menelan korban.

“Dia tidak akan mendapatkan kekuatannya kembali, sebelum dia mendapatkan Lime Pearl. Dan itu ada di Delaive,” lanjut Kris.

.

.

“Kau sungguh dengan perkataanmu bukan?” tanya Luhan yang kedua tangannya tengah sibuk mengunci rumah atap miliknya.

“Aku pria yang menepati janji,” jawab EunHyuk sambil tertawa.

Luhan telah menceritakan semuanya, tentang latar belakang keluarganya, sejarah buku lapuk coklat dan juga jawaban dari EunHyuk untuk mengapa cakra Luhan berbeda.

“Aku tidak tau apa yang akan aku lakukan saat tiba disana, apa kau yakin aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan disana?” tanya Luhan saat dia menghampiri EunHyuk yang sedang memandangi langit malam.

“Aku pe-”

CRASHH…!!!

Belum selesai EunHyuk dengan kalimatnya, mereka berdua dibuat terkejut dengan satu kilatan cahaya yang sangat kuat yang kemudian disusul dengan sesuatu berwarna nyala merah seperi api membelah langit malam.

“a..aap..apa itu?” tanya Luhan terbata.

phoenix…” bisik EunHyuk. Tidak mendengar pertanyaan Luhan, EunHyuk memacu larinya mengejar arah kilatan cahaya itu berasal.

“YA!!! TUNGGU…”

.

T.B.C

p.s :ahahah ini sudha terlalu lamaaaaaa banget sejak terakhir update Delaive. Ep  Up, setelah sekian lama hilang ide, bisa juga menrasakan gejolak warlock lagi. Happy reading… dont forget leave your comment ^^

17 thoughts on “DELAIVE – Episode 6 : “Force and Fate”

  1. Aaaa.. sumpah kece bgt FF nya. Yah walaupun aku dulu ( sebelum punya WP ) udah bca FF ini yang episode 1, aku kurang paham dan akhirnya nunda buat baca lanjutan episodenya.
    Tapi sekarang waktu liat posternya lagi jadi keingetan dulu dan memutuskan buat baca kembali, yeehhh..

    Oh ya maaf ya author baru komen di sini.. abis keseruan baca akhirnya negelanjut terus deh🙂

    Buruan di lanjut ya author.. Jangan lama-lama ngepost episode selanjutnya. Please. Jebal.. Jebal….😀

  2. kyaaa udah nyampe sini nya aja ><
    itu kyaknya kris berusaha buat ngambil kalung baekhyun deh dan aku yakin pasti yg dimimpiin iu itu baek hehe ^^ hah semakin serru dilanjut yaa eon aku tunggu next nyaa ^^ fighting author eonni ^^9

  3. CRASHH..

    Yep, paling engeh sama adegan ini pokoknya.
    Awalnya kaget juga sih pas di jabarin bagian bagian klimaksnya itu, tentang iu, kalung gembok, pemegang kunci dsb…

    Tapi paling ngena pokoknya pas chanyeol tergeletak itu ya ampun nyesek sendiri haha.
    Agak susah sih emang kak minta author yang kalo udh stuck lanjut ff buat namatin. Sudah banyak menelan korban/?

    yauwis deh, say thank you very much buat kak apreelkwon atas cerita super menariknya ini^^) Jjang!!

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s