Selamat Tinggal, kau dari masa lalu

15-01-2014 23-24-08

Apa makna dibalik sebuah arti ‘Aku menyanyangimu?’ tentang makna dibalik satu kata untuk selalu ‘Bersama’ satu ungkapan ‘Cinta’? atau satu perasaan berdebar didalam hati, perasaan seakan  hanya untuk orang itu seluruh kehidupanmu berpusat dan hanya padanya semua kebahagianmu tertumpah. Perasaan seakan ‘Dia orang yang aku sayangi, aku menyayanginya.

Kebersamaan atau setumpuk memori yang mungkin telah dilalui bersama belum tentu akan dibalas dengan suatu akhir kisah dengan ‘Kebersamaan’ yang kita maksudkan diawal cerita.

Ketika kita bertemu dengan sosoknya, dia yang selalu membuat kita kembali menautkan pengharapan. Dia yang tanpa kita sadari menjadi pengganti matahari pagi yang senantiasa memberimu kehangatan tanpa batas. Memberimu satu ukiran senyum bahkan disaat pahit melanda. Disaat itu pula satu kalimat akan terucap, “Aku mencintaimu, kau membuatku bahagai, izinkan aku untuk menjadi milikmu.

Cepat ucapkan rentetan kalimat itu. Kedua belah otak kita mungkin meneriakan hal itu. Tapi ada satu perasaan  takut dalam hati ini. Kamu takut rentetan ungkapan sayang tersebut hanya akan membuat jarak kasat mata yang membuat semuanya berbeda. Ada satu pepatah mengatakan, “Semanis – manisnya rasa cinta adalah saat kau berlari mengejar untuk cintanya, tidak ada kata lelah tidak ada ata menyerah, karena akan ada satu senyum manis diujung sana yang  senantiasa menyambutmu. (You are the apple of my eye)” Pepatah yang membuatku bertanya, ‘Dengan seperti ini mungkin akan lebih baik dari pada memaksamu dalam  kedua jemariku tapi semua akan berubah.’ Keyakinan akan ada sesuatu yang berubah menghantui bagaikan malam gelap gulita. Keyakinan bila aku berhenti berlari dan menggenggam tanganmu, hanya akan berakhir dengan kau melepas tanganku dan tidak menginjinkanku kembali berlari.

Bila itu terjadi?

Sakit.

Berujung dengan memutuskan untuk terus berlari disampingmu. Menghabiskan setiap kenangan dan masa indah terukir dibali awan putih yang senantiasa menayungi kisah ini.

Apa hanya akan seperti ini?

Tentu tidak.

Akan ada masa dimana kedua kaki ini lelah hanya dengan berlari disampingmu. Izinkan aku berisitirahat sejenan dengan kau disampingku mengenggam kedua tangan ini. Saat semua itu terjadi makna kata ‘Bersama’ berada dalam porsi cerita yang sebenarnya.

Tapi bagaimana bila aku hanya ingin berlari? Lelah? Tentu aku lelah, tapi ada rasa takut yang luar biasa. Ketakutan yang sebenarnya hanya akan menghancurkan alur cerita sesungguhnya. Aku yang terlalu takut dan dirimu yang terlalu lelah dengan semua ini. Terjadi ending twist denganmu yang berlari lebih dengan dariku. Denganmu yang sekarang tidak lagi menoleh dan tersenyum padaku.

Apa semua ini salah?

Ternyata tidak. Tidak denganmu yang benci hanya berlari denganku. Tidak denganmu yang benci selalu disampingmu. Tapi semua ini tentangmu yang merasa ketakutanku sebagai benteng kasat mata, membuat semua memori terukir hanya menjadi buih – buih yang bila disentuh akan hancur seketika.

Semua sia – sia.

Saat itu. Ketika hati ini semakin menyanyangimu, disaat kedua mata ini hanya tertuju padamu, disaat pelarian ini menjadi kebahagian bagiku, kau berlalri pergi meninggalkanku.

Kau pergi begitu saja?

Tidak.

Secarik surat diawan putih terbentang.

Aku menyayangimu, tapi ketakutanmu membuatku ragu. Apa kau sungguh menginginkanku?

Saat itu yang terjadi hanya aku terus berlari tnapa lagi tujuan. Aku yang menyayangimu, kau yang menyayangiku tapi semua hanya akan menjadi cerita dari masa lalu.

Hari itu. Aku ucapkan selamat tinggal dan semoga kau bahagia.

Kau bagian dari masa laluku

khk

 

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s