large

Baby It’s Cold Outside….

Baby It’s Cold Outside….

Desember menyapa. Pagi dengan rintik hujan, gumpulan awan yang seantiasa menaungi langit siang, membuat suana hari per-harinya semakin ‘dingin.’ Tapi, semua itu sungguh tidak memberi efek terlalu besar pada kegiatan sehari – hariku. Sungguh. Masih seperti biasa, aku berjalan setiap pagi menuju kantor, menghabiskan waktu didepan layar laptop, kemudian kembali pulang disore hari. Meski memang  kadang dingin menyapa semuanya sungguh tidak berarti apa – apa.

Tidak berarti apa – apa sebelum…

Pagi itu angin dingin kembali menyapa Bandung. Yang biasanya ke kantor tanpa membawa jaket, hari ini berbeda, dengan tujuan untuk menangkal masuk angin disore hari ubawa satu jaket ke kantor. Semua masih biasa. Meski angin bulan desember bertiup, menghembuskan nafas dingin pada tengkukku, masih ada senyum yang terukir dalam bibirku. Thats not a big deal.

Tapi semua itu berubah, ketika satu perbincangan terjadi.

“Eh, tanggalnya bagus hari ini?” ucap satu temanku yang masih memanjakan jarinya pada toots – toots keyboard laptop.

Aku yang juga masih asyik dengan laptop sendiri melirik kalender dipojok bawah layar laptop. Disana tertera..

11-12-13

“Harus ada yang spesial nih hari ini, secara kapan lagi tanggal kaya gini kejadian..”

“Bagus buat Nikah nih tanggal,,”

“Ahahah,, gua mau ngajak jadian gebetan ah…”

“Berkesan juga tuh kalo buat putus,, susah move on… hahaha”

Mendadak suasan terasa begitu dingin. Bukan karena mereka kembali bungkam dan fokus dengan setumpuk deadline, Bukan. Tapi ada sedikit serpihan masa lalu yang kembali terbangun mengingat dinginnya bulan desember.

Aku mencoba kembali fokus dengan tumpukan perkerjaan, tapi dingin angin berhembus terasa begitu menusuk. Tidak, biasanya tidak seperti itu. Dinginpun tidak pernah aku pedulikan bila melihat pekerjaan yang menumpuk. Tapi kali ini, dingin melumpuhkan saraf kinerja otak ini untuk berlari. Dingin yang berhembus, seakan menyisakan serpihan debu dingin yang tertinggal disetiap pori kulit.

Dingin dan Perih.

Ada apa dengan bulan desember? Ada apa dengan angin dingin dibulan desember? Apa karena bulan itu dan angin itu menyisakan dingin dan sakitnya saat kau melangkah pergi dari lembaran cerita ini?

Benar…

Hati kecil ini berbisik pelan. Ku Sunggingkan seulas senyum. Bahagia? Ya… Setidaknya sudah lama seali perasaan ini tidak menyapa. Meninggalkan hati yang membuatnya tidak peka sama sekali dengan lingkungan sekitar. Bahagia ketika tersadar, dingin sakit akan kehilangan sebuah cerita juga bisa menciptakan satu senyum bahagia.

Baby i can feel how cold wind blowing now…

Masih dengan rasa dingin dan senyum, ku ambil jaket mencoba membiaskan rasa dingin tidak biasa ini.

“Tumben pake jaket?” tanya temanku.

“Dingin..” jawabku

Baby It’s Cold outside,

Your love taste like a coffee, give me strength for wde awake write everything about us, remembering everything we do.

Your love taste like a coffee, your scent always lingering in my mind, but everytime i remembering about you, bitter things filled my heart.

Simple thing, is..

That I MISS YOU…

 

2 thoughts on “Baby It’s Cold Outside….

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s