SHADOW : “Because Sun Tied Our Destiny”

shadow2

SHADOW : “Because Sun Tied Our Destiny”

Cast :BaekHyun, Chanyeol, TaeYeon

Type : One Shoot

Genre : Fantasy

‘inspired from f(x) Song SHADOW ‘

Dua bulan? apa tiga bulan? Lebih kayanya ya,, Ga update ni Blog…

Mianhe ^^

Enjoy… ^^

.

.

Bagi baekhyun, hidup dalam standar biasa mungkin sudah menjadi labelnya. Dia yang dikategorikan sebagai siswa ‘super biasa’ pergaulannya yang bisa dikatakan dibawah ‘biasa’ juga keadaan rumahnya yang juga ‘biasa’. Tapi sedikitpun Baekhyun tidak pernah merutuki garis hidupnya.

Faktanya dengan semua kata biasa itu BaekHyun masih bisa bahagia. Kebahagianya yang senantiasa hadir seperti sinar matahari dipagi hari.

Tidak masalah BaekHyun hanya seorang manusia biasa, karena dia masih memiliki chanyeol, yang membuatnya tidak biasa, membuatnya masih bisa melewati hari dengan senyum dan tawa.

Ya.. Chanyeol saja cukup bagi Baekhyun. Dengan Chanyeol dan hangatnya sinar matahari Baekhyun merasakan hidupnya luar biasa.

“Good Morning Yeolli…” sapa Baekhyun saat sinar matahari hangat menyapa kamarnya dan memaksa mata tertutup Baekhyun untuk terbuka.

BaekHyun menyibakan selimut yang memberi kehangatan dimalam dingin dan menatap jendela kamarnya yang senantiasa tebuka.

“ahhh…. Yeol­-a.. kau siap menamaniku hari ini?” tanya Baekhyun.

Chanyeol. Hal pertama setiap terbangun dari tidur adalah menyapa Chanyeol.

“Aku bermimpi hari ini kita akan melakukan hal yang menyenangkan,” ucap Baekhyun seraya melangkah menuju jendela merasakan hangatnya mentari pagi dan wangi embun di dedaunan.

“Hari ini bahkan sangat cerah Yeol,, kau meyukainya juga kan..” lanjut Baekhyun seraya menjulurkan tangannya kearah sinar mentari yang menyisakan berkas hitam, bayangan tangan Baekhyun di wajah putihnya.

“Lets go…”

.

.

.

Chanyeol.

Satu nama yang Baekhyun berikan padanya.

Chanyeol tidak pernah membayangkan sebelumnya, bahwa Baekhyun akan sebegitu bahagia dengan kehadirannya.

Chanyeol yang selalu bersama sepanjang hari dengan BaekHyun. Kemanapun Baekhyun melangkah, tidak pernah Chanyeol tidak bersamanya. Ya… Chanyeol hanya untuk Baekhyun. Tapi tidak pernah chanyeol egois dengan meminta hanya Chanyeol dalam hidup Baekhyun. Meki pada akhirnya Baekhyun memutuskan hidupnya untuk hanya berpusat pada Chanyeol.

Ini sudah lebih dari cukup untuk chanyeol.

Baekhyun sangat menyukai sinar matahari Chanyeol tahu benar semua itu. Baekhyun menyukai bangun dipagi hari, Baekhyun yang tidak pernah menutup jendela kamarnya, Baekhyun yang membenci hari mendung, dan Baekhyun yang membenci saat malam menjelang.

“Pagi Yeol-a…” selalu seperti ini. Saat Baekhyun membuka matanya, chanyeol lah yang pertama dia sapa.

“Pagi.. Baekii… apa tidurmu nyenyak.. aku kira begitu, karena semalam wajahmu sangat damai saat tertidur.” Jawab Chanyeol.

“ahhh…. Yeol­-a.. kau siap menamaniku hari ini?”

“Aku siap menemanimu kapanpun Baeki-a… kemana hari ini,,? Sekolah? Membolos..? hahaha aku harap kau tidak memblos untuk hari ini..”

Selalu seperti ini. Chanyeol lah yang selalu banyak bicara. Baekhyun bukan tipe orang yang akan hanyut dalam suatu perbiancangan. Tapi terlepas dari itu Chanyeol bahagia.

Chanyeol bahagia dengan Baekhyun yang selalu menyapanya di pagi hari, dengan baekhyun yang selalu tersenyum saat bangun tidur.

‘Aku beruntung, tidak semua yang sepertku bisa merasakn hal seperti ini’ – selalu seperti itu fikiran chanyeol saat dia melihat Baekhyun.

“Aku bermimpi hari ini kita akan melakukan hal yang menyenangkan,” ucap Baekhyun seraya melangkah menuju jendela merasakan hangatnya mentari pagi dan wangi embun di dedaunan.

“Hal menyenangkan? Apa kita akan pergi kepantai? Kau selalu bilang ‘menyenangkan sekalii’ saat kita pergi ke pantai bukan,, ayoo ayoo aku juga suka pantai..” Chanyeol yang selalu antusias.

“Hari ini bahkan sangat cerah Yeol,, kau meyukainya juga kan..” lanjut Baekhyun seraya menjulurkan tangannya kearah sinar mentari yang menyisakan berkas hitam, bayangan tangan Baekhyun di wajah putihnya.

“Lets go…”

“Lets goo…..” jawab Chanyeol.

Baekhyuun dan Chanyeol.

Satu bentuk kebahagian yang sederhana.

.

.

.

Pantai.

Baekhyun bermimpi semalam dia berlari dihamparan pasir dengan chanyeol yang juga ikut berlari dengannya.

Pantai.

Tempat dimana BaekHyun sangat menikmati hari dengan Chanyeol. Tempat ini sungguh dia rasa cocok untuk mereka berdua. Termasuk hari ini.

Sebenarnya bukan tanpa alasan mengapa Baekhyun ingin mengujungi pantai hari ini, bukan hanya karena mimpinya semalam, satu yang pasti Pantai merupakan tempat Baekhyun meluapkan kebingunannya. Selalu.

“Apa status sosial biasaku akan berakhir Yeol..” tanya BaekHyun saat berjalan di tepi pantai dengan deburan ombak dan pasir yang menyapa kakinya. Baekhyun menatap hamparan pasir putih didepannya, dia sangat ingin berbaring dihamparan hangat itu, tapi sampai kapanpun Baekhyun tidak akan melakukannya.

“Kau tahu, kemarin siang sesuatu terjadi padaku,” lanjut Baekhyun dengan senyum sekilas menghiasi wajahnya.

“Ahh aku seharusnya tidak usah menceritakan padamu, kau sudah tahu sepenuhnya bukan..”

Baekhyun sedikit merendahkan posisi topinya, dia sangat suka dengan sinar matahari tapi dia masih lebih mencintai wajahnya.

Memori Baekhyun kembali memutar pada kejadian dua hari yang lalu. Saat seperti biasa dia tengah berjalan mengitari lapangan sekolah. Konyol kedengarannya, tapi dengan begini Baekhyun bisa merasakan Chanyeol semakin dekat dengannya.

Tidak seorangpun yang mau menyisihkan waktu untuk memperhatikan apa yang Baekhyun lakukan ditengah teriknya sinar matahari, tidak seorangpun, kecuali orang ini. Murid yang menggunakan seragam sama dengan Baekhyun, murid yang satu kelas dengan Baekhyun, murid perempuan yang siang itu tiba – tiba menghampiri Baekhyun dengan payung warna kuningnya.

Kim TaeYeon.

Murid perempuan yang menghampiri Baekhyun dengan payungnya, yang membuat Baekhyun sedikit terperanjat, ah salah mungkin membuat Baekhyun sangat kaget.

Karena saat payung itu menaungi Baekhyun dari sinar matahari, saat itu pula Chanyeol menghilang.

“Apa yang harus aku jawab Yeol..” suara Baekhyun kembali, saat memori dua hari yang lalu telah menghilang.

“Dia bilang dia menyukaiku, dan dia sudah memperhatikanku sejak lama, haruskah aku merubah arah hidupku dengan seseorang disampingku?”

Baekhyun menghentikan langkahnya, dia kembali menatap hamparan pasir didepan matanya, mengambil langkah maju dan merebahkan tubuhnya.

Ya.. Baekhyun tertidur dibawah sinar matahari.

“Dengan seseorang disampingku, bukan seorang diri seperti ini..”

.

.

.

Manusia akan mengalami hal – hal aneh untuk menemukan jalan menuju hidupnya. Tidak terkecuali dengan Baekhyun.

Kelihatannya mungkin dia tidak mempermasalahkan hal – hal biasa dalam hidupnya, tapi sesungguhnya semua itu menjadi beban untuknya.

Tanpa seorangpun disampingnya yang membuat Baekhyun berimajinasi terlalu tinggi dengan menjadikan bayangannya sendiri sebagai temannya.

semua akan berubah saat seseorang jatuh cinta

Semua benar adanya.

Tidak lagi sapaan untuk chanyeol saat pagi menyapa baekhyun, tidak lagi menantikan sinar matahari, tidak lagi pergi kepantai seorang diri dan tidak ada lagi Baekhyun yang sering bermonolog.

Baekhyun dan Taeyeon.

Baekhyun sekarang dengan seseorang yang lebih nyata untuk berada disampingya. Seseorang yang nyata untuk dia telfon dan ucapkan selamat pagi, seseorang yang nyata untuk dia ajak berjalan dibawah payung saat hujan mengguyur, seseorang yang nyata untuk baekhyun ajak tertidur diatas hamparan hangatnya pasir pantai.

Baekhyun dengan kekasihnya.

Baekhyun yang berakhir dengan hal nyatanya.

.

.

.

“Apa yang harus aku jawab Yeol..”

Chanyeol.

Andai chanyeol tahu saat Baekhyun berujung dengan Taeyeon haruskah dia menajawab tidak untuk pertanyaan itu.?

Tidak.

Chanyeol tidak pernah egois.

Dari awal dia tahu, takdinya untuk selalu bersama Baekhyun. Matahari telah mengikat takdir Chanyeol.

Dari mulai Matahari muncul, chanyeol akan selalu berada tepat dibelakang dibawah kaki Baekhyun. Chanyeol yang selalu bersama Baekhyun kemanapun dia pergi, kemanapun.

Saat matahari mulai kembali ke peraduannya, saat Baekhyun menyangka Chanyeol pergi, sesungguhnya chanyeol masih bersama Baekhyun, berlindung dibawah telapak kakinya dan mendekap erat dibelakang Baekhyun saat sinar bulan menyinari malam.

Karena Chanyeol adalah bayangan seorang Byun Baekhyun.

Bayanagan yang selalu setia tanpa mengenal keadaan. Meski sekarang baekhyun telah memiliki Taeyeon, chanyeol tetap memusatkan hidupnya pada Baekhyun.

because string of our destiny tied by sunlight.. forever

“Selamat pagi Byun Baekhyun…” sapa Chanyeol pagi itu. Masih tetap sama.

Meski sekarang tidak lagi untuk Baekhyun.

“Aku sudah bangun Kim TaeYeon,,” Chanyeol melihat BaekHyun tersenyum. Senyum yang belum pernah chanyeol lihat saat dia bersamanya.

Ini memang sudah tulisan dari sana, manusia membutuhkan manusia lainnya.

Tapi chanyeol hanya butuh BaekHyun itu sudah cukup.

.

.

.

7 thoughts on “SHADOW : “Because Sun Tied Our Destiny”

  1. ………………………………………………..
    Somehow this quitely right.
    Chanyeol,who is always beside Baekhyun,Suddenly Went to Kyungsoo couples month ago,BaekYeon relationship go public..Baekhyun who is suddenly gone for a while,then comeback without his light..and Chanyeol who make his first smile showed at airport and when at concert,Baekhyun’s light is back.Chanyeol always take care of Baekhyun.Even when Baekhyun realize or not :”)

  2. Aku nebak-nebak, benda apa si Chanyeol ini .-.
    Soalnya pas si Baekhyun ngemeng ada yang ga dijawab ama Chanyeol tapi Baekhyun juga ngemeng terus nerusin percakapannya. ._.v

    Ff ini ringan kalo dibaca, tapi nulisnya berat pasti yakan???😄

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s