Delaive Neww

DELAIVE – Episode 5 : “The written story”

Delaive Neww

Title : DELAIVE – Episode 5 : “The written Story”

Auhtor : ApReeLkwon (@ApReeLKwon)

Cast : BaekHyun Luhan (EXO), IU, Kang Sora. ( for other cast will appear in every ep)

Genre : Fantasy, Magic, Adventure

Rating : PG-16

Type : Chaptered

Previous Episode : Ep 1|Ep 2| Ep 3 | Ep 4

EP 5 UP….!!!!!
Makasih yang masih terus ngikutin ni series,, terus berik dukungannyaa yaa..
DI EP ini udah muncul klimaks2, ehmm… ratingnya aku naekin dikit yaaa…
Ditunggu komennyaa… ^^/
Ppyonngg~

Flame atau bisa disebut pengendali Api. Salah satu cakra kuat diantara warlock pengendali. Api menjadi simbol dari kekuatan yang mereka usung. Mereka –kaum flame cenderung memiliki nafsu yang menggebu tak ayalnya gelombang api.

Disamping kemampuan atas kendali api yang bisa keluar dari tubuh atau dimanapun tergantung kendali mereka, Flame yang sudah mencapai batas sempurna, dia akan memiliki teman baru. Nafsu yang mungkin akan lebih besar dari api yang selama ini mereka kendalikan, teman yang bila tidak bisa bersahabat akan melumat habis tubuh mereka dalam satu sapuan api merah. Phoenix. Burung Api, itulah alasan kenapa cakra yang terpatri di tangan chanyeol berupa burung phoenix.

Chanyeol mengikuti langkah Baekhyun menyusuri jalanan sepi membelah malam pinggiran kota Seoul. Sudah menginjak hari ketujuh sejak pertama kali Chanyeol bertemu Baekhyun. Dan tujuh hari itu, dia sudah cukup tahu tentang siapa dia sebenarnya. Tentang kenapa tubuhnya sering terasa terbakar ketika amarah menyelubungi setiap rongga dadanya, tentang kenapa dia bisa membakar hidup – hidup ayahnya dan alasan kenapa dia membakar habis rumahnya bersama kakaknya yang jelas – jelas masih hidup.

Membayangkan betapa ngeri nya kejadian seminggu yang lalu, membuat chanyeol berfikir bahwa dia adalah monster.

Chanyeol mengalihkan pandangannya pada lelaki yang lebih pendek darinya –BaekHyun. Saat chanyeol berfikir bahwa dia satu – satunya mahluk tidak beradap yang berhasil memusnahkan keluarganya, dia selalu teringat tentang begitu kelamnya masa lalu Baekhyun. Tidak ada sedikitpun tergurat dalam wajah putih Baekhyun bahwa dia juga pernah menjadi bagian dari monster.

Baekhyun yang selama satu seminggu ini chanyeol lihat, lelaki yang selalu tersenyum selalu memberikan sugesti positiv dan tingkah cerianya, juga pernah merasakan keterpurukan.

Menjadi bagian dari Ray kemampuan mengendalikan elemen cahaya. Mungkin tidak terlalu berbahaya bila dibanding Api. Tapi semua itu tidak benar. Baekhyun saat dia menyadari dirinya bukan sekedar lelaki biasa, saat dia berhasil membunuh sang ibu. Mungkin bukan kesengajaan, saat purnama para Ray akan melahap sinar rembulan dan mengeluarkan cahaya berjuta watt. Baekhyun yang belum mengetahui apapun, membiarkan tubuhnya berpendar yang berujung pada tubuh ibunya mengering karena kekuatan cahayanya.

Tidak ada keluarga yang merangkulnya. Untuk ukuran umur 17 tahun apa yang dia tahu. Saat ayahnya menjebloskan Baekhyun kedalam sel dingin penjara, saat Baekhyun merasa semua ini tidak adil dan saat tanpa pemikiran panjang Baekhyun membunuh seisi sel penjara dengan juta watt cahaya dari tubuhnya.

Bukan Cuma tiga orang yang Baekhyun bunuh –seperti halnya chanyeol. Tapi, lebih dari 20 orang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Baekhyun berhasil menyembunyikan dirinya dari gemparya dunia atas peristiwa tidak lazim itu. Sampai akhirnya, seseorang yang mengerti tentang keadaan Baekhyun merangkulnya, memberi penjelasan tentang jalan hidupnya dan memberinya buku coklat tebal yang menjadi acuan Baekhyun.

“Aku masih penasaran dengan lelaki yang mengajarimu tentang semua ini.” Ucap Chanyeol sambil menedangi kerikil kecil didepannya.

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada lelaki jangkung disampingnya. “Belum saatnya…”

“Kau bahkan sudah mengerti cara mengendalikan cakra dan batasan dari hidup sebagai monster ­­ehm.. maksudku warlock.

Baekhyun hanya mengangguk untuk jawaban yang chanyeol pertanyakan.

“Lalu kenapa kau masih ingin ke Delaive…

“Ehm…. aku tidak bisa menceritakan padamu jelasnya, tapi ada sesuatu yang harus aku lakukan.” Jawab Baekhyun sambil mendahului langkah chanyeol.

“Kau mata – mata? Pengkhianat? Apa lelaki yang merangkulmu bagian dari koloni lain,,,”

“Hati – hati dengan kaata ‘penghianat’ Park Chanyeol.”

Mereka kembali terdiam. Marah?. Tidak, seorang Byun Baekhyun tidak pernah marah semudah itu. Menghabiskan waktu yang cukup lama dalam takdirnya, membuat dia sudah memahami cara mengontrol nafsu yang dimiliki. Tidak seperti Chanyeol, anak baru yang masih sering meluap – luap.

Baekhyun menghentikan langkahnya tiba – tiba. Dia berbalik dan menatap Chanyeol berbinar. Dengan gerakan kepala yang memberikan Kode, Baekhyun mengarahkan matanya pada Cakra ditangan Chanyeol yang mulai berpendar. Begitu pula dengan milik Baekhyun.

“Sudah kukatakan, kita bukan Cuma berdua. Meskipun hanya kita, ada Droplet yang akan mengetuai kita.” Ucap Baekhyun sambil mengambil jalan mundur mensejajarkan posisinya dengan tempat Chanyoel berdiri.

“Ada apa ini…” tanya chanyeol.

“Kau sudah lupa..” jawab Baekhyun.

Chanyeol memutar memorinya. Tentang cakra yang akan berpendar saat warlock mendeteksi adanya cakra lain.

“Siapakah….” suara Baekhyun dengan penasaran.

Dua lelaki itu berdiri mematung. Baekhyun merasa begitu excited dia menyipitkan matanya kearah gelap lorong jalan itu mencoba menangkap cercah cahaya kecil. Dia sungguh penasaran siapa yang akan dia temui. Meski dalam hati, dia berharap bisa bertemu Droplet atau anggota Delaive yang akan segera membawa mereka berdua.

Chanyeol sebaliknya, dia merasakan debaran jantungya begitu cepat. Entah kenapa dia ketakutan, dia belum bisa membiasakan dirinya dalam kondisi ini. Harus bertemu dengan mahluk monster lain, yang selama ini dia tahu hanya Baekhyun.

Baekhyun merasakan tangannya memanas karena emosi penasarannya yang meluap.

“Ohh ayolaahh…” bisiknya.

Langkah sepatu meginjak jalanan berair terdengar semakin mendekat. Baekhyun melangkah kan kakinya mencoba mendekat. Saat dia berhasil menangkap pendaran warna biru dari sebrang sana, seperti bias warna yang chanyeol dan dirinya miliki.

Warlock….” bisik Baekhyun.

Pendaran itu semakin jelas, chanyeol pun sudah bisa menangkapnya. Saat sesosok lelaki yang tingginya hampir sama dengan Chanyeol –baekhyun rasa. Wajah tirus, kulit putih dan rambut pendeknya yang berwarna Blonde.

Pakaian biasa yang dia kenakan terasa begitu menawan di mata Baekhyun. Lelaki itu semakin berjalan mendekat sampai jarak mereka berdua hanya terpaut beberapa langkah.

“hehh…” desis Baekhyun. “Siapa lagi yang bisa menyulap penampilan kumuh jadi serba sempurna. Flight…. Levitation” ucap Baekhyun pelan yg lebih pada dirinya sendiri.

Lelaki itu tersenyum seakan mendengar apa yang Baekhyun ucapkan.

“Senang bertemu denganmu, Ray dan..” lelaki itu melirik Chanyeol dibelakang “… Flame

Baekhyun menautkan kedua alisnya saat suara berat dari pria tinggi disampingnya menembus kedua gendang telinganya.

“Bukan Warlock baru..” bisik Baekhyun.

______________________

Ruangan tanpa penerang, hanya samar sinar dunia luar dari ventilasi udara kecil, yang mengirimkan butir – butir debu kedalam ruangan itu. Sepi tidak ada tanda kehidupan didalamnya, kecuali saat kau menajamkan indera pendengaran dan menangkap deru nafas setengah hidup.

Meringkuk diruangan berdebu yang dingin, seorang lelaki tinggi dengan iris coklat itu memasrahkan tubuh kurusnya bergaul dengan debu – debu tebal. Mata tajamnya sama sekali tidak menunjukan kilatan seperti biasanya, yang ada hanya sorot lelah seakan ia ingin mengakhiri hidup yang sudah menyeretnya jauh dari kata ‘hidup’.

Mengesampingkan penampilannya yang sudah seperti manusia setengah hidup –jika masih bisa dikategorikan manusia, lelaki itu untuk kesekian kalinya terbatuk yang menggema diruangan tak berpenghuni.

“Bunuh saja aku…” ucapnya lemah.

Putus asa menyelubungi setiap senti tubuhnya. Tidak ada lagi, keangkuhan dalam tubuh gagahnya, yang tersisa hanya ringkih dan tanpa daya.

­-kreeet-

Suara derat pintu lapuk menyapa gendang lelaki ringkih itu. Dia menyipitkan matanya mencoba menangkap siapa pelakuknya. Dia kembali menutup kedua matanya pasrah dan membuang nafas putus asa saat dia mendapati tiga mahluk tidak wajar berdiri didepannya.

Dengan tangan bergetar. Dia hanya bisa berbisik dan pasrah akan nasib dirinya selanjutnya.

apa lagi sekarang…’ ucapnya dalam hati.

Seorang lelaki dengan jubah hitam panjang, tinggi semampainya membuat jubah itu terasa semupurna ditambah kulitnya yang putih bak tak berdarah. Dengan senyum mematikan yang terpatri dalam wajah dingin lelaki itu, dia kembali menutup pintu lapuk yang menyuarakan debaman untuk kedua kalinya.

Dua mahluk disamping lelaki berjubah, mahluk berbulu dengan empat kaki yang menyokong badannya untuk berdiri. Taring pangjang dan tetesan air liur mengguratkan bahwa dua mahluk itu ganas. Lelaki berjubah melirik secara bergantian kepada dua mahluk disampingya dan memberi kode anggukan kecil, selanjutnya kedua mahluk itu menggaum asap tebal hitam menyelubungi tubuh mahluk berbulu itu yang merubah mereka menjadi sosok dua wanita cantik.

Cho Kyuhyun. Pria berjubah hitam itu tersenyum. Dia mengambil langkah mendekati lelaki ringkih yang masih menutup matanya dilantai berbedu. Tanpa ragu, dia menendang perut lelaki itu yang membuat siempunya mengernyitkan dahinya.

“Ayolah…. Kris… kau masih tidak mau melakukan apa perintahku.. HAAH…” Kyuhyun meninggikan nada bicaranya. Guratan marah bak serigala terpampang jelas diwajah putihnya yang diikuti dengan tendangan pada tubuh lelaki ringkih bernama Kris.

“Apa kau mau aku memberikan sedikit hiasan ditubuh mulusmu,,, ” suara nyaring perempuan berambut merah dibelakang Kyuhyun dengan tawa merendahkan.

“Ayo ayo… aku juga…” perempuan satu lagi yang berambut hitam meimpali.

Kyuhyun melirik dua wanita dibelakangnya, dia memberikan kode untuk diam.

“Aku masih melindungimu dari taring – taring tajam dibelakangku untuk saat ini, aku bertanya lagi. Apa jawabanmu untuk perintahku… ” Kyuhyun mencondongkan badannya perlaahan mendekati Kris. Jarak mereka sangat dekat. Sampai Kyuhyun bisa mendengar nafas kematian Kris, dan Kris bisa merasakan bau srigala dari tubuh Kyuhyun.

.hening

Kris tidak menjawab. Dia memperat pegangan tangan pada pakaiannya yang lusuh. Memejamkan mata tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kyuhyun beranjak mengambil langkah mundur mendekati dua perempuan dibelakangnya. Dia memberikan kode anggukan kecil pada perempuan disebalah kirinya –perempuan dengan rambut hitam gelap.

“Lakukan… Yuri.”

Perempuan berambut hitam bernama Yuri itu membulatkan matanya, terlihat jelas binar dimatanya.

“Ahaaa…. Thanks Kyu Oppa…

Yuri melangkah pelan, dia mengepal erat tangannya. Bola matanya berubah menjadi merah nyala dan seringaian terpasang mengerikan namun mempeseona. Selanjutnya, tidak ada lagi perempuan berambut hitam dengan badan semampai yang ada hanya srigala berbulu hitam yang menggeram pada seonggok manusia ringkih didepannya.

Kris merasakan tubuhnya bergetar. Ada ketakutan didalam dirinya. Meski ia berharap untuk segera mati, tapi bukan cara sadis seperti ini yang dia harapkan.

Kris beringsut, menyeret tubuhnya perlahan saat srigala hitam itu semakin mendekat. Tubuhnya terasa bergetar ada amarah yang sekarang menyambanginya bukan cuma rasa takut, sejurus kemudian ada seberkas cahaya ditangan Kris yang berpendar biru muda.

Flight… Levitation…” ucap Kyuhyun sambil menyeringai.

Andai kris masih memiliki sedikit kekuatan dia bisa saja menerbangkan tubuh ini menjauh dari serangan bar – bar srigala perempuan. Tapi sedikitpun tidak ada ada yang tersisa. Kris hanya bisa melihat cakra dragon ditangannya terus berpendar.

Srigala itu semakin mendekat. Tanpa mempedulikan Kris yang beringsut menjauh. Secepat kilatan flash light , kini taring – taring tajam itu menancap sempurna di paha kurus Kris yang menyisakan teriakan ngilu.

“AAAARRGHHHHH………..” jerit Kris kesakitan. Dia terus memegangi kakinya berusaha melepaskan kunci taring si srigala. Tapi percuma, liquid merah mulai menetes menyisakan anyir.

Srigala jelmaan Yuri itu terlihat semakin ganas. Bukan melepaskan kunciannya, sebaliknya dia terus menggoyangkan rahang yang terpatri di paha Kris. Kris memejamkan matanya yang sejurus kemudian bulir air mata keluar dari kedua pelukpuknya.

“Aku kembali menawarkan kehidupan padamu Kris,, apa jawabannmu..”

Kris masih berniat membungkam mulutnya, namun dia melihat kedua bola mata Kyuhyun berubah wanra tidak wajar.

“Baiklah… baiklah,, aku setuju…” ucap Kris, disela kesakitannya.

Kyuhyun tersenyum. Dia merasakan kemenangan menyergapi seisi rongga dadanya. Dia menyuruh srigala hitam itu untuk berhenti.

Srigala itu mundur yang kemudian dengan gauman dan asap hitam kembali merubahnya pada wujud Yuri dengan mulutnya penuh bercak merah darah Kris. Seperti membersihkan sisa saus tomat dipinggiran bibirnya, Yuri menyapu sisaan darah itu dengan lidahnya dan berdecak.

“Itu belum cukup untuku…” desisnya sambil menatap sosok Kris dengan luka –yang tidak bisa dianggap biasa- di pahanya.

Kyuhyun yang kedua bola matanya sudah kembali normal, melangkah mendekati Kris. Dia menyentuh luka yang ditinggalkan Yuri dan menatap Kris.

“Andai kau berkeputusan lebih cepat, tubuhmu akan tetap mulus…”

Kyuhyun meraih tangan kurus Kris. Dia merasakan dingin menjalar ditangan itu. Dengan seringai yang mengerikan, Kyuhyun mendekatkan tangan kris ke mulutnya. Meraba denyutan nadi dipergalangan tangan Kris.

“Selamat datang Kris…” ucap Kyuhyun yang sejurus kemudian dia menggigit pergelangan tangan Kris yang membuat siempunya hilang kesadaran.

Bukan sekedar gigitan, Kyuhyun menyalurkan darah shifter nya kedalam aliran nadi Kris yang menjadikan Kris bukan warlock murni lagi.

“Tikus baru…”desis perempuan srigala berambut merah yang sedari tadi hanya terdiam –victoria.

_______________________

“Awas…..” satu teriakan terdengar dirimbunnya hutan gelap.

Suasan begitu kacau, teriakan, gauman, tangisan tercampur disana.

“Tidaaakk…………..”

Suara perempuan berteriak membelah kacaunya suasana saat dia mendapati lelaki yang dia sayangi terjungkal tak berdaya.

Perempuan itu berlari menghampiri lelaki itu tidak mempedulikan kekacauan dihadapannya. Lelaki itu terlihat tidak berdaya, matanya terlihat setengah tertutup dengan terus terbatuk yang mengeluarkan darah. Perempuan itu segara menghampiri dan memeluk silelaki.

“Pe..perr..pergiii…” ucap lelaki itu ditengah kesakitannya.

“Tidak aku tidak bisa…” tangis mulai pecah.

“Aku mohon…” ucap Lelaki itu yang perlahan menutup matanya.

“Tidaaaakkkk………………………..”

Jeritan yang begitu nyata.

Jeritan yang dia kira hanya mimpi ternyata begitu nyata.

IU terbangun dari mimpi buruknya. Unutk ketiga kalinya dia bermimpi yang sama, ketika mimpi yang samar itu menorehkan rasa sakit didadanya.

IU merasakan deru nafasnya masih terasa berat, dan bulir air matanya masih tetap mengalir menghiasi wajah putihnya.

“Siapa dia…” ucap IU.

“Kenapa aku selalu merasakan sakit ini setiap mimpi itu menyapaku…”

T.B.C
Apreelkwon '2013

11 thoughts on “DELAIVE – Episode 5 : “The written story”

  1. halo. aku lagi gila ff-mu yang ini loh thor u,u jjang! aku udah ngomen tiap eps, tapi di blog exoffworld.wp.com. eh, ternyata ff ini dipost disini juga u,u nggak kepikiran kalo authornya juga punya blog sendiri. maaf. oke, jadi kutunggu banget eps selanjutnya. hoho keep writing thor~

  2. aaaaaaaa……..
    lnjut eon!! sblumx mian krna aq bru komen dipart ini pdhl aq udah bca part 1,2,3,4 #bow
    aq msh nunggu ampe last part loh eon!! jgn lama2,,, hwaiting ! ^^
    aq jg udah bca ff eonni yg laen.. dan smua ff eonni keren keren.. pkokx daebak mah ^^ aq suka ff yg eonni buat.. smuax keren aplg yg BaekU #malah curcol

  3. itu kris kasian amet author eonni😦 ternyata kyuhyun shifter yaa luminos doang berarti yg blm muncul ??

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s