Be Honest

Be Honest

Be Honest

Title : Be Honest…

Auhtor : ApReeLkwon (@ApReeLKwon)

Cast : Baekhyun(EXO-K), Kris (EXO-M) & Taeyeon (GG)

Genre : Romance, hurt

Rating : PG-13

Type : One Shoot


Setiap orang pasti memiliki impian. Hidup bahagia, menggapai apa yang diinginkan ataupun sekelompok impian lainnya. Dunia ini memberi kita sedikit – demi sedikit tempat untuk bermimipi, memupuk mimpi itu, hingga kemudian tahap akhir dari nasib sang mimpi, dimana tidak semua impian bisa menjadi kenyataan. Dunia ini nyata, bukan seperti alice dengan wonderlandnya ataupun Peterpan dengan Neverlandnya. Meski terkadang kejam, yakinkan diri ini semua akan baik – baik saja.

“Aku baik – baik saja,,,” bisik seorang lelaki pada dirinya sendiri.

Senyum yang terukir diwajah tampannya terus mengiringi setiap langkah lelaki itu. Tidak ada yang tahu satupun, dibalik senyum cerah tersimpan satu luka dalam hatinya. Berunglang kali dia mengeratkan kepalan tangan yang mulai terasa dingin disaku celananya.

Adakah yang tahu bahwa lelaki bernama Byun Baekhyun ini sedang terluka? Adakah yang bisa merasakan tangannya yang bergetar? Sayangnya satupun tidak ada yang tahu. Yang terlihat hanyalah Byun Baekhyun, lelaki tampan yang sedari tadi melempar senyum pada riuh kumpulan manusia diruangan itu. Byun Baekhyun, yang terus mengeluarkan sapa manis setiap berpapasan dengan mereka yang tertawa bahagia.

“Byun BaekHyun…” satu suara menghentikan langkah berat Baekhyun.

Sesosok pria tinggi, dengan paras tampan dan tuxedo putih model penguin menghampirinya.

Hyung…” sapa Baekhyun saat lelaki ber-tuxedo putih itu berada disampingnya. “Wah… kau terlihat sangat tampan, meski masih kalah dengan ketampananku..”

Tawa. Lagi.. dia berhasil mengeluarkan tawa seperti biasanya.

“berhenti tertawa didepanku.” Lelaki tuxedo putih bernama Kris itu sama sekali tidak merespon lelucon BaekHyun.

Baekhyun yang menyadari apa yang dia lakukan hanyalah sebuah kekonyolan segera menghentikan tawanya. Sejurus kemudian, raut wajah cerianya sirna.

Congrats Kris, kau berhasil..” ucap Baekhyun.

“Andai kau-”

“Aku baik – baik saja, jangan perlakukanku seakan hidupku begitu menyedihkan.” Ada jeda dalam kalimat menggantung Baekhyun. Dia menarik nafas mencoba mengisi rongga udaranya yang mulai terasa sesak. “Aku pergi dulu, ini mungkin akan menjadi kesempatan terakhirku..”

“Aku tidak pernah melarangmu untuk bertemua dengannya BaekHyun-ah.” Jawab kris menimpali kalimat ironi Baekhyun.

i can’t…” ada penekanan dalam phrase singkat itu. Dan ada luka dalam kedua bola mata hitamnya saat kata itu meluncur dari bibir tipisnya. “Aku hanya ingin.. ah sudahlah, aku pergi dulu.”

Baekhyun kembali melanjutkan langkah beratnya. Meninggalkan Kris yang masih terdiam ditempat tadi. Ada rasa bersalah dan menyesal yang terukir dalam hatinya. Menyesal, kenapa semua harus terjadi seperti ini.

“Aku ingin mengalah untukmu Baekhyun­-ah, tapi cinta dan hati ini menolak.”

Kris kembali mengkondisikan hatinya. Dia tidak mau hal – hal tidak diinginkan merusak hari bahagianya. Tidak untuk rasa bersalahnya, tidak untuk perasaan mengalahnya tidak untuk Byun Baekhyun. Kris kembali memasang senyum menawannya, saat dia melangkah menuruni tangga dan melihat fotonya bersama wanita yang dia cintai. Kim TaeYeon.

Ragu.

Kata yang sangat dia laknat dari kamus kehidupannya. Satu kata yang menghapuskan semua angannya menjadi buih – buih di angkasa. Dan untuk kedua kalinya, ragu kembali meyapanya. Dia ragu, haruskah melangkahkan kaki ini untuk menemui wanita yang selalu menghiasi angannya?.

“Byun Baekhyuun,,, Byun Baekhyun kau baik – baik saja…” bisiknya lagi.

Dengan segenap kekuatan atas hati yang mulai melebur, Baekhyun melangkahkan kakiknya masuk ruangan itu.

“Noona….” sapa Baekhyun, saat dia melihat sesosok perempuan dengan gaun putih yang mejadikannya bak malaikat, terduduk diranjang putih.

“Baekhyun-ah….” perempuan itu tersenyum berbinar saat melihat sosok Bakehyun yang berdiri di depan pintu. Dia melambaikan tangaanya dan menepuk ranjang putih disampinnya memberi isyarat untuk mendekat.

“woah… Kim Taeyeon, gadis yang selalu bertingkah seperti bocah umur 12 tahun. Akhirnya Noona mengakhiri perjalanan panjangmu….”ucap baekhyun saat dia sudah duduk disamping perempuan bernama Taeyeon sambil tersenyum. Sekali lagi.

“hemh,,,” Taeyeon menganggukan kepalanya. “Aku akan mejadi wanita dewasa, kau tahu itu Baekhyun-ah jadi berhenti mengajaku melakukan hal konyol.”

Sure… kita berhenti bertingkah konyol,,,” jawab Baekhyun.

ya… jawabanmu tidak sesuai harapanku. Harusnya kau menjawab ‘tidak peduli noona sudah menjadi istri orang kau tetap partner in crime ku’ ”

“hehe… aku tidak bisa Noona, keadaan sudah berbeda. Kau sudah dengan Kriss Hyung, bagaimana mungkin kau menghabiskan waktu denganku.”

Baekhyun beranjak dari duduknya, berdiri menatap Taeyeon.

why? Apa status pernikahan ini membuatmu tidak nyaman?.” Tanya Taeyeon saat dia menyadari ada yang berbeda dengan sikap Baekhyun.

Belum sempat Baekhyun menjawab pertanyaan yang akan menjadi tombak hidupnya, seseorang menjemput taeyeon. Kriss. Ya.. pernikahan mereka akan segera dilaksanakan.

Baekhyun hanya tersenyum saat melihat kris menuntun Taeyeon, diikuti ayah Taeyeon yang tersenyum bahagia.

“Berlebihan kah aku berharap, lelaki itu adalah aku…”

Buk-

Satu tonjokan berhasil mendarat dipipi mulus Kris. Tanpa perlawanan apapun dia jatuh tersungkur, cairan merah segar mengalir tanpa komando dari sudut bibirnya. Kris hanya diam dengan nafas terengah. Tidak ada niatan sedikitpun dari dirinya untuk melawan lelaki yang sudah memukulinya dari tadi.

“Kau tahu itu hyung,,, kau tahu aku mencintainya…. ”

buk-

Empat kali,untuk keempat kalinya wajah kris menjadi sasaran.

“Aku juga mencintainya Baekhyun­-ah…. aku sudah memberimu wak-”

“Aku sudah merencanakannya Hyung….” Baekhyun menyuarakan perasaanya. Sekujur tubuhnya terasa lemas. Tangannya bergetar, dan dia bisa merasakan kedua matanya mulai berair.

“Kau tahu aku mencintainya, dan kau tahu aku sedang berusaha mengatakannya, tapi kenapa…”

Mianhe Baekhyun-ah aku juga mencintainya… aku tidak bisa mengalah untuk hati ini… aku minta maaf…”

Kris menundukan kepalanya, baru beberapa jam lalu dia merasa sangat bahagia saat Taeyeon menerima lamarannya. Dan sekarang, dia merasakan rasa bersalah menyelubungi setiap senti tubuhnya. Ia salah? Kris memang salah, dia salah karena menghianati Baekhyun yang jelas – jelas lebih dulu mencintai Taeyeon. Tapi kris juga bersalah bila menghianati hatinya sendiri.

“Maaf..” suara kris lagi.

“Aku bahkan tidak tahu apa balasan untuk perkataanmu Hyung.”

Baekhyun terduduk dilantai dingin berdebu itu. Kedua tangannya memeluk frustasi kepalanya. Tangannya yang bergetar, menandakan amarah yang dia tekan kuat – kuat. Dia marah, dia merasa dikhianati, dia merasa orang yang dia percaya mendorongnya kejurang kegelapan. Tapi dia bisa apa? Tentang hati perempuan itupun dia tidak tahu. Ralat.. tapi belum tahu, andai Baekhyun tidak ragu.

“Kau tau, jauh sebelum kau mengenalnya, aku sudah mencintainya aku-”

“Aku tahu.” Potong Kris. “Aku tahu tentang semua ketulusanmu untuk taeyeon.. aku tahu..”

Baekhyun mengangkat kepalanya, ditatapnya Kris yang masih terdiam dipojok.

“Kau bahkan tahu semua itu, kau tahu tentang aku begitu mencintainya, tentang mimpiku bersamanya…” Baekhyun menghentikan kalimatnya saat dia merasa suaranya mulai bergetar. Bulir – bulir kristalpun dia rasakan mulai berjatuhan.

stupid…” ucap baekhyun yang lebih rutukan pada diri sendiri. Dia berdiri dan mengusap kasar air mata diwajahnya.

“Aku cukup tahu tentang hidup ini, dan aku cukup tahu tentang arti mimpi… aku tidak ingin mengatakan ini-”

“Jangan ucapkan..” kembali Kris memotong kalimat BaekHyun.

“Aku tidak akan mengucapkan semoga kalian bahagia, aku hanya ingin mengatakan semoga kau merasakan apa makna ‘sakit’.”

Baekhyun menendang meja yang berada didepannya. Dengan amarah yang masih memburu Baekhyun melangkah pergi. Meninggalkan Kris yang mulai menyesali apa yang dia lakukan.

Mianhe…

Terpaku dengan impian yang berusaha dia kubur Baekhyun melangkahkan kakinya dari ruangan pengantin perempuan itu. Baru beberapa menit yang lalu, saat Kris dan taeyeon berlalu dari pandangannya.

Tidak untuk kedua kalinya. Baekhyun menyadari apa yang dia lakukan memang salah, membiarkan Kris masuk dalam celah keraguannya, membiarkan keraguan menguasainya. Baekhyun merasa dunia perlahan mulai melepasnya.

“Noona…” teriak Baekhyun, saat dia melihat Taeyeon dan Kris diujung tangga. “Tunggu…”

Dengan nafas terengah Baekhyun berdiri didepan Taeyeon dan Kris yang masih saling bergenggaman tangan. Dengan mencoba mengenyahkan rasa ragunya, Baekhyun tersenyum dan menatap Taeyeon dalam.

“Aku masih mau melakukan hal konyol denganmu Noona, Mianhe untuk ucapan tadi..” ucap Baekhyun.

“Aku tahu itu, kau tidak mungkin bisa jauh dariku.” Taeyeon tersenyum. Dia melapaskan genggaman tangan Kris dan meraih tangan Baekhyun yang dingin dan bergetar.

Taeyeon mengernyitkan keningnya saat dia merasakan hal yang tidak wajar dengan tangan Baekhyun.

“Kau sakit..” tanya taeyeon.

“Ehmm…” Baekhyun menangguk. “Aku sakit Noona.” Lanjutnya.

“Aku sakit melihatmu menggunakan gaun itu, aku sakit melihat Kriss menggengam tangamu, aku sakit melihat cicin yang melingkar dijarimu Noona,, ” dengan lancar Baekhyun menyuarakan kesakitan hatinya. “Aku bahkan sakit hanya dengan melihat wajahmu.”

Taeyeon melepaskan genggaman tangannya. Kris menundukan kepalnya, pasrah.. hanya itu yang bisa Kris gantungkan saat ini.

Bukan hanya Taeyeon dan Kris yang merespon kalimat Baekhyun. Beberapa pasang mata mulai memusatkan perhatiannya pada mereka, yang masih berdiri diujung tangga.

“Baekhyun­-ah…

Baekhyun menguatkan hatinya. Berulang kali dia memandang bergantian Kris dan Taeyeon.

Saranghae Noona,” akhirnya baekhyun berhasil menyuarakan isi hatinya.

“Sebelum Kris datang, sebelum Kris menyatakan cintanya, sebelum kris menautkan cincin itu di jarimu.. sebelum semua itu aku sudah sangat mencintaimu Noona..”

“Baek-”

“Aku belum selesai. Aku menuliskan setiap impianku bersamamu Noona, bahkan dunia ini mungkin sudah malas memberiku jatah untuk bermimpi. Aku mencintaimu Noona, aku mencintaimu…”

Baekhyun menundukan kepalanya. Beban yang menhimpitnya memang tersalurkan, tapi sakit yang menjadi menyambutnya lebih dalam.

“Baekhyun­-ah… aku, aku-”

Taeyeon memegang tangan Kris yang masih berdiri disampingya.

“Kau bebas menentukan…” ucap Kris seraya mengendurkan pegangan tangan taeyeon. “Aku sudah menjadi orang ketiga diantara kalian, aku sudah menanggung sesal ini terlalu lama. Mianhe Baekhyun-ah… aku mengabaikan rasa percayamu.”

Kris menatap Baekhyun dan tersenyum. Perlahan dia melangkahkan kakinya menjauhi baekhyun dan taeyeon yang masih berdiri diujung tangga dengan beberapa pasang mata terkejut akan peristiwa itu.

Taeyeon terlihat terkejut.

“Mianhe Baekhyun­-ah…. aku, aku menyanyangimu sebatas perasaan kakak adik.. ”

Taeyeon menatap Baekhyun, dan perlahan memeluknya. Namun dengan cepat Baekhyun mengambil langkah mundur menolak pelukan itu.

“Aku baik – baik saja Noona..” Baekhyun tersenyum. “Aku tidak memerlukan pelukan penghiburmu..”

Taeyeon menatap Baekhyun lekat. Dia tidak pernah menyangka akan hal ini. Baekhyun yang dia kira hanya menyanyanginya sebatas Noona ternyata lebih.

“Aku baik – baik saja… ya.. aku baik – baik saja..” ucap Baekhyun dengan suara yang mulai bergetar.

“baekhyun-ah..

Tidak ada jawaan dari Baekhyun. Hanya senyum. Kembali senyum itu menghiasi wajah Baekhyun.

Taeyeon menyadari semua ini salah.

Mianhe…” kembali ucap Taeyeon sambil melangkah pergi meninggalkan BaekHyun yang masih dengan senyum palsunya.

Baekhyun melihat dengan mata kepalanya sendiri, ketika taeyeon menghapiri Kris dan memeluknya dari belakang. Ketika Kris membalikan badannya dan perlahan mengecup delima yang selama ini Baekhyun impikan.

“Akankah aku baik – baik saja?” ucap baekhyun sekali lagi pada dirinya sendiri.

Perlahan dia melangkahkan kakinya dari tempat itu. Melangkah pergi dari kerumunan orang yang menatapnya dengan rasa kasihan. Dan melangkahkan kaki dari imipiannya yang sudah terlampau jauh.

“Tidak… semua ini tidak baik – baik saja.” Ucap Baekhyun saat dia berada didepan pintu menyaksikan taeyeon berjalan menuju altar. Tanpa Baekhyun sadari, butiran kristal mengalir dari pelupuk mata indahnya.

END
Apreelkwon

25 thoughts on “Be Honest

  1. Huwaaaaaaaaaa…
    Ige mwoya??? IGE MWOYA????!!!
    Щºдºщ

    Teteeeeeeeeeh…
    Ya ampun!!! Ini kenapa musti ci imut2 Baekhyun coba yang tersakiti…
    Huwaaaaaa… Gak rela!!! ƪ‎(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ

    Asli y ini teh…
    Bikin nyesek se-nyesek-nyeseknya!!!
    Huwaaaaaa…
    (9 `Д´)9
    *bantaiKris
    *peyukBaekhyun
    #eh?
    XDD

    X_X.•*˚*•. .Hä Ðέê♓.•*˚*• .. X_X …
    Udah bingung harus ngomong apalagi…
    Terlanjur nyesek bacanya.. Huhuhuhu
    Emang dri awal udah keliatan sieh kalo misalkan Taeyon itu nganggep Baekhyun cuman sbagai adiknya aja…
    Tapi tetep ajaaaaa…
    Huwaaaaaa… *runtoD.O
    LOL
    =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°

    Akhir kata…
    Nta always suka ama kata2 dari fanfic teteh…
    Daebak!!! ^^b

    • tenang aja,,
      Baek udah BAEKBAEK saja sekarang,,,
      udah ada teteh yg dampingin,,
      HADAH😄

      Jangan sakiti Kriss,, dia cuma leader polos,,
      kasiann Nta,,
      hehehe

      Dan seperti biasa,,
      MAKASII NTA ^^{}

      • Eh, iya…
        Lupa y kalo ci Baek2 udah punya teteh…
        LOL
        =Dkώk=˚°kώk==Dώkψkkώk˚°

        Deuh…
        Kris polos??
        Itu bohong kali teteeeeeeeh… *eh?
        *dirajamKris
        LOL

  2. Pingback: Rekomendasi FanFiction Part 1 | All About My Idol

  3. BAEKACHU KASIAAAANNNNNNNNN😥

    Aku juga ga tega pas Kris bilang “kau bebas memilih,” hueeeeee T.T
    Lagi yaa kak lagii untuk yang kesekian kalinya aku terlalu mencintai ff muuuuuu♡

  4. Kakakakakakakakak!!!!!!
    Nyesek banget FF nya. Feelnya dapat banget. Aku suka banget. Aku suka *ngelap air mata pake tisu bolong*.
    FF ini seakan-akan bilang ‘Saat kata maaf berasa begitu menyakitkan’. Aku sedih ngeliat Baek yang terus-terusan dihujani kata ‘Maaf’. Aku jadi sedih banget ngeliat nasibnya Baek *walaupun dia ga pengen terlihat menyedihkan*.
    Dan lagi-lagi aku terlambat baca. Mapkeun daku kakak.
    Sampai jumpa di FF kakak yang lain!

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s