[Analogi] Tentang si Mahasiswa tingkat akhir dan ‘Paper Airplane’

inspirated by One Way’s Song ‘Beautiful Day’
Noted : everything contained in this posting just for my opinion, nobody can take it…
And iam sure, nobody will take it, HAHA

Even in BAD condition, just Laugh like an IDIOT, so people will think everythinng will be alright

This whole reality blows
you don’t have to tell me, i know
i dont wanna grow up
i’ll be alright
I solve all my PROBLEM

 

Menyandang status mahasiswa tingkat akhir apa memberimu sedikit sebuah tekanan?. Apa boleh buat, status itu menyandangku saat ini. Gerbang perkuliahan sebentar lagi siap menendangku masuk ke lubang masyrakat, ohh yeaahhh finally arrived in reality. Selama ini hanya melihat dunia dari buku, penuturan dosen dan artikel, beberapa langkah lagi kau akan memasukinya sendiri… Congrats…!!!

Oopss,,, bisakah kalian mengambil kebali ucapan selamat itu, sama sekali belum ada keberanian dalam diri ini untuk melangkahkan kaki ke kubangan manusia.. ohh c’mon i know… itu adalah tempat paling kejam dari semua lapisan kehidupan. Melangkah mundur?.. oh tidak.. apa selamanya kau akan bersembunyi dibalik dompet ayahmu. Memalukan.

Menghadapi kenyataan itu, harus kutemui arti terpendam dalam diri ini. Siapa aku? Apa keahlianku? Apa yang bisa aku jual untuk mereka dilumpur kehidupan itu,,?? Dan Punya apa aku? Ouh… aku bukan mahasiswa dengan IPK cumlaude , aku juga bukan mahasiswa dengan otak briliant dalam setiap mata kuliah, aku juga bukan mahasiswa populer yang bisa dengan mudah kau temui dikampus, dan aku… bukan aktifis seperti mereka yang bisa dengan mudah diingat DOSEN. Poor Me…. Just very very very ordinary PERSON . Untuk pertama kali aku benci mendengar kata biasa, oh ayolah… kalau seperi ini bisa – bisa baru melangkah sebentar aku sudah terseret arus kehidupan.

Kalau selama ini kalian mengenal istilah ‘Perahu Kertas’ aku menggambarkan diri ini seperti ‘Pesawat Kertas Kecil’ namanya saja sudah menyedihkan, terbuat dari KERTAS dengan ukuran KECIL. Why? Lemme explain..

Aku hanyalah pesawat kertas kecil. Dengan bangganya aku terbang melintasi langit biru setiap aku meniup dan melepaskannya. Terbang membelah hari meski perjalannya terlalu cepat, seperti kalian mengedip. Nothing Special right? Fiuhh,,,, Tapi coba perhatikan pesawat kertasku ini. Dia hanya terbuat dari bekasan kertas, aku mendaur ulangnya dan membuat sebuah pesawat kertas. Kenapa ukurannya kecil? Karena aku hanya menemukan kertas ukuran kecil.  Bisa kalian liat sesuatu yang terpendam dari pesawat kecil ini? Tidak? Kalian bodoh, atau kalian tidak menghargaiku?.

Tidak memandang seberapa tingginya pesawat sungguhuan atau mahluk bersayap membelah langit, pesawatku tidak pernah malu atau takut untuk ikut melintasi langit. Ketika mereka bisa melesat dengan kecepatan 100km/jam , aku masih bangga dengan pesawat kertasku meski hanya dengan bantuan angin bisa menempuh jarak 1 meter its okay, iam alrigth. Berapa ketinggian yang mereka capai? Oh, mereka bahkan bisa sampai menyentuh ujung langit, merasakan sesaknya kehabisan oksigen hanya untuk terlihat tangguh. Aku.. pesawat kertas ini bisa mencapai ketinggian 1 meter saja aku sudah tersenyum, setidaknya oksigen masih bisa dihirup dengan bebas dan gratis. Once again,, Its okay, i’ll be alright.

Apa kalian bisa melihat kelebihan dari Pesawat kertasku? Oh.. jangan, jangan sekalipun kalian mengeluarkan kalimat ‘menguatkan’ iam strong already. Pada faktanya realita hanya berisi kumpulan cerita yang menampung cover terbaik. Kalau seperti ini apa yang harus kulakukan. Kalian tahu apa yang sedang kulakukan? Aku berusaha mencari kertas ukuran lebih besar, ah tapi tidak ada. Temanku berbisik, tak apa dengan ukuran tapi gantilah jangan kertas. Logam? Baja? Aku tidak memiliki keberanian menggunakan bahan itu. Sudahlah, pada akhirnya aku hanyalah Pesawat Kertas. Hey kalian jangan lupa, meski hanya kertas aku masih bisa melintasi udara dan tetap menghirup udara dengan bebas.

Jangan pernah kalian memandang sebelah mata pesawat kecilku, sekecil apapun ini, semua tercipta dari tanganku. Apa hak kalian? HAHA… yeah…. its beautiful day and flew my paper airplane…. ^^

time flies so fast that my lips dry up
And i know and i know
you don’t have to tell me
throw all your worries out
paper airplane iam a little paper airplane
My story just started flapping its wings

Its Flying High to the sky
On the wind its flying far
my little paper airplane
i folded it and flew it away
I’m flying again today
Flapping my wings and dreaming
My Little paper airplane
Its ok what people say
it’s a beautiful day

2 thoughts on “[Analogi] Tentang si Mahasiswa tingkat akhir dan ‘Paper Airplane’

  1. Hi sis, first time I wanna say you was great..
    Acctualy I in same condition with you. Tapi bedanya aku sama sekali gag bisa seperti apa yg kamu gambarkan. You know stuck in my step.. Kira2 apa yg bsa dilakukan untuk setidaknya bsa terbang sepertimu..

    • Hei Matsumoto salam kenal🙂
      Thx for ur compliment,,,

      Awalnya emang bikin pusing kan dikondisi kaya gini,
      Jujur saya juga masih belajar, cuma intinya kalo kita selalu liat keatas kita dan mengeluh terus ni pesawat kita ga akan pernah terbang2,,
      Boleh liat keatas tapi buat jadiin motivasi.
      In case mungkin ngomong gampang kali ya, tapi belajar boleh lah🙂

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s