Shortest – ‘The sweet Thing Being Short’

Shortest2

Title : Shortest – ‘The sweet Thing Being Short’

Auhtor : ApReeLkwon (@ApReeLKwon)

Cast : Lee Sunny (GG) & Kim Suho (EXO-K)

Genre : Romance, Fluff

Rating : T

Type : One Shoot

Yeayy,,, comeback dengan COUPLE FAVORIT Suho – Sunny. Tapi ini bukan sequel ataupun side story dari ‘Never Ending Love’ ya,, buat sequel itu masih dalam proses memikirkan ^^. FF ini terisnpirasi dari lagu Huhgak ft. Eunji ‘Short Hair’. Emang ga ada hubungan sih lagu sama ni FF, cuma nuansa lagunya cocok banget ^^. Sedikit mengingatkan, disini terjadi manipulasi umur besar – besaran yaa, hehehe pokoknya ditunggu komennyaa, apalagi reader yang nyiper SUHO – SUNNY… ^^{}

Shortest2

“Basket coret, Cheerleaders coret, lompat jauh coret, ” Perempuan bernama sunny itu sibuk dengan selembar brosur ekskul untuk semester baru dan pensil. Berkali dia membaca, berfikir dan berujung dengan coretan merah pada list nama di brosur itu.

Lelaki disampingnya atau bisa disebut kekasihnya, setia menemani dengan snack yang tidak berhenti masuk kedalam lubang mulutnya.

“Jadi kau sudah memutuskan masuk yang mana?.” Suho bangun dari kegiatananya berebahan di lapangan rumput belakang sekolah mereka.

“Entahlah,” jawab sunny putus asa, diliriknya cookies yang ada ditangan suho dan tanpa ragu memasukan ke mulutnya. “Aku ingin masuk kegiatan yang sesuai denganku dan POINT pentingnya aku ingin ekskul yang tidak ada satupun geng tinggi didalamnya.” Jawab sunny masih dengan mulut penuh dengan cookies.

Suho hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya. Melihat sunny kesulitan saat menelan, suho membuka botol minumnya dan memberikan pada Sunny.

“Kau masih anti saja dengan mereka? Apa salahnya mereka?.” Tanya suho yang sekarang dengan manis tengah mengelap sudut bibir sunny.

“Kau tidak pernah mengerti, mereka selalu terlihat sengaja memamerkan kaki panjangnya didepannku, memakai celana pendek atau memakai high hils, kau liat saja bahkan seragam mereka rok sangat pendek. Niat sekali…” gerutu sunny. Ekspresi sebal jelas tergambar diwajahnya.

“Hanya itu masalahnya?” tanya Suho.

“Hanya? Itu bukan ‘HANYA’ kim suho….. aku sebal terus dibayangi mereka.”

“Kenapa kau tidak melakukan hal yang sama? Impas, masalah beres..” jawab suho sekenanya.

bukk-

Buku tebal bertuliskan ‘Ilmu Pengetahuan Alam’ menghantam ubun – ubun Suho. Refleks, suho mengernyit dan mengusap – usap kepalnya. Tersanga pemukulan bukannya merasa bersalah melihat suho kesakitan, dia malah memberikan tatapan membunuh pada Suho.

“Kau membelaku apa meledeku, KIM SUHO…” ucap sunny jengkel.

“Kau meledekku Hah?? Mana bisa aku melakukan seperti yang mereka lakukan..” Sunny meninggikan suaranya, dia sudah teramat sebal. “Kau mau membuatku malu, dengan kaki pendek ini berjalan penuh angkuh didepan mereka yang memiliki kaki 2x lebih panjang dari kaki ku. Haaaa…. itu…”

Sunny meniup poninya frustasi, melipat tangan di dada dan membalikan badannya membelakangi Suho yang masih terpaku dengan tangan dikepalanya.

“Sunny-ya… bukan itu maksudku.. kau bisa-”

“Apa,, kau mau aku ikut tim basket dengan mereka? Memakai rok pendek dan berdiri disamping mereka.?”

“Ya.. aku belum selesai berbicara, maksud-”

“Dan KAU… kau meledeku padahal tinggimu juga memalukan bila dibandingkan Kris ketua basket itu,”

Suho membelalakan matanya, disaat sunny tiba – tiba malah membandingkan dia dengan Kris.

“Apa kau mau protes?.”

“kenapa kau malah membandingkanku..”

“Karena kau duluan mengejeku. Kau lupa, ini merupakan hal sensitif bagiku. Para geng tinggi itu,” ucap sunny sambil menunjuk gedung sekolah. “Dan tinggi badanku…” kini tangannya menunjuk kakinya yang masih berbaur dengan rumput hijau.

Hening.

Mereka berdua masih terdiam, yang terdengar hanyalah suara angin musim semi dan suara cicitan burung. Sunny masih menatap Suho dengan tatapan tajamnya, dan Suho masih berfikir kenapa dia ikut terkena imbasnya.

“Aku mengerti pera-” belum selesai Suho dengan kalimatnya, dentangan bel masuk kelas terdengar. Sunny merapihkan buku dan alat tulisnya, beranjak dari duduknya dan meninggalakn Suho yang masih bingung.

“Sunny­i-aa tunggu aku…” Suho berusaha mengejar Sunny yang mulai jauh dari pandangannya.

Shortest2

Didalam kelas Suho sama sekali tidak bisa berkonsentrasi, padahal ‘Kimia’ merupakan salah satu mata pelajaran favoritnya.

Perempuan dengan rambut kucir kuda dan sweater putih yang duduk tepat dibelakangnya terus merebuat konsetrasi Suho. Diliriknya berulang kali Sunny yang sedang serius dengan catatannya, dan dia sama sekali tidak dipedulikan.

“Ada apa?.” Tanya Lay teman sebangku Suho yang melihat gelagat aneh temannya.

“Nothing…” jawab Suho sambil mendesah putus asa.

“Kalian bertengkar?. Asik juga, Kimia – pacar marah. Good Mood…” timpal Lay sambil memberikan dua jempolnya meledek sambil terkekeh pelan. Siapa yang berani tertawa ditengah kelamnya ruangan kimia plus guru disiplin.

Suho mencoba kembali serius dengan papan tulis dan buku catatannya, tapi suara batuk tidak wajar sunny dari bangku belakang kembali merobek lembaran konsentrasinya.

aku minta maaf, aku hanya ingin membuatmu lebih percaya diri, itu bukan ledekan….’ Suho merobek kertas dari bukunya, menulis memo dan menaruh dimeja Sunny.

Sunny mengalihkan perhatiannya dari papan tulis, yang sebenarnya itu hanya konsentrasi PALSU, seutuhnya sunny sama sekali tidak bisa fokus.

Sunny mengambil sobekan kertas dari Suho diatas mejanya. Bukan merasa baikan, memo itu malah meletuskan kekesalanya.

Sunny merobek dengan paksa kertas dari bukunya, sampai terdengar jelas suara sobekannya. Suho yang mendegar suara itu, bisa merasakan bukan sesuatu yang bagus.

Dengan kaki pendeknya, sunny menedang kursi Suho sampai si empunya terantuk kedepan. Tanpa melihat wajah Suho, sunny memberikan memo balasan dan kembali berpura – pura konsentrasi.

Percaya diri?? Jadi selama ini kau menganggapku tidak percaya diri?. AKU KUPER..!! itu maksudmu…

Suho bergidik membaca tulisan kapital sunny, bisa ia bayangkan bagaimana ekspresi sunny bila menyuarakan tulisan itu. Dan satu hal yang dia ambil, salah langkah. Suho membenamkan kepalnya dalam meja putih ruang kelasnya. Memo ini lebih menyeramkan dari surat peringatan bagi Suho.

“Kau meledek pacarmu sendiri KUPER???. ckckckc~” ucap lay yang kini sedang membaca memo dari Sunny yang masih berada diatas meja. “Kim Suho,, Kau jantan…. Sebelumnya tidak ada lelaki yang berani menyebut pacarnya sendiri KUPER, selain kau rela masuk lubang hitam..”

Suho hanya mendengus kesal saat melihat Lay asik meledeknya dan kembali menelungkupkan kepalanya.

­pletakk…

“Aww….” Suho berjengit saat sesuatu mengenai kepalnya, dan saat dia mengangkat kepalnya Suho baru sadar bahwa itu adalah spidol papan tulis. Dengan tangan gemetar Suho mengambil spidol yang terletak di mejanya dan menatap horor kedepan kelas. Dan saat itu matanya bertemu dengan wajah dingin guru kimianya.

“mati aku…” bisik suho.

Jackpot Bro…” ledek lay yang kembali terkekeh pelan.

“Kelas ini bukan untuk ajang tidur, mengobrol ataupun menggoda perempuan.” Kata – kata dingin guru itu sontak merebut perhatian penghuni kelas yang kini semua menatapku dan meledeki.

“Boooo~~ ”

“Maju kedepan, catat point penting dari pelajaran hari ini dipapan tulis.”

Suho bisa merasakah seluruh tulangnya luruh, hari ini SIAL buat segalanya. Bagaimana dia bisa menulis point – poitnya disaat dia sama sekali tidak memperhatikan. Dan… menulis di papan tulis, itu hal yang paling dihindari Suho.

“Pendek…” ucap Sunny sambil tersenyum meledek saat Suho beranjak dari duduknya dengan pasrah.

Shortest2

2 Jam berlalu sangat lambat bagi Suho. Dan dia akhirnya selesai dengan Misi penggojlokan dari guru Kimianya, ini hal memalukan karena biasanya dia paling handal dalam mata pelajaran ini.

Suho masih diam dikelasnya yang sepi, tinggal dia dan sepasang murid, ya.. mereka sepasang kekasih yang selalu menghabiskan waktu istirahat didalam kelas, dan menghabiskan waktu pulang sekolah direstoran berbeda tiap waktunya. Siapa yang tidak kenal pasangan so’ high class ini. Tiffany – Chanyeol. Mungkin pengaruh Tiffany yang berasal dari amerika, tapi mengingat bagaimana perilaku chanyeol hanya akan membuat Suho tertawa.

Memperhatikan pasangan itu membicarakan menu makanan baru, menginatkan Suho pada Sunny yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya keluar kelas. War still exist batin Suho. Baru berencana menghabiskan waktu istirahatnya dengan tidur dikelas, satu tangan menepuk pundaknya membuat Suho mendongak.

“Kau baru makan cookies diistirahat pertama, ayo kita makan.” Sunny.

Suho tahu, semarah apapun mereka. Memperhatikan satu sama lain merupakan kebiasaan yang tidak bisa mereka tanggalkan.

“Leggoo…” jawab Suho bersemangat.

Mereka keluar kelas dengan Suho yang sudah bisa memasang senyum dalam wajahnya meski sunny masih tidak mau jalan berdampingan.

chagiya…” suara Suho.

Sunny menghentikan langkahnya dan menatap gemas Suho. Suho tahu pasti itu, Sunny paling tidak suka dengan panggilan cheesy itu.

“Sunny­-a masalah geng tinggi itu,” belum selesai Suho melanjutkan kalimatnya, Sunny menghentikan langkahnya mendadak.

“heungg,, kau masih mau membahas itu??.” Tanya Sunny dengan ekspresi putus asa.

Suho mensejajarkan langkahnya dengan Sunny dan mencoba merangkul pundaknya perlahan.

“Dengarkan aku dulu ok.” Suho mencoba meyakinkan Sunny, ketika melihat sunny menangguk Suho melanjutkan kalimatnya.

“Aku tidak bermaksud meledekmu. Kenapa kau selalu malu dengan kependekanmu. Wanita pendek itu imut kau tahu. Coba kau lihat Sooyoung salah satu geng tinggi itu, berapa tinggi dia?. Lelaki enggan mendekatinya karena segan dengan tingginya.”

Suho memperat pelukan pada bahu sunny sepanjang perjalanan menuju kantin.

Sunny mengangguk.

“Kemudian, Yoona – Kris yang menurutmu perfect dengan tinggi badannya itu malah menyulitkan untuku. Coba kau bayangkan kalu kita tinggi seperti mereka, mungkin kebiasaan kita jalan – jalan akan terasa berlalu dengan cepat karena langkah panjang kita, dan waktu kita bersama berlalu dengan cepat juga kan.” Suho melirik wajah Sunny sekilas dan memberinya senyum menawan.

Sunny terlihat setuju dengan penuturan Suho, dia mulai memasang senyum dan ritme berjalannya mulai berganti riang.

“Dan lagi..”

“Apa lagi,” tanya sunny penasaran.

Suho melepaskan tangannya dari bahu sunny berjalan kedepan sedikit dan berjongkok didepan Sunny.

“Naiklah,, ” perintah Suho.

“Apa maksudmu?” tanya Sunny bingung.

“Aku akan menjelaskan point selanjutnya saat kau sudah naik kepunggunguku.” Jawab Suho.

Sunny terlihat menimbang keputusanya, disatu sisi dia sangat ingin dengan bahagia menelusup dipunggung Suho tapi beberapa pasang mata murid memperhatikan mereka, mebuat sunny ragu.

“Tapi..”

“Ayo cepatlah,,” jawab Suho.

Akhirnya Sunny pasrah, dia memejamkan matanya malu dan naik kepunggung Suho.

“Dan lagi,, memiliki wanita pendek sepertimu membuatku gampang untuk memberimu piggy back seperti ini. Kakimu pas dengan panjang badanku, nyaman bukan.” Tanya Suho puas sambil tersenyum saat dia sadar sekarang mereka sedang jadi pusat perhatian. Puluhan pasang mata memandang mereka dengan pandangan iri. Ini mebuat suho semakin senang.

Sunny merasakan hal yang sama, beberapa kali dia mendapati teman perempuanya memberengut cemburu dengan perilaku manis suho. Dan satu yang ia sangat sukai, saat Suho membawa dia berjalan menuju kantin melewati lapangan basket dimana Yoona dan kris sedang berseteru. Sunny bisa merasakan bias iri dimata Yoona, saat melihat dia dan Suho bercengkrama dalam piggi back.

“You’re the Best Kim Suho… i Love You..” Bisik Sunny sambil mempererat pelukannya dileher Suho.

“The shortest is the best..” jawab Suho yang berujung dengan tawa mesra dua pasang muda membelah riuh suasana sekolah siang itu.

Shortest2

THE END
Apreelkwon '2013

Bagaimnaaa??? kerasa ga hal manisnya?. hehehe….. mau kita pendek amu kita tinggi, yang namanya cinta bisa ubah semua hal jadi manis… ^^

21 thoughts on “Shortest – ‘The sweet Thing Being Short’

  1. Aigo… Aigo… Aigoooooo…
    Kyaaaaaaaaaa… IS SO SWEEEEEEET!!! (>̯͡⌣<̯͡)

    Ya ampun, perlakuannya Suho itu lowh…
    Lucu + Co cweet banget!!
    Kyaaaa… Seandainya punya cowok kayak begitu…
    Hm… *lirikD.O
    #eh?
    ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D

    Pokoknya suka deh ama ini fanfic…
    Walaupun couple ini bukan couple favorit, tapi teteeeep… Ceritanya ngena ke hati plus kebayang bangeeeet…
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

    Keren nieh, teh!
    ^^

      • Ih..
        Teteh…
        Jujur amat ngomongin ci Akang D.O pendek… *upz!!!
        *lirikD.O
        *dideathglareD.O
        LOL
        *runtoKai
        *eh
        ​​‎​:D=))º°˚˚°º≈нåнåн庰˚˚°º≈º=)):D
        ƗƗǎƊººƗƗ…
        Kayaknya ini makin gaje dah comment nta…
        Kekekekekekekke

        Yang pasti…
        Kalo udah bahas kata ‘Pendek’ nta bakal FIX ngomong kalo Nta juga ‘PENDEK’! *sigh!

  2. Manisnya~~~ ah serius aku senyum-senyum sendiri bacanya, jadi ikutan iri ._.

    Penggambarannya bener-bener hidup, jadi gampang ngebayanginnya. Ah suka banget, keren!😄

  3. Aaaaaa ini ff yang diceritain temenku disekolah😄
    Hihi akhirnya ketemu juga :’v
    Disini menyinggung tinggi, dan aku merasa/?😄
    Kalo diitung lebih banyak ex.anu yang lebih pendek,
    Bener kata Suho, yang tinggi kek soyoung bikin susah dideketin karena segan .-.
    Jujur aja, aku sedikit bermasalah dengan tinggi badanku. Kaki terlalu panjang, tangan yang menjulur jauh -,-
    Kata sepupuku, aku kebanyakan makan galah bambu -00-
    Disekolah ditempatin paling pojok biar ga menghalangi mata mungkin/? .-.

    Well aku suka ff ini kak dan sekali lagi kamu berhasil bikin aku nganggep guling disamping jadi suho ._. *ditendang chen😄

    • wah? diceritain temen kamu?
      hahhaa

      anak tinggi nih? kkk~
      jangan tersungging yaa, ini cuma curhatan manusia dengan tinggi badan limited😄
      hahaha

      Makasihh yaaa echa,
      btw kamu tuh orang mana cha?

      • Hahah iyaa😄
        Tapi dia jarang on, jadinya maybe belum sempat ngasih komentar .-.

        Kkk engga kok ._.
        Aku orang aring kak/?
        Gak ding, di Medan tapi wilayah Pkl. Susu
        Jauuuhh .-.
        Tapi jan nyangkain aku orang batak yess, aku aja ga ngerti bahasa batak itu gimana :’v Walopun ada darah batak mandailing juga .-.
        Kalo kakak?

      • Batak?
        duh aku juga punya dua temen kerja orang batak,
        mereka di kisaran sama padangsidempuan,

        hahaha
        Jadi apakah anda asli orang batak?
        heheh

        Kalo aku, murni 100% orang sunda,
        tinggal di bandung,
        hehhee

  4. SWEET BANGETTTTT
    Sumpah gakuatttttt suhonya sweet bangett. Sunnynya sensi banget -_- wkwkkw tapi mereka Lucu kalau dibayangin kayak gituuu… duh gakuat kalau gini mahhh… coba beneran Aaaa mauuuu

  5. yaampuun kaaa, baru nemu ff inii. unyu banget jalan ceritanya. apalagi aku suho-sunny shipper. gemes bacanyaa. susah juga nyari ff yg cast nya begini wkwk. banyakin yaa kakkk. luvluv!
    btw boleh minta sosmed pribadi nya ga ka ? line atau bbm gitu ? thankyouuu:33

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s