Crescent… [1]

Crescent

 – The Way We Meet Again –

“Ini sebuah perintah bukan permintaan.” Dengan suara tegas perempuan itu menatapku tajam. Mrs. Cross. Amplop berisi beberapa berkas yang sedari tadi dia keluarkan dari tasnya, belum berani aku sentuh sedikitpun. Haruskah? Benarkah? Egoiskah? Pertanyaan itu terus bergulir bagaikan bola undian dalam benaku. Disatu sisi, tanpa semua berkas ini pun aku bersedia melakukan yang Mrs. Cross minta. Tapi, saat dia kembali membaca rentetan kalimat yang tertera dalam lembaran – lembaran itu membuatku merasa ragu untuk menorehkan tinta hitam atas namaku. Jade Sparyth.

“Apa yang masih kau fikirkan? Kau tidak berniat menandatangani semua ini?.” Tanyanya lagi, kali ini dia mengambil posisi berdiri dari duduknya dan menatapku seakan aku hanya seorang liliput didunia gulivernya.

“Kenapa harus dengan cara seperti ini?.” Akhirnya aku bisa menyuarakan isi hatiku. “Semua yang anda lakukan, apa murni hanya untuk kepen-”

“Pertanyaan dari jawabanku hanya dua, mau atau tidak?.” Dengan lembut dia menghempaskan badan kecilnya yang berbalut pakaian elegan, sofa beludru ruang tamuku pun berasa ciut saat menerima sentuhan lembut dari sang pemilik baju itu. Ada sebersit miris dalam hatiku, seperti ini kah? Tanyaku. “Kau masih mau mempertahankan egomu? Membuat anak kesayanganku satu – satunya terus seperti itu sedang-”

“Aku mengerti, tolong hentikan semua tuduhan anda, aku akan lakukan apa yang tertulis disini.” Cukup sudah aku mendengar semua gesekan perih digendang telinga ini. Bahkan tempaan hidup menyakitkan selama 20 tahun tidak lebih menyakitkan dari mendengar celotehan – celotehan selama 2 tahun ini. Aku bukan menyerah akan janji saat itu, aku hanya… biarkan aku saja yang melanggar janji dan menjadi mahluk dengan berjuta dosa. Aku sudah terlalu sering menjadikannya tamengku. Dengan sisa tenaga terakhir, kugoreskan pena hitam ini diatas namaku. Dan semua selesai disini.

“Bagus.. aku kirim orangku dua hari lagi. Saat itu tiba aku harap kau tidak mengubah fikiranmu.” Mrs. Cross ah, atau haruskah aku panggil dia ibu mertua?. Dengan semangat dia mengambil berkas – berkas itu dan kembali memasukan kedalam tasnya.

“Kemari sayang,, .” Dia mengambil langkah dari tempat duduknya didepannku, duduk disampingku dan memeluku. Ya.. dia memeluku, tapi aku tidak merasakan apapun dalam pelukan atau panggilan sayangnya. “Terimakasih Jade, keputusanmu telah menyelamatkan Arr.” Senyum. Yang detik kemudian berbuah menjadi sebuah senyum meremehkan. Aku tahu itu dan aku sudah terbiasa dengan itu.

“Bahagialah dengan hidup barumu, jangan kau ingkari semua perjanjian ini.” Ucapnya sambil melangkah pergi keluar dari rumahku. Deru mobilnya samar terdengar, menandakan dia telah jauh pergi. Apakah semua ini sudah berakhir? Perjuanganku cuma sampai disini?. Sudah tidak ada lagi kekuatan yang memeluku. Dengan pilu aku menangis, tangis untuk hidupku, untuk nasibku dan untuknya… tempatku menautkan kata cinta.

“Arr…. apa kisah kita hanya sampi disini. Apa kekuatan cinta kita, bisa dihancurkan bahkan oleh secarik kertas?.” Tolong, malam ini miliku. Biarkan aku menangisi semua ini, mengenang semua yang kumiliki, sampai semua itu harus aku leburkan. Tolong…..

—————

“Nyonya sedang keluar, aku mengerti posisi mu jade. Masuklah,.” Aku hanya bisa tersenyum. Setidaknya tuhan masih sangat adil padaku, rumah yang seakan isinya mencemoohku masih terdapat orang – orang yang melindungiku.

“Terimkasih paman,” hanya itu yang bisa kuucapkan. Mereka? Mereka terbiasa dengan sikapnya yang minim ini. Jangan tanyakan aku kenapa, karena ku pun tak mengerti.

Kaki ini mulai melangkah menaiki tangga berpelitur warna emas dan oranamen bunga disetiap pegangannya. Aku bahkan sudah hapal setiap detail semua rumah ini, dan izinkan aku merasakan ini untuk yang terakhir. Tangga itu berakhir dilantai dua, aku lanjutkan langkah kaki ini lurus dan berbelok kiri menuju sebuah kamar disamping pintu balkon yang terdapat berbagai jenis tanaman disana. Tunggu mungkin bisa kuralat, maksudku dulu saat aku masih menghuni kamar itu disana terdapat banyak tanaman yang menyegarkan mata, dan semuanya sekarang lenyap tak tersisa satupun. Sebegitu antusiaskah dia untuk kepergianku?.

“Ehm…” satu suara membangunkanku dalam lamunan tanpa dimensi, ketika aku menyadari seoragn lelaki sedang bersandar dipintu kamar samping pintu balkon, kamar kami.

“Hai,, Arr..” sapaku senormal mungkin. Archer Cross, putra semata wayang Nyonya Cross, yang tidak lain adalah ibu mertuaku,ya.. Arr – Archer Cross suamiku.

“Apa yang kau lakukan disini?.” Pertanyaan yang membuatku seperti terhempas dari ujung angkasa, tidakah menyedihkan seorang suami bertanya kepada istrinya ‘kenapa kau kembali ke kamar kita?’.

“Istrimu, menyuruhku mengambilkan barangnya yang tertinggal. Dia memberiku petunjuk yang membawaku kesini.” Jawabku. Ini menyedihkan, aku yang notabene adalah istrinya, harus berpura – pura bahwa aku bukan istrinya. Bisakah dunia ini berakhir sekarang juga?. Kulihat Arr menautkan kedua alisnya, terlihat berfikir.

“Bisakah kau tidak selalu membuatku berfikir atau menginat saat kita bertemu?.”

“Ah,, maafkan aku. Aku sering hilang kendali, ini efek cerita istrimu. Aku.. sudah mendapat izin dari ibumu, kau juga bisa memantauku didalam. Bila kau tidak percaya padaku.”

“ahh tunggu, namamu.. ehm… Ja.. Ja.”

“Jade,” Suaraku memutus kesibukannya mengingat sesuatu. Dan itu seakan memutus tali harapannku yang sekarang mulai melayang jauh.

“Ok, jade.. ” dia memberikan kode tangan mengijinkanku masuk, pintu sengaja dia buka lebar dan tetap bediri bersandar dipintu. Jarak ini.

Tanpa mengambil makna dibalik tatapan Arr aku melangkah masuk kamar.. mungkin maksudku, yang dulunya adalah kamarku. Oh, lihatlah bahkan dalam jarak waktu 5 hari mereka berhasil merombak dekorasi kamar ini, seakan ini kamar baru yang tidak berpenghuni sebelumnya.

“Arr,, apa kau tau dimana lemari putih tempat pakain yang berada disudut sana..?” ruangan ini berubah total, aku bahkan tidak menemukan satupun jejak benda sebelumnya dari kamar ini. Kulirik Arr, dia menatapku seakan aku mahluk mengerikan. Oh,, aku lupa.

“Maaf, aku sudah memintamu mengingat maaf.” Ucapku sambil menghela nafas.

“Mungkin di gudang, lantai bawah.” Hanya itu yang dia ucapkan. Sebelum akhirnya berlalu tanpa mengatakan apapun lagi.

“Arr, tidakah kau ingin mengucapkan sesuatu padaku… tidakah kau merindukanku? Aku sangat – sangat merindukanmu, seminggu ini bahkan terasa menyiksa bagiku,,” butiran – butiran air mata mulai menitik tanpa henti, ohh tidak. Tidak seharusnya seperti ini.

“I miss you so bad Arr…” dan tanpa komando, kehimpitan ini memburai menjaid tangis. Aku menangis. Dikamar ini. Baiklah izinkan aku melakukan ini untuk yang terkahir. Ku tutup pintu kamar dan mulai bergelung dalam pilu.

3 thoughts on “Crescent… [1]

  1. Pingback: Crescent… [2] | LuminoSKY

  2. Pingback: Crescent… [3] | LuminoSKY

  3. Mwoya?? Ige mwoya??? IGE MWOYA????
    Gaaaaaaaaaah…
    *tereakfrustrasi*
    ( ˘̶̀• ̯•˘̶́ )
    Щºдºщ

    Teteeeeeh… Kayaknya nta musti kasih teteh predikat ‘Queen of Angst!’
    Gilaaaaaaak…
    Ini nta masa bru baca lagi ff teteh tapi udah d suguhin 2 ff yang bikin mewek + nyesek sieeeh??
    Asli ini ff nyesek-se-nyesek-nyeseknyaaaa!!!
    Щºдºщ
    (º̩̩́Дº̩̩̀)

    Jadi ini sbnernya kenapa sieh teh??
    Arr-nya lupa gitu ama isterinya??? ☉_☉
    Semacam amnesia gitu?? Kalo iya… Wuah, parah nieh ci Arr ampe lupa bini sendiri…
    ©ќ©ќ©ќ©ќ©ќ
    ƪ(‾ε‾“)ʃ
    *pukpukJade

    Udah gitu…
    Sifat emaknya Arr bner2 minta d gigit itu yeh!!
    Nta tendang jg tuh emak2 nyebelin! ː̗̀(ºд´(└┐(˘̶̀˛ ˘̶́ )/
    LOL
    *plaaak!!*

    Hm…
    Makin penasaran nieeeh…
    Okelah, mari capcus yuuuk ke chapter.2…
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s