DELAIVE – Episode 2 : “CAKRA”

– Title : Delaive – Episode 2 : “Cakra”
– Author : ApReeLKwon (@ApReeLKwon)
  Cast : Kang Sora, Jessica, EunHyuk .Setiap chapt nya akan muncuk tokoh – tokoh baru.
– Genre : Fantasy, Mystery,adventure
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Diclaimer : Cerita dan Plot murni milik saya. Ide dan istilah istilah di dalam Fanfic ini terinspirasi dari novel – novel Fantasy.

[1]

_____________________________

Seperti biasa, disore yang cerah taman kota Busan, Sora dan segerombolan anak kecil kembali melakukan aktifitas rutin mereka. Meskipun Kakaknya sangat tidak suka bila Sora bermain dengan anak kecil, tapi Sora tetap memaksa. Menurutnya, bercerita dengan anak kecil seperti melakukan pencerminan pada satu sisi kejujuran, Sora sering merasa bahwa manusia dewasa pada umumnya hanya bersikap manis demi mendapatkan apa yang dia inginkan, berbeda dengan anak – anak ini yang menonjolkan sisi kejujuran mereka. Inilah yang membuat Sora lebih nyaman bergaul dengan anak kecil. Disamping itu, ada sedikit penghalang yang membuat Sora sulit berinteraksi dengan manusia seumurannya.

Noona  ceritakan pada kami tentang Luminos” tanya salah satu bocah lelaki bernama DongJu itu.

“Warga Lumi??? Apa yang ingin kalian ketahui..”

“Semuanya Noona, kecantikan mereka, kekuatan mereka, rahasia mereka…”

“Ehmmm,, baiklah” Sora sedikit membenahi posisi duduknya sebelum melanjutkan ceritanya.”Luminos atau sering disebut warga Lumi , mereka adaalah segerombolan wanita sangaaattttt cantik dengan sayap putih yang bertengger di punggung mereka. Semua warga Lumi bisa dipastikan perempuan, mereka ehm… golongan yang tertutup.. dingin.. dan ambisius..”

“mereka berparas cantik, tapi kenapa perilaku mereka tidak cantik???”

“tidak cantik??? Kau terlalu cepat menyimpulkan Maru-ya . Mereka sebenarnya termasuk golongan yang tidak pernah ikut campur dengan warga lain. Tapi, sekalinya kalian mengusik ketentraman mereka, saat itu pula para Lumi akan bersikap tegas.”

“Berbeda dengan warlock yang sosialis ya Noona,, lalu kekuatan Lumi apa???”

“Tentu warlock lebih unggul dalam segala hal ” ada segurat senyum yang terlukis diwajah Sora setiap kali dia menceritakan tentang kelebihan warlock “Sumber kekuatan Lumi adalah cahaya bulan,, mereka menyerap semua energy bulan, hasilnya?? Mereka seperti bisa melakukan hal – hal magic, yaa tidak jauh beda dengan warlock. Tapii ya sekali lagi.. warlock tetap unggul dalam segala hal… ah iya, kalian juga harus tau, kedatangan Lumi memberikan efek dingin disekitar, ”

“Secantik apasih mereka Eonni??? Kalo memang sangat cantik, aku mau jadi salah satu warga Lumi

“Kau harus meninggalkan keluargamu Mina-ya pergi jauh dipuncak gunung para Lumi berada” DongJu menjawab pertanyaan Mina yang sebenarnya bukan ditujukan padanya.

“Nah.. berbeda dengan warlock yang mendapatkan warga baru dari golongan manusia setengah demon, para Luminos mereka mendapatkan warga baru dari telur – telur bunga Lumi yang mereka pelihara”

“Cerita tentang Luminos sedikit tidak masuk akal Noona,,” timpal salah satu bica lelaki bernama KiJoon dengan ekspresi meragukan.

“hahahahaa…. Memang sedikit terdengar aneh. Maka dari itu, Noona lebih suka menceritakan tentang warga Warlock mereka memang terasa nyata bukan saat Noona menceritakannya??” tanya Sora yang dijawab anggukan dari para bocah manis itu “Pengendali air, api, es, teleport cahaya…” hembusan nafas berat terdengar saat Sora membahas tentang kekuatan para warlock . Sora menatap telapak tangannya lekat, seolah ada sesuatu yang hidup didalam telapak tangannya sebelum kembali focus dengan anak – anak di depannya.

“Ah… ini sudah mulai sore, kalian pulang sana… besok sore kita lanjut cerita ini arra..

Ne .. Noona… AnnyeongHaseyooo

Ne Annyeong….

Anak – anak itu sudah berlalu dari hadapan Sora, tapi dia masih duduk di hamparan pasir taman kota itu. Masih tetap memandang telapak tangannya. Sora mengalihkan pandangannya kelangit Busan yang sore itu kebetulan tidak cerah seperti biasanya.

“Bulan purnama telah berlalu….” Bisik Sora sambil memejamkan matanya “Apakah waktunya sudah tiba..”

“Ehm.. permisii..” satu suara mengusik Sora dari lamunannya, dia membuka mata dan menemukan lelaki yang mungkin seumuran denganya. Lelaki dengan senyum manis yang bertengger dibibir tipisnya, rambut merah marun sedikit ikal plus kulitnya yang seputih susu. Lelaki ini memang tidak masuk kateogri tampan menurut Sora, tapi melihat senyumnya yang manis, membuat Sora ikut menyunggingkan senyum termanisnya.

“Ahh ne,,  ada yg bisa aku bantu??” jawab Sora kikuk sambil bangun dari duduknya dan merapihkan bajunya.

“Ehm… boleh kita bicara sebentar” tanya lelaki itu sambil menunjukan gesture menjuk dirinya dan Sora.

“eung?? Ne,, silahkan.. ada apa…” tanya Sora sambil mengerutkan keningnya. Selama ini dia belum pernah berinteraksi dengan teman sebayanya apa lagi laki – laki. Hal ini membuat kikuk dirinya sendiri.

“Ehm,, sebelumnya aku mau minta maaf padamu karena aku tidak sengaja menguping ceritamu dengan anak – anak tadi. Ah sebenarnya bukan tidak sengaja, tapi aku sering melihatmu bercerita” lanjut lelaki itu sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Lalu??” tanya Sora penasaran.

“Apa yang kau ceritakan itu semuanya nyata?? Tentang Warlock , Kristal biru, Persaingan 5 elemen kehidupan, dan logo – logo cakra yang dimiliki para Warlock

Sora sedikit mencondongkan badannya, dia menatap lelaki itu dengan lekat sebelum menjawab pertanyaanya “Itu tergantung dirimu sendiri, apakah menurutmu itu nyata atau tidak..”

“Lalu… apa logo ini nyata???” tanya lelaki itu sambil menggulung lengan bajunya, dan memperlihatkan tato berbentuk ‘Water Drops’ berwarna hitam pudar dan sedikit bersinar.

“OMO….” Sora menutup mulutnya saking kagetnya, dia beralih ke lengan lelaki itu, sedikit mengusap logo ‘Water Drop’ dan Sora bisa merasakan sedikit sengatan di tangan kirinya. Dia mengalihkan pandangannya pada lengan kirinya dan melihat logo berbentuk matahari di tangan Sora sedikit mengeluarkan sinar.

“Eung?? Apa itu…” tanya lelaki itu bingung

“Ayo ikut kerumahku, biar Oppa ku yang menjelaskan padamu” ucap Sora sambil menarik lengan lelaki itu.

***

“Eonnii… kau ikut pencarian itu???” tanya seorang gadis berambut panjang dengan tatapnya yang kosong. Krystal.

“ehm… doakan eonni, dengan Lime Pearl eonni bisa merubah hidupmu, Krystal” ucap sang Kaka, Jessica sambil mengelus lembut rambut sang adik.

“Aku baik – baik saja seperti ini eonni, Jongmal aku tidak mau menempatkanmu diposisi mengerikan hanya untuk menyembuhkanku..”

anniioo ini keinginan eonni, eonni ingin kau juga menikmati indahnya dunia kryistal.. kau harus melihat keindahan ini. Lagi pula ini semua bukan bahaya besar untuk eonni mu ini”

“Gomawo,, sica Eonni… kau segalanya dan kau yang terbaik untuku..” Krystal memeluk tubuh kakaknya erat. Krystal gadis manis berumur 14 tahun itu mengalami kebutaan sejak menerima kekuatan secara paksa dari ayahnya. Krystal dan Jesscia lahir dari pasangan warlock. Tetapi karena sang ibu yang asli berdarah manusia, membuat salah satu dari mereka juga menjadi manusia seutuhnya. Jessica sejak lahir sudah mengalir darah demon dalam dirinya, dia mampu mengendalikan es, berbeda dengan nasib adiknya Krystal, dia terlahir murni sebagai manusia. Ayah mereka tidak terima akan hal ini, dia melakukan berbagai cara untuk mengubah Krystal menjadi manusia setengah demon atau warlock .Perdebatan antara sang Ibu dan ayahnya tidak terelakan, sampai pada titik puncaknya Ibu mereka terbunuh ditangan ayah mereka sendiri akibat lepas control kekuatan demon. Memanfaatkan kesempatan yang ada sang ayah terus berusaha mengubah Krystal menjadi bagian dari warlock , tapi ada satu hal yang dia lupakan, sehingga berakibat fatal dengan Krystal kehilangan penglihatannya. Jessica sangat memendam amarah pada ayah mereka, hingga pada suatu hari dia berhasil membunuh sang ayah dengan tangannya sendiri. Dia berhasil kabur bersama adiknya dan mencuri Lime Pearl milik sang Ayah. Awalnya Jessica mengira dengan Lime pearl itu Krystal bisa kembali melihat, tetapi nyatanya pil itu malah memberikan Krystal darah setengah Demo yang menjadikannya resmi bagian dari Warlock.

Suara langkah kaki Jessica terdengar jelas di lorong – lorong asrama Delaive, dia memutuskan pergi keluar saat adiknya terlelap tidur. Sudah menginjak tahun ke lima dia menjadi penghuni Delaive, sangat sulit memang bagi mereka untuk mendapatkan ’Lime Pearl’ , sehingga kesempatan ini tidak akan pernah Jessica sia – sia kan. Demi Krystal.

“Sica­-ya” terdengar teriakan dari belakang, membuat Jessica menghentikan langkahnya dan berbalik. EunHyuk. Lelaki humoris seniornya di Delaive. Merasa tidak tertarik Jessica kembali melanjutkan langkahnya, tanpa mempedulikan panggilan EunHyuk.

“Yakh… Jung Jessica,,” EunHyuk terlihat mengatur nafasnya saat dia berhasil menyamakan langkahnya dengan Jessica. “Kau … ikut misi pencarian itu kan??” tanya EunHyuk masih dengan nafas terengah – engah.

“Hemh,, aku ikut Oppa” jawab Jessica tanpa melihat si pembicara. Seluruh delaive memang sudah tau ‘JESSICA’ itu seperti apa.. Warlock super dingin, dia paling tidak suka mengurusi yang bukan urusannya. Tapi sebenarnya dia gadis yang hangat, sekali nya dia menyanyangi seseorang, apapun akan dia lakukan.. contoh jelasnya ‘Krystal’.

“Tunggu sebentar,,” EunHyuk berkata sambil mencoba menghalangi jala Jessica “Sica-ya ayo kita berpartner, ini akan lebih baik jika dilakukan berdua, lebih effisien kan..”

“Sorri Oppa,, aku lebih menikmati melakukannya sendiri..” jawab Jessica sambil berlalu dari hadapan EunHyuk.

“Yakh,,, ayolah,,,”

Jessica menghentikan langkahnya “ Aku percaya pada kemampuanku Oppa, tanpa bantuanmu aku bisa melakukannya sendiri, Annyeong Oppa… ”

Eunhyuk hanya memejamkan mata dan berusaha mengatur nafas senormal mungkin. Sikap Jessica memang sering membuatnya hilang control, padahal EunHyuk hanya ingin dia sedikit membuka dirinya untuk orang diluar.

EunHyuk merasakan tangannya mulai memanas, dengan satu gerakan EunHyuk membalikan badannya. Dia mengarahkan tangannya yang makin terasa panas dan mulai mengeluarkan cahaya berwarna putih itu tepat ke Jessica. Saat itu juga Jessica merasakan dirinya tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali, bahkan untuk mengucapkan sepatah kata pun terasa sulit.

“Jung Jessica,, bukalah hatimu sedikit untuk bersosialisasi, tidak selamanya kau bisa menjalani hidup ini sendiri, akan ada saatnya kau butuh bantuan orang lain..” EunHyuk berdiri tepat didepan Jessica, orang yang bersangkutan hanya menatap EunHyuk dengan pandangan datar “Aku melakukan ini karena aku menyayangimu seperti kau menyayangi Krtystal Sicca-ya” EunHyuk menyentuh tangan Jessica dengan tangannya yang masih bersinar, saat itu pula Jessica kembali bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.

“Gomawo Oppa untuk perhatianmu, tapi aku punya jalan sendiri untuk hidupku,,” Jessica melanjutkan langkahnya namun baru beberapa langkah, dia mengarahkan tangannya tepat ke kaki dimana EunHyuk berpijak, seketika kaki EunHyuk langsung terbalut ES yang menahannya untuk bergerak. Jessica tersenyum saat dia melihat eunhyuk berusaha meronta.

“Kerja yang bagus Jung Jessica” ucap EunHyuk sambil tersenyum.

2 thoughts on “DELAIVE – Episode 2 : “CAKRA”

  1. Pingback: DELAIVE – Chapter 3 : ‘Flame, Ray and Droplet’ | LuminoSKY

  2. kli ini aku banar-benar megerti… crtanya…
    kuharap sica eonni mau berpartner dengan eunhyuk oppa…
    thor ff mu mkin keren…

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s