DELAIVE – Episode 1 : “Blue Petals”

– Title : Delaive – Episode 1 : “Blue Petals”
– Author : ApReeLKwon (@ApReeLKwon)
  Cast : Kang Sora, Park JungSun, YunHo, DaNa, RyeoWook, Luna, SeoHyun .Setiap chapt nya akan muncuk tokoh – tokoh baru.
– Genre : Fantasy, Mystery,adventure
Rating : PG-15
– Type : Chaptered
– Diclaimer : Cerita dan Plot murni milik saya. Ide dan istilah istilah di dalam Fanfic ini terinspirasi dari novel – novel Fantasy.

_______________________________

“Apa kita masih bisa melihat atau bertemu mereka Noona”

No… sejak hilangnya kotak kristal biru itu, keadaannya jadi berbeda…” perempuan dengan rambut hitam sebahu dan poni yang menghiasi wajahnya menjawab dengan penuh antusias.

“kotak Kristal biru??? Noona belum pernah menceritakan tentang hal itu pada kamii…”

Jinjaro??? Wahh… kenapa aku bisa lupa menceritakan hal penting ini pada kalian…” perempuan berponi yang bernama Kang Sora itu memukul kepalanya sendiri saat menyadari dia melupakan sesuatu. “ehm.. Kristal biru itu mereka sebut ‘Blue Petals’ bentuknya, sebuah kotak kaca dengan bingkai berwarna emas, dan… isinya seperti asap berwarna biru. Terbayang oleh kalian???” tanya sora saat menyadari anak – anak didepannya hanya diam.

“kalian tidak perlu tau bagaimana bentuk dari Blue Petals ok..”

“Lalu Blue Petals itu sendiri apa Eonni??”

“pertanyaan pintar Nari, Warlock, shifter, luminos, fairies, manusia dulu hidup berdampingan dengan damai, itu karena masih ada Blue Petals yang menjadi pengatur alur kehidupan mereka.”

“Kristal biru hilang, para mahluk juga menghilang,, apa mereka takut Noona???”

“mereka bukan takut DongJu-ya… dan satu lagi,mereka tidak menghilang tapi menyembunyikan diri satu sama lain, tapi alasannya bukan karena takut. Mereka berusaha mencari Kristal biru itu untuk kepentingan kelompok mereka sendiri…kalau itu sampai terjadi akan sangat menakutkan ” Sora membuang nafas dan menengadahkan kepalanya menghadap langit Busan yang cerah, sinar matahari sore hari seakan memanjakan kehangatan bagi mereka yang berada disana.

“Sora eonnie,,, memang apa hebatnya Kristal biru itu?? Menurut Eun seorang Warlock sudah cukup kuat dengan setengah dara demon mereka. Huh.. serakah..” gadis kecil bernama NaEun itu terlihat antusias dengan cerita SoRa, melihat hal itu SoRa semakin semangat.

“Eun-ah… kau punya sepasang sepatu yang cantikkkk sekali, tapi tiba – tiba ibumu berjanji akan membelikanmu sepatu baru yang lebih cantik, apa yg akan Eun lakukan???”

“Eun akan… menagih janji itu dari eomma..”

“Pintar,,, mereka juga sama dengan mu Eun, meskipun sudah memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi mereka masih menginginkan yang lebih,”

Warlock , Shifter, Luminos, Fairies mereka semua memiliki kekuatan dan sekarang bersaing mencari Kristal biru, manusia bagaimana Noon?? Apa kita bisa mendapatkan Kristal biru itu??”

“Kalian harus tau Fairies  sama sekali tidak ikut campur dalam persaingan ini, mungkin bisa dibilang mereka menutupi diri ”

Waeo??

“Karena Kristal biru itu dulunya dijaga oleh para Fairies saat menghilang persaingan mulai terjadi, Fairies tidak menyukai hal seperti itu..”

“wahhh ituu pasti Fairies  yang nyuriiiiii…. Mereka kan termasuk golongan yang kekuatannya kecil jadi mereka berusaha mencari sumber kekuatan besar,,,benar kan Noon??”

“eng eung…. Kalian lupa Warlock memiliki kemampuan membaca fikiran, melihat apa yang terjadi baik dimasa depan atau masa lalu…”

“ahh eonni benar,,, lalu masalah yang manusia itu??”

“ahh iya,,, kenapa manusia tidak ikut dalam persaingan ini,, karena mereka tidak ada yang tau, dan manusia sudah cukup sempurna hidup dengan yang mereka miliki, kalian percaya tidak dengan cerita ini???”

-Pleetaakkk-

Satu jitakan mendarat dengan sempurna dikepala SoRa. Dalam satu gerakan Sora membalikan badanya dan mendapati kakaknya sedang menatapnya dengan sorot mata membunuh.

“Yakhh… Opppaaa sakitttt ” teriak Sora.

“euhm,,,, Sora Noona kami pamit pulang,, gomawo buat ceritanya,, annyeongikhaseyo” menyadari keadaan yang bisa dipastikan akan memburuk, anak anak itu lebih memutuskan pergi dan meninggalkan kedua bersaudara itu berseteru.

“Oppaaaa kau mengganggu ku saja, aku belum selesai becerita dengan mereka…”

“YAKH… Sora ingat umurmu..!! masih saja bergaul dengan anak kecil” sang kakak yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan membunuhnya kini mengeluarkan suaranya, menyadari tingkah adiknya yang menyebalkan.

“jangan salahkan aku kenapa aku lebih suka bergaul dengan anak kecil” secepat membalikan telapak tangan, secepat itu pula Mood Sora berubah saat kakaknya mengunkit pertanyaan yang sangat ia benci. Sora melangkah pergi menginggalkan kakaknya yang masih berdiri mematung dengan rasa bersalah yang mengganjal hatinya.

“Ahh kau bodoh sekali Yesung,,, kenapa mulut ini selalu saja lupaaa….”

 

***

Ruangan berwarna ungu tua itu terasa sepi. Hanya terdengar suara ketukan alas kaki dari dua pria yang sedang duduk berhadapan di sofa biru beludru. Keduanya belum mengeluarkan sepatah katapun, seakan sedang memikirkan apa yang sebaiknya mereka ucapkan. Sampai salah satu dari mereka si lelaki berambut pirang dengan jubahnya merah tua meletakan gelas anggurnya “Malam purnama kelima di tahun ini baru saja terjadi” ada jeda saat lelaki itu seperti akan melanjutkan ucapannya. Matanya menerawang mencoba membaca kebenaran yang akan ia beberkan ”Aku rasa sudah saat kita temukan mereka, sebelum semua terlambat.”

“Aku mengerti maksud ucapanmu” sahut lelaki satunya lagi, berambut hitam legam dengan pakaian hitam yang berkesan elegan saat menempel di tubuh proposionalnya. “Kapan kita membaur?” tanya lelaki itu sambil membetulkan posisi duduknya.

“Jangan kita yang melakukan ini, aku ingin anak – anak didik kita yang melakukanya, biarkan mereka melatih apa yang mereka pelajari” jawab si lelaki pirang dengan penuh keyakinan.

“Kau yakin??” si lelaki rambut hitam menncondongkan badan seolah mewakili pertanyaanya yang meragukan statement si rambut pirang. “Membiarkan mereka mencari, berbaur dengan manusia?? Aku sedikit takut” senyum simpul menghiasi bibirnya.

“Membiarkan mereka hanya terkungkung disini dengan semua kekuatan yang mereka miliki?? Suatu saat mereka harus menghadapi kenyataan bahwa mereka juga bagian dari manusia di luar sana, hanya mereka sedikit berbeda”

“Aku setuju dengan mu JungSu-Ssi,, ada baiknya murid – murid delaive mengasah kemampuan mereka dengan langsung terjun kelapangan, benar kan sayang..” Seorang perempuan cantik dengan rambut coklatnya yang sepundaknya bergelombang, memasuki ruangan itu. Kim Dana. Dana menghampiri lelaki berambut hitam, seseorang yang dia panggil ‘sayang’ Jung YunHo. Dana dan YunHo adalah pasangan suami istri, mereka kerap kali menunjukan rasa kasih sayang satu sama lain, hal ini sering menimbulkan rasa iri bagi siapapun yang melihatnya.

“tsh.. berhenti kalian bertindak berlebihan diruanganku,” ucap lelaki berambut pirang yang bernama JungSu atau Park JungSu seraya melemparkan bola kertas kearah YunHo dan Dana.

“dan kau harus berhenti iri pada keromantisan kami,,” timpal YunHo, dengan sengaja dia mencium dahi Dana, melihat itu Jungsu hanya terkekeh dan menegak anggur yang sedari membatu di meja berwarna perak beralas kain merah beludru itu.

“kembali kepembicaraan kalian, apa semua murid akan diturunkan” dana mencoba kembali serius, dia melepaskan pelukan suaminya dan menatap JungSu dengan mata seakan memintanya untuk kembali serius.

“Jangan, tapi adakan semacam sayembara, jadi siapa diantara mereka yang bersedia dan berhasil menemukan ke-12 anak itu-”

“12???” potong dana.

JungSu menghembuskan nafasnya secara paksa, “Biarkan aku melanjutkan,, bila diantara mereka ada yang berhasil, maka reward yang akan di dapatkan, Lime Pearl

“Tunggu tunggu, aku merasa semua idemu ini terlihat berlebihan. Murid turun tangan dan Reward Lime Pearl . ” YunHo kembali mencondongkan badannya, dari gesture tubuh sangat terlihat jelas dia menolak semua usul yang temannya ucapkan. Lime Pearl  mutiara berwarna bias antar hijau dan kuning itu merupakan Demon’s Life atau bisa disebut juga sebagai Obat. Murid Delaive yang notabene bukan manusia biasa sangat memerlukan mutiara ini, karena mampu menyelamatkan satu nyawa manusiaa dari kematian.

“Jelaskan padaku Jungsu dasar pemikiranmu??” Dana tipikal wanita teliti, dia akan lebih menanyakan alasannya terlebih dahulu dari pada langsung menilai bahwa itu ‘salah’.

Jungsu yang merasa tersudut, beranjak dari duduknya berjalan mendekati jendela dan membuka sedikit gorden merah tua yang terjuntai di jendela itu. Terlihat pemandangan diluar sana hamparan hijau bagian kaki gunung Surok yang merupakan wilayah ‘Delaive’. “Semua bagian bumi dulu hidup berdampingan, berbeda dengan sekarang persaingan terlihat jelas bahkan langit pun seakan tahu akan hal itu. Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti persaingan itu menuju titik akhir penantianya, aku hanya ingin bagian dari kita tidak akan lenyap seluruhnya, bukankah itu akan sangat membantu??” Jungsu membalikan badannya menatap kedua temannya dengan tatapan meminta respon.

“Kau sudah.. melihatnya??” dengan suara terbata Dana mengajukan pertanyaan, diliriknya suaminya YunHo yang sudah kembali bersandar di sofa dengan kedua matanya yang tertutup terlihat jelas YunHo sedang menghilangkan rasa resahnya.

“Belum untuk saat ini, tapi aku merasa semua itu akan terjadi” jawab JungSu.

“kalau itu alasanmu, kenapa tidak kita saja yang langsung terjun. Menyuruh anak – anak turun tangan? Bukankah akan memperlambat, Shifter, Luminos kau lupa amibisi mereka”

“Jung YunHo… kau juga lupa karakter kita.. Warlock.. kau lupa pada jati diri sendiri. Lime Pearl berharga buat kita, pasti mereka akan berjuang untuk mendapatkannya”

“Baiklah aku setuju dengan usulan mu JungSu, segera buat Pengumuman itu, lebih cepat akan lebih baik” YunHo yang awalnya menolak mentah – mentah sekarang mendukung apa yang temannya usulkan, dengan senyum simpul dan anggukan JungSu merespon perkataan YunHo.

“Biarkan aku yang urus semuanya, kalian tenanglah…” jawa Dana dengan senyumnya yang menenangkan. “Lakukanlah yang terbaik untuk kita, untuk Delaive”  Jawab Dana sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.

Delaive, adalah sekolah untuk mendidik para Warlock. Warlock sendiri adalah manusia dimana dalam tubuh mereka mengalir darah demon, hal ini membuat mereka berbeda dengan manusia pada umumnya. Secara fisik, Warlock memang terlihat seperti manusia. Namun ada kekuatan besar yang tersembunyi dalam setiap tetesan darah yang mengalir dalam tubuh mereka, hal ini yang membuat mereka berbeda. Secara fisik sama tapi terdapat kekuatan besar dimana mereka harus bisa mengontrolnya atau identitasnya akan terbongkar. Atas dasar itu lah akhirnya para Warlock memisahkan diri dan mulai membentuk perkumpulan sendiri untuk berbagi,berlatih mengendalikan kekuatan yang mereka miliki. Saat kekuatan mereka sudah berada dalam puncak kesempurnaan pilihan apakah mereka akan kembali berbaur dengan manusia, atau tetap diam di perkumpulan, itu tergantung pilihan mereka.

Dibumi ini terdapat lima sumber kehidupan yang hidup secara berdampingan. Manusia, Warlock, Shapeshifter,Luminos dan Fairies. Berbeda dengan warlock yang pada dasarnya merupakan bagian dari manusia, Shapeshifter, Luminos,dan Fairies tidak memiliki keterhubungan dnegan manusia mereka murni lahir dan terbentuk dari bagian mereka sendiri.

Shapeshifter penampilan fisik memang seperti manusia, memiliki kemampuan untuk merubah wujud menjadi seekor hewan saat itulah seorang shifter menggunakan kekuatannya. Shapeshifter berwujud manusia hanyalah mahluk lemah. Memiliki sifat egois, ganas, layaknya perangai seekor hewan. Hal inilah yang membuat Shifter tidak bisa berbaur dengan lainya Sama halnya seperti warlock , shifter juga hidup dalam kelompok mereka.

Luminos  merupakan wanita – wanita cantik jelita dengan sayap yang bertengger di punggung mereka. Dapat dipastikan warga Luminos semuanya adalah wanita. Perkumpulan mereka bertambah dengan menetasnya Telur Telur ‘Lumi’ yang akan menjadi bagian dari kelompok. Berbeda dengan Shifter , Luminos berkesan tertutup. Mereka sama sekali tidak pernah berbaur dengan dunia luar, disamping sayap yang tidka bisa disembunyikan, warga Lumi juga terbiasa hidup dengan kelompoknya tanpa memikirkan apa yang terjadi diluiar sana. Ketenangan adalah segalanya bagi Lumi.

Terakhir Fairies. Mereka hampir mirip dengan Luminos mahluk bersayap. Perbedaanya tidak semua warga Fairies  adalah perempuan, lelaki bersayap juga bagian dari pada koloni Fairies. Bentuk sayap juga menjadi faktor pembeda mereka dengan Luminos. Sayap Fairies hanya berupa selembaran tipis dengan warna yang berbeda anatara satu fairies dnegan yang lainnya, serta bubuk cahaya yang akan bertebaran saat mereka mengepakan sayapnya. Oleh karena itu Fairies sering disebut malaikat cahaya. Berbeda dengan Shifter dan Lumnios, fairies memiliki sifat seperti manusia. Mereka senang bersosialisasi, permusuhan sangat mereka hindari inilah salah satu alasan warga Fairies menjadi penunggu ‘Blue Petals’.

Kelima elemen kehidupan ini pada awalnya hidup berdampingan tanpa merugikan satu sama lain. Mereka berjalan pada garis kehidupan masing – masing. Semua berjalan teratur sebelum ‘Blue Petals’ kotak kaca dengan bingkai emas, berisikan asap berwarna biru, yang berfungsi sebagai keseimbangan kelima elemen tersebut dibumi ini, hilang dari tempatnya – lembah cahaya Fairies. Persaingan terjadi antara Warlock, Shapeshifter, dan Luminos . Persaingan tidak dapat dielakan lagi, Blue Petals adalah pusaka yang mereka incar sebagai sumber keagungan dan kekuatan bagi mereka. Semua yang teratur menjadi kacau. Darah demon yang lahir kebumi pada awalnya adalah bagian dari pada warga warlock, tetapi baik Shifter ataupun Luminos sama sama menginginkan titisan darah demon tersebut yang diketahui menyimpan kekuatan besar. Hal ini membuat warlock semakin ketat dan mempercepat langkah untuk menemukan bagian dari mereka.

***

“SeoHyun eonni??? ” Luna sedikit mememlankan suaranya, saat dia dan Ryeowook berada di taman belakang bangunan tua ‘Delaive’.

“ehm,, mian Luna oppa tidak bisa menjadi partnermu,,” Ryeowook menyadari ada gurat kecewa diwajah luna saat Ryeowook menceritakan bahawa dia dan SeoHyun akan berpartner untuk misi pencarian itu.

“aku memang sedikit kecewa padamu oppa” dengan satu kedipan Luna menggerakan tangannya dan saat itu pula air membasahi wajah RyeWook, “hahahaaa…. Gwencahan oppa, tapi aku penasaran kenapa Oppa bisa bersama dia??”

“aku bertemu dengannya saat membaca pengumuman itu…” jawab ryeowook sambil membersihkan wajahnya, luna hanya tersenyum senang saat menyadari dia berhasil mengerjai Sunbae kesayangannya ini.

“Kau membaca fikirannya??? Ahhhhh~ oppa berhenti menerobos privasi orang lain…”

“yakh… aku tidak berniat melakukan itu, hanya saja fikiran kalian selalu terbentang jelas setiap kalian dekat denganku..”

“kalu begitu aku tidak akan dekat – dekat denganmu Oppa.. hahaha” luna mengambil beberapa langkah mundur mencoba menggodanya. “Tapi kenapa oppa mau bersamanya? Apa Seo eonni berfikir untuk mengajakmu??”

“annii… kau tau kan dia sangat pemalu tapi semua tau kekuatan yang mengalir ditubuhnya tidak bisa diremehkan. Dia sangat ingin melakukan pencarian ini tapi dia tidak mau sendiri, jadi apa salahnya aku mengajak berpartner.. kau tahu, dia harus memiliki pengalaman untuk mengasah kemampuannya..”

“Lalu nasibku bagaimana Oppa?? Aku juga menginginkan lime pearl..”

“Kau pasti bisa menemukan partner,,, Figting Luna-yaa” dengan lembut RyeoWook membelai kepala Luna. Baginya Luna sudah seperti adik sendiri, apapun yang dia alami Luna akan mengetahuinya dia merasa memiliki tanggung jawab atas Luna.

.: T.B.C :.

5 thoughts on “DELAIVE – Episode 1 : “Blue Petals”

  1. Pingback: DELAIVE – Chapter 2 : “CAKRA” | LuminoSKY

  2. untuk awal bgus n keren walaupun aku masih sdkit bingung deng penjelasn awal crtnya….
    tapi aku tetep suka… debak…
    #pengen bca ff lnjutnya… kabuuurr….

  3. kiw kiw ^^)/
    hahaha maaf kakak aku baru nemu ff buatan empat tahun lalu ini :’D

    Sebenernya kesan paling aku dapetin di chapter satu ini, adalah:
    1. Entah tapi pas baca kalimat ‘elemen’ langsung inget avatar
    2. Baca nama ‘fairies’ juga refleks kepikir tinkerbell
    3. Dan pas diceritain kalo blue petals ilang berasa avatar yg ngilang

    Ahaha .. bukan masalah kok, didunia emg pasti ada yg mirip walau ga disengaja. Aku nyampein ini cuma sekedar pengen bilang, suka perpaduan cerita antara avatar dan tinkerbell ini banget! wks.

    Haha unik pokoknya, mohon izinnya baca ya kak, salam kenal😀❤

  4. kiw kiw ^^)/
    hahaha maaf kakak aku baru nemu ff buatan empat tahun lalu ini :’D

    Sebenernya kesan paling aku dapetin di chapter satu ini, adalah:
    1. Entah tapi pas baca kalimat ‘elemen’ langsung inget avatar
    2. Baca nama ‘fairies’ juga refleks kepikir tinkerbell
    3. Dan pas diceritain kalo blue petals ilang berasa avatar yg ngilang

    Ahaha .. bukan masalah kok, didunia emg pasti ada yg mirip walau ga disengaja. Aku nyampein ini cuma sekedar pengen bilang, suka perpaduan cerita antara avatar dan tinkerbell ini banget! wks.

    Haha unik pokoknya, mohon izinnya baca ya kak, salam kenal😀❤

  5. kiw kiw ^^)/
    hahaha maaf kakak aku baru nemu ff buatan empat tahun lalu ini :’D

    Sebenernya kesan paling aku dapetin di chapter satu ini, adalah:
    1. Entah tapi pas baca kalimat ‘elemen’ langsung inget avatar
    2. Baca nama ‘fairies’ juga refleks kepikir tinkerbell
    3. Dan pas diceritain kalo blue petals ilang berasa avatar yg ngilang

    Ahaha .. bukan masalah kok, didunia emg pasti ada yg mirip walau ga disengaja. Aku nyampein ini cuma sekedar pengen bilang, suka perpaduan cerita antara avatar dan tinkerbell ini banget! wks.

    Haha unik pokoknya, mohon izinnya baca ya kak, salam kenal😀❤

Speak Now.... ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s